Etika Digital Perspektif Al – Qur’an dan Hadits Tarbawi Serta Implementasinya Dalam Kehidupan
DOI:
https://doi.org/10.59944/amorti.v5i1.1040Keywords:
Etika Digital, Al – Qur’an, Hadits Tarbawi, Literasi Digital.Abstract
Revolusi digital telah mentransformasi tatanan kehidupan global secara fundamental, namun di sisi lain menghadirkan tantangan etis yang kompleks seperti penyebaran berita bohong (hoaks), ujaran kebencian (hate speech), dan kejahatan siber (cyber crime). Fenomena degradasi moral di ruang siber ini menunjukkan adanya dis-koneksi antara kecakapan teknis dan kesadaran etis pengguna internet, yang diperburuk dengan rendahnya tingkat kesantunan digital di Indonesia menurut Digital Civility Index. Kajian ini bertujuan untuk merumuskan landasan etika digital yang integratif berdasarkan perspektif Al-Qur’an dan Hadits Tarbawi serta mengeksplorasi implementasinya dalam realitas kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Hasil kajian menunjukkan bahwa etika digital dalam Islam bukan sekadar kesepakatan sosial (netiquette), melainkan manifestasi dari akidah dan penyempurnaan iman yang memiliki konsekuensi teologis. Prinsip-prinsip utama etika digital yang ditemukan meliputi: (1) Muraqabatullah, yaitu kesadaran batin akan pengawasan Allah sebagai kontrol internal; (2) Tabayyun, yaitu kewajiban verifikasi informasi untuk mencegah fitnah; (3) Integritas dan Amanah dalam mengelola informasi; serta (4) Pengendalian Lisan dan Tulisan berdasarkan prinsip "berkata baik atau diam" (Al-Kitab kal-Khitab). Implementasi praktis dari kajian ini mencakup panduan etis dalam memproduksi konten yang maslahat, menjaga "hijab digital" atau batasan interaksi antara laki-laki dan perempuan, sikap selektif terhadap lingkungan pertemanan (circle) dan algoritma media sosial, serta melindungi diri dari maksiat dan kejahatan digital (cyber crime). Kajian ini menyimpulkan bahwa transformasi digital harus diimbangi dengan literasi digital berbasis wahyu agar setiap jejak digital dapat dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
References
Al-Ashbahani, A. N. (1974). Hilyat al-Auliya wa Tabaqat al-Asfiya (Vol. 4). Dar al-Kitab al-Arabi.
Al-Baydawi, N. al-D. (n.d.). Anwar al-Tanzil wa Asrar al-Ta’wil (Tafsir al-Baydawi). Al-Maktabah al-Shamilah.
Al-Bukhārī, M. ibn I. al-B. al-J. (1993). Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (1414 H, Vol. 7). Dār Ibn Kaṡīr.
al-Jawziyyah, I. Q. (2019). Madarij al-Salikin Bayna Manazil Iyyaka Na’budu wa Iyyaka Nasta’in (Vol. 3). Atha’at al-Ilm.
Al-Jurjani, ‘Ali bin Muhammad. (1985). Noor-Book.com التعريفات للجرجاني 3 .pdf (Edisi Baru). Maktabah Lebanon.
Al-Mukhtashshin, M. min. (n.d.). Mausu’ah Nadrat al-Na’im.
al-Mundzir, I. (2002). Tafsir Ibn al-Mundzir (S. bin M. Al-Sa’di (ed.)). Dar al-Ma’athir.
Al-Nawawī, A. Z. M. al-D. Y. ibn S. al-N. (1996). Syarḥ al-Nawawī ‘alā Ṣaḥīḥ Muslim (1416 H, Vol. 6). Dār al-Khair.
Al-Qurtubi, A. bin U. (n.d.). Al-Mufhim Lima Ashkala min Talkhis Kitab Muslim (Vol. 1). Al-Maktabah al-Shamilah.
