https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/issue/feedJurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner2026-10-08T20:19:36+07:00Dr. Husna Nashihin, M.Pd.I.info@amorfati.idOpen Journal Systems<p><strong>Published Quarterly in Every Month of the Year • WhatsApp 0895-2795-5000 for Further Assistance • IG:@postaxial_amorfati • FB:Post Axial • Payment Method BSI 7370977482 an. ATANG GUNAWAN</strong></p> <p>Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220912182198052">ISSN 2962-9187</a> <a href="https://doi.org/10.59944/jipsi">DOI 10.59944</a> with SK ISSN <a href="https://drive.google.com/file/d/1yxJWFOqKHA2HlsUZ_mVOfdX8MwKUPx3Y/view?usp=sharing">BRIN Decree Letter</a> with <a href="https://drive.google.com/file/d/1heZheZLiwgZe963mbeLJUXvFMwp6N0Cu/view?usp=sharing"><strong>SINTA 4 Accredited</strong> </a> <strong><a href="https://drive.google.com/file/d/13eND_iOXheYSUQrPagYj_6D9Zkz3WN7V/view?usp=sharing">Certificate</a> is</strong> a <strong>international journal</strong> published four times a year published by <a href="https://amaayo.org/">Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta</a>. This journal is published four times a year in<strong> February</strong>,<strong> May</strong>, <strong>August</strong> and <strong>November</strong>.</p> <p>Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner is an international journal with an <a href="https://drive.google.com/file/d/1_5BnR76CZulRqPrRCdBp4Iv1O8WYmBfR/view?usp=sharing">Interdisciplinary Scope</a>. The journal's scope includes Interdisciplinary <strong>Science and Education</strong>, <strong>Islamic Education and Science</strong>, <strong>Integration of Science and Islam</strong>, <strong>Islamic Thought and Philosophy</strong>, <strong>Integration of Social Sciences</strong>, <strong>Humanities, and Islamic Studies</strong>, <strong>Islamic Economics and Business Studies</strong>, and <strong>Islamic Ethics in Science and Technology</strong>.</p>https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1582Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Pembelajaran Matematika Siswa Kelas V SDN 110 Krui Pesisir Barat2026-08-17T16:37:18+07:00Tiara Efrinatiaraefrina17@gmail.comProf. Dr. H. Chairul Anwar, M. Pdchairul.anwar@radenintan.ac.idDr. Muhammad Muchsin Afriyadi, M. Pdmuchsinafriyadi@radenintan.ac.id<table> <tbody> <tr> <td> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kompetensi pedagogik guru dalam menciptakan proses pembelajaran matematika yang efektif, interaktif, dan mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Kompetensi pedagogik merupakan salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki guru untuk memahami karakteristik peserta didik, merancang pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, melakukan evaluasi, serta mengembangkan potensi peserta didik secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi pedagogik guru dalam pembelajaran matematika siswa kelas V SDN 110 Krui Pesisir Barat.</p> <p>Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas guru kelas V sebagai informan utama, kepala sekolah sebagai informan pendukung, dan tiga orang siswa kelas V sebagai informan pelengkap. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru dalam pembelajaran matematika di kelas V SDN 110 Krui Pesisir Barat telah diterapkan dengan baik. Guru mampu memahami karakteristik peserta didik, menyusun perangkat pembelajaran, menerapkan metode yang bervariasi, memanfaatkan media sederhana, serta melaksanakan penilaian melalui tugas, ulangan, remedial, dan pengayaan. Meskipun pemanfaatan teknologi masih terbatas karena fasilitas sekolah, guru tetap mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kondusif, dan berpusat pada peserta didik. Dengan demikian, kompetensi pedagogik guru telah mendukung tercapainya tujuan pembelajaran matematika.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1456Menentukan Batas Klaim Empiris dalam Penelitian Kualitatif: Sebuah Framework Konseptual tentang Claim admissibility2026-08-18T07:51:27+07:00Obi Pratama obipratama09@gmail.com<p>Penelitian kualitatif telah menghasilkan berbagai kerangka metodologis untuk mengevaluasi kualitas penelitian, seperti <em>trustworthiness</em>, validitas, dan <em>methodological rigor</em>. Namun, perhatian terhadap batas metodologis klaim empiris yang dapat dinyatakan berdasarkan konfigurasi suatu penelitian masih relatif terbatas. Akibatnya, peneliti sering menghadapi kesulitan dalam menentukan sejauh mana temuan dapat diinterpretasikan, dijelaskan, atau digeneralisasikan tanpa melampaui kapasitas metodologis penelitian yang mendasarinya. Artikel ini bertujuan mengembangkan sebuah <em>conceptual methodological Framework </em>untuk menjelaskan <em>claim admissibility</em> dalam penelitian kualitatif. Penelitian menggunakan pendekatan konseptual melalui <em>adversarial literature search</em>, <em>comparative literature mapping</em>, <em>prior-art collision analysis</em>, dan <em>conceptual synthesis</em> untuk mengidentifikasi ruang konseptual yang belum terakomodasi dalam literatur metodologi penelitian kualitatif. Hasil penelitian menghasilkan sebuah <em>Framework </em>yang menghubungkan lima komponen utama, yaitu <em>study configuration</em>, <em>methodological warrant</em>, <em>empirical claim</em>, <em>epistemic commitment</em>, dan <em>claim admissibility</em>. <em>Framework </em>ini mengusulkan bahwa admissibility suatu klaim tidak ditentukan oleh kualitas penelitian secara umum maupun kebenaran substantif suatu pernyataan, tetapi oleh kesesuaian antara komitmen inferensial yang dinyatakan dalam klaim dan <em>methodological warrant</em> yang tersedia berdasarkan konfigurasi penelitian. Kontribusi utama artikel ini adalah penyediaan bahasa konseptual dan mekanisme analitis untuk mengevaluasi batas metodologis klaim empiris pada tingkat klaim individual. <em>Framework </em>ini diharapkan memperkaya metodologi penelitian kualitatif serta menyediakan landasan konseptual bagi pengembangan instrumen evaluasi, praktik peer review, dan penelitian lanjutan mengenai <em>claim admissibility</em>, termasuk pada penelitian pendidikan dan bidang ilmu sosial lain yang menggunakan pendekatan kualitatif.</p>2026-09-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1545Implementation of 3M Activities (Drawing, Tearing, and Pasting) to Improve Fine Motor Skills in Group B Children at RA Syagaf Aflah, Bengkulu City2026-08-16T17:34:23+07:00Rosa Erlinarosaerlina13@gmail.comAli Akbarjonoaliakbarjono@mail.uinfasbengkulu.ac.idBudriantobudriantobkl@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td> <p>This study employs a qualitative approach with a descriptive research design. The research subjects consisted of 12 children from Group B and their classroom teacher. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the implementation of 3M activities helps improve the children's fine motor skills. Most children were able to draw simple patterns, tear paper into specific shapes as directed, and paste the torn pieces neatly. Using mobile phone images as visual aids for the 3M activities made the children more interested and enthusiastic about the learning process. However, some children still experienced difficulties with hand and finger coordination, requiring intensive guidance and support from the teacher. Factors supporting the implementation of 3M activities included the availability of learning materials, teacher creativity, and child motivation. Conversely, inhibiting factors included variations in individual fine motor abilities, a lack of concentration, and limited instructional time. Based on the findings, it can be concluded that the implementation of 3M activities (Drawing, Tearing, and Pasting) is effective in improving the fine motor skills of Group B children at RA Syagaf Aflah, Bengkulu City.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1546Enhancing Students' Critical Thinking Skills through Interactive Learning Strategies in Social Studies Education: A Systematic Literature Review2026-08-16T17:34:31+07:00Aziza Fajar Fitrianaazizafajarfitriana@gmail.comUlfa Dwi Jayanti ulfadwijayanti66@gmail.comMus Mulyadi azizafajarfitriana@gmail.comAhmad Walidazizafajarfitriana@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td> <p>Critical thinking is one of the essential competencies in Social Studies Education in the twenty-first century. This study aims to examine various interactive learning strategies implemented in Social Studies education and analyze their influence on students' critical thinking skills. The study employed a <strong>Systematic Literature Review (SLR)</strong> approach following the <strong>PRISMA 2020</strong> guidelines. Data were collected from peer-reviewed articles published between <strong>2021 and 2026</strong> and indexed in <strong>Scopus, Web of Science, ERIC, ScienceDirect, SpringerLink, and Google Scholar</strong>. The findings indicate that interactive learning strategies, including <strong>Problem-Based Learning (PBL), Project-Based Learning (PjBL), Inquiry-Based Learning, and Cooperative Learning</strong>, effectively enhance students' critical thinking skills, active participation, and problem-solving abilities. However, their implementation continues to face several challenges, including teachers' readiness, limited educational resources, and variations in students' learning characteristics. This review provides valuable insights for educators in selecting effective interactive learning strategies to improve the quality of Social Studies education and foster higher-order thinking skills among students.</p> <p><strong>Keywords:</strong> critical thinking skills; interactive learning strategies; Social Studies education; systematic literature review; PRISMA 2020.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1547Pembentukan Perilaku Religius dan Disiplin Santri melalui Kajian Rutin Pasca Salat Magrib di Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta2026-08-29T10:23:01+07:00Lukman Nur Hakimluxmen14@gmail.comAzisazisabdullah2018@gmail.com<p>Pembentukan perilaku religius dan kedisiplinan merupakan bagian penting dalam pendidikan pesantren yang tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran formal, tetapi juga melalui kegiatan keagamaan yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Salah satu bentuk pembiasaan tersebut adalah kajian setelah salat Magrib yang dilaksanakan di PPM MBS Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kajian rutin setelah salat Magrib, menganalisis kontribusinya terhadap pembentukan perilaku religius dan kedisiplinan santri kelas XII, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan enam informan yang terdiri atas satu musyrif dan lima santri kelas XII. Data dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, dengan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian rutin dilaksanakan secara istiqamah dua kali dalam sepekan setelah salat Magrib dengan materi yang bersumber dari Riyadush Shalihin serta melibatkan musyrif dan asatidz. Kajian berkontribusi terhadap pembentukan perilaku religius melalui penguatan pemahaman keagamaan, konsistensi ibadah, penghayatan nilai Islam, dan penerapannya dalam interaksi sosial. Pada aspek kedisiplinan, kegiatan tersebut mendorong keteraturan mengikuti jadwal, ketepatan waktu, tanggung jawab, serta pengelolaan aktivitas secara lebih positif. Faktor pendukung meliputi konsistensi program, keterlibatan pembina, antusiasme santri, dan relevansi materi, sedangkan hambatan terutama berkaitan dengan kesiapan pemateri dan perbedaan tingkat pemahaman santri. Dengan demikian, kajian rutin setelah salat Magrib dapat menjadi salah satu sarana pendidikan dan pembiasaan keagamaan yang berkontribusi terhadap penguatan perilaku religius dan kedisiplinan santri dalam ekosistem pendidikan pesantren</p>2026-09-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1385Membangun Kesadaran Diri Menuju Taubat Melalui Tazkiyatun Nufus: Ana-lisis Madarij Al-Salikin Dalam Psikologi Islam2026-08-16T17:34:15+07:00Nida Uzakiyah nidabaik86@gmail.comQiyadah Robbaniyahqrobbaniyah@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembangunan kesadaran diri menuju taubat melalui konsep tazkiyatun nufus dalam perspektif Madarij al-Salikin serta relevansinya dalam psikologi Islam. