The Strategi Literasi Digital Generasi Z dalam Menyaring Hoaks Keagamaan di Media Sosial: Perspektif Moderasi Beragama

Authors

  • Hotna Sari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ar-Ridho Bagansiapiapi
  • Junaidi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ar-Ridho Bagansiapiapi, Indonesia
  • Andi Syahputra Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ar-Ridho Bagansiapiapi, Indonesia
  • Nadrah Sitorus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ar-Ridho Bagansiapiapi, Indonesia
  • Indi Tri Asti Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ar-Ridho Bagansiapiapi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59944/jipsi.v5i2.938

Keywords:

Digital Literacy, Generation Z, Religious Hoaxes, Social Media, Religious Moderation.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi literasi digital yang digunakan Generasi Z dalam menyaring hoaks keagamaan di media sosial dan untuk meneliti peran moderasi keagamaan dalam proses ini. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan dipilih melalui pengambilan sampel bertujuan, yang terdiri dari individu Generasi Z yang aktif menggunakan media sosial dan sering mengakses informasi keagamaan melalui platform digital. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, yang meliputi kondensasi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa Generasi Z menerapkan beberapa strategi literasi digital untuk mengidentifikasi dan menyaring hoaks keagamaan, termasuk mengevaluasi kredibilitas sumber informasi, melakukan verifikasi silang dengan referensi yang dapat diandalkan, menggunakan alat dan platform pengecekan fakta digital, berkonsultasi dengan otoritas keagamaan yang kompeten, dan menerapkan pemikiran kritis sebelum menerima atau membagikan informasi. Studi ini juga menemukan bahwa moderasi keagamaan berfungsi sebagai landasan etika yang mendorong praktik tabayyun (verifikasi informasi), toleransi, pengendalian diri emosional, dan tanggung jawab sosial ketika menanggapi konten keagamaan di media sosial. Selain itu, Generasi Z menghadapi beberapa tantangan, termasuk kelebihan informasi, pengaruh algoritma media sosial, kesulitan dalam mengevaluasi kredibilitas sumber, dominasi konten audiovisual berdurasi pendek, dan literasi digital keagamaan yang terbatas. Studi ini menyoroti bahwa integrasi literasi digital dan moderasi keagamaan memainkan peran penting dalam memperkuat ketahanan Generasi Z terhadap penyebaran misinformasi dan hoaks keagamaan di era digital.  

 

References

Aïmeur, E., Amri, S., & Brassard, G. (2023). Fake News, Disinformation and Misinformation in Social Media: A Review. Social Network Analysis and Mining, 13(1), 30. https://doi.org/10.1007/s13278-023-01028-5

Alruthaya, A., Nguyen, T. T., & Lokuge, S. (2021). The Application of Digital Technology and the Learning Characteristics of Generation Z in Higher Education. Education and Information Technologies, 26(1), 1–24. https://doi.org/10.1007/s10639-021-10459-9

Bingham, A. J. (2023). A Five-Phase Process of Qualitative Data Analysis. International Journal of Qualitative Methods, 22, 1–19. https://doi.org/10.1177/16094069231183620

Campbell, S., Greenwood, M., Prior, S., Shearer, T., Walkem, K., Young, S., … Walker, K. (2020). Purposive sampling: complex or simple? Research case examples. Journal of Research in Nursing, 25(8), 652–661. Retrieved from https://doi.org/10.1002/nur.22004

Chair, B. M., Wawaysadhya, W., & Oktafiani, T. U. (2024). Cyber-Religion and the Issue of Religious Authority: How Indonesian Youth Learn Religion Through Social Media. Al’Adalah: Journal of Islamic Studies, 27(1), 1–12. https://doi.org/10.35719/aladalah.v27i1.440

Graf, A., & Muslimin, J. M. (2022). Social Media, Muslim Community, Context-Oriented Approaches to Misinformation and Disinformation in Indonesia and Malaysia. Journal of Indonesian Islam, 16(2), 279–302. https://doi.org/10.15642/JIIS.2022.16.2.279-302

Hassoun, A., Beacock, I., Consolvo, S., Goldberg, B., Kelley, P. G., & Russell, D. M. (2023). Practicing Information Sensibility: How Gen Z Engages with Online Information. Proceedings of the ACM on Human-Computer Interaction. https://doi.org/10.1145/3579495

