Epistemologi Fikih Waris Islam Berbasis Maqāṣid al-Syarī'ah untuk Mewujudkan Keadilan Kewarisan di Indonesia

Authors

  • Darmawan UIN Sunan Ampel Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.59944/jipsi.v4i1.1398

Keywords:

epistemologi fikih; hukum waris Islam; maqāṣid al-syarī'ah; keadilan kewarisan; Kompilasi Hukum Islam

Abstract

Hukum waris Islam di Indonesia masih diperdebatkan, terutama menyangkut ketentuan pembagian 2:1 antara ahli waris laki-laki dan perempuan yang dinilai sebagian kalangan tidak lagi mencerminkan keadilan substantif di tengah perubahan struktur sosial-ekonomi masyarakat kontemporer. Artikel ini bertujuan menganalisis epistemologi fikih waris Islam dengan menggunakan kerangka maqāṣid al-syarī'ah sebagai basis metodologis untuk merumuskan keadilan kewarisan yang kontekstual di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), menelaah nas Al-Qur'an dan hadis tentang waris, Kompilasi Hukum Islam (KHI), serta literatur akademik kontemporer mengenai maqāṣid al-syarī'ah dan keadilan gender dalam hukum keluarga Islam. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif melalui pendekatan epistemologi bayani, burhani, dan irfani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi fikih waris klasik yang dominan bercorak bayani (tekstual) perlu diperkaya dengan penalaran burhani (rasional-sistemik) dan irfani (etis-substantif) agar mampu menjawab persoalan keadilan kewarisan kontemporer. Pendekatan maqāṣid al-syarī'ah, baik kerangka klasik al-Syatibi maupun pendekatan sistem Jasser Auda, menyediakan basis epistemologis untuk reinterpretasi kontekstual tanpa keluar dari nas, sebagaimana tercermin dalam terobosan hukum di Indonesia seperti wasiat wajibah, ahli waris pengganti, dan pengakuan harta bersama dalam KHI. Artikel ini menyimpulkan bahwa keadilan kewarisan di Indonesia dapat diwujudkan melalui rekonstruksi epistemologi fikih waris yang berorientasi maqāṣid, yang mengintegrasikan kepastian tekstual dengan kemaslahatan kontekstual sebagai basis pembaruan hukum kewarisan nasional yang responsif terhadap keadilan gender

References

A minimum of 25 references is required, with 80% journals with DOI link sources and 20% book sources. The reference list is organized using APA 7th Edition style.

Abdullah, J. (2015). Wasiat wajibah bagi ahli waris non-muslim (Analisis putusan MA No. 16 K/AG/2010). Jurnal Hukum Islam, 13(1), 35–48. https://doi.org/10.28918/jhi.v13i1.485

Abdurrahman. (2010). Kompilasi hukum Islam di Indonesia. Akademika Pressindo.

Ali, M. D. (2011). Hukum Islam: Pengantar ilmu hukum dan tata hukum Islam di Indonesia. RajaGrafindo Persada.

Auda, J. (2008). Maqasid al-Shariah as philosophy of Islamic law: A systems approach. International Institute of Islamic Thought. https://doi.org/10.2307/j.ctvkc67tk

Azzarqa, & Thohari, A. (2013). Epistemologi fikih lingkungan: Revitalisasi konsep mashlahah. Az-Zarqa': Jurnal Hukum Bisnis Islam, 5(2). https://doi.org/10.14421/azzarqa.v5i2.1317

Bowen, J. R. (1986). On the political construction of tradition: Gotong royong in Indonesia. The Journal of Asian Studies, 45(3), 545–561. https://doi.org/10.2307/2056530

Cammack, M. (2007). Islamic law in Indonesia's new order. International & Comparative Law Quarterly, 38(1), 53–73. https://doi.org/10.1093/iclq/lei032

Fauzan. (2010). Implementasi KHI dalam penyelesaian sengketa waris di Pengadilan Agama. Jurnal Mimbar Hukum, 22(1), 115–130. https://doi.org/10.22146/jmh.16223

Fikri, A., Santoso, R., & Miswanto. (2024). Analisis sistem pembagian waris dua banding satu dalam perspektif maqasid syariah: Keadilan dan kesejahteraan dalam warisan keluarga. Bulletin of Community Engagement, 4(3), 481–489.

Harnides, Abbas, S., & Khairuddin. (2023). Gender justice in inheritance distribution practices in South Aceh, Indonesia. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 7(2), 456–478. https://doi.org/10.22373/sjhk.v7i2.16688

Haris, M. (2012). Reinterpretasi ayat-ayat waris dalam perspektif keadilan gender. Musawa: Jurnal Studi Gender dan Islam, 11(2), 189–204. https://doi.org/10.14421/musawa.2012.112.189-204

Hazairin. (1982). Hukum kewarisan bilateral menurut Al-Quran dan hadis. Tintamas.