Al-Ṭabarī, M. ibn J. (n.d.). Jāmi‘ al-Bayān ‘an Ta’wīl Āy al-Qur’ān (Tafsīr al-Ṭabarī) (Vol. 24). Dār al-Ma‘ārif.
Amalia, L., & Mirza, I. (2026). Relevansi tafsir dan hadis tarbawi dalam pembentukan karakter peserta didik di era digital. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori Dan Praktik.
Ibn Ḥajar al-‘Asqalānī, A. ibn ‘Alī ibn Ḥajar al-‘Asqalānī. (1986). Fatḥ al-Bārī bi Syarḥ Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (1407 H Edition, Vol. 13). Dār al-Rayyān li al-Turāṡ.
Ibn Jama’ah, B. (2019). Tadzkirat al-Sami’ wa al-Mutakallim fi Adab al-’Alim wa al-Muta’allim. Darul Haq.
Ibn Kaṡīr, I. ibn ‘Umar ibn K. al-Q. ad-D. (2002). Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm (1422 H, Vol. 8). Dār Ṭayyibah.
Indonesia, K. K. dan I. R. (n.d.). Modul Literasi Digital: Paham Etiket di Dunia Internet. Siber Kreasi.
Ismartini, P. (2024). Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024: Telecommunication Statistics in Indonesia (Vol. 13). Badan Pusat Statistik Indonesia.
Iwani, F. N., Abubakar, A., & Ilyas, H. (2024). Moralitas Digital dalam Pendidikan: Mengintegrasikan Nilai-Nilai Al-Qur’an di Era Teknologi. Journal of Instructional and Development Researches, 4(6), 551–565.
Munir. (2013). Media Digital: Konsep dan Aplikasi dalam Pendidikan. Alfabeta.
Muslim, M. ibn al-Ḥajjāj al-Q. al-N. (n.d.). Ṣaḥīḥ Muslim (Vol. 5). Dār Iḥyā’ al-Kutub al-‘Arabiyyah.
Nata, A. (2012). Akhlak Tasawuf dan Karakter Mulia. Raja Grafindo Persada.
Qadri, K., & Anwar, S. (2025). Pandangan Al-Qur’an terhadap Etika Digital: Analisis Tematik Komunikasi di Media Sosial. Journal of Educational and Religious Perspectives, 1(2), 21–33. https://jurnal-muqaddimah.or.id/index.php/Al-Muqaddimah/article/view/12
Robbani, M. S., Siddiq, T., & Hadi, M. S. (2024). Konsep pendidikan Islam di era Society 5.0 perspektif hadis. Akhlaqul Karimah: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(1), 28–39. https://doi.org/10.58353/jak.v3i01.193
Ruslan, R. (n.d.). Etika Kehumasan: Konsepsi dan Aplikasi.
Sahronih, A. (2025). Konsep pembelajaran digitalisasi perspektif Al-Qur’an. QATHRUNA: Jurnal Keilmuan Dan Pendidikan.
Salam, B. (2000). Etika Sosial: Asas Moral dalam Kehidupan Manusia. PT Rineka Cipta.
Sastrosupono, S. (2001). Etika: Sebuah Pengantar. Offset Alumni.
Susanto. (2013). Filsafat Ilmu: Suatu Kajian dalam Dimensi Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis (3rd ed.). Bumi Aksara.
Wahhab, M. bin A. (n.d.). Kitab al-Kaba’ir. Al-Maktabah al-Shamilah.
Wijoyo, D. O. (2023). Analisis media sosial mengenai isu Indonesia sebagai negara paling tidak sopan di Asia Tenggara. Jurnal Riset Manajemen Komunikasi, 3(1). https://doi.org/10.29313/jrmk.v3i1.1015
Wildan, L. (2025). Literasi digital peserta didik berbasis nilai-nilai hadis. INCARE: International Journal of Educational Resources, 5(6). https://doi.org/10.59689/incare.v5i6.1339


























