Teologi Pendidikan Perspektif Al-Ghazali

Authors

  • Eri Nur Shofi’i UNUGHA Cilacap
  • Ahmed Shoim El Amin UNUGHA Cilacap

DOI:

https://doi.org/10.59944/jipsi.v4i4.2209

Keywords:

Teologi Pendidikan, Al-Ghazali, Tauhid, Tazkiyat al-Nafs, Integrasi Ilmu, Pendidikan Islam.

Abstract

Kajian mengenai pemikiran pendidikan Al-Ghazali umumnya masih berfokus pada aspek akhlak, etika pendidik, klasifikasi ilmu, atau tujuan pendidikan secara parsial, sehingga belum banyak mengonstruksi pemikirannya sebagai sebuah paradigma teologi pendidikan yang utuh. Padahal, fondasi teologis merupakan elemen utama yang membentuk orientasi ontologis, epistemologis, dan aksiologis pendidikan dalam perspektif Al-Ghazali. Penelitian ini bertujuan menganalisis serta merekonstruksi teologi pendidikan perspektif Al-Ghazali sebagai paradigma pendidikan Islam yang integratif dan relevan dengan tantangan pendidikan kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari karya-karya Al-Ghazali, terutama Ihya' 'Ulum al-Din, Ayyuha al-Walad, Al-Munqidh min al-Dalal, dan Mizan al-'Amal, sedangkan data sekunder berasal dari buku dan artikel ilmiah mengenai filsafat pendidikan Islam, teologi pendidikan, serta pendidikan profetik. Analisis data dilakukan melalui teknik content analysis dengan pendekatan filosofis dan analisis kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teologi pendidikan Al-Ghazali dibangun atas empat dimensi utama, yaitu tauhid sebagai fondasi ontologis pendidikan, integrasi wahyu, akal, dan pengalaman sebagai landasan epistemologis, tazkiyat al-nafs sebagai orientasi aksiologis, serta pembentukan insan kamil sebagai tujuan pendidikan. Keempat dimensi tersebut membentuk suatu model teologi pendidikan yang mengintegrasikan aspek ketuhanan, keilmuan, moral, dan kemanusiaan dalam satu kerangka filosofis yang utuh. Penelitian ini berkontribusi menawarkan rekonstruksi model teologi pendidikan Al-Ghazali sebagai paradigma alternatif bagi pengembangan pendidikan Islam kontemporer yang mampu menjawab problem sekularisasi ilmu, krisis integritas, degradasi moral, dan disrupsi teknologi melalui penguatan integrasi ilmu, pembentukan karakter, dan pendidikan profetik.

References

Al-Attas, S. M. N. (1991). The concept of education in Islam. Kuala Lumpur: International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC).

Al-Ghazali. (2011). Ihya' 'ulum al-din. Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah.

Bakar, O. (1992). Classification of knowledge in Islam. Kuala Lumpur: ISTAC.

Fazlur Rahman. (1982). Islam and modernity: Transformation of an intellectual tradition. Chicago: The University of Chicago Press.

Gunawan, G., & Lestari, A. (2021). Al-Ghazali's thoughts on education and its relevance to Islamic education in the millennial era. Academic Journal of Islamic Studies.

Nasr, S. H. (2006). Islamic philosophy from its origin to the present: Philosophy in the land of prophecy. Albany, NY: State University of New York Press.

Nata, A. (2017). Pemikiran pendidikan Islam dan Barat. Jakarta: Rajawali Pers.

Roqib, M. (2009). Ilmu pendidikan Islam: Pengembangan pendidikan integratif di keluarga, sekolah, dan masyarakat. Yogyakarta: LKiS.

Roqib, M. (2015). Pendidikan karakter dalam perspektif profetik. Jurnal Pendidikan Karakter, 5(3).

Roqib, M. (2021). Islam sebagai inspirasi dalam pengembangan integrasi keilmuan menuju kampus merdeka. Yogyakarta: LKiS.

Roqib, M. (2022). Filsafat pendidikan profetik: Pendidikan Islam integratif dalam perspektif Kenabian Muhammad SAW. Purwokerto: Pesma An-Najah Press.

Rusn, A. I. (1998). Pemikiran Al-Ghazali tentang pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Zainudin. (2025). Reason and revelation in Islamic education: A comparative study of Al-Ghazali's and Ibn Rushd's educational thought in the contemporary context. AT-TURAS: Jurnal Studi Keislaman.

Downloads

Published

2024-08-23