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, yang mengkaji pemikiran Ibn Qayyim al-Jawziyyah serta literatur terkait psikologi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran diri dalam Islam merupakan proses psikospiritual yang holistik dan bertahap, yang melibatkan tiga konsep utama, yaitu tazkiyatun nufus sebagai proses penyucian jiwa, al-yaqadhah sebagai kebangkitan kesadaran dari kelalaian, dan al-fikrah sebagai pendalaman refleksi batin. Ketiga konsep ini terintegrasi dalam membentuk proses taubat yang tidak hanya berupa penyesalan, tetapi juga transformasi perilaku dan orientasi hidup. Temuan ini menegaskan bahwa kesadaran diri dalam Islam melampaui aspek kognitif, dengan mencakup dimensi moral dan spiritual yang berorientasi pada kedekatan dengan Allah. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa konsep tersebut relevan dalam pengembangan psikologi Islam kontemporer, khususnya dalam terapi berbasis spiritual, penguatan karakter, dan praktik self-healing Islami. Dengan demikian, pendekatan tazkiyah menawarkan model komprehensif dalam memahami dan membangun kesehatan mental yang integratif antara aspek psikologis dan spiritual.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1687Efektivitas Model Pembelajaran Discovery Learning Berbasis Media Animasi Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V SDN 3 Prambatan Lor2026-08-28T05:28:27+07:00Wanda Dwi Nastiti202133040@std.umk.ac.idErik Aditia Ismayaerik.aditia@umk.ac.idSekar Dwi Ardiantisekar.dwi.ardianti@umk.ac.id<table> <tbody> <tr> <td> <p>Pembelajaran IPAS di sekolah dasar masih menghadapi keterbatasan variasi metode dan media, sementara penelitian mengenai kombinasi <em>Discovery Learning</em> berbasis media animasi pada IPAS kelas V, khususnya materi perubahan kondisi bumi serta pengukuran hasil belajar kognitif dan keterampilan proses secara bersamaan, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model <em>Discovery Learning</em> berbasis media animasi terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V SD 3 Prambatan Lor. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain <em>Pre-Eksperimental Design </em>dengan <em>One-Group Pretest-Posttest.</em> Sampel pada penelitian ini adalah kelas V yang berjumlah 15 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Teknik Tes dan Non-Tes. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji normalitas, uji homogenitas, uji statistik deskriptif, uji paired sampel T-test dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata nilai dari 61,47 menjadi 86,80, dengan <em>t</em> hitung 8,024 > <em>t</em> tabel 2,145 dan <em>p</em> < 0,001, sedangkan <em>N-Gain</em> sebesar 0,6574 berkategori sedang. Uji statistic diperoleh hasil (1) terdapat perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest siswa. (2) terdapat peningkatan hasil belajar IPAS siswa dengan kriteria sedang. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model Discovery Learning berbasis media animasi efektif terhadap peningkatan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD 3 Prambatan Lor.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1586Penerapan Model Roleplay Berbasis Media Wayang Karakter dalam Perspektif Culturally Responsive Teaching pada Pembelajaran Sistem Pemerintahan Indonesia di SMA2026-08-28T18:56:07+07:00Moh. Nur Hasanmoh.nur.2531727@students.um.ac.idSiti Awaliyahsiti.awaliyah.fis@um.ac.idTeguh Santosateguhsma8mlg@yahoo.com<table> <tbody> <tr> <td> <p>Kajian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran <em>roleplay</em> berbasis media wayang karakter dalam perspektif <em>Culturally Responsive Teaching</em> pada pembelajaran Pendidikan Pancasila dengan materi pembagian kekuasaan lembaga negara Indonesia di SMA. Kajian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif yang dilaksanakan pada murid kelas XI-8 SMA Negeri 8 Malang. Data kajian diperoleh melalui observasi kegiatan pembelajaran, wawancara dengan guru observer, dan dokumentasi pelaksanaan <em>roleplay</em>. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan <em>roleplay</em> berbasis wayang karakter berlangsung melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Berdasarkan hasil observasi, keterlibatan murid tampak pada aktivitas diskusi kelompok, penyusunan dialog, pelaksanaan simulasi peran sebagai lembaga negara, serta kemampuan murid berdiskusi dan mencapai kesepakatan dalam simulasi musyawarah. Pada aspek kognitif, murid mampu menjelaskan fungsi, tugas, dan hubungan antarlembaga negara secara lebih sistematis setelah mengikuti pengalaman langsung dalam <em>roleplay</em>. Pada aspek afektif dan sosial, murid menunjukkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi, sikap menghargai pendapat, kerja sama, tanggung jawab, serta partisipasi aktif selama kegiatan kelompok. Temuan tersebut diperkuat oleh hasil wawancara guru observer yang menyatakan bahwa <em>roleplay</em> berbasis wayang karakter membantu meningkatkan keaktifan murid dan mempermudah penyampaian materi yang kompleks. Dokumentasi pembelajaran juga menunjukkan penggunaan wayang karakter sebagai representasi simbolik lembaga negara dan keterlibatan murid dalam memainkan peran berdasarkan skenario yang telah disusun. Integrasi wayang karakter sebagai representasi budaya lokal membantu menghubungkan konsep abstrak pembagian kekuasaan lembaga negara dengan konteks sosial budaya murid. Dengan demikian, <em>roleplay</em> berbasis wayang karakter dalam perspektif <em>Culturally Responsive Teaching</em> dapat menjadi strategi pembelajaran yang mendukung pemahaman konseptual, keterlibatan aktif, keterampilan sosial, dan internalisasi nilai budaya dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1653Paradigma Gerak Al-Riyāh dalam Pendidikan Islam: Kajian Literatur Filosofis2026-08-24T12:20:49+07:00Yusniyantiyusniya.789@gmail.comTariza Jiantoatarizajiantowa03@icloud.comRehan Yusrahanzyyformee@gmail.comSusi Puspita Sarisariberfikirlah@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td> <p>Kajian ini mengembangkan Paradigma Gerak Al-Riyāh dalam filsafat pendidikan Islam melalui pendekatan kajian literatur kualitatif-filosofis. Pendidikan Islam kerap menunjukkan stagnasi dan kekakuan struktural dalam merespons perubahan sosial dan teknologi. Dengan bertumpu pada kerangka epistemologi integratif-interkonektif M. Amin Abdullah serta pendekatan tafsir tematik (<em>mawdū</em><em>ʿ</em><em>ī</em>), kajian ini menelaah perbedaan makna semantis antara <em>al-riyāh</em> (bentuk jamak, angin yang bersifat konstruktif) dan <em>al-rīh</em> (bentuk tunggal, angin yang bersifat destruktif) dalam Al-Qur'an sebagai metafora dasar bagi dinamika pendidikan. Kajian tentang kosmologi Al-Qur'an dan epistemologi pendidikan Islam terus berkembang secara terpisah, sementara sintesis fenomena alam (<em>āyāt kauniyyah</em>) ke dalam paradigma pendidikan yang koheren masih kurang dieksplorasi. Temuan kajian ini merumuskan Paradigma Gerak Al-Riyāh yang terdiri atas lima dimensi yang saling berkaitan, yaitu gerak, dinamika, keterhubungan, transformasi, dan tauhid. Kajian ini menunjukkan bahwa fenomena alam dapat disintesiskan secara filosofis dengan prinsip-prinsip teologis untuk menghasilkan model pendidikan Islam yang adaptif, luwes, dan transformatif, namun tetap berpijak pada wahyu Ilahi.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1647The Moderating Role of Information Technology Ease of Use on Vehicle Tax Compliance among Generation Z in Bandung City2026-08-24T12:19:14+07:00Dhea Amelia Putridheaaptrr346@gmail.comFarah Latifah Nurfauziahfarahlatifahn@uninus.ac.idCitra Kharisma Utamicitrakharismautami@uninus.ac.id<p>Di antara berbagai pos penerimaan negara, pajak menempati porsi paling dominan, dan pada tingkat pemerintah daerah, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tercatat sebagai kontributor pajak daerah paling besar. Kendati nominal penerimaan PKB terus naik dari tahun ke tahun, laju kenaikan tersebut ternyata belum sejalan dengan pertambahan jumlah pemilik kendaraan bermotor. Penelitian ini disusun untuk mengkaji pengaruh <em>trust in</em> <em>government</em>, persepsi keadilan pajak, serta peran kemudahan teknologi informasi sebagai pemoderasi terhadap tingkat kepatuhan pajak kendaraan bermotor. Desain penelitian mengikuti pendekatan kuantitatif yang bersifat deskriptif sekaligus verifikatif, dengan data primer dikumpulkan lewat penyebaran kuesioner kepada sampel terpilih. Sasaran populasi riset ini mencakup pemilik kendaraan bermotor dari kalangan generasi Z yang tinggal di wilayah Kota Bandung; total sampel yang berhasil dihimpun berjumlah 385 orang responden. Pengujian data menempuh dua tahap analisis, yakni regresi linear berganda dan regresi moderasi. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa <em>trust in government</em> tidak terbukti berpengaruh terhadap kepatuhan pajak, sementara persepsi keadilan pajak justru terbukti berpengaruh signifikan. Di sisi lain, kemudahan teknologi informasi tidak berhasil berperan sebagai variabel yang memoderasi hubungan tersebut. Dengan kata lain, sebesar apapun tingkat kepercayaan seseorang terhadap pemerintah, sekalipun didukung kemudahan teknologi, hal itu belum tentu mendorong kepatuhan wajib pajak apabila tidak ditopang oleh kondisi ekonomi yang memadai. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor di luar cakupan penelitian justru memberikan pengaruh yang lebih dominan terhadap kepatuhan pajak.</p>2026-09-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1657Pengaruh Penggunaan Media Video Cerita Rakyat Terhadap Kemampuan Menulis Ringkasan Siswa Kelas IV UPT SDN 186 Inpres Bontoa Kabupaten Takalar2026-08-28T05:27:10+07:00Ulfa Al Wafiah ulfaalwafiah@gmail.comSri Rahayusrirahayu@unismuh.ac.idUmmu Khaltsum Ummukhaltsum@unismuh.ac.id<table> <tbody> <tr> <td> <p>This study aims to determine the effect of using folk tale video media on the summary writing ability of fourth-grade students at UPT SD Negeri 186 Inpres Bontoa. This study employed a quantitative approach with a pre-experimental method using a One-Group Pretest-Posttest Design. The subjects of this study were 31 fourth-grade students. Data were collected through summary writing tests administered before and after the implementation of folk tale video media. Data analysis was conducted using descriptive statistics, N-Gain analysis, normality testing, and the Paired Sample t-Test. The results showed that the average score of students' summary writing ability increased from 57.7742 in the pretest to 79.0968 in the posttest, representing an increase of 21.3226 points. The average N-Gain score was 0.5526, which was categorized as moderate. Furthermore, the Paired Sample t-Test resulted in a t-value of -18.765 with a significance value of 0.000 < 0.05. These results indicate a significant difference in students' summary writing ability before and after the use of folk tale video media. Therefore, the use of folk tale video media has a significant effect on the summary writing ability of fourth-grade students. Folk tale video media can be used as an alternative learning medium in Indonesian language instruction to support students in understanding story content and expressing important information in the form of summaries.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1700Konseling Individu dengan Pendekatan Cognitive Behavior Therapy bagi Korban KDRT di UPTD PPA Provinsi Lampung2026-08-28T18:56:15+07:00Mutiara Citramutiaracitra546@gmail.comRisna Rogameliarisna@radenintan.ac.id<table> <tbody> <tr> <td> <p><strong><em>Abstract. </em></strong> <em>Domestic violence (DV) can cause persistent psychological impacts, including guilt, low self-confidence, negative self-appraisal, and uncertainty in resolving a case. UPTD PPA Lampung Province provides psychological assistance through individual counseling using a Cognitive Behavior Therapy (CBT) approach. This study aimed to describe the implementation of CBT-based individual counseling for DV victims. A descriptive qualitative design with purposive sampling involved one mediator, one psychological counselor, and two victims. Data were collected from 2-27 July 2026 through interviews, non-participant observation, and documentation and were analyzed through data collection, reduction, display, and conclusion drawing. The findings revealed five counseling stages: initial assessment and problem identification, goal setting, CBT-based counseling, evaluation, and follow-up. During the counseling process, the victims were guided to identify the relationships among thoughts, feelings, and behaviors and to examine negative self-directed thoughts. Interview and observation data showed that the victims became more willing to express their experiences, demonstrated greater awareness of their thoughts and emotional responses, and were better able to articulate possible options for resolving their cases. Follow-up was adapted to each victim’s needs, readiness, and decisions. Overall, the counseling process was implemented flexibly while respecting each victim’s autonomy in determining the course of case resolution.