The Authority of the Regional Office of the Ministry of Human Rights After Institutional Restructuring: A Fiqh al-Siyāsah Perspective
DOI:
https://doi.org/10.59944/jipsi.v5i2.1144Abstract
Institutional restructuring under Presidential Regulation No. 156 of 2024 separated the Ministry of Human Rights from the Ministry of Law and Human Rights, followed by the establishment of a new organizational framework through Minister of Human Rights Regulation No. 2 of 2025. This reform redefined the authority of Regional Offices of the Ministry of Human Rights, particularly in handling alleged human rights violations at the regional level. This study examines the post-restructuring authority of Regional Offices and evaluates its implementation from the perspective of Fiqh al-Siyāsah. Using a normative-empirical legal approach based on legislation, conceptual analysis, case studies, document review, and interviews, the findings reveal that Regional Offices remain limited to administrative, coordinative, facilitative, and advisory functions without executive authority to resolve human rights violations. Consequently, effective human rights protection depends largely on inter-agency coordination. From the perspective of Fiqh al-Siyāsah, these functions reflect the principles of justice (al-'adl), public welfare (maṣlaḥah), and the protection of human dignity (karāmah al-insān). The study recommends strengthening the authority of Regional Offices through regulatory reform, institutional enhancement, and improved inter-agency coordination.
References
Abdillah, Masykuri. “Islam dan Hak Asasi Manusia: Penegakan dan Problem HAM di Indonesia.” Neliti. Diakses 17 Januari 2026. https://media.neliti.com/media/publications/154011-ID-islam-dan-hak-asasi-manusia-penegakan-da.pdf
Al-Alwani, Taha Jabir. Etika Berbeda Pendapat dalam Islam. Diterjemahkan oleh Abu Fahmi. Bandung: Mizan, 1997.
Antara. “KemenHAM Rekomendasikan Dugaan Pelanggaran HAM atas Hak Pendidikan Anak di Bengkulu.” 2024. Diakses 11 Januari 2026. https://www.antaranews.com/berita/5131056/kemenham-rekomendasikan-pelanggaran-ham-terkait-spmb-11-siswa-bengkulu
Antara. “Komnas HAM Kecam Keras Penembakan Petani di Pino Raya Bengkulu.” 2024. Diakses 10 Januari 2026. https://www.antaranews.com/berita/5265577/komnas-ham-kecam-keras-penembakan-petani-di-pino-raya-bengkulu
Antara. “Polda Bengkulu Ungkap Jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan Modus Penempatan Tenaga Kerja Ilegal.” 2024. Diakses 12 Januari 2026. https://www.antaranews.com/berita/3908457/polda-bengkulu-ungkap-kasus-perdagangan-orang
Asshiddiqie, Jimly. Hukum Tata Negara dan Pilar-Pilar Demokrasi. Jakarta: Konstitusi Press, 2005.
Asshiddiqie, Jimly. Konstitusi dan Hak Asasi Manusia. Jakarta: Konstitusi Press, 2005.
Asshiddiqie, Jimly. Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika, 2011.
Asshiddiqie, Jimly. Perkembangan dan Konsolidasi Lembaga Negara Pasca Reformasi. Jakarta: Sinar Grafika, 2006.
Bagir Manan. Menyongsong Fajar Otonomi Daerah. Yogyakarta: Pusat Studi Hukum FH UII, 2001.
Bagir Manan. Perkembangan Pemikiran dan Pengaturan Hak Asasi Manusia di Indonesia. Bandung: Alumni, 2001.
Betahita. “Gubernur Bengkulu Didesak Tolak PPKH Tambang Emas Bukit Sanggul.” 2024. Diakses 12 Januari 2026. https://betahita.id/news/detail/11022/gubernur-bengkulu-didesak-tolak-ppkh-tambang-emas-bukit-sanggul.html
Fajri, Nurul. “Digitalizing Human Rights Complaints: A Case Study of SIMASHAM.” Indonesian Journal of Human Rights 3, no. 1 (2021): 55–70.
Fitriyati, Nur. Modul Pelatihan Implementasi Hak Asasi Manusia di Indonesia. Pusat Pengembangan SDM HAM, Jakarta : 2025
Hakim, Abdul. “Challenges of Human Rights Enforcement in Indonesia.” Indonesian Journal of International & Comparative Law 7, no. 2 (2020): 89–110.
Harijanti, Susi Dwi. “Human Rights Protection in Indonesia: Between Norm and Practice.” Jurnal HAM 9, no. 1 (2018): 45–62.
Ibrahim, Johnny. Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif. Malang: Bayumedia Publishing, 2006.
