Psikologi Doa: Mekanisme Emosional Dan Gaya Berdoa Dalam Q.S. Ibrahim Ayat 39 & 40
DOI:
https://doi.org/10.59944/amorti.v5i1.1146Keywords:
mekanisme emosional gaya berdoa tafsir ijmaliAbstract
Doa dalam Al-Qur’an tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga memiliki fungsi regulasi emosi dan kesehatan mental. Penelitian ini menganalisis mekanisme emosional dan gaya berdoa dalam Q.S. Ibrahim ayat 39–40 menggunakan pendekatan tafsir ijmali (Tafsīr al-Muyassar dan Tafsīr al-Marāgī) serta dikaitkan dengan teori psikologi doa kontemporer. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis kualitatif model Miles & Huberman. Hasil penelitian menemukan tiga mekanisme emosional: syukur dan apresiasi, kelekatan aman kepada Tuhan, serta harapan dan proyeksi masa depan. Ketiga mekanisme ini membentuk tiga gaya berdoa: ekspresif-apresiatif, permohonan dependen, dan proyektif-generatif. Temuan ini menunjukkan bahwa doa dalam Al-Qur’an sejalan dengan konsep psikologi modern seperti emotion focused coping, savoring, secure attachment, dan generativity. Penelitian ini berimplikasi pada pengembangan konseling religius dan psikoterapi spiritual.
References
Aby, M. H. (2025). Doa dalam Al-Qur’an: Studi terhadap Doa-Doa Para Nabi. Ikhlas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam, 2(3), 198–215. https://doi.org/10.61132/ikhlas.v2i3.1135
al-Marāgī, A. M. (1946). Tafsīr al-Marāgī (Juz 13). Mustafa al-Bābī al-Ḥalabī.
Amalia, F., Nurafifah, K., Miftahurrohmah, I., Yulanda, A. P., Ramadhana, N., Amelia, R., Dista, S., Seprialdi, Sondekh, A., & Putri, S. P. (2022). Implikasi do’a terhadap psikologi kesehatan manusia. Proceeding Conference on Da’wah and Communication Studies, 1(1), 42–52.
Ardin, S., & Sassi, K. (2025). Mengungkap manfaat berdo’a dalam pengendalian emosi (Analisis integratif QS. Al-Baqarah: 285 dan stress coping theory). Inovasi Pendidikan Nusantara, 6(3), 600–612.
Awaad, R. (2022). Building resilience: The psychology behind raising unapologetic Muslim children. Yaqeen Institute for Islamic Research.
Awaad, R., Nursoy, N., & Maklad, S. (2022). Du’a (supplication) and its role in Muslim mental health: A qualitative study. Journal of Muslim Mental Health, 16(1), 5–22.
Baldwin, P. R., Velasquez, K., Koenig, H. G., Salas, R., & Boelens, P. A. (2016). Neural correlates of healing prayers, depression and traumatic memories: A preliminary study. Complementary Therapies in Medicine, 27, 123–129. https://doi.org/10.1016/j.ctim.2016.07.002
Dewi, A., & Munirah, M. (2022). Konsep syukur dalam Al-Qur’an (Studi QS. Ibrahim [14]:7 dengan pendekatan ma’na cum maghza). Syams: Jurnal Kajian Keislaman, 3(2), 182–197.
Fahd, M. al-M. (2009). Tafsīr al-Muyassar. Mujamma’ al-Malik Fahd li-Ṭibā’at al-Muṣḥaf al-Sharīf.
Faridah, S. (2016). Metodologi dalam kajian psikologi Islam. Jurnal Studia Insania, 4(1), 69. https://doi.org/10.18592/jsi.v4i1.1114
Gishar, G. H., Yusuf, M., & Mardan. (2025). Doa sebagai spiritualitas Qur’ani: Analisis teologis dan psikologis. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 16778–16782.
Gunawan, Y., Martini, & Subandi. (2024). Kajian surat Ibrahim: Relevansi nilai ketauhidan dan keteguhan dalam pengembangan karakter pendidikan spiritual. Al Akmal: Jurnal Studi Islam, 3(6), 12–18.