</em></p> <p><strong>Abstrak. </strong> Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dapat menimbulkan dampak psikologis yang menetap, termasuk rasa bersalah, rendahnya kepercayaan diri, penilaian negatif terhadap diri, serta ketidakpastian dalam menyelesaikan kasus. UPTD PPA Provinsi Lampung memberikan pendampingan psikologis melalui konseling individu dengan pendekatan Cognitive Behavior Therapy (CBT). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan konseling individu berbasis CBT bagi korban KDRT. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling yang melibatkan satu mediator, satu konselor psikologis, dan dua korban. Data dikumpulkan pada 2–27 Juli 2026 melalui wawancara, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan lima tahapan konseling, yaitu asesmen awal dan identifikasi masalah, penetapan tujuan, pelaksanaan konseling berbasis CBT, evaluasi, dan tindak lanjut. Selama proses konseling, korban dibimbing untuk mengenali hubungan antara pikiran, perasaan, dan perilaku serta menelaah pikiran negatif yang diarahkan pada diri sendiri. Data hasil wawancara dan observasi menunjukkan bahwa korban menjadi lebih terbuka dalam menyampaikan pengalaman, menunjukkan kesadaran yang lebih baik terhadap pikiran dan respons emosionalnya, serta lebih mampu mengemukakan berbagai pilihan dalam penyelesaian kasus. Tindak lanjut disesuaikan dengan kebutuhan, kesiapan, dan keputusan masing-masing korban. Secara keseluruhan, proses konseling dilaksanakan secara fleksibel dengan tetap menghormati otonomi korban dalam menentukan arah penyelesaian kasus.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-08T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1683Mediation Based On Maqashid Syariah: A Dynamic Solution To Marital Conflicts In Indonesia 2026-09-01T20:16:34+07:00Izzul Mutho`muthoterate86@gmail.comAbdul Rozak abdrozak993@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td> <p><em>Marriage conflict remains a critical challenge at the South Jakarta Religious Court, a high-volume urban jurisdiction where conventional mediation often fails to yield sustainable outcomes. This study examines the operationalization, effectiveness, and implementation barriers of Maqashid Syariah-based mediation as an adaptive alternative for modern family dispute resolution. Employing a descriptive qualitative design, data were gathered through in-depth interviews with 15 key informants (judges, certified mediators, disputing couples, and legal experts), non-participatory observations of live caucus sessions, and documentary analysis of court settlement deeds (Akta Perdamaian) under PERMA No. 1 of 2016. The findings reveal that Maqashid Syariah is practically operationalized through caucus strategies that prioritize child welfare (hifzh al-nasl) and financial equity (hifzh al-mal), shifting mediation from rigid procedural compliance toward substantive justice. Couples undergoing this approach reported higher post-mediation satisfaction and lower post-divorce litigation rates. However, implementation is constrained by the absence of specialized Maqashid-based mediator training modules and unintegrated court guidelines. This study contributes an empirical framework that operationalizes abstract Islamic legal philosophy into concrete court-annexed mediation practices, offering policy recommendations for judicial reform in Indonesia.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-08T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1488Pengembangan Model Bisnis Pemakaman Syariah Berbasis Maqashid Al-Syari‘Ah: Analisis Komparatif San Diego Hills Memorial Park And Funeral Homes Dan Al-Azhar Memorial Garden2026-08-10T16:40:28+07:00M. Sulaeman Jajulisulaeman.jajuli@uinbanten.ac.idUsmanusmanmushtafa66@gmail.comMisnomisno@gmail.comNajmuddinnajmuddin@gmail.comFedrikfedrik.wardiansyah@uinabnten.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model bisnis pemakaman syariah berbasis <em>maqāṣid al-syarī‘ah</em> melalui analisis komparatif terhadap San Diego Hills dan Al-Azhar Memorial Garden. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus komparatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan Business Model Canvas yang diintegrasikan dengan lima dimensi utama Maqāṣid al-Syarī‘ah, yaitu hifz al-din, hifz al-nafs, hifz al-'aql, hifz al-nasl, dan hifz al-mal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa San Diego Hills unggul dalam inovasi model bisnis, profesionalisme layanan, dan pengelolaan fasilitas, sedangkan Al-Azhar Memorial Garden lebih menonjol dalam integrasi nilai-nilai syariah dan orientasi religius. Sintesis praktik terbaik dari kedua institusi menghasilkan model bisnis pemakaman syariah ideal yang menekankan kepatuhan syariah, transparansi harga, penghormatan terhadap martabat manusia, pelayanan empatik, keberlanjutan ekonomi, dan kemaslahatan sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis melalui integrasi Business Model Canvas dengan Maqāṣid al-Syarī‘ah serta kontribusi praktis bagi pengembangan industri layanan pemakaman syariah di Indonesia.</p>2026-09-12T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/872Humanisasi Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Disekolah Al-Banna Bali : Antara Pendekatan Akademik Dan Penguatan Karakter 2026-09-02T10:52:34+07:00Muhammad Bayhaqy Abdillahmuhammadabdillahplg@gmail.comAhmad Zuhdi azuhdi@unsiq.ac.idMuhammad Ferdika Pratama muhammadabdillahplg@gmail.comMay Lana Widia Putrimaylanawidia@gmail.comZulfa Lailatul Izzahzulfalaila1807@gmail.comArini Mawar Datil Janaharinimawar123@gmail.comFaid Noer Ikhmalfdnrikmll@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus di Sekolah Al-Banna Bali serta mengetahui peran sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah, humanis, dan berbasis nilai Islami. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru, peserta didik, serta pihak sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Al-Banna Bali menerapkan sistem pendidikan inklusif dengan memberikan pendampingan individu, pendekatan pembelajaran adaptif, serta penguatan karakter kepada anak berkebutuhan khusus. Selain itu, lingkungan sekolah yang multikultural dan religius turut mendukung perkembangan sosial, emosional, dan akademik peserta didik. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan bantuan pendamping dan perbedaan kemampuan belajar siswa, namun sekolah berupaya mengatasinya melalui kerja sama antara guru, orang tua, dan pihak yayasan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan inklusif yang dipadukan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman dapat menjadi model pembelajaran yang efektif bagi pengembangan potensi anak berkebutuhan khusus</em></p>2026-09-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/867Correlation Between Vision-Mission, Curriculum Structure, and Activity Programs in Achieving Educational Quality at SMP ALBANNA 2026-09-02T10:52:42+07:00Rifa Lutfatun Nisalutfarifa@gmail.comAhmad Zuhdi azuhdi@unsiq.ac.idUmi Hani Latifahumihanilatifah@gmail.comLaila Neyza Ramadhani lailaneyza4@gmail.comM. Farhanfarhan@mhs.unsiq.ac.idRatumas Linda Ariyaniratulindaa@gmail.comDea Alhidayahalhidayahdea48@gmail.com<p><em>This study aims to analyze the correlation between vision-mission statements, curriculum structure, and activity programs in achieving educational quality at SMP ALBANNA. The study uses a descriptive qualitative approach through literature review and analysis of educational implementation at the school.The results show that the school’s vision and mission play an important role as the foundation for curriculum development, school culture formation, and the implementation of educational activity programs. The curriculum structure, which integrates academic achievement, Islamic character values, and student skill development, supports effective learning processes. In addition, activity programs such as extracurricular activities, religious programs, and leadership training contribute positively to the development of students’ character, discipline, creativity, and social skills.The study concludes that there is a strong correlation between vision-mission statements, curriculum structure, and activity programs in improving educational quality at SMP ALBANNA. The integration of these components creates quality education and supports students’ holistic development</em></p>2026-09-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/866Integration of Islamic Character Education Based on Digital Learning in Strengthening Student Discipline at SDIT Al-Banna Bali 2026-09-02T10:52:50+07:00Ahmad Zuhdiazuhdi@unsiq.ac.idNila Rizqi Aulialutfarifa@gmail.comZalfa Syifanaumihanilatifah@gmail.comRenno Aji Nugraha 4Nugrohorennoaji@gmail.comFeni Maulana Wijayanti Fmaulanawijayanti@gmail.comDian Ayu Munawarahatulindaa@gmail.comAulia Fatma Azzahraalhidayahdea48@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td> <p><em>This study aims to analyze the integration of Islamic character education based on digital learning in strengthening student discipline at SDIT Al-Banna Bali. In the digital era, education is not only focused on cognitive achievement but also on the internalization of moral and spiritual values. The integration of Islamic values such as discipline, responsibility, honesty, and respect into digital learning systems becomes an important strategy to shape students’ character. Digital learning platforms, Learning Management Systems (LMS), and online supervision tools are utilized as instruments to embed Islamic values while simultaneously monitoring student behavior and learning activities. The study employs a qualitative descriptive approach with a literature review design. Data were collected from peer-reviewed journals, academic books, and relevant research studies focusing on Islamic education, digital learning, and student discipline. The analysis technique used includes data reduction, categorization, and interpretation to identify patterns of integration between Islamic values and digital learning systems. The findings indicate that digital learning plays a significant role in supporting the implementation of character education through structured supervision, interactive learning environments, and continuous monitoring systems. The results show that student discipline is strengthened through digital supervision systems such as e-monitoring, online attendance, assignment tracking, and parent-teacher communication platforms. Teachers play a central role in integrating Islamic values into digital learning content, while school management ensures institutional policies support character-based education. However, challenges such as limited digital literacy, lack of parental involvement, and inadequate infrastructure still affect implementation effectiveness. In conclusion, the integration of Islamic character education based on digital learning is an effective approach to strengthen student discipline when supported by competent teachers, strong school leadership, parental collaboration, and adequate technological infrastructure. This integration not only improves academic engagement but also contributes significantly to the formation of disciplined, responsible, and morally grounded students in the digital era.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1340Budaya Pembiasaan Religius Dalam Pembetukan Karakter Anak: Studi Kasus TPQ Asrama Darul Hikmah2026-09-01T20:17:12+07:00Ahmad Taufikiibnukamil012@gmail.comRuqoyyah Nafisahrqyhnfsh@gmail.comNurun Nafisah Indah Qomarinurunnafisahiq@gmail.comNur Azizah Riska Ayu Astiani Mahmudahriskaayu1706@gmail.comSaiful Rahman, Robert Edy Sudarwansyaifulrahman66@guru.sd.belajar.id<table> <tbody> <tr> <td> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan budaya pembiasaan religius dalam pembentukan karakter anak serta menjelaskan alasan efektivitasnya di TPQ Asrama Darul Hikmah Karanganyar Paiton Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus eksplanatori. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala TPQ, ustadz/ustadzah, dan wali murid, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter religius anak berlangsung secara sistematis melalui lima elemen utama yang saling bersinergi: (1) sistem rutinitas harian yang konsisten yang menggeser kepatuhan eksternal menjadi kesadaran internal; (2) keteladanan pendidik sebagai model perilaku moral (<em>social learning</em>); (3) penerapan metode Tartila yang secara implisit melatih kedisiplinan dan kesabaran; (4) praktik salat Ashar berjamaah sebagai media pembiasaan ibadah dan tanggung jawab kolektif; serta (5) sinergi berkelanjutan antara TPQ dan lingkungan keluarga. Kesimpulannya, efektivitas pembentukan karakter religius di TPQ Asrama Darul Hikmah tidak bergantung pada metode tunggal, melainkan pada integrasi antara konsistensi rutinitas, keteladanan moral, metodologi pembelajaran yang sistematis, dan penguatan dari lingkungan keluarga. Kebaruan penelitian, terletak pada penggambaran secara kontekstual mengenai bagaimana budaya pembiasaan religius di lingkungan TPQ yang terintegrasi dengan kehidupan asrama berperan dalam membentuk karakter anak, sehingga memperlihatkan hubungan antara praktik kegamaan rutin dan pembentukan karakter dalam konteks pendidikan nonformal berbasis pesantren/asrama. </p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1672Digital Learning Ecosystem as a Foundation for Metaverse-Supported Islamic Religious Education: A Case Study at Muhammadiyah Junior High School PK Kottabarat2026-09-01T20:17:22+07:00Hafidz Hafidzo100240030@student.ums.ac.idIsnaya Arina Hidayati isnaya.arina@ums.ac.idNurul Latifatul Inayati nl122@ums.ac.idTriono Ali Mustofa tam763@ums.ac.idFadhilla Nangroe Anggrainio100240030@student.ums.ac.id<p>The rapid development of digital technology has transformed educational practices and encouraged schools to develop more interactive, connected, and technology-supported learning environments. In Islamic Religious Education (IRE), digital technologies can improve material presentation, accessibility, student engagement, and contextual understanding while providing an important foundation for future metaverse-supported learning. This study aims to analyze the digital learning ecosystem at Muhammadiyah Junior High School PK Kottabarat and its relevance as a foundation for metaverse-supported Islamic Religious Education, focusing on technology implementation, perceived effectiveness, supporting factors, inhibiting factors, and contributions to the learning process. This study employed a qualitative approach with a case study design. The participants consisted of one teacher and two students selected through purposive sampling based on their direct involvement in technology-supported learning. Data were collected through semi-structured interviews conducted over approximately two hours and analyzed through data condensation, data display, and conclusion drawing. Data credibility was strengthened through source triangulation by comparing and cross-checking teacher and student responses. The findings show that digital technology has been effectively integrated into Islamic Religious Education through Smart TVs, laptops, PowerPoint presentations, YouTube videos, internet access, visual learning materials, and other digital resources. Teachers and students perceive these technologies positively because they make learning more engaging, understandable, efficient, accessible, and less monotonous. Parental support, adequate technological facilities, students’ familiarity with digital media, and institutional commitment constitute the main supporting factors, while electricity disruptions, network instability, and device connectivity remain technical constraints. The study concludes that Muhammadiyah Junior High School PK Kottabarat has established a well-developed digital learning ecosystem that provides a strong foundation for the future implementation of metaverse-supported Islamic Religious Education. Further development toward fully immersive metaverse learning requires stronger infrastructure, enhanced teacher competence, reliable technical support, appropriate pedagogical design, and dedicated immersive platforms.</p>2026-09-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1614Analisis Faktor-Faktor Usaha Tani di tinjau dari Perspektif Pendidikan di Desa Laowo Hilimbaruzo, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias.2026-08-22T20:01:12+07:00Yusman Waruwuasokhiwazega77@gmail.comYearning Harefaasokhiwazega77@gmail.comEka Septianti Laoliasokhiwazega77@gmail.comArianto Lahaguasokhiwazega77@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor usaha tani dan kendala pengembangannya ditinjau dari perspektif pendidikan pada masyarakat Desa Laowo Hilimbaruzo, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 10 informan yang dipilih secara purposive, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tani masyarakat dipengaruhi oleh keterkaitan antara faktor lahan, tenaga kerja, modal, pengetahuan, dan pengalaman. Pendidikan berperan dalam meningkatkan kemampuan petani memahami informasi, menerima pengetahuan baru, dan mengadopsi teknologi, tetapi pengaruh tersebut tidak berdiri sendiri karena sangat berkaitan dengan pengalaman dan kondisi sosial-ekonomi petani. Kendala utama pengembangan usaha tani meliputi keterbatasan pendidikan dan pengetahuan, modal, sarana produksi, ketidakpastian cuaca, serangan hama, keterbatasan informasi, serta pemasaran hasil pertanian. Penelitian menyimpulkan bahwa pengembangan usaha tani memerlukan penguatan kapasitas petani melalui penyuluhan dan pendidikan nonformal yang berkelanjutan, peningkatan akses terhadap modal, sarana produksi, informasi, dan teknologi, dengan tetap mengintegrasikan pengalaman serta pengetahuan lokal masyarakat.</p>2026-09-14T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/955Implementasi Media Canva AI Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar PAI Siswa Kelas X SMK Darul Lughah Wal Karomah2026-09-14T20:13:34+07:00Ahmad Taufikiibnukamil012@gmail.com Wanda Faris Wahyudi Wandafariswahyudi@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Media Pembelajaran Berbasis <em>Artificial Intelligence</em> (AI) Canva dan peningkatannya terhadap motivasi belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa kelas X SMK Darul Lughah Wal Karomah. Rendahnya motivasi belajar sering kali disebabkan oleh penggunaan media konvensional yang kurang menarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan subjek siswa kelas X SMK Darul Lugwah Wal Karomah. Data dikumpulkan melalui observasi, angket motivasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Canva AI seperti fitur <em>Magic Design</em> dan generator gambar mampu menciptakan visualisasi materi PAI yang kreatif, interaktif, dan sesuai dengan gaya belajar generasi digital. Implikasinya, terjadi peningkatan signifikan pada motivasi belajar siswa, yang ditandai dengan partisipasi aktif, antusiasme tinggi, dan ketepatan waktu dalam pengumpulan tugas. Media Canva AI terbukti efektif sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI.</p>2026-09-15T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1804Strategi Pengasuh Pesantren dalam Pencegahan Bullying untuk Mewujudkan Kenyamanan Belajar Santri di Pesantren Al Anwariyah Pati2026-09-08T12:52:20+07:00 Ali Shofian alishofian02@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td> <p>Perilaku <em>bullying</em> masih menjadi permasalahan yang dapat terjadi di berbagai lingkungan pendidikan, termasuk pondok pesantren yang memiliki karakteristik kehidupan komunal dan berasrama. Interaksi antarsantri yang berlangsung secara intensif berpotensi memunculkan konflik sosial, senioritas, perundungan verbal, maupun bentuk perundungan lainnya yang dapat memengaruhi rasa aman psikologis dan kenyamanan belajar santri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengasuh Pesantren Al Anwariyah Pati dalam mencegah dan menangani <em>bullying</em> serta menganalisis implikasinya terhadap kenyamanan belajar dan rasa aman psikologis santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Partisipan penelitian berjumlah 10 informan yang terdiri atas 1 pengasuh, 3 ustadz, 3 pengurus pesantren yang meliputi 1 ketua dan 2 bagian keamanan, serta 3 santri yang terdiri atas santri lama dan santri baru dengan pengalaman yang berkaitan dengan <em>bullying</em>, baik sebagai korban maupun pelaku. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung terhadap interaksi harian santri, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahap kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan <em>bullying</em> dilakukan melalui beberapa strategi utama, yaitu internalisasi nilai-nilai keislaman, keteladanan dan komunikasi persuasif, sistem pengawasan berjenjang, serta penanganan edukatif melalui dialog, pembinaan, konseling, dan sanksi edukatif. Strategi tersebut juga didukung oleh pengaturan komposisi kamar santri berdasarkan usia dan jenjang pendidikan sebagai langkah preventif untuk mengurangi potensi konflik dan senioritas. Secara keseluruhan, penerapan strategi tersebut berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan pesantren yang lebih aman dan suportif, sehingga mendukung kenyamanan belajar dan rasa aman psikologis santri.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1651Building A Productive Classroom: Learning Management Strategy at SMK Daarul Khair Pulosari Pemalang2026-08-22T21:56:20+07:00Izul Maaliizul.smaptira37@gmail.comRidwanridwan@insipemalang.ac.id<table> <tbody> <tr> <td> <p>Building a productive classroom at SMK Daarul Khair Pulosari Pemalang is understood as an effort to manage learning so that students are active, directed, disciplined, and able to produce work. The purpose of this study is to describe and analyse the learning management strategies implemented by teachers, their supporting and inhibiting factors, and their contribution to building productive, disciplined, and student-oriented classrooms. This research method uses a qualitative approach with a case study design. The results of the study show that productive classroom development at SMK Daarul Khair Pulosari Pemalang is carried out through clear learning planning, formulation of class rules, assignment determination for students, time management, monitoring the implementation of practice, and assessment of learning outcomes. Conclusion: Learning management has an important role in forming an effective and disciplined classroom. Effective classes are not only demonstrated by students who remain calm, but also through active participation, a sense of responsibility, cooperation, punctuality, and the ability to complete tasks according to learning objectives. The impact of this research can also be used as a basis for designing classroom training programs, establishing disciplines, and providing assistance to students.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-23T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1907Peningkatan Pemahaman Konsep Perkalian melalui STAD Berbantuan Papan Kantong Perkalian 2026-09-23T14:45:48+07:00Retno Wijayantiretnojaya0@gmail.comRida Fironika Kusumadewi ridafkd@unissula.ac.idEka Indrianingsih ekaindrianingsih.smg79@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td> <p>Pemahaman konsep perkalian pada siswa sekolah dasar masih menjadi tantangan, terutama ketika pembelajaran lebih menekankan hafalan fakta perkalian daripada pemahaman melalui pengalaman konkret. Hasil asesmen awal menunjukkan bahwa pemahaman konsep perkalian siswa kelas III masih rendah, dengan rata-rata capaian sebesar 38,12% dan ketuntasan klasikal 0%. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman konsep perkalian siswa kelas III melalui penerapan model Cooperative Learning tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbantuan media Papan Kantong Perkalian. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus pada 27 siswa kelas III Fase B SD Islam Plus Muhajirin. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep yang terdiri atas 20 butir soal dan dianalisis secara deskriptif berdasarkan persentase capaian pemahaman konsep dan ketuntasan belajar klasikal. Indikator keberhasilan ditetapkan berupa ketuntasan klasikal minimal 80% siswa mencapai nilai ≥80. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata capaian pemahaman konsep meningkat dari 38,12% pada prasiklus menjadi 56,64% pada siklus I dan 64,97% pada siklus II. Ketuntasan klasikal meningkat dari 0% menjadi 7,41% pada siklus I dan 33,33% pada siklus II. Dengan demikian, penerapan STAD berbantuan Papan Kantong Perkalian menunjukkan peningkatan capaian pemahaman konsep perkalian, tetapi ketuntasan klasikal sebesar 33,33% belum mencapai indikator keberhasilan 80%.