Iqbal, Muhammad. Fiqh Siyasah: Kontekstualisasi Doktrin Politik Islam. Jakarta: Kencana, 2014.
K. Smith, Rhona. Hukum Hak Asasi Manusia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008.
Kasim, Ifdhal. Hak Asasi Manusia: Lintasan Sejarah dan Hubungannya dengan Hukum Pidana. Jakarta: ELSAM, 2001.
Kartono, Kartini. Metodologi Riset. Yogyakarta: UII Press, 1986.
Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Peraturan Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia. Jakarta: Kementerian HAM RI, 2025.
Kristanto Hendratono, Erlangga, dkk. Modul Pelatihan Mekanisme Penanganan Dugaan Pelanggaran HAM. Pusat Pengembangan SDM HAM, Jakarta : 2025
Latif, Yudi. Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2011.
M. Hadjon, Philipus. Pengantar Hukum Administrasi Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2011.
Mansur, Ali dkk. Politik, Agama, Budaya dan Pengaruhnya Terhadap Legislasi dan Penerapan Nilai-Nilai Hak Asasi Manusia di Indonesia. Salam Jurnal Sosial Dan Budaya Syar I, 8(2), 441–458. 2021 di akses 19 Januari 2026 https://doi.org/10.15408/sjsbs.v8i2.20182
Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana, 2005.
Melisa, Ferny. Modul Pelaihan Peran, Kewajiban dan Tanggungjawab Negara dan Non-Negara Terhadap Hak Asasi Manusia. Pusat Pengembangan SDM HAM, Jakarta : 2025
Muladi. Hak Asasi Manusia: Hakekat, Konsep dan Implikasinya dalam Perspektif Hukum dan Masyarakat. Bandung: Refika Aditama, 2005.
Ombudsman Republik Indonesia. “Temuan Maladministrasi dan Dugaan Korupsi dalam Pelayanan Kesehatan Daerah.” Laporan Pengawasan Pelayanan Publik. 2024. Diakses 13 Januari 2026. https://ombudsman.go.id/artikel/r/artikel--pengawasan-pelayanan-kesehatan-daerah
Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Bengkulu. Laporan Tahunan Pengawasan Pelayanan Publik Provinsi Bengkulu Tahun 2024–2025. Bengkulu: Ombudsman RI, 2025.
Qaradawi, Yusuf al-. Fiqh Negara: Ijtihad Baru Seputar Sistem Demokrasi, Multipartai, Keterlibatan Wanita dalam Politik, dan Partisipasi dalam Pemerintahan Sekuler. Diterjemahkan oleh Syafril Halim. Jakarta: Rabbani Press, 1997.
Rahardjo, Satjipto. Hukum dan Masyarakat, Bandung: Angkasa, 2009.
Republik Indonesia. Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2022 tentang Penanganan Dugaan Pelanggaran Hak Asasi Manusia. Jakarta: Kementerian Hukum dan HAM RI, 2022.
Republik Indonesia. Peraturan Presiden Nomor 156 Tahun 2024 tentang Kementerian Hak Asasi Manusia. Jakarta: Sekretariat Negara RI, 2024.
Shabrina, Mutiara Ayu, dan Diana Hertati. “Efektivitas Penanganan Dugaan Pelanggaran HAM di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Barat.” NeoRespublica: Jurnal Ilmu Pemerintahan 5, no. 2 (2024): 469–479. https://doi.org/10.52423/neores.v5i2.184
Soeprapto, Enny. “Pertanggungjawaban Komando dalam Pelanggaran HAM yang Berat.” Jurnal Hukum dan Peradilan 2, no. 1 (2013): 12–15.
Taimiyah, Ibnu. As-Siyasah Asy-Syar’iyyah fi Ishlah ar-Ra’i wa ar-Ra’iyyah. Diterjemahkan oleh Rofi’ Munawwar. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2014.
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Universal Declaration of Human Rights (UDHR), 1948.
Wibowo, S., J. Widarto, M. Markoni, dan W. Susetio. “Kajian Yuridis Pelaksanaan Aksi Hak Asasi Manusia Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.” Jurnal Syntax Transformation 4, no. 4 (2023). https://doi.org/10.46799/jst.v4i4.719
Wijaya Putra Law Review. “Negara Hukum dan Hak Asasi Manusia: The State of Law and Human Rights in Indonesia.” Universitas Wijaya Putra. Diakses 10 Januari 2026. https://jurnal.uwp.ac.id/fh/index.php/wijayaputralawreview/article/download/79/18

























