Komunikasi Simbolik Pada Orang Tua Tunarungu Wicara Terhadap Anak Kandung (Studi Kasus Warga Kelurahan Kebagusan, Jakarta Selatan)
Studi Kasus Warga Kelurahan Kebagusan, Jakarta Selatan
DOI:
https://doi.org/10.59944/amorti.v5i4.1869Keywords:
komunikasi simbolik, orang tua tunarungu wicara, anak kandung, studi kasusAbstract
Komunikasi dalam keluarga memiliki peranan penting sebagai ruang pertama sosialisasi anak. Pada keluarga Bapak Sudarsono dan Ibu Citra Sari Wijaya sebagai penyandang tunarungu wicara, komunikasi yang digunakan adalah verbal dan nonverbal dengan bahasa isyarat, gestur, ekspresi, serta media pendukung kertas dan smartphone. Penelitian ini bertujuan mengetahui proses komunikasi simbolik pada keluarga tunarungu wicara terhadap anak kandung. Informan ditentukan melalui teknik purposive sampling, terdiri atas satu pasangan suami istri tunarungu wicara sebagai informan kunci dan satu informan pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan mendalam, observasi partisipan pasif, serta dokumentasi, dengan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Analisis menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui interaksionisme simbolik dengan konsep mind, self, society, dan looking glass self. Hasil penelitian menunjukkan ibu mengandalkan gerak bibir sebagai media komunikasi utama, sementara ayah menggabungkan isyarat tangan dengan gerak mulut; anak turut menyesuaikan pola komunikasinya sesuai lawan bicara. Keluarga juga mengembangkan simbol komunikasi khas secara organik, seperti panggilan bernada tinggi untuk memanggil ibu, serta memanfaatkan pesan tertulis dan panggilan video guna menghindari kesalahpahaman. Peran tante sebagai pendidik turut penting dalam pendidikan formal dan perencanaan masa depan anak, sehingga hubungan antaranggota keluarga semakin dekat.
References
Alfarizi, G. M., & Hermina, D. (2025). Studi Pustaka Dalam Penelitian Kualitatif.
Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 1(3), 541–549.
Astuti, W. (2023). Analisis perubahan gaya kepemimpinan atas motivasi kerja
karyawan di Klinik Miracle. Skripsi STIE Indonesia.
Dortje, L. Y. et al. (2024). Teori-Teori Komunikasi (E. Damayanti, Ed.). Winida Media
Utama.
Dwi Gusti, S., Susanti, L., Soniska, P., Marsella, S., & Asvio, N. (2023). Analisis Peran
Orangtua pada Tunarungu dalam Mengembangkan Interaksi Sosial. Excellent
Journal for Undergraduate, 1(1), 2023.
Fadhlillah, M., Azijah, D. N., & Sugiarti, C. (2022). Menelaah Peran Bina Marga dalam
Meningkatkan Penerangan Jalan Publik. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 8(4).
https://doi.org/10.5281/zenodo.6357884
Halik. (2024). Pendidikan sebagai Arena Simbolik: Telaah Konseptual
Interaksionisme Simbolik George H. Mead. Jurnal Kajian Sosial Dan Pendidikan,
,27–41.
Halimah Sa'Diyah, Q. (2024). Kajian Teoritis tentang Teknik Analisis Data dalam
Penelitian Kualitatif: Perspektif Spradley, Miles dan Huberman. Journal of
Management, Accounting and Administration, 1(2), 77–84.
Handojo, H. L. (2024). Implementasi Desain Sarana Terapi Bermain Untuk
Pengembangan Kemampuan Wicara Dan Bahasa Anak Penyandang Tunarungu.
Jurnal Sains Dan Seni ITS, 6(1), 603–612.
https://doi.org/10.24912/stupa.v6i1.27502
Ilhami, M. W., Nurfajriani, W. V., Mahendra, A., Sirodj, R. A., & Afghani, M. W. (2024).
Triangulasi Data Dalam Analisis Data Kualitatif. Jurnal Ilmiah Wahana
Pendidikan, 10(September), 826–833.
Mildad, J., & Aini, S. (2023). Komunikasi interaksi simbolik guru terhadap
peningkatan prestasi belajar siswa Tunarungu SLBN Meulaboh. Al-Madaris
Jurnal Pendidikan Dan Studi Keislaman, 4(2), 92–120.
Muh. Khusnul Himam, & Saeful Anam, N. (2026). Teknik Pemilihan Informan Dalam
Penelitian Kualitatif: Strategi Dan Implementasi. Jurnal Penelitian Sosial Dan
Keagamaan, 13(1), 104–116.



