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1421The Dynamics of Digital Media Content Management on Instagram by LLDikti Region II in Support of Information Transparency2026-08-09T13:29:21+07:00Dandidandyptr25@gmail.acomDesy Misnawatidandyptr25@gmail.acomSiti Rahayu Pratami Lexianingrumdandyptr25@gmail.acomDimas Umborodandyptr25@gmail.acom<p>The increasing use of social media in government communication has transformed public relations practices from conventional information dissemination into strategic digital communication aimed at enhancing public information transparency. Despite this development, limited attention has been given to how digital content management contributes to transparency within higher education public institutions. This study examines the dynamics of digital content management on the Instagram account of LLDIKTI Region II in supporting public information transparency through the communication of the Kampus Berdampak program. A descriptive qualitative approach was employed, involving four purposively selected informants who were directly engaged in institutional digital communication. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observation, and documentation, and were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The findings indicate that digital content management is implemented through an integrated process comprising strategic planning, content production, publication, audience interaction, and performance evaluation. These practices demonstrate the application of the Online Public Relations dimensions of reach, richness, porosity, and agent, enabling the institution to expand information accessibility, improve content quality, foster interactive communication, and evaluate communication effectiveness through digital analytics. The study also reveals that information transparency is achieved not through unrestricted disclosure but through a balanced approach that combines openness, institutional accountability, and the protection of confidential information. This research contributes to the development of Online Public Relations by demonstrating that effective digital government communication depends on the integration of strategic content management, participatory communication, and evidence-based evaluation to strengthen transparency and public trust in higher education governance.</p>2026-09-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1748Penggunaan Individual Learning Plan dan Arah Belajar Siswa Pendidikan Kesetaraan: Studi Eksploratif2026-09-02T05:29:51+07:00Afifa Muzayanaafifamuzayana16@gmail.comJuni Handokojuni@flexi.sch.idLuluk Handrianihandrianiluluk6@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td> <p>Individual Learning Plans (ILPs) are intended to connect students’ interests, strengths, goals, and learning actions, yet evidence on how students actually use such plans remains limited, particularly in equivalency education. This exploratory cross-sectional study examined self-reported learning direction and active ILP use among 31 junior- and senior-secondary-equivalent students at PKBM Flexi School Bintaro, Indonesia. The 12-item, five-point Likert questionnaire was developed from the ILP, personalized learning, goal-setting, and self-regulated learning literature, reviewed internally by two senior facilitators for content relevance, and organized a priori into four conceptual groups—self-understanding, direction and goal clarity, planning and ILP use, and monitoring and reflection—that separate students' self-reported conditions from items explicitly referring to ILP use. Because internal consistency of the four groups was modest (α = .50–.58), reflecting the instrument's status as an initial, not-yet-validated version, item-level analysis rather than group-score comparison was treated as the primary and more trustworthy level of evidence. Self-understanding indicators received relatively higher responses, whereas indicators explicitly referring to active ILP use were weaker. The lowest item was revisiting the ILP to decide the next learning step (M = 2.84; 25.8% selected agree/strongly agree). Open-ended responses converged with this pattern: self-understanding was most frequently identified as helpful (38.7%), while progress-tracking features were one of the most frequent improvement requests (16.1%). Exploratory comparisons by school level and enrolment duration did not show statistically meaningful differences, but small subgroups limited inference. The findings do not establish ILP effectiveness; instead, they identify a practical gap between setting a learning direction and repeatedly using a personal plan to guide subsequent action. Future studies should test scheduled review points and progress-tracking mechanisms using independently reviewed instruments and stronger multi-site designs.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1759Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Role Playing Untuk Mengembangkan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Peserta Didik SMP Jannatun Naim Lampung2026-09-02T05:30:07+07:00Agisna Alsa Sabilaagisnaalsa21@gmail.comRisna Rogameliarisna@radenintan.ac.idFiqih Amaliafiqihamalia@radenintan.ac.id<table> <tbody> <tr> <td> <p>Keterampilan komunikasi interpersonal merupakan kompetensi penting yang perlu dimiliki peserta didik untuk membangun relasi sosial yang sehat. Namun, banyak peserta didik SMP masih menunjukkan hambatan dalam aspek ini, seperti pasif saat berdiskusi, kurang percaya diri menyampaikan pendapat, dan sulit mengekspresikan perasaan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pelaksanaan bimbingan kelompok dengan teknik <em>role playing</em> dalam mengembangkan keterampilan komunikasi interpersonal peserta didik SMP Jannatun Naim Lampung, serta mengidentifikasi perkembangannya setelah mengikuti layanan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan, wawancara semi terstruktur dan FGD, serta dokumentasi. Subjek dipilih dengan teknik purposive sampling, yaitu peserta didik kelas VIII yang tinggal di asrama dan memiliki keterampilan komunikasi interpersonal yang perlu dikembangkan. Bimbingan kelompok dilaksanakan dalam empat sesi yang masing-masing berfokus pada aspek komunikasi interpersonal menurut DeVito, yaitu keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik <em>role playing</em> mampu menciptakan ruang aman bagi peserta didik untuk berlatih berkomunikasi aktif, memahami perspektif orang lain, serta mengelola respon verbal dan nonverbal melalui simulasi situasi sosial yang realistis. Peserta didik menunjukkan perkembangan positif pada kelima aspek komunikasi interpersonal setelah mengikuti seluruh sesi. Dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok dengan teknik <em>role playing</em> menunjukkan kontribusi positif terhadap perkembangan keterampilan komunikasi interpersonal peserta didik di lingkungan sekolah berbasis pesantren.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1070Application of Sociocognitive Psychology Counseling Techniques Alberd Bandura Faces Student Academic Failure 2026-09-08T12:51:43+07:00Anikamatul Khoiroh anikmatulkhoiroh@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td> <p>Students often face academic failures during their studies, academic failures in college, such as graduation delays, trial failures, unplanned leave, and dropouts This can trigger psychological impacts such as stress, anxiety, low self-esteem, and loss of motivation to learn. This article aims to: (1) analyze the psychological dynamics of students who experience academic failure; (2) examine key concepts in sociocognitive psychology theory, especially self-efficacy, modeling, and self-regulation; and (3) explain the application of sociocognitive counseling techniques in helping students bounce back from failure. This study uses a narrative literature review of research on student academic failure, and its application to sociocognitive theory. The literature was searched through Google Scholar, PubMed, and PsycINFO, and then analyzed thematically to integrate relevant concepts into the explanatory framework. The results of the study showed that academically failing individuals were prone to psychological disorders, but were able to recover by strengthening self-efficacy, observational learning, and self-regulation strategies. Sociocognitive theory provides a powerful conceptual framework for understanding and facilitating adaptive behavior change. The application of sociocognitive-based counseling techniques such as modeling, mastery experiences, goal setting, and cognitive restructuring has been shown to be effective in improving self-confidence and learning strategies. These findings provide important implications for educational counselors and college institutions in designing counseling services oriented towards recovery and psychological capacity development.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1784Adaptive Islamic Leadership: Kepemimpinan Adaptif dalam Menghadapi Perubahan Ekosistem Pendidikan Islam2026-09-08T12:51:51+07:00Gunarti Ika Pradewigunartiikapradewi@gmail.comSholeh Kurniandiniarsyanawangsadinata@gmail.comMuchammad Iqbal Chailaniiqbalchailani39@gmail.comAbdul Wahab Fahrubabdulwahabfahrub@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td> <p>The rapidly changing, complex, and unpredictable educational ecosystem requires Islamic educational institutions to develop both adaptive capacity and organizational resilience. Adaptation in Islamic education cannot simply be understood as the ability to follow changes, as it must preserve the identity, values, and objectives of Islamic education. Meanwhile, studies on adaptive leadership and Islamic leadership have largely developed separately. This condition indicates the need for a conceptual framework that integrates adaptive capacity with Islamic leadership values. This study employed a qualitative research design. Data were collected through interviews and a literature review and analyzed thematically using the steps proposed by Braun and Clarke. The research results show that adaptive Islamic educational leadership is a values-based leadership approach that enables Islamic educational institutions to diagnose change, innovate, and internalize Islamic values in an effort to achieve educational goals. To effectively exercise leadership, an Islamic educational institution leader must possess skills in data-based environmental scanning, stakeholder engagement, and regulatory and competitive scanning. This Study also discusses the dimensions of adaptive Islamic educational leadership which includes adaptive diagnosis, value-based adaptation, shura-based mobilization, ethical innovation, adaptive learning, uswah-based leadership, and maslahah-oriented transformation.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1788Implementasi Pembelajaran Al-Qur’an Berbasis Literasi Qur’ani melalui Program SKUA dalam Mengembangkan Kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an dan Pemahaman Makna Ayat pada Peserta Didik MTsN 3 Pacitan2026-09-08T12:51:59+07:00Wahidah Rahmawanti Ruhanahannalalama01@gmail.comDona Adi Bayu Saputrafaizabdunnaafi@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td> <p>Qur’anic literacy is not limited to the ability to read and write Qur’anic verses, but also includes understanding their meanings, reflecting on the messages contained in the verses, and implementing them in daily life. In practice, Qur’an learning among students still tends to focus on memorization skills, while the aspect of understanding the meaning of verses has not been optimally integrated. This study aims to describe the implementation of Qur’an learning based on Qur’anic literacy through the Standard Program of Ubudiyah and Akhlakul Karimah Skills (SKUA), students’ Qur’an reading and writing abilities, as well as their ability to read and write the meanings of Qur’anic verses at MTsN 3 Pacitan. This research employed a qualitative approach with a descriptive research design. The research subjects consisted of SKUA program teachers/coaches and four students who had participated in the program. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation. Data analysis was conducted interactively through the stages of data condensation, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source and technique triangulation. The findings of this study are expected to provide an overview of the implementation of Qur’an learning based on Qur’anic literacy through the SKUA Program and its relationship with the development of students’ Qur’an reading and writing skills as well as their understanding of verse meanings. This study is also expected to serve as an alternative for developing Qur’an learning practices that systematically integrate <em>qira’ah</em> (reading), <em>kitabah</em> (writing), <em>tafhim</em> (understanding), and <em>tadabbur</em> (reflection).