Analisis Yuridis terhadap Pendapat Imam al-Syafi'i tentang Keabsahan Nikah Tahlil

Authors

  • Riza Maulana Alfitra KUA Tembarak , Temanggung
  • Mujiono INISNU Temanggung, Indonesia
  • Eko Sariyekti INISNU TEMANGGUNG

Keywords:

Analisi, Nikah Tahlil, al-Syafi'i

Abstract

Penelitian ini membahas pendapat Imam al-Syafi'i mengenai keabsahan nikah tahlil, yang dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pandangan di kalangan ulama terkait praktik tersebut. Fokus penelitian ini adalah menganalisis dasar pemikiran hukum yang digunakan oleh Imam al-Syafi’i dalam menetapkan status keabsahan nikah tahlil, serta mengkaji metode istinbāṭ al-ḥukm yang beliau gunakan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), yang bertumpu pada analisis terhadap karya utama Imam al-Syafi’i, yaitu al-Umm, serta literatur pendukung lainnya yang relevan dalam bidang fikih dan ushul fikih. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif-analitis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Imam al-Syafi’i, nikah tahlil pada dasarnya dinilai sah secara hukum apabila memenuhi rukun dan syarat pernikahan, meskipun terdapat perbedaan penilaian terhadap motif atau tujuan pelaksanaannya. Metode istinbāṭ yang digunakan oleh Imam al-Syafi’i dalam hal ini mencakup penggunaan qiyās, dengan menekankan pada fungsi dasar pernikahan sebagai sarana untuk menghalalkan hubungan antara suami dan istri. Namun demikian, aspek niat dan rekayasa dalam praktik nikah tahlil tetap menjadi pertimbangan etis dan normatif dalam kerangka hukum Islam

References

Abdullah Abi Muhammad Bin Ismail Al-Bukhari,( 2020). Sahih Al-Bukhari, Semarang: Maktabah.

Abdullah Bassam bin Abdurrahman, (2006). Syarah Bulughul Maram, Jakarta: Pustaka Azzam.

Abi Sayyid Bakri as-Syuhuru bin Sayyidi al-Bakri bin as-Sayyidi Muhammad Syata ad-Dimya al-Misr, (ttp) Hasyiyatu I’anatu at-Thalibin , Surabaya: Mahkota..

Abdul Wahhab, (ttp) Fiqh Munakahat,Jakarta:Imprint Bumi Aksara

Aby Isya Ibn Muhammad Isya Ibn Saurah, (1968). Sunan Turmudzi, Juz 3, Mesir: Maktab Al-Matbah.

ad-Dimasyqi, Taqiyuddin Abi Bakar Muhammad, (2005). Kifayatu al Akhyar fi Halli Ghayati al-Ikhtishar. II. ttp: Al-Haramain.

Al Fauzan Saleh, 2006. Fiqih Sehari-hari, Alih Bahasa, Abdul Hayyie Al-Khattani, Jakarta, Gema Insani,

Albani, Muhammad, Nashiruddin, (2007). Shahih Sunan Ibnu Majah ( alih Bahasa Ahmad Taufiq Abdurrahman).Jakarta: Pustaka Azzam.

Aljaziri Abdurrahman, (2003). Kitab al-Fiqhi 'ala al-Mazahib al-Arba’atu, cet. 1, Bairut Libanon: Dark al-Fikr.

Bakar Abi Ahmad Bin Husain Al-Baihaqi, Ash-Sunnah Ash-Shagir, (Bairut: Daar Al-Fikri,Tth), Juz II,

Departemen Agama RI, (2008), Al-Qur’an dan Terjemahannya,(Bandung: CV Penerbit Diponegoro.

Ghoffar Abdul Anshori, (2011). Perkawinan Islam Perspektif fiqih dan Hukum Positif, Yogyakarta:UII Press Yogyakarta

Imam Asy-Syafi'i, (2020). al-Umm. Juz V, Beirut: Dar al-kutub, Ijtimaiyyah.

Magfiroh, Wilda Aluf, dan Faiz Nasrullah, (2022). “Pandangan Imam Syafi’i Tentang Nikah Tahlil.” Sakina: Journal of Family Studies 6, no. 4 (2022). ISSN (Online): 2580-9865. Tersedia di: http://urj.uin-malang.ac.id/index.php/jibl

Muhammad, Amin Suma, (2004). Hukum Keluarga di Dunia Islam. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Muhammad Nashih, Nur Rofiq, Khoiruddin Nasution, Umdatul Baroroh, Rahmawati Rahmawati, (2023). Perspektif Hukum Keluarga Islam Mensikapi Dampak Revolusi Indusri 4.0- Iqtisad:Reconstruction of Justice and Welfare.

Sumarjoko, (2015). Ikhtisar Ushul Fiqh 1, Yogyakarta, Trussmedia.

Sumarjoko, dkk. (2018), Tinjauan Akad Nikah melalui Media Live Streaming dalam Perspektif Fiqih, Syariati, Vol. IV No. 01, DOI: 10.32699/syariati.v4i01.1164

Downloads

Published

2026-02-28

How to Cite

Alfitra, R. M., Mujiono, & Eko Sariyekti. (2026). Analisis Yuridis terhadap Pendapat Imam al-Syafi’i tentang Keabsahan Nikah Tahlil. El-Qenon: Journal of Islamic Law, 2(1), 15–21. Retrieved from https://journal.amorfati.id/index.php/elqenon/article/view/693