Hanafi, M. A., Hermanto, E., Hudzaifah, M., & Al Ghifary, M. P. (2026). Peran zikir dan doa dalam mewujudkan ketenangan jiwa. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(1), 19–27. https://doi.org/10.63822/ryk5hz36
Hayward, R. D., & Elliott, M. (2021). Insecure attachment to God and interpersonal conflict. Religions, 12(9), 739.
Hidayat, M. N. (2021). Dimensi psikologis doa dalam Al-Qur’an: Pendekatan tafsir ijmali. QOF: Jurnal Studi Al-Qur’an Dan Tafsir, 5(2), 123–140. https://doi.org/10.30762/qof.v5i2.3990
Jannati, Z., & Hamandia, M. R. (2022). Konsep doa dalam perspektif Islam. Jurnal Komunikasi Islam Dan Kehumasan (JKPI), 6(1), 36–48. https://doi.org/10.19109/jkpi.v6i1.1295
Kamilla, K. N., Saputri, A. N. E., Fitriani, D. A., Zahrah, S. A. A., Andryana, P. F., Ayuningtyas, I., & Firdausia, I. S. (2022). Teori perkembangan psikososial Erik Erikson. CJ: Early Childhood Journal, 3(2), 77–87. https://doi.org/10.30872/ecj.v3i2.4835
Khairunisa, I. U. N. (2025). Peran gratitude sebagai strategi coping untuk menghadapi fase quarterlife crisis mahasiswa Universitas X di Palembang. Jurnal Psikologi, 2(4), 1–10. https://doi.org/10.47134/pjp.v2i4.4103
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2020). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4th ed.). Sage Publications.
Misnaini, M., Tohar, A. A., & Khairi, Z. (2024). Dzikir dan doa: Pilar keberhasilan dalam meningkatkan resiliensi. IJEDR: Indonesian Journal of Education and Development Research, 2(2), 1226–1233. https://doi.org/10.57235/ijedr.v2i2.2557
Mustaqim, A. (2023). Tafsir ijmali ayat-ayat doa dalam Al-Qur’an. Pustaka Pelajar.
Newman, D. B., Nezlek, J. B., & Thrash, T. M. (2023). The dynamics of prayer in daily life and implications for well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 124(6), 1299–1313.
Nur, A., Yuzar, S. K., & Mohd, M. F. A. bin. (2021). The understanding of al-adabiy al-ijtima’iy (A study of the verses of happiness in the book of Tafsir Al-Azhar Buya Hamka). Mashdar: Jurnal Studi Al-Qur’an Dan Hadis, 3(1), 97–124. https://doi.org/10.15548/MASHDAR.V3I1.2634
Nurhayati, E., & Fauzi, R. (2023). Doa dan regulasi emosi pada remaja Muslim: Perspektif psikologi Islam. Jurnal Psikologi Islam Dan Budaya, 6(1), 45–58. https://doi.org/10.15575/jpib.v6i1.21567
Nurhayati, S., & Fauzi, A. (2023). Regulasi emosi dalam perspektif Islam. Tabularasa: Jurnal Ilmiah Magister Psikologi, 5(1), 43–52.
Ramadhan, S. (2022). Psikologi doa: Antara spiritualitas dan kesehatan mental. Kencana.
Ramadhani, D., Fitria, N. W. G., Hasibuan, R. F. N., & Hermanto, E. (2024). Doa sebagai mekanisme coping perspektif Q.S Al-Baqoroh ayat 186: Manfaatnya terhadap kesehatan mental. Jurnal Sosial Dan Humaniora, 2(2), 134–142.
Ramli, H., & Hadari. (2024). Konsep doa mustajab dalam Alquran. Jurnal Ilmiah Al-Muttaqin, 9(2), 66–71. https://doi.org/10.37567/al-muttaqin.v9i2.2624
Salnabila, A., Indriani, C., Yolanda, E., Barutu, Y. P., & Khairunnisa, Z. (2025). Menumbuhkan harapan dan memelihara optimisme: Studi psikologi positif. HUMANITIS: Jurnal Humaniora, Sosial Dan Bisnis, 3(1), 172–181.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta.
Suseno, B. (2023). Muslim prayer (salah) and its restorative effect: Psychophysiological explanation. Asian Journal of Islamic Psychology, 1(1), 1–7. https://doi.org/10.23917/ajip.v1i1.3702


