</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1785Pemanfaatan AI dalam Menunjang cara mengajar Guru di MA Al-Munawaroh Kejajar2026-09-08T12:52:07+07:00Dian Tri Wardanidiantriwarda@gmail.comNisa Alya Rohmah nisaalya234@gmail.comElma Nur Syafaahelmanursyafaah@gmail.comIga Nurmalasariiganurmala16@gmail.comRendi Wahidin rendwhdn@gmail.comAhmad Nasir Khoirulohahmadnasirkh017@gmail.comAhmad Syaifudinbaniassaiif@gmail.comFahrullahgrannurelmurtaqie@gmail.comChairani Astinaastinac@unsiq.co.id<p>Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) memberikan peluang baru dalam mendukung guru dalam mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan AI dalam menunjang kegiatan mengajar guru di MA Al-Munawaroh Kejajar, khususnya dalam konteks madrasah berbasis pondok yang tidak memperkenankan peserta didik membawa telepon genggam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, keterlibatan langsung dalam kegiatan pembelajaran, dan dokumentasi selama pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dimanfaatkan oleh guru terutama pada tahap persiapan pembelajaran, seperti mencari referensi dan alternatif penjelasan materi, menyusun bahan ajar, membuat soal dan LKPD, merancang pertanyaan pemantik, serta mengembangkan ide kegiatan dan media pembelajaran. Hasil yang diperoleh dari AI tidak digunakan secara langsung, tetapi terlebih dahulu diperiksa, dikoreksi, dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik, kurikulum, serta nilai-nilai keislaman yang diterapkan di lingkungan madrasah dan pondok. Pemanfaatan AI juga menunjukkan adanya penguatan peran guru sebagai perancang pembelajaran, pengguna teknologi, validator informasi, penyesuai hasil AI, fasilitator pembelajaran, sekaligus pendidik yang tetap menjalankan fungsi humanis. Meskipun demikian, pemanfaatan AI masih menghadapi beberapa tantangan, antara lain literasi digital guru yang belum merata, keterbatasan waktu dalam memvalidasi hasil AI, serta keterbatasan sarana dan akses internet. Dengan demikian, AI dapat berfungsi sebagai alat bantu yang mendukung profesionalisme guru, tetapi tidak menggantikan peran pedagogis dan humanis guru dalam proses pendidikan</p>2026-09-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1805Integritas Teori Motivasi Hierarki Kebutuhan Maslow ke dalam Mekanik Game RPG Mobile : Sebuah Rancangan dan Evaluasi Keterpakaian2026-09-08T12:52:27+07:00Ridzky Ardiansyah ridz@upi.eduRasimrasim@upi.eduHerbertherbert@upi.edu<p>Remaja kerap mengalami krisis motivasi dan kecenderungan menghindari masalah (avoidance behavior) saat menghadapi tantangan kehidupan. Game edukasi menawarkan medium interaktif yang menjanjikan untuk menyampaikan nilai-nilai motivasi secara menarik dan tidak instruktif. Penelitian ini mengembangkan game Role-Playing Game (RPG) mobile berjudul “Ascend I: The Hierarchy Within” menggunakan metode Game Development Life Cycle (CDLC) Heather Chandler, dengan Teori Motivasi Hierarki Kebutuhan Maslow sebagai kerangka desain mekanik permainan dan narasi. Tiga level hierarki Maslow berupa kebutuhan rasa aman, kebutuhan harga diri, dan kebutuhan aktualisasi diri, dipetakan secara sistematis ke dalam enam fitur inti game: Misi, Level, Peningkatan Kemampuan, Tantangan, Hadiah dan SaveGame. Pengujian fungsional menggunakan Black Box Testing pada 13 skenario uji membuktikan bahwa seluruh fitur game berjalan tanpa kesalahan, sehingga memberikan fondasi teknis yang kuat. Evaluasi keterpakaian dilakukan menggunakan System Usability Scale (SUS) terhadap tujuh responden remaja berusia 10–24 tahun yang memainkan game hingga selesai. Hasil evaluasi menghasilkan skor rata-rata SUS sebesar 61,7, yang termasuk dalam kategori Marginal/OK (Grade D), menunjukkan bahwa game dapat digunakan namun masih memerlukan penyempurnaan, terutama pada antarmuka dan ketiadaan tutorial interaktif di awal permainan yang menyebabkan kurva pembelajaran tinggi bagi pemain pemula. Penelitian ini berkontribusi pada penyediaan model desain game berbasis teori yang konkret dan dapat direplikasi untuk keperluan pendidikan motivasional remaja.</p>2026-09-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1893Pengaruh Model Think Pair Share Berbantuan Padlet terhadap Kompetensi Kewarganegaraan Siswa Sekolah Dasar pada Materi Hak dan Kewajiban Warga Negara 2026-09-17T21:19:53+07:00I Made Adi Jaya Wibawaakilacalista90@gmail.comDewa Bagus Sanjayabagus.sanjaya@undiksha.ac.idI Nengah Suastikanengah.suastika@undiksha.ac.id<p>Rendahnya kompetensi siswa sekolah dasar dalam memahami hak dan kewajiban warga negara menunjukkan perlunya pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif, kerja sama, dan pemahaman konseptual. Penelitian ini bertujuan menguji perbedaan kompetensi kewarganegaraan antara siswa yang mengikuti pembelajaran Think Pair Share (TPS) berbantuan Padlet dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi-eksperimen dan desain Posttest Only Control Group Design. Sampel terdiri atas 64 siswa kelas V yang terbagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing 32 siswa. Data dikumpulkan melalui tes kompetensi kewarganegaraan yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis meliputi statistik deskriptif, uji Shapiro-Wilk, uji Levene, Independent Samples t-test, dan Cohen's d dengan IBM SPSS Statistics 27 pada taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata kelas eksperimen (M = 84,38; SD = 7,24) lebih tinggi daripada kelas kontrol (M = 75,16; SD = 8,11). Uji t menunjukkan perbedaan yang signifikan, t(62) = 4,812; p < 0,001, dengan Cohen's d = 1,20 yang termasuk kategori efek besar. Temuan ini menunjukkan bahwa, dalam konteks sampel dan desain penelitian ini, penerapan TPS berbantuan Padlet berkaitan dengan capaian kompetensi kewarganegaraan yang lebih tinggi dibandingkan pembelajaran konvensional. Integrasi struktur kooperatif TPS dan ruang kolaboratif Padlet berpotensi mendukung pembelajaran Pendidikan Pancasila yang lebih partisipatif dan berpusat pada siswa</p>2026-09-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1937Manajemen Kurikulum dalam Mendukung Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Sekolah Dasar2026-09-20T16:41:38+07:00Sri Sundari 2507010080@students.unis.ac.idSyukur Dharmawan2507010086@students.unis.ac.idRendi Fitriadirendifiteriadi@gmail.comHariyanto2507010149@students.unis.ac.idJhoni Triyanto2507010047@students.unis.ac.id<p>Keberagaman karakteristik peserta didik di sekolah dasar menuntut pengelolaan kurikulum yang mampu mengakomodasi kebutuhan belajar yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana pengorganisasian dan pelaksanaan manajemen kurikulum berkontribusi dalam mendukung pembelajaran berdiferensiasi guna meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan (library research), yaitu mengkaji dan mensintesis dua puluh artikel jurnal ilmiah terindeks nasional yang membahas manajemen kurikulum dan pembelajaran berdiferensiasi pada jenjang sekolah dasar di Indonesia. Data dianalisis melalui teknik analisis isi (content analysis) dengan tahapan reduksi, kategorisasi tema, dan penarikan simpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keempat fungsi manajemen kurikulum, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi, berperan sebagai prasyarat struktural bagi keberhasilan diferensiasi konten, proses, produk, dan lingkungan belajar di kelas. Namun demikian, sebagian besar literatur yang dikaji masih berfokus pada tahap pelaksanaan di kelas dan relatif minim membahas pengorganisasian sumber daya serta evaluasi kurikulum secara sistematis. Kondisi ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara kebijakan kurikulum tingkat sekolah dan praktik diferensiasi di ruang kelas. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan kerangka konseptual integratif yang menghubungkan fungsi manajemen kurikulum dengan dimensi pembelajaran berdiferensiasi, sekaligus merekomendasikan penguatan peran kepala sekolah dalam pengorganisasian dan evaluasi kurikulum sebagai faktor penguat kualitas pembelajaran di sekolah dasar</p>2026-09-29T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1211Implementation Of Moral Education Through The Tadabbur And Tafakkur Methods Of The Qur’an, Surah Al-Baqarah, Verse 177, Among Students At The Bait Qur’any Ciputat Qur’an Memorization Boarding School2026-09-01T20:16:50+07:00Khalifah Khoirkhalifah.khoir28@gmail.comWakib Kurniawanwakib.kurniawan30@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td> <p>This study is motivated by the importance of moral education in shaping the character of Islamic boarding school students (santri), particularly in Qur’anic memorization institutions, where success in memorizing the Qur’an should be accompanied by the implementation of Islamic moral values in daily life. One educational approach that can be applied to strengthen students’ moral character is the method of tadabbur (deep contemplation and understanding of the Qur’anic verses) and tafakkur (reflection upon their meanings and relevance to life). This research focuses on the implementation of moral education through the tadabbur and tafakkur of Surah Al-Baqarah verse 177, a verse that contains comprehensive teachings regarding faith, righteousness, social responsibility, honesty, patience, and commitment to fulfilling promises. The study aims to describe the process of implementing moral education through these methods among students at Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Bait Qur’any Ciputat and to identify the moral values instilled through the learning process. Furthermore, this research seeks to explore how the integration of Qur’anic understanding and reflection contributes to the internalization of moral values and the development of students’ character in the context of Islamic education.</p> <p><em>This research employs a qualitative approach with a field research design to obtain an in-depth understanding of the phenomenon being studied. The participants of this study include the pesantren leader, teachers (ustadz and ustadzah), and students who are directly involved in the implementation of the tadabbur and tafakkur methods. Data are collected through observation, interviews, and documentation, while data analysis is conducted through the processes of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings are expected to provide a comprehensive description of how moral education is implemented through the contemplation and reflection of Surah Al-Baqarah verse 177 and to reveal its impact on the formation of students’ moral behavior. In addition, this study is expected to contribute to the development of Qur’an-based moral education models that integrate memorization, understanding, reflection, and practical application of Islamic values, thereby serving as a valuable reference for Islamic educational institutions seeking to strengthen character education through meaningful engagement with the Qur’an</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-08T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1509Beyond Automation: Artificial Intelligence and the Future of Islamic Education in Higher Education2026-09-23T13:13:51+07:00Muhammad Hazmi Firdaus firdaushazmi27@gmail.com<p>The rapid diffusion of artificial intelligence (AI) into higher education has begun to reshape how knowledge is transmitted, assessed, and authenticated, and Islamic higher education institutions are no exception. This article presents a conceptual review examining how AI is reconfiguring Islamic higher education and what this transformation means for the classical Islamic distinction between ta'lim (instruction or knowledge transfer) and ta'dib (ethical and spiritual formation). Drawing on a structured review of 24 recent studies concerning AI adoption in Islamic studies, Qur'anic learning, and religious question-answering systems, identified through a systematic search of Scopus, Google Scholar, and DOAJ, the review synthesizes three interrelated themes: the pedagogical opportunities AI affords, the epistemic and ethical risks it introduces, and the frameworks Muslim scholars have proposed to govern its use. The analysis argues that AI's value for Islamic higher education lies not in automating religious authority but in augmenting the human relationships, spiritual mentorship, and chains of transmission (isnad) that have historically anchored Islamic knowledge. The