Penafsiran Ayat-Ayat Zihar Dalam Al-Qur’an (Analisis Tafsir Al-Maraghi Terhadap Qs. Al-Mujadilah Ayat 1-4)
DOI:
https://doi.org/10.59944/amorti.v5i4.1923Keywords:
Ẓihār, QS. Al-Mujādilah, Al-Marāghi, Kafarat, Hukum Keluarga Islam.Abstract
Ẓihār—ungkapan suami yang menyerupakan istrinya dengan mahramnya—merupakan persoalan hukum keluarga yang dijelaskan dalam QS. Al-Mujādilah ayat 1–4. Meskipun kajian tentang ẓihār telah banyak dilakukan, sebagian besar literatur terdahulu cenderung berfokus pada analisis fikih normatif dan formalistis, sehingga mengabaikan dimensi respons gender, pendidikan etika berbahasa, serta urgensi sosial di balik sanksi hukumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran Aḥmad Muṣṭafā Al-Marāghī terhadap QS. Al-Mujādilah ayat 1–4, meliputi kandungan hukum, mekanisme sanksi kafarat, dan hikmah pensyariatannya. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Al-Marāghī, ẓihār merupakan perkataan mungkar dan dusta yang tidak membatalkan ikatan pernikahan, tetapi mengharamkan hubungan suami-istri hingga kafarat ditunaikan secara berurutan (memerdekakan budak, berpuasa dua bulan berturut-turut, atau memberi makan 60 orang miskin). Kontribusi spesifik penelitian ini menegaskan bahwa penafsiran Al-Marāghī berhasil bertransformasi dari sekadar doktrin fikih kaku menjadi kerangka etik-reformatif, di mana sanksi kafarat tidak hanya berfungsi sebagai penebus dosa, melainkan sebagai instrumen edukasi lisan, perlindungan psikologis terhadap harkat istri dari kesewenang
References
Syarifuddin, A. (2011). Hukum perkawinan Islam di Indonesia: antara fiqh munakahat dan Undang-Undang Perkawinan.
Ghozali, A. R. (2010). Fiqh munakahat. Kencana Prenada Media Group.
Izzan, A. (2011). Metodologi ilmu tafsir. tafakur.
Munandar, A., & Djuned, M. (2018). Zihar dalam Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an dan Tafsir al-Mishbah. TAFSE: Journal of Qur'anic Studies, 3(1), 17-29.
Aminah, S., Taqiyuddin, M., & Saputra, H. (2021). Zihar dalam Al-Qur'an (Analisis Hermeneutika Hassan Hanafi) (Doctoral dissertation, IAIN Curup).
Yusuf, A. M. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif & penelitian gabungan. Prenada Media.
Muhammad Syaifuddin, S. H., Sri Turatmiyah, S. H., & Annalisa Yahanan, S. H. (2022). Hukum perceraian. Sinar Grafika.
Sabiq, S. (2009). Fikih Sunnah jilid 4 (Abdurrahim & Masrukhin, Trans.). Cakrawala Publishing.
Kasiman, I. Sebelum Telat…. LAKSANA.
Ayyub, H. (2001). Fikih keluarga. Pustaka Al-Kautsar.
El-Hosniah. (2022). Kisah 10 wanita yang disebut dalam Al-Qur'an: Ambil pelajaran dan hikmah dari mereka untuk hidup bahagia dunia-akhirat. CV. Nur Media Publishing.
Rusyd, I. (2016). Bidayatul Mujtahid Wa Nihayatul Muqtashid: Jilid 2: Referensi Lengkap Fikih Perbandingan Madzhab (Vol. 2). Pustaka Al-Kautsar.
Hambali, M. (2017). Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari dari Kandungan hingga Kematian. Laksana.
hazaly, A. R. (2019). Fiqh munakahat. Prenada Media Group.
Ghofur, S. A. (2013). Mozaik Mufasir Al-Qur’an Dari Klasik Hingga Kontemporer. Yogyakarta: Kaukaba Dipantara.
Islam, E., & Islam, E. (1993). Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve. Cet. Ke-3, Jilid II, 124.
Ghofur, S. A. (2013). Mozaik Mufasir Al-Qur’an Dari Klasik Hingga Kontemporer. Yogyakarta: Kaukaba Dipantara.
Al-Maraghi, A. M. (1992). Tafsir al-Maraghi (B. Abu Bakar, Trans.; Jilid 1). Semarang: PT. Toha Putra.
Anshari, F. A., & Rahman, H. (2021). Metodologi Khusus Penafsiran Al-Quran dalam Kitab Tafsir Al-Maraghi. Jurnal Iman Dan Spiritualitas, 1(1), 55-62.
Salim, A. M. (2010). Metodologi ilmu tafsir. Teras.
Al, A. H. (2021). Sejarah dan Metodologi Tafsir.
Dahlan, A. R. (1994). Ilmu-ilmu Al-Qur’an. LBIQ.
Zaini, H. (1997). Tafsir tematik ayat-ayat kalam Tafsir Al-Maraghi. Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya.



