Herdiansa, & Fauzizah, S. (2024). Hak waris anak laki-laki dan perempuan di negara-negara Muslim. Ar-Risalah: Media Keislaman, Pendidikan dan Hukum Islam, 22(1), 65–77. https://doi.org/10.69552/ar-risalah.v22i1.2313

Heriandita, S. M. P., et al. (2024). The role of Islamic inheritance law with a maqasid al-shariah approach in addressing the challenges of social justice for women. AJIS: Analytical of Islamic Studies, 10(1). https://doi.org/10.29240/ajis.v10i1.11931

Hooker, M. B. (2003). Indonesian Islam: Social change through contemporary fatawa. Journal of Southeast Asian Studies, 34(2), 375–376. https://doi.org/10.1017/S0022463403000029

Kamali, M. H. (2019). Justice in Islam: A comparative perspective. Islam and Civilisational Renewal, 10(1), 7–27. https://doi.org/10.52282/icr.v10i1.17

Luayyin, R. H., Hidayah, U., & Ardli, M. N. (2024). Pembagian waris prioritas perempuan perspektif maqasid syariah dan gender (Studi pada masyarakat Pendalungan Kabupaten Lumajang). Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 10(3), 2800–2808. https://doi.org/10.29040/jiei.v10i3.14663

Mahfudz, L. (2025). Analisis maqashid syariah terhadap ketentuan 2:1 antara laki-laki dan perempuan dalam hukum waris Islam. Jurnal Inovasi Hukum dan Kebijakan, 6(4), 556–571.

Mujibatun, S. (2019). Hak waris perempuan dalam perspektif maqashid syariah kontemporer. Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 12(1), 1–18.

Mulyani, S. (2025). Analisis keadilan gender dalam pembagian warisan perspektif hukum keluarga Islam. Ameena Journal, 3(2), 163–173. https://doi.org/10.63732/aij.v3i2.175

Murti, A. (2021). Menelaah pemikiran Jasser Auda dalam memahami maqasid syariah. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 1(2), 60–67. https://doi.org/10.53866/jimi.v1i2.9

Musarrofa, I., & Muttaqin, H. (2024). Maqasid sharia Jasser Auda theory: Systems approach to Islamic family law in the digital era. Al Hurriyah: Jurnal Hukum Islam, 9(2), 1–15. https://doi.org/10.30983/al-hurriyah.v9i2.8979

Musyafaah, N. L. (2018). Kedudukan dan fungsi kaidah fikih dalam hukum pidana Islam. Al-Jinayah: Jurnal Hukum Pidana Islam, 4(1), 131–146. https://doi.org/10.15642/aj.2018.4.1.131-146

Nasution, S. (2016). Epistemologi Islam: Bayani, burhani, dan irfani. RajaGrafindo Persada.

Rachim, A. K., & Afifah, N. (2024). Discourse on the distribution of inheritance for women: A critique of the interpretation of Surah Al-Nisā' verses 11 and 176. Takafu: Journal of Tafsir and Gender Perspective, 1(2), 61–72. https://doi.org/10.29313/takafu.v1i2.4110

Rafiq, A. (2002). Fiqh mawaris (4th ed.). RajaGrafindo Persada.

Rafsanjani, Z. S., Wulandari, V., Febryerko, C. H., & Parhan, M. (2025). Maqasid al-Sharia dalam waris matrilineal: Analisis fatwa ulama perempuan Minangkabau berdasarkan prinsip ABS SBK. Akhlak: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Filsafat, 2(3), 290–301. https://doi.org/10.61132/akhlak.v2i3.1022

Rahman, F. (2018). Keadilan gender dalam hukum waris Islam: Telaah atas konsep bagian 2:1. Musawa: Jurnal Studi Gender dan Islam, 17(2), 215–234.

Roslina, Abbas, S., et al. (2024). Reinterpreting Islamic inheritance: Supreme Court jurisprudence and gender justice in Indonesia. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 13(3), 621–640. https://doi.org/10.26811/peuradeun.v13i3.1593

Sarmadi, A. S. (1997). Transendensi keadilan hukum waris Islam transformatif. RajaGrafindo Persada.

von Benda-Beckmann, F., & von Benda-Beckmann, K. (2007). Social security between past and future: Ambonese networks of care and support. The Journal of Legal Pluralism and Unofficial Law, 39(55), 27–56. https://doi.org/10.1080/07329113.2007.10756615

Wahab, N. A., Maamor, S., & Zainol, Z. (2025). Developing best practices of Islamic estate planning: A construction based on the perspectives of individuals and estate planning providers. International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management, 13(2), 211–228. https://doi.org/10.1108/IJIF-03-2020-0052

Wulansari, E. P., Supriyatni, R., & Kusmayanti, H. (2023). Case study Surabaya Religious Court judgement about grandchildren as substitute heirs who control inheritance judging from Islamic law. Jurnal Poros Hukum Padjadjaran, 5(1), 20–34. https://doi.org/10.23920/jphp.v5i1.1356

Downloads

Published

2025-02-01