article concludes with a proposed orientation, described here as "beyond automation," in which AI is positioned as a supporting instrument governed by Maqasid al-Shari'ah (the higher objectives of Islamic law) rather than a substitute for the teacher-student relationship, and offers recommendations for curriculum designers, policymakers, and institutional leaders in Islamic higher education</p>2026-09-29T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1964Epistemological Problems in Islamic Studies: An Analysis of Paradigms, Methodologies, and Academic Bias2026-09-22T21:30:37+07:00Farhi Asnafarkhiasna03@gmail.comAchid Turmudzirimaalfiana64@gmail.comHamiyya Wildan Zahacakwildan22@gmail.com<p>Islamic Studies has evolved from textual and normative inquiries into a multidimensional field engaging with philosophy, social sciences, and the humanities. However, this expansion generates fundamental epistemological questions regarding the validity of knowledge, methodological choices, and the presence of academic bias. This study aims to critically analyze the epistemological problems in Islamic Studies by examining the relationship between paradigmatic plurality, methodological orientations, and researcher positionality. This study employed a qualitative literature-based research design with a critical-interpretive approach. Data analysis was conducted through three interconnected stages: identifying epistemological assumptions, comparing various approaches (normative, historical-critical, social-scientific, and integrative), and critically interpreting the interactions among paradigms, methodology, and researcher positionality. The findings indicate that the epistemological dynamics of Islamic Studies are influenced by tensions between normative-deductive and historical-empirical approaches. Epistemological problems emerge when a single paradigm is treated as absolute and applied without a critical understanding of its analytical boundaries. Furthermore, limited mastery of social science methodologies, alongside the uncritical adoption of either Western analytical frameworks or traditional Islamic scholarly views, can lead to academic bias and apologetic orientations. The study concludes that resolving epistemological issues in Islamic Studies does not require establishing a single universal paradigm, but rather cultivating a reflexive and integrative research culture based on three principles: paradigmatic awareness, methodological reflexivity, and critical recognition of researcher positionality</p>2026-09-29T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1968Sadd al-dharīʿah and Capital Punishment for Corruption in Indonesia: Reconstructing the ‘Certain Circumstances’ Clause after the 2026 Penal Adjustment2026-09-22T21:34:43+07:00Yusuf Arifaiarifaiyusuf108@gmail.comAgus Setiawanaguswawan2016@gmail.comAbdillah Nawawiabdillahnawawitremas@gmail.com<p>This article examines the legal limits of capital punishment for corruption in Indonesia after the 2023 Criminal Code took effect and Law No. 1 of 2026 adjusted the sentencing regime. It also asks under what conditions <em>sadd al-dharī</em><em>ʿah</em> can support that punishment. Using doctrinal legal research, the study interprets Indonesian legislation and judicial guidance alongside classical Islamic legal theory and selected secondary scholarship. It finds that capital punishment remains an exceptional and discretionary possibility, subject to a qualifying offense and statutory “certain circumstances,” individualized sentencing criteria, and the ten-year probationary regime. <em>Sadd al-dharī</em><em>ʿah</em> does not independently justify the most severe sanction: its preventive rationale requires a credible connection between means and ends, consideration of foreseeable consequences, and comparison with less harmful alternatives. The article develops a six-stage preventive-proportionality test addressing legality, causal proximity, severity and probability of harm, individualized culpability, necessity, and procedural safeguards. This framework offers a structured way to assess whether an irreversible sentence can be justified in an eligible case; it does not claim to establish that capital punishment deters corruption</p>2026-09-29T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1977The Role Of The Kiai In Qolbu Management For Internalizing Islamic Religious Education Values Among Santri Undergoing Mental Rehabilitation At Al-Baroah Islamic Boarding School, Muaro Jambi2026-09-22T21:38:05+07:00Mursilanyimas.mursila@gmail.com<p>This study examines the role of the Kiai in Qolbu Management for internalizing Islamic Religious Education (PAI) values among santri undergoing mental rehabilitation at Al-Baroah Islamic Boarding School, Muaro Jambi. Using a qualitative instrumental case-study design, data were gathered via participant observation, semi-structured in-depth interviews, and institutional documentation, then analyzed through interactive data analysis with source and method triangulation. The findings reveal an integrative guidance pattern conceptualized analytically in this study as “Integrative Active Spiritual Therapy”—an educational construct combining physical riyadhoh and productive work, structured worship habituation, specific spiritual practices, personal-dialogic guidance, and Qur’anic religious support. These practices foster the internalization of aqidah, worship, and akhlaq values through modeling, habituation, concrete experience, dialogue, and environmental structuring. Informants reported observable improvements in emotional regulation, worship discipline, social interaction, and spiritual awareness. While sustained by a quiet environment and institutional experience, the program faced constraints such as fluctuating emotional states, limited operational funding, and damaged facilities, which were adaptively mitigated through structured daytime routines, gardening, sports, and hadrah. Crucially, these findings reflect religious-educational and spiritual guidance and should not be construed as clinical therapy or a replacement for professional mental-health care</p>2026-09-29T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1841Al-Qur'an dan Metode Tarjih dalam Penetapan Hukum Islam: Dialektika Kemapanan dan Realitas Profan2026-09-11T07:48:12+07:00Aziz Muzayinzayinaziz@gmail.comAndri Sungkowoandrisungkowo@gmail.comMuhammad Hariyadim.haryadi@ptiq.ac.id<p>Artikel ini mengkaji metode tarjih dalam penetapan hukum Islam dengan menempatkan kemapanan hukum dan realitas profan sebagai dua kutub yang berhubungan secara dialektis. Menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan yang bersifat kualitatif-analitis, kajian ini menelusuri konstruksi metodologis tarjih mulai dari kriteria klasik yang berpusat pada analisis internal dalil (sanad, matan, dan dilalah) hingga perluasannya pada era kontemporer yang memasukkan pertimbangan maqasid al-syari'ah, maslahah, dan fiqh al-waqi', termasuk kedudukan Al-Qur'an sebagai sumber dalil tertinggi dalam proses tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses tarjih, baik yang dilakukan secara individual oleh mujtahid maupun secara kelembagaan melalui lembaga fatwa seperti Majelis Tarjih Muhammadiyah, Lembaga Bahtsul Masail NU, dan Dewan Syariah Nasional MUI, berkontribusi pada terbentuknya kemapanan hukum Islam melalui mekanisme reproduksi otoritas. Namun, kemapanan tersebut senantiasa berhadapan dengan tantangan realitas profan yang dinamis, sehingga menuntut kerangka tarjih yang reflektif dengan kejelasan meta-kriteria, transparansi argumentatif, dan akuntabilitas kelembagaan. Kajian ini menyimpulkan bahwa persoalan mendasar dalam tarjih bukan semata memilih antara kemapanan dan perubahan, melainkan merumuskan mekanisme yang mampu menjaga kontinuitas otoritatif tradisi hukum Islam sekaligus merespons dinamika realitas kehidupan tanpa jatuh pada stagnasi otoritarian maupun relativisme metodologis.</p>2026-09-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2006Attitude Patterns And Ideological Stance In Presidential Discourse: An Appraisal Analysis Of President Prabowo Subianto’s National Cooperative Day Address2026-09-24T05:41:46+07:00M. Asril Marpaungm.asrilmarpaung@staini.ac.idFuziernisa Fahmi m.asrilmarpaung@staini.ac.id<table> <tbody> <tr> <td> <p>This study aims to identify the distribution of Attitude resources and examine how evaluative language constructs ideological stance and leadership ethos in President Prabowo Subianto’s address at the 79th National Cooperative Day in 2026. The study employs a descriptive-qualitative, corpus-based discourse analysis grounded in Systemic Functional Linguistics (SFL) and Martin and White’s (2005) Appraisal framework, focusing on the Attitude subsystem of Affect, Judgement, and Appreciation. The corpus comprises the complete official presidential address, which was cross-checked against an official secondary transcript and audiovisual recording. The transcript was systematically segmented into 680 Hallidayan ranking clauses and coded according to Attitude domain, sub-category, polarity, and mode of realization. The analysis identified 457 evaluative clauses (67.2%), comprising Judgement (54.3%, n = 248), Appreciation (32.2%, n = 147), and Affect (13.6%, n = 62). Within Judgement, Social Sanction: Propriety was the most frequent resource (n = 135), followed by Social Esteem: Tenacity (n = 55) and Capacity (n = 53). Appreciation was predominantly realized through Valuation (n = 133). Positive evaluations accounted for 73.3% (n = 335), compared with 26.7% (n = 122) for negative evaluations, while inscribed realizations constituted 91.0% (n = 416) and invoked realizations 9.0% (n = 41). The findings indicate that evaluative resources are primarily used to construct ethical legitimacy, articulate an anti-corruption stance, and position cooperatives as instruments of economic democracy and public welfare. The study contributes empirical evidence on contemporary Indonesian presidential discourse and demonstrates the applicability of Appraisal theory to the analysis of ideological and interpersonal meaning in political rhetoric.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-10-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1888Pengaruh Model Pembelajaran tipe Kooperatif Think-Pair-Share terhadap Keaktifan dan Partisipasi Siswa pada Pelajaran PKn DiKelas V SDN 3 Masbagik Utara2026-09-15T21:02:24+07:00Nia Bidayati Sholehahniabidayatis@gmail.comYuniar Lestarini yuniarlestarini@hamzanwadi.ac.idMuhammad Husnimhd_husni@hamzanwadi.ac.idRohinirohini.rohini@hamzanwadi.ac.id<p>Keterlibatan dan partisipasi siswa merupakan prasyarat keberhasilan pembelajaran PKn, namun pembelajaran yang didominasi metode ceramah di kelas V SDN 3 Masbagik Utara membuat kedua aspek tersebut belum berkembang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran kooperatif Think-Pair-Share terhadap keterlibatan dan partisipasi siswa dalam pembelajaran PKn. Metode yang digunakan adalah kuantitatif quasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design, yang diterapkan pada 45 siswa kelas V, terdiri atas 23 siswa kelompok eksperimen dan 22 siswa kelompok kontrol yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket, lembar observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan Independent Sample T-Test dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor posttest keterlibatan kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, dengan signifikansi 0,000, sementara skor posttest partisipasi kelompok eksperimen juga lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, dengan signifikansi 0,003. Model Think-Pair-Share memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keterlibatan dan partisipasi siswa secara simultan, sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran PKn di sekolah dasar.