Juwita, M. R. (2024). An Analysis of Social Media Users’ Perceptions and Attitudes Toward Hoax Information in Indonesia. Jurnal Kajian Lemhannas. Retrieved from https://jurnal.lemhannas.go.id/index.php/jkl/article/view/944

Kuutila, M., Kiili, C., Kupiainen, R., Huusko, E., Li, J., Hosio, S., … Kiili, K. (2023). Revealing Complexities When Adult Readers Engage in the Credibility Evaluation of Social Media Posts. Computers and Education Open, 4, 100124. https://doi.org/10.1016/j.caeo.2023.100124

Lim, W. M. (2025). What is Qualitative Research? An Overview and Guidelines. Qualitative Market Research: An International Journal. https://doi.org/10.1177/14413582241264619

Mala, F., Syafri, U. A., & Ruswandi, U. (2023). Socio-Religious-Based Critical Digital Media Literacy for Countering Hoaxes in the Digital Era. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 12(4), 3291–3306. https://doi.org/10.30868/ei.v12i04.5962

Mandala, I., Witro, D., & Juraidi, J. (2024). Transformasi Moderasi Beragama Berbasis Digital 2024: Sebagai Bentuk Upaya Memfilter Konten Radikalisme dan Ekstremisme di Era Disrupsi. Jurnal Bimas Islam, 17(1), 1–24. https://doi.org/10.37302/jbi.v17i1.1242

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook.

Nurfazri, M. (2024). Digital Literacy in Education: An Analysis of Critical Thinking in Preventing Hoax News. Jurnal Perspektif. Retrieved from https://perspektif.uinsgd.ac.id/index.php/JP/article/view/268

Nurfazri, M., Irwansyah, F. S., Lukman, F., Ruhullah, M. E., & Marinda, S. M. (2024). Digital Literacy in Education: An Analysis of Critical Thinking Culture for Preventing Hoaxes. Jurnal Perspektif, 8(1), 1–22. https://doi.org/10.15575/jp.v8i1.268

Nurhayati, N., & Rosadi, K. I. (2022). Determinasi Manajemen Pendidikan Islam: Sistem Pendidikan, Pengelolaan Pendidikan dan Tenaga Pendidikan Islam. International Edition, 3(1), 451–464. https://doi.org/https://doi.org/10.38035/jmpis.v3i1

Purwaningtyas, F. (2024). Exploring Adolescents’ Digital Information-Seeking Patterns on Religious Content in Social Media. Jurnal Kajian Informasi Dan Perpustakaan, 12(2). Retrieved from https://jurnal.unpad.ac.id/jkip/article/view/58627

Rusadi, B. E. (2023). Religious Digital Literacy of Islamic Education Students at State Islamic Universities in Indonesia. TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam, 18(2), 311–328. https://doi.org/10.19105/tjpi.v18i2.8305

Sanityastuti, M. S., Virga, R. L., & Zahra, L. (2024). Understanding Digital Literacy in Religious Content on Social Media: @generation_muda_nu and @kuntummagazine Study. Profetik: Jurnal Komunikasi, 17(1), 160–189. https://doi.org/10.14421/pjk.v17i1.3062

Suryani, S. (2024). Digital Literacy Based on Islamic Values to Improve Risk Perception of Misinformation on Social Media. Psikis: Jurnal Psikologi Islami. Retrieved from https://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/psikis/article/view/19067

Tenny, S., Brannan, G. D., & Brannan, J. M. (2022). Qualitative Study BT - StatPearls. StatPearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470395/

Zainudin, J., Mohamad Ali, N., Smeaton, A. F., & Ijab, M. T. (2024). Intervention Strategies for Misinformation Sharing on Social Media: A Bibliometric Analysis. Information Development. https://doi.org/10.1177/02666669241288969

Ziapour, A., Khatony, A., Jalali, R., & Moradi, G. (2024). The Role of Social Media Literacy in Infodemic Management: A Systematic Review. Frontiers in Public Health, 12, 1347889. https://doi.org/10.3389/fpubh.2024.1347889

Downloads

Published

2026-06-11