Wahdatul Wujud Ibn ‘Arabi di Era Digital: Rekonstruksi Kesadaran Spiritual dan Etika Bermedia Sosial Santri
DOI:
https://doi.org/10.59944/amorti.v5i3.964Keywords:
Wahdatul Wujud, Ibn ‘Arabi, Santri Digital, TajalliAbstract
Artikel ini mengkaji relevansi konsep Wahdatul wujud yang dikembangkan oleh Ibn 'Arabi sebagai kerangka epistemologis dan etis bagi kalangan santri di tengah disrupsi teknologi digital. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena pergeseran ruang spiritual santri dari ruang fisik pesantren ke ruang virtual media sosial, yang berpotensi menimbulkan krisis makna, fragmentasi identitas, dan hiperrealitas keagamaan. Tujuan penelitian ini adalah merekonstruksi konsep-konsep kunci Wahdatul wujud, martabat wujud, dan insan kamil, menjadi kerangka kesadaran digital yang dapat membimbing santri dalam berinteraksi dengan teknologi secara etis dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research) dengan metode filosofis-hermeneutik dan fenomenologi digital, menelaah sumber primer berupa Fushush al-Hikam dan al-Futuhat al-Makkiyyah, serta sumber sekunder berupa kajian tasawuf kontemporer dan literatur tentang religiusitas digital. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konsep tajalli dapat dibaca ulang sebagai kerangka kritis untuk memahami representasi diri di media sosial, sementara insan kamil dapat dioperasionalkan sebagai model literasi digital yang menekankan integritas, moderasi, dan verifikasi informasi. Novelty penelitian ini terletak pada argumen bahwa Wahdatul wujud bukan sekadar doktrin metafisika klasik yang statis, melainkan dapat direkonstruksi menjadi paradigma kesadaran digital yang memosisikan hubungan Tuhan, manusia, dan teknologi dalam satu kontinum ontologis yang harmonis, bukan terpisah dan saling asing.
References
Addas, Claude. Quest for the Red Sulphur: The Life of Ibn ’Arabi, Terj. Peter Kingsley. Cambridge: The Islamic Texts Society, 1993.
Affifi, A. E. Filsafat Mistis Ibnu „Arabi, Terj. Sjahrir Mawi Dan Nandi Rahman. Jakarta: Gaya Media Pratama, 1989.
Ali, Yunasril. Manusia Citra Ilahi. Jakarta: Paramadina, 1997.
Arifin, Zainal. “Pendidikan Multikultural Religius Untuk Mewujudkan Karakter Peserta Didik Yang Humanis-Religius.” Jurnal Pendidikan Islam FITK UIN Sunan Kalijaga 1, no. 1 (2012).
Avionita, Tasya, and Syahidin Syahidin. “Dinamika Agama Islam: Tantangan Dan Transformasi Dalam Konteks Kontemporer.” Jurnal Budi Pekerti Agama Islam 2, no. 4 (2024).
Baudrillard, Jean. Simulacra and Simulation, Terj. Sheila Faria Glaser. Ann Arbor: University of Michigan Press, 1994.
Chanifah, Nur, Khusnul Fathoni, Arief Mustapa, and Siti Rohmah. “DAKWAH DIGITAL BAGI SANTRI SEBAGAI REVITALISASI MEDIA DAKWAH ERA SOSIAL 5.0 DIGITAL.” WISESA: Jurnal Pengabdian Masyarakat 1, no. 2 (2022): 1–9.
Chittick, William C. The Sufi Path of Knowledge: Ibn Al-’Arabi’s Metaphysics of Imagination . Albany: State University of New York Press, 1989.
Chodkiewicz, Michel. An Ocean Without Shore: Ibn ’Arabi, the Book, and the Law. Albany: State University of New York Press, 1993.
Corbin, Henry. Creative Imagination in the Sufism of Ibn ’Arabi, Terj. Ralph Manheim. AS: Princeton University Press, 1969.
Gazali, Erfan. “PESANTREN DI ANTARA GENERASI ALFA DAN TANTANGAN DUNIA PENDIDIKAN ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0.” OASIS : Jurnal Ilmiah Kajian Islam 2, no. 2 (2018): 94–109.
Herdiana, Aan, Yukhsan Wakhyudi, and Aswhar Anis. Menjadi Content Creator Santri. Penerbit Sketsa Media, 2023.
Huzaidi, Ferdiana Arif, Fira Maghfiroh, Umi Nailul Ula, and Ali Hasan Siswanto. “Dimensi Aksiologis Dakwah Dalam Era Digital: Transformasi Nilai Etika Dakwah Dalam Ruang Virtual.” Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara 1, no. 6 (2025): 739–45.
Ibn Arabi. Fushush Al-Hikam Terj. M. Sabrur Ali. Yogyakarta: DIVA Press, 1980.
———. Futuhat Al-Makkiyyah. Beirut: Dār Al-Kutub Al-’Ilmiyyah, 1999.
Isra, Nur, and Ahmad. “Internalisasi Tasawuf Falsafi Fana Dan Wahdatul Wujud Dalam Pendidikan Islam.” Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 3, no. 3 (2025): 2782–92.
Izutsu, Toshihiko. Sufism and Taoism: A Comparative Study of Key Philosophical Concepts. Berkeley: University of California Press, 1984.
Kamal, Faisal. “ISU-ISU KONTEMPORER DALAM KONSTRUKSI PEMBAHARUAN PESANTREN.” Jurnal Paramurobi 1, no. 1 (2018): 1–13.
Noer, Kautsar Azhari. Wahdat Al-Wujud Dalam Perdebatan. Paramadina Publisher, 1995.
Penyusun, Tim. KAMUS BAHASA INDONESIA. Jakarta: Jakarta: Pustaka Bahasa, 2008.
Philips, Gerardette, Mochamad Ziaul Haq, Faizal Zaeni, Habib Akbar Al Apdolah, Rizki Syahidulhaq, Adib Gunawan, Lina Mustakimah, et al. Young Muslim Voices: Esai Inspirasi Dari A Young Muslim’s Guide to The Modern World-Seyyed Hossein Nasr. Bandung: Prodi S2 Studi Agama-Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 2022.
Prihantoro, Wahyu Kholis, Muhammad Ahyar, and Ramandha Rudwi Hantoro. “Pesantren Digital: Antara Tradisi Dan Problematikanya.” Fawaid: Journal of Islamic Studies 2, no. 1 (2026): 79–91. https://doi.org/10.32832/fawaid.
Putri, Eka Nurdiana Kholidah, Cindy Queen Nona Givanda, and Syaifullah Yazid. “Peran Pesantren Dalam Melestarikan Nilai-Nilai Sufistik Di Tengah Perkembangan Zaman Digital : Studi Kasus Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Asror Bangkalan Madura.” Moderation : Journal of Religious Harmony 2, no. 1 (2025): 28–34.
Sa’adah, Nurul Laili, Nuri Muhammadin Masykuri, Nicky Dwi Kurnia, and Ayu Auliya Maftuha. “Santri Melek Digital: Kreativitas Berkonten , Etika Bermedsos , Dan Tantangan Kesehatan Mental.” TEPI : Teknologi, Pendidikan, Dan Industri 1, no. 2 (2025): 18–23.
Syahrani, Nisa. “Representasi Spiritualitas Dan Krisis Diri Manusia Modern: Telaah Pemikiran Seyyed Hossein Nasr Dalam Budaya Media Sosial.” Akhlak: Jurnal Pendidikan Agama Islam Dan Filsafat 3, no. 1 (2026).
Ulfa, Fitria. “IMPLIKASI KONSEP INSAN KAMIL IBNU ARABI TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER PENDIDIKAN ISLAM MODERN.” UIN Malang, 2017.
Zuhri, Achmad Muhibin. BERAGAMA DI RUANG DIGITAL. Lamongan: Nawa Litera Publishing, 2021.


























