Spiritual Well-Being Mahasiswa Tingkat Akhir Prodi Pendidikan Agama Islam di PTKIS Kota Depok

Authors

  • Afifah Salsa Bella UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Kustiwan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Erba Rozalina Yulianti UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.59944/jipsi.v5i1.949

Keywords:

Spiritual Well-Being, Stres Akademik, Mahasiswa Tingkat Akhir daan Pendidikan Agaama Islam

Abstract

Masa perkuliahan tingkat akhir adalah fase transisi yang kritis di mana mahasiswa menghadapi tekanan akademik terutama dalam menyelesaikan tugas akhir (skripsi). Dalam situasi ini, mahasiswa tidak hanya terbebani oleh tuntutan akademis tetapi juga rentan mengalami krisis eksistensial, krisis iman, dan penurunan kualitas kesejahteraan spiritual. Dengan pendekatan kualitatif-interpretatif dengan desain studi kasus yang dilakukan pada dua (PTKIS) di Kota Depok yaitu Universitas Islam Depok dan Sekolah Tinggi Agama Islam Madinatul Ilmi. Data dikumpulkan melalui tiga teknik: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sebanyak 12 informan dipilih secara purposive sampling dari mahasiswa tingkat akhir semester 8-14 yang sedang menyelesaikan skripsi (8 dari UID dan 4 dari STAIMI). Data dianalisis menggunakan analisis tematik dengan bantuan software NVivo 12. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Spiritual Well-Being mahasiswa tingkat akhir Prodi Pendidikan Agama Islam termanifestasi dalam lima aspek utama: pengelolaan diri, relasi sosial, nilai-nilai sosial, lingkungan, dan praktik ibadah. Dan dalam memaknai Spiritual Well-Being maka perlu mengetahui aspek stres akademik sebagai sumber kekuatan batin yang membantu mereka menemukan makna hidup, menjaga konsistensi ibadah, dan mempertahankan hubungan transendental dengan Allah SWT melalui sikap tawakkal, muhasabah, syukur, dan do’a. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa spiritual well-being bukan hanya indikator religiusitas tetapi juga kemampuan yang mendukung ketahanan psikologis, makna hidup, dan motivasi akademis mahasiswa di tengah tekanan perkuliahan tingkat akhir melalui spiritual coping.

References

A’ini Nur, N., Wahdah, N., & Surawan. (2025). Spiritual Coping Strategies to Reduce Academic Stress: a Phenomenological Study of Emerging Adulthood among PAI Students. Ta’dib Journal, 28(1), 245–262.

Afifah Ardi, L., Gusri Handayani, P., Meivilona Yendi, F., & Putriani, L. (2025). Fenomena Stres Akademik Dalam Penyelesaian Tugas Akhir Pada Mahasiswa Rantau. Jurnal Konseling Dan Pendidikan, 13(1), 49–60.

Akbar Rizki Yunanto, T., & Ardella Afianto Putra, D. (2023). Pengalaman Mencapai Flourishing pada Masa Quarter-Life Crisis. Jurnal Psikologi Sains & Profesi, 07(3), 1–14. http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://www.researchgate.net/publication/305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI_MELESTARI

Alviasari, A., Hapsari, N., Fauzi, P., Aldi, M., Azlia, M., Sofa, N., Nayara, N. S., Nabila, S., & Suresman, E. (2025). Peran Pendidikan Islam dalam Mengatasi Stres karena Tekanan Akademik Mahasiswa di Universitas Pendidikan Indonesia. IHSAN: Jurnal Pendiidkan Islam, 3(April), 271–278.

Amin, M. (2022). Relasi Sosial dalam Al-Qur’an. QiST: Journal of Al-Qur’an and Tafseer Studies, 1(1). https://doi.org/10.23917/qist.v1i1.523

Bedewy, D., & Gabriel, A. (2015). Examining perceptions of academic stress and its sources among university students: The Perception of Academic Stress Scale. Health Psychology Open, 2(2). https://doi.org/10.1177/2055102915596714

Budiyono, A., Roja, A., Zaman, B., Ridwan, A., & Prasetyo, B. (2025). The Healing Power of Nature : Integrating Ecology in to Counseling to Alleviate Student Stress. Jurnal Pendidikan Indonesia, 14(3), 565–574.

Charzynska, E. (2015). Multidimensional Approach Toward Spiritual Coping: Construction and Validation of the Spiritual Coping. J Relig Health, 54, 1629–1646. https://doi.org/10.1007/s10943-014-9892-5

Danylchenko, T. (2020). Correlation Between Level of Personal Well-Being and Spirituality. Journal of Education Culture and Society, 11(2), 267–280. https://doi.org/10.15503/jecs2020.2.267.280

Fiqih, A., & Ratnawati, V. (2023). Mengurai Stres Akademik Mahasiswa Tingkat Akhir : Faktor Pemicu , Dampak Dan Strategi Pengelolaan Di Universitas Nusantara PGRI Kediri. Seminar Nasional Pendidikan Dan Pembelajaran Ke-6, 755–765. https://doi.org/https://doi.org/10.29407/vc5wr555

Fisher, J. (2010). Development and Application of a Spiritual Well-Being Questionnaire Called SHALOM. Religions, 1(1), 105–121. https://doi.org/10.3390/rel1010105

Fisher, J. (2011). The Four Domains Model: Connecting Spirituality, Health and Well-Being. Religions, 2, 17–28. https://doi.org/10.3390/rel2010017

