Fanatisme Jahiliah Dalam Perspektif Al-Qur'an: Studi Tematik Atas Ayat-Ayat 'Aṣabiyah Dan Ekstremisme

Authors

  • Tontowi Joharo STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang NTB
  • Muhammad Said, M.Ag STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang NTB
  • Siti Maryam, M. Ag STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang NTB

DOI:

https://doi.org/10.59944/amorti.v5i4.1992

Keywords:

Fanatisme Jahiliah, 'Aṣabiyah, Ekstremisme, Tafsir Tematik, Wasathiyyah

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya persoalan sosial modern seperti polarisasi politik, ujaran kebencian, echo chamber, dan konflik identitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna serta relevansi larangan fanatisme jahiliah, 'aṣabiyah, dan ekstremisme dalam Al-Qur'an terhadap fenomena kontemporer. Menggunakan pendekatan kualitatif studi pustaka (library research) dengan metode tafsir tematik (mauḍū'ī), penelitian ini mengkaji data primer dari Al-Qur'an serta kitab Tafsir al-Mishbah, Tafsir al-Qur'ān al-'Aẓīm, dan Tafsir al-Munīr. Hasil penelitian menunjukkan secara spesifik bahwa Al-Qur'an melarang lima bentuk fanatisme: (1) taqlīd buta tradisi (QS. Al-Baqarah [2]:170); (2) hukum kebangsamaan/hawa nafsu (QS. Al-Mā'idah [5]:50); (3) klaim kesucian diri/kelompok (QS. An-Najm [53]:32); (4) ḥamiyyah al-jāhiliyyah atau fanatisme kesukuan (QS. Al-Fatḥ [48]:26); serta (5) ghuluw atau melampaui batas dalam beragama (QS. An-Nisā' [4]:171 dan QS. Al-Mā'idah [5]:77). Kesimpulannya, nilai-nilai Al-Qur'an ini sangat relevan sebagai penawar polarisasi sosial, yang mana upaya pencegahannya dapat diwujudkan melalui penguatan keberagamaan berbasis ilmu, prinsip wasatiyyah (moderasi), literasi kritis, dan budaya dialog.

References

Al-Qaṭṭān, Mannā' Khalīl. Mabāḥith fī 'Ulūm al-Qur'ān. Kairo: Maktabah Wahbah, 2000.

Al-Zuhailī, Wahbah. Tafsīr al-Munīr fī al-'Aqīdah wa al-Syarī'ah wa al-Manhaj. Juz I, II, III, IV, V, VI, VII. Damaskus: Dār al-Fikr, 2009.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. Laporan Capaian Kinerja Penanganan Konten Radikal di Ruang Siber 2024. Jakarta: BNPT, 2024.

BBC News Indonesia. "Masjid di Seram Bagian Barat Dibakar, 20 Al-Qur'an Hangus." BBC News Indonesia, 18 September 2024. https://www.bbc.com/indonesia/articles. (Diakses 14 September 2026).

CSIS. Politicization of Buzzer and Cyber Troops in Indonesia's 2019 Election. Jakarta: CSIS, 2019.

Dahrendorf, Ralf. Class and Class Conflict in Industrial Society. Stanford: Stanford University Press, 1959.

Fadhillah, Hafizh, dan Irwansyah. "Analisis Isu Buzzer Politik di Twitter pada Pemilihan Presiden 2024." Jurnal Komunikasi, Vol. 16, No. 1 (2024).

Halili. "Polarisasi Politik dan Intoleransi pada Pemilu 2019." Dalam Laporan Tahunan Setara Institute. Jakarta: Setara Institute, 2019.

Hendardi. "Membaca Ulang Polarisasi dan Intoleransi Pasca Pemilu 2019." Pernyataan dalam diskusi publik Setara Institute, Jakarta, 2020.

Hidayatullah, Muchammad Syarif. Fanatisme Beragama dalam Al-Quran (Studi Tematik Surah Al-An'am: 159 Menurut Para Mufassir). Skripsi, UIN Sunan Ampel Surabaya, 2018.