</p> <p>This is an open-access article under the CC–BY-SA license. </p> <p> </p>2026-10-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1872Model Pengelolaan Mangrove Terintegrasi Berbasis Sistem informasi Geografis (SIG) untuk Mitigasi Bencana Pesisir Abrasi di Provinsi Sulawesi Barat2026-09-22T21:05:59+07:00Binayantibinayanti6@gmail.comFemiliani Novita Sari binayanti6@gmail.comKamaruddin binayanti6@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td> <p>The objectives of this study are as follows: To analyze the condition of mangrove ecosystems in the coastal areas of West Sulawesi. To identify the role of mangroves in coastal disaster mitigation and environmental resilience enhancement. To develop a GIS-based mangrove management zoning model. The method used a geographic information system to map conservation zones, rehabilitation zones, utilization zones, and buffer zones in four districts in West Sulawesi Province. The results of the study showed that the mangrove ecosystems on the coast of West Sulawesi were generally in the vulnerable to degraded category. This is reflected in the large area of buffer zones and rehabilitation zones compared to the relatively small conservation zones in each district, which only range from 25.31 to 378.23 hectares. West Sulawesi Province is an area with a high level of disaster vulnerability, characterized by a high risk of coastal abrasion, tidal flooding, and tsunamis. The existence of mangrove ecosystems has been proven to play an important role in reducing the impact of disasters through their physical, ecological, and hydrological functions. The condition of mangroves in several districts in West Sulawesi shows varying levels of damage and utilization. Geographic Information System (GIS)-based zoning divides the area into four categories: conservation, rehabilitation, buffer, and utilization. Polman is relatively better because its conservation area is quite extensive, Majene is the most vulnerable due to its very narrow area, while Mamuju and Central Mamuju are vulnerable to degradation. </p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-10-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2060Guru Agama sebagai Teladan Inklusivitas Toleransi Antarumat Beragama Berbasis Asta Cita Indonesia2026-10-03T15:34:41+07:00Carissa Junietta Limancarissa.705230209@stu.untar.ac.idRaja Oloan Tumanggorrajat@fpsi.untar.ac.idCindy Tancindy.705230126@stu.untar.ac.idBlessynki Barbara Tiara Simamora blessynki.705230147@stu.untar.ac.idDominique Mysie Tarorehdominique.705230144@stu.untar.ac.id<p>Keberagaman agama di Indonesia menuntut sekolah menjadi ruang yang menumbuhkan toleransi, dan guru agama berada pada posisi strategis sebagai figur teladan bagi siswa. Namun, penelitian tentang keteladanan guru agama umumnya masih berfokus pada konteks sekolah dengan siswa berlatar agama tunggal, sehingga peran guru di sekolah multiagama dan kaitannya dengan kerangka kebijakan nasional belum banyak dikaji<strong>.</strong> Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis peran guru agama sebagai teladan inklusivitas dalam penguatan toleransi antarumat beragama di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng berdasarkan poin kedelapan Asta Cita Indonesia. Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan wawancara semi-terstruktur secara daring terhadap tiga guru agama (Buddha, Katolik, dan Kristen Protestan) yang dipilih melalui<strong> <em>purposive sampling</em></strong>, kemudian dianalisis dengan analisis tematik Braun dan Clarke (2006) berbantuan NVivo<strong>.</strong> Hasil analisis menghasilkan 12 kode yang dikelompokkan menjadi<strong> </strong>empat tema: inklusivitas dimaknai sebagai penerimaan dan penghormatan terhadap keberagaman; guru menjadi teladan melalui konsistensi perilaku dan keluasan wawasan; toleransi didukung lingkungan sekolah dan diwujudkan melalui praktik lintas agama; serta tantangan dalam menumbuhkan toleransi yang sebagian besar berasal dari luar kelas. Para guru belum mengenal Asta Cita sebagai kerangka kebijakan, meskipun nilai toleransinya tercermin dalam praktik sekolah. Temuan ini memberikan gambaran empiris tentang bagaimana keteladanan guru berperan dalam konteks sekolah multiagama, sekaligus menjadi masukan bagi sekolah dan pembuat kebijakan dalam merancang penguatan toleransi berbasis Asta Cita.<strong> </strong>Temuan ini bersumber dari persepsi tiga guru sehingga perlu dilengkapi data dari siswa dan observasi.</p>2026-10-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1876The Role Of The Family Learning Center (Puspaga) in Preventing Child Marriage (Case Study at The Community Empowerment, Women and Child Protection Office in Jambi City)2026-09-15T12:57:59+07:00Mirna Novita Amirazzamalghifary2010@gmail.comAbdul Halim ah394574@gmail.comHusin Bafadhal husinbafadhal@uinjambi.ac.id<table> <tbody> <tr> <td> <p>This study analyzes the role of the Family Learning Center (PUSPAGA) in preventing child marriage in Jambi City, identifies the main challenges in its implementation, and examines the efforts undertaken to strengthen its services. This study employed a qualitative descriptive approach using a case study design at the Jambi City Community Empowerment, Women and Child Protection Office (DPMPPA). Data were collected through interviews, observations, and documentation involving PUSPAGA managers, family counselors, and service recipients. The findings indicate that PUSPAGA performs three principal roles: preventive-promotive, curative-mediative, and coordinating-referral. These roles are generally aligned with the mandate of Ministerial Regulation of Women’s Empowerment and Child Protection No. 6 of 2023. However, their implementation remains constrained by limited service coverage, insufficient professional personnel, low public awareness, inadequate facilities and budgetary support, and suboptimal cross-sector coordination. The study also identifies several institutional responses, including expanding services to the sub-district level, developing online consultation services, strengthening public education, improving professional capacity, and enhancing coordination with relevant institutions. The findings suggest that PUSPAGA has an important institutional role in addressing the risk of child marriage, but its preventive function requires stronger service accessibility, institutional capacity, professional resources, and intersectoral collaboration. Strengthening these dimensions is essential to support more comprehensive and sustainable child marriage prevention in Jambi City.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-10-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1913Management Of The Implementation Of Differentiated Learning By The Principal At Sd Negeri 004 Nongsa Batam City2026-09-19T22:55:15+07:00Rizzanansorrizzan@gmail.comImam Subekti subekti240@gmail.comRia Kurniawaty riakurniawaty99@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td> <p>Differentiated learning is an approach that responds to the diversity of learners' readiness, interests, and learning profiles, but its implementation at the elementary school level still faces challenges related to consistency. This study aims to analyze the management of the implementation of differentiated learning by school principals at SD Negeri 004 Nongsa Batam City. The research uses a qualitative approach with a case study design. Participants consisted of nine purposively selected informants, including school principals, curriculum coordinators, elementary and high grade teachers, operators or administrative staff, and representatives of school committees or parents. Data were collected through limited non-participant observations, semi-structured interviews, and documentation studies. Data analysis was carried out interactively through data condensation, data presentation, and conclusion verification using NVivo. The credibility of the findings was maintained through triangulation of sources and techniques, as well as member checks to informants. The results of the study show that the management of the implementation of differentiated learning runs through six interrelated dimensions, namely internal policies, academic coaching, coordination, supervision, resource utilization, and strengthening school relationships. However, implementation faces operational challenges such as large number of students, limited teachers' time, and diverse parental understanding. The conclusion of this study is that the management of the implementation of differentiated learning requires strong instructional leadership and systematic school management in order to become a sustainable academic culture in all elementary school learning groups.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-10-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1839The tradition of welcoming students as a medium for the internalization of religious values at SMA 1 Selomerto2026-09-19T22:55:30+07:00Robingun Suyud El-Syamrobyelsyam@unsiq.ac.idAmelia SalsabilaAmeliasalsabila102@gmail.comSiti Qomariyyahtiparan@icloud.comDevi Rahmawatidevirahmawatiawati.ngb@gmail.comMisbahudinpantokaliwiro@gmail.comEri Sofiyahsofiyah@gmail.comFiki Abidatul Laili Kamilatussarifahkamilatussyarifah0304@gmail.comMuhammad Khairy Abdullah Dzaky8dzakyalkhairy8@gmail.comAlyah Khusumawatialiahkusumawati@gmail.com<p>The internalization of religious values within the school environment is a crucial aspect of shaping students' character, particularly amidst educational challenges that demand not only academic achievement but also moral and spiritual strengthening. This study aims to analyze the process of internalizing religious values through the morning student-welcoming tradition at SMAN 1 Selomerto, as well as to identify the specific religious values instilled and their impact on student character. A qualitative field research approach was employed, with data collected through observation, interviews, and documentation involving the principal, teachers, and students. Data analysis proceeded through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the morning welcoming tradition serves not merely as a prelude to classroom instruction but has evolved into a means of habituation and internalizing religious values within school life. Interactions involving greetings, smiles, handshakes, and the practice of polite behavior serve as vehicles for fostering courtesy, discipline, care, respect for teachers, and positive attitudes toward others. Consistent practice creates a school atmosphere that is more religious, humanistic, and conducive to character development. The study underscores that simple practices when performed routinely and consistently can be effective strategies for internalizing religious values, provided they are supported by teacher role-modeling, school culture, and the involvement of the entire school community. These findings suggest that student-welcoming traditions can be further developed as a component of strengthening character education and religious culture in secondary schools</p>2026-10-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1906Paradoks Pendidikan Pesantren: Analisis Rendahnya Minat Santri Dalam Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi2026-09-22T14:18:20+07:00Azlina Nur Febrianti azlinanurfebrianti74@gmail.comAbd Hadi Rohmani alfana45@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi santri serta faktor determinan di balik rendahnya minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kareteng Bululanjang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data dihimpun melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tipologi pandangan santri terhadap pendidikan tinggi: menganggap perguruan tinggi penting untuk memperluas wawasan dakwah modern, memprioritaskan pengabdian (<em>khidmah</em>) dan kelanjutan tradisi pesantren, serta memilih orientasi kerja demi menopang ekonomi keluarga. Rendahnya minat santri dipengaruhi oleh lima faktor utama: keterbatasan ekonomi, dorongan bekerja dini, lemahnya dukungan orang tua, rendahnya efikasi diri akademik (<em>self-efficacy</em>), serta kewajiban pengabdian dan budaya kepatuhan di pesantren. Temuan ini menegaskan bahwa keengganan melanjutkan studi bukan sekadar preferensi individu, melainkan manifestasi benturan struktural, sosial-ekonomi, dan hegemoni kultural pesantren. Diperlukan sinergi antara pesantren, keluarga, dan penyedia beasiswa untuk menghadirkan bimbingan karier, literasi beasiswa, serta skema pengabdian yang lebih fleksibel</p>2026-10-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2047Pengaruh Penggunaan Media Canva terhadap Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPAS Kelas III SD Negeri 2 Loyok2026-09-28T08:21:30+07:00Lalu Hadi Wigunahadilalu1233@gmail.comMuchamad Triyantotriyantomuhamad924@gmail.comYuniar Lestarini yuniar04@hamzanwadi.ac.idMuhammad Syahruddin Aminmuhammadsyahruddinamin@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Canva terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPAS kelas III SD Negeri 2 Loyok. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain One Group Pretest–Posttest Design. Populasi sekaligus sampel adalah seluruh siswa kelas III SD Negeri 2 Loyok yang berjumlah 