Fitriya, E., Hani’ah, N., & Khofifah, H. (2024). Tasawuf Dalam Perspektif Psikologi: Harmoni Spiritual dan Kesehatan Mental. Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education, 5(2), 291–306. https://doi.org/https://doi.org/10.32478/8zv7ag68

Grund, A., & Senker, K. (2018). Motivational foundations of self-control and mindfulness and their role in study–leisure conflicts. Learning and Individual Differences, 68, 72–84. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.lindif.2018.10.007

Huwaida, M. S., & Nidzom, M. F. (2025). Psychological Resilience between Existential Psychology and Islamic Sufi Thought. Indonesian Journal of Islamic Literature and Muslim Society, 10(2), 61–84. https://doi.org/https://doi.org/10.22515/islimus.v10i2.12921

I. Kenneth, P. (1997). The Psychology of Religion and Coping: Theory, Research, Practice. The Guilford Press.

Kamaruddin, N. (2021). Hubungan Manusia dan Alam Sekitar Menurut Perspektif Islam. International Conference On Syariah & Law2021(ICONSYAL 2021), 658–667.

Khan, S., Usman, H., & Sakkhawat, W. (2024). Relationship Between Spiritual Well-Being and Existential Crisis Among University Students. International Journal of Contemporary Issues in Social Sciences, 3(3), 1642–1648.

Khoirudin, A., Suroso, & Farid, M. (2023). Spiritual Well-Being and Peer Social Support with Academic Stress on Student in Boarding School. International Journal of Research in Counseling, 2(2), 49–64.

Khoriyah, R. (2023). Spiritual Well-Being in islam. CV. Azka Pustaka.

Kurniawan Djoar, R., & Putu Martha Anggarani, A. (2024). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Stress Akademik Mahasiswa Tingkat Akhir. Jambura Health and Sport Journal, 6(1), 52–59.

Liessi Davi, H. (2025). Perceived Social Support and Religious Attitudes as Correlates of Spiritual Well-Being Among Senior Undergraduate Students at Northeast Brazil Adventist University. Andrews University.

Mahfud, D., Mahmudah, & Wiharti, W. (2015). Pengaruh Ketaatan Beribadah Terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa UIN Walisongo. Jurnal Ilmu Dakwah, 35(1), 35–51.

Mei Sinta, A., Rachma, T., Dwi Anggraeni, R., & Ulya Anita, S. (2025). The Role of Religious Education in Fostering Student’s Spiritual Ecological Responsibility. Islamic Studies Journal for Social Transformation, 09(01), 50–59.

Munir Amin, S., & Al-Fandi, H. (2011). Etika Beribadah. Amzah.

Muslikhin, Sam’un, Baihaqi Aqil, M., Napisah, N., & Syamsul Arifin, B. (2025). Student Character Rehabilitation Model Through the Tazkiyah Al-Nafs Program. Atthulab: Islamic Religion Teaching & Laerning Journal, 10(2), 205–223. https://doi.org/https://doi.org/10.15575/atthulab.v10i2.47430

Najmi, A., Ismail, I., & B, M. R. (2025). Eksplorasi Makna Hidup Anak Gen Z di Era Digital. Abdurrauf Journal of Education and Islamic Studies, 2(1), 25–35. https://doi.org/https://doi.org/10.70742/arjeis.v2i1.382

Paleari. (2025). Belonging to a Religious Community: Does It Shape the Associations of Divine Forgiveness with Psychological and Social Outcomes? https://hdl.handle.net/10446/322465

Pazer, S. (2024). Spiritual practices and mental well-being : A quantitative study among university students. World Journal of Advanced Research and Reviews, 24(01), 1381–1388.

R.S, L., & S. Folkman. (2024). Stress, appraisal, and coping: Theoretical models and applications. Springer. https://doi.org/https://doi.org/10.1007/978-3-030-72711-4

Rahardjo, M. (2018). Paradigma Interpretif. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Rofiqoh, I., & Zulhawati. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Campuran. Pustaka Pelajar.

Saputra, R. E., Febriani, R., & Irfanda, H. (2025). Konsep Tazkiyatun Nafs sebagai Dasar Pendekatan Konseling Islami untuk Menangani Stres Akademik. Jurnal Rumah Konseling, 1(1), 1–10.

Tumanggor, R. O., & Dariyo, A. (2021). Penerapan Spiritual Well-Being dalam Meningkatkan Kesehatan Mental. PsyArXiv, 1257–1263. https://doi.org/https://doi.org/10.31234/osf.io/f9uke

Victoriana, E., Manurung, R. T., Azizah, E., Teresa, M., & Gultom, Z. A. (2023). Makna Hidup dan Subjective Well-Being Mahasiswa. Humanitas, 7(2), 225–244. https://doi.org/https://doi.org/10.28932/humanitas.v7i2.6544

Zahrani, N., & Idulfilastri, R. M. (2024). Peran Spiritual Well-Being terhadap Stres Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi. Jurnal Pendidikan Tembusai, 8(3), 46057–46065.

Zuhdi, M., Kustiwan, Dobson, S., & Citra Mahmuda, M. (2022). Konsep dan Implementasi Well-Being Mahasiswa di Perguruan Tinggi Dalam Perspektif Pendidikan Islam dan Sekuler.

Downloads

Published

2026-02-20