Analisis Psikologis Pembentukan Karakter As-Shiddiq Melalui Metode Storytelling Islami Pada Anak Usia 4-5 Tahun Di Tk It Al Farabi
DOI:
https://doi.org/10.59944/jipsi.v5i1.948Keywords:
Psychological, As Siddiq's Character, Islamic Storytelling Method, Early Childhood.Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis secara psikologis proses pembentukan karakter as-shiddiq (kejujuran) melalui metode storytelling Islami pada anak usia 4-5 tahun di TK IT Al Farabi. Karakter as-shiddiq merupakan sifat utama Rasulullah SAW yang menjadi fondasi moral kepribadian Muslim. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan 6 guru dan 12 orang tua, serta analisis dokumentasi program pembelajaran selama 4 bulan (September-Desember 2023). Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) storytelling Islami secara signifikan mengaktifkan tiga mekanisme psikologis yaitu pembentukan skema kognitif moral, resonansi afektif melalui identifikasi tokoh, dan internalisasi nilai berbasis motivasi transendental; (2) integrasi dimensi spiritual Islam memberikan kekuatan motivasional unik yang mempercepat proses internalisasi nilai as-shiddiq; (3) terdapat peningkatan observable pada indikator perilaku jujur anak sebesar 73,4% setelah intervensi storytelling sistematis. Penelitian menyimpulkan bahwa metode storytelling Islami yang dirancang secara psikologis merupakan pendekatan efektif dan holistik dalam pembentukan karakter as-shiddiq pada anak usia dini.
References
Al-Ghazali. (t.t.). Ihya’ Ulumiddin. Dar al-Fikr.
Amanah, S., & Pratiwi, D. (2023). Teknik dokumentasi dalam penelitian kualitatif pendidikan anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia, 7(1), 45–58.
Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice-Hall.
Bowlby, J. (1982). Attachment and loss: Vol. 1. Attachment (2nd ed.). Basic Books.
Bronfenbrenner, U. (1979). The ecology of human development: Experiments by nature and design. Harvard University Press.
Fadlillah, M., & Khorida, L. M. (2013). Pendidikan karakter anak usia dini: Konsep dan aplikasinya dalam PAUD. Ar-Ruzz Media.
Festinger, L. (1957). A theory of cognitive dissonance. Stanford University Press.
Goleman, D. (1995). Emotional intelligence: Why it can matter more than IQ. Bantam Books.
Hamid, A. (2011). Metode edutainment. Diva Press.
Husna, A., & Rohmatika, R. V. (2023). Internalisasi nilai as-shiddiq dalam pendidikan karakter Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 12(2), 115–130.
Kohlberg, L. (1984). The psychology of moral development: The nature and validity of moral stages. Harper & Row.
Kurniasari, D., & Yulianto, A. (2023). Desain penelitian studi kasus dalam konteks pendidikan Islam. Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 11(1), 22–38.
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Musfiroh, T. (2008). Cerdas melalui bermain: Cara mengasah multiple intelligence pada anak sejak usia dini. Grasindo.
Piaget, J. (1962). Play, dreams and imitation in childhood. Norton.
Piaget, J. (1965). The moral judgment of the child. Free Press.
Santrock, J. W. (2011). Child development (13th ed.). McGraw-Hill.
Santrock, J. W. (2022). A topical approach to lifespan development (11th ed.). McGraw-Hill.
Skinner, B. F. (1953). Science and human behavior. Macmillan.
Wahyudi, T., & Damayanti, R. (2022). Keabsahan data dalam penelitian kualitatif pendidikan. Jurnal Metodologi Penelitian Pendidikan, 9(2), 78–94.
Zak, P. J. (2015). Why your brain loves good storytelling. Harvard Business Review. https://hbr.org/2014/10/why-your-brain-loves-good-storytelling

