Hui, Yew-Foong. "The 2019 Indonesian Election: A Tense Affair." ISEAS Perspective, No. 2019/45 (2019).

Katsafanas, Paul. “Fanaticism and Sacred Values.” Philosophers’ Imprint, Vol. 19, No. 17 (2019): 1–20.

Katsīr Ibn. Tafsīr al-Qur'ān al-'Aẓīm. Juz I, II, III, VII. Riyadh: Dār Tayyibah, 1999.

Khaldūn Ibn. Muqaddimah. Terj. Masturi Irham, Malik Supar, dan Abidun Zuhri. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2011.

Lesmana, Robby Putra Dwi, dan Muhammad Syafiq. "Fanatisme Agama dan Intoleransi pada Pengguna Media Sosial." Character: Jurnal Penelitian Psikologi, Vol. 9, No. 3 (2022): 37.

Mafindo. Laporan Akhir Pemilu 2019: Hoaks dan Disinformasi. Jakarta: Mafindo, 2019.

McCoy, Jennifer, dan Murat Somer. "Toward a Theory of Pernicious Polarization and How It Harms Democracies." Comparative Politics, Vol. 51, No. 1 (2019): 1–22.

Mulia, Muji. "Teori 'Asabiyah Ibnu Khaldun dalam Perspektif Hukum Islam." Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, Vol. 3, No. 2 (2019): 400–407.

Muslim. Ṣaḥīḥ Muslim, Kitāb al-Janā'iz, Bāb al-Mayyit Yu'adhdhabu bi Bukā'i Ahlih, Jilid 1, . 34, Nomor Hadis 923.

Palaguna, Andi Takdir. "Pembakaran Masjid dan Potensi Konflik Horizontal." Tempo, 20 September 2024.

Pasaribu, Ilhamsyah. "Sikap atas Ikhtilaf Fiqh Ibadah menurut Yusuf al-Qaradhawi: Pencegahan Konflik Internal Umat Islam di Indonesia." Borneo: Journal of Islamic Studies, Vol. 6, No. 1 (2025): 131.

Quṭb, Sayyid. Tafsīr Fī Ẓilāl al-Qur'ān: Di Bawah Naungan Al-Qur'an. Terj. As'ad Yasin dkk. Jilid 1. Jakarta: Gema Insani Press, 2002.

Romziana, Luthviyah. "Pandangan al-Qur'an tentang Makna Jāhiliyyah Perspektif Semantik." [Nama jurnal tidak diketahui],. 124–125. [data belum lengkap]

Setara Institute. Laporan Tahunan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di Indonesia 2023 & 2024. Jakarta: Setara Institute, 2024.

Shihab, M. Quraish. Tafsīr al-Mishbāh: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur'an. Vol. 1, 2, 3, 13. Jakarta: Lentera Hati, 2005.

Sohar, Aminullah Cik, dan M. Randicha Hamandia. "Metode Qur'ani dalam Mengatasi Sikap Fanatik." Wardah, Vol. 20, No. 2 (2019).

Tama, Hafiidz Adhi. "Analisis Fenomena Korean Wave terhadap Sikap Fanatisme pada Remaja Indonesia." Jurnal PSIMAWA: Diskursus Ilmu Psikologi & Pendidikan, Vol. 6, No. 1 (2023): 3.

Taylor, Max. "Conceptualizing Fanaticism." Dalam Conceptualizing Extreme Beliefs and Behaviors: Definitions and Relations, ed. Rik Peels dan John Horgan, 171–184. Oxford: Oxford University Press, 2025.

Downloads

Published

2026-10-04

How to Cite

Tontowi Joharo, Muhammad Said, M.Ag, & Siti Maryam, M. Ag. (2026). Fanatisme Jahiliah Dalam Perspektif Al-Qur’an: Studi Tematik Atas Ayat-Ayat ’Aṣabiyah Dan Ekstremisme. Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner, 5(4), 2133–2147. https://doi.org/10.59944/amorti.v5i4.1992