Pengaruh Model Think Pair Share Berbantuan Padlet terhadap Kompetensi Kewarganegaraan Siswa Sekolah Dasar pada Materi Hak dan Kewajiban Warga Negara
DOI:
https://doi.org/10.59944/jipsi.v5i4.1893Abstract
Rendahnya kompetensi siswa sekolah dasar dalam memahami hak dan kewajiban warga negara menunjukkan perlunya pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif, kerja sama, dan pemahaman konseptual. Penelitian ini bertujuan menguji perbedaan kompetensi kewarganegaraan antara siswa yang mengikuti pembelajaran Think Pair Share (TPS) berbantuan Padlet dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi-eksperimen dan desain Posttest Only Control Group Design. Sampel terdiri atas 64 siswa kelas V yang terbagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing 32 siswa. Data dikumpulkan melalui tes kompetensi kewarganegaraan yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis meliputi statistik deskriptif, uji Shapiro-Wilk, uji Levene, Independent Samples t-test, dan Cohen's d dengan IBM SPSS Statistics 27 pada taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata kelas eksperimen (M = 84,38; SD = 7,24) lebih tinggi daripada kelas kontrol (M = 75,16; SD = 8,11). Uji t menunjukkan perbedaan yang signifikan, t(62) = 4,812; p < 0,001, dengan Cohen's d = 1,20 yang termasuk kategori efek besar. Temuan ini menunjukkan bahwa, dalam konteks sampel dan desain penelitian ini, penerapan TPS berbantuan Padlet berkaitan dengan capaian kompetensi kewarganegaraan yang lebih tinggi dibandingkan pembelajaran konvensional. Integrasi struktur kooperatif TPS dan ruang kolaboratif Padlet berpotensi mendukung pembelajaran Pendidikan Pancasila yang lebih partisipatif dan berpusat pada siswa
References
Arouri, Y. M., Hamaidi, D. A., Al-Kaabi, A. F., Al Attiyah, A. A., & ElKhouly, M. M. (2023). Undergraduate students' perceptions on the use of Padlet as an educational tool for an academic engagement: Qualitative study. International Journal of Emerging Technologies in Learning (iJET), 18(10), 86-106. https://doi.org/10.3991/ijet.v18i10.38771
Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Prentice Hall.
Branson, M. S. (1998). The role of civic education. Center for Civic Education.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). SAGE Publications.
Dahliyana, A., Cahyati, S., Warlim, W., Rahmasari, N., & Dianti, N. H. (2026). Project citizen digital: A learning model of civic education in digital age. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 23(1), 347-358. https://doi.org/10.21831/jc.v23i1.89599
Febriana, F. (2024). Pemanfaatan media digital dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Jurnal Obsesi, 8(1).
Hidayanti, M., & Abdullah, K. (2023). The influence of think pair share (TPS) learning model on fifth-grade students' learning outcomes of civic education. Journal of Teaching and Learning in Elementary Education, 6(1), 57-63.
Hossain, M. M. (2023). Using educational technologies (Padlet) for student engagement-reflection from the Australian classroom. The International Journal of Information and Learning Technology, 40(5), 541-547. https://doi.org/10.1108/IJILT-04-2022-0094
Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (2019). Joining together: Group theory and group skills (12th ed.). Pearson.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2024a). Keputusan Kepala BSKAP Nomor 032/H/KR/2024 tentang capaian pembelajaran pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2024b). Panduan pembelajaran dan asesmen Kurikulum Merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Lee, J. H., & Kim, C. H. (2023). Effects of digital collaborative learning on students' engagement and critical thinking. Education Sciences, 13(5).
Mehta, K. J., Miletich, I., & Detyna, M. (2021). Content-specific differences in Padlet perception for collaborative learning amongst undergraduate students. Research in Learning Technology, 29, 1-19. https://doi.org/10.25304/rlt.v29.2551
OECD. (2023a). Learning Compass 2030. OECD Publishing.
OECD. (2023b). Shaping digital education: Enabling factors for quality, equity and efficiency. OECD Publishing.
OECD. (2025). Civic education as a pathway to inclusive societies. OECD Publishing.
Ritonga, M. R. (2024). Digital collaborative learning untuk meningkatkan kompetensi kewarganegaraan siswa. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 43(1).
Setiawan, A. (2024). Implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 8(2).
Slavin, R. E. (1995). Cooperative learning: Theory, research, and practice (2nd ed.). Allyn & Bacon.
Sriasih, I. G. A. K., Jampel, I. N., & Semara Putra, D. B. K. N. (2023). Pengaruh model pembelajaran kooperatif terhadap kompetensi pengetahuan siswa sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 7(2).
Suarni, N. K., Candiasa, I. M., & Dantes, N. (2023). Pembelajaran kooperatif dalam meningkatkan kompetensi siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Indonesia, 12(1).
UNESCO. (2021). Reimagining our futures together: A new social contract for education. UNESCO Publishing.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.
Widodo, A., & Yusuf, M. (2023). Penerapan model Think Pair Share terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 7(5).
Zainuddin, N., Haruna, H., Li, S., Chu, Y. W., & Keum, S. W. (2021). A review of Padlet as a collaborative learning tool in higher education. Education and Information Technologies, 26(6), 7099–7127.

























