Ekoteologi Qur’ani dalam Pendidikan Agama Islam: Revitalisasi Fikih Lingkungan (Fiqh Bi'ah) Menghadapi Krisis Iklim
DOI:
https://doi.org/10.59944/jipsi.v5i2.749Keywords:
Ekoteologi Qur’ani, Pendidikan Agama Islam, Fiqh Bi’ah, Krisis Iklim, Mizan.Abstract
Krisis iklim global yang mencapai titik darurat, sebagaimana terekam dalam lonjakan suhu ekstrem tahun 2024, menuntut reposisi peran agama dalam pelestarian alam. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kerangka ekoteologi Al-Qur'an sebagai landasan filosofis kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dan merevitalisasi fikih lingkungan (fiqh bi’ah) agar responsif terhadap darurat ekologi. Metode yang digunakan dalam karya tulis ini adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui reinterpretasi ayat-ayat ekologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ekoteologi Al-Qur'an yang berbasis pada prinsip tauhid (kesatuan), khalifah (mandat pengelolaan), dan mizan (keseimbangan) mampu mengubah paradigma pendidikan dari antroposentrisme menuju visi kosmosentris; (2) Revitalisasi fiqh bi’ah mentransformasi materi fikih ritual konvensional menjadi instrumen legal-etis kontemporer, seperti penetapan status wajib pada konservasi alam dan haram pada tindakan ekosida; (3) Implementasi PAI berbasis fiqh bi’ah melalui metode tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) dan gerakan praktis seperti eco-madrasah efektif membentuk "kesalehan ekologis" pada generasi muda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi ekoteologi ke dalam PAI bukan sekadar pilihan teoretis, melainkan keharusan pedagogis untuk mengubah isu iklim dari masalah sains menjadi tanggung jawab ibadah yang suci dan terukur.
References
Abu Abdullah al-Qurtubi. (n.d.). Al-Jami’ li ahkam al-Qur’an (Juz 16). Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
Al-Qaradawi, Y. (2021). Al-fiqh al-akhḍar: Fiqh al-bi’ah wa al-tanmiyah al-mustaqimah. Dar al-Shuruq.
BMKG. (2025). Catatan iklim dan kualitas udara Indonesia 2024. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
Hidayat, M. (2022). Fiqh lingkungan: Rekonstruksi hukum Islam untuk keberlanjutan ekologis. Pustaka Pelajar.
Ibn Majah. (n.d.). Sunan Ibn Majah (Kitab al-Ashribah, Hadis 419).
Khalid, F. (2022). Islam and the environment: A faith-based approach to sustainability. Islamic Foundation for Ecology and Environmental Sciences (IFEES).
Prasetyo, B. D., & Lestari, I. (2024). Pengembangan metodologi tafsir ekologis (tafsir bi’ah) dalam respons terhadap krisis iklim global. Jurnal Ilmu-Ilmu Al-Qur’an, 15(1), 78–96.
Prasetyo, B. D., & Lestari, I. (2024). Spiritualitas ekologis dalam tradisi masyarakat adat: Relevansinya terhadap penanganan perubahan iklim di Indonesia. Jurnal Ilmu Lingkungan, 12(1), 78–94.
Qurtubi, A. A. (n.d.). Al-Jami’ li ahkam al-Qur’an (Juz 16). Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
Shihab, M. Q. (2007). Tafsir al-Misbah (Vol. 11). Lentera Hati.
Salim, E. (2020). Ekologi politik dan ketahanan pangan: Menyoroti dampak krisis iklim. Gramedia Pustaka Utama.
Seyyed Hossein Nasr. (2022). An introduction to Islamic cosmological doctrines (Rev. ed.). Harvard University Press.
Syafi’i Anwar, M. (2023). Tawhid kawni dan krisis ekologi: Menuju falsafah lingkungan berbasis Al-Qur’an. Jurnal Studi Al-Qur’an, 19(1), 33–58.
Thabari, M. ibn J. (1994). Jami’ al-bayan fi ta’wil al-Qur’an (Juz 27). Dar Ihya al-Turath.
Wahyudi, A., & Sari, R. K. (2023). Pendidikan lingkungan berbasis nilai spiritual: Alternatif mengatasi krisis ekologi di era antroposen. Jurnal Pendidikan dan Lingkungan, 8(2), 145–160.
Wahbah al-Zuhaili. (2015). Tafsir al-Munir: Fi al-‘aqidah wa al-syari’ah wa al-manhaj (Juz 1). Dar al-Fikr.
Wibowo, S. (2021). Adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di Indonesia: Kajian sains dan kebijakan. Gadjah Mada University Press.
Rohman, F. A., & Sari, M. L. (2024). Qur’anic eco-ethics and climate action: A study on the transformative potential of Islamic environmental jurisprudence. Journal of Islamic Environmental Ethics, 3(1), 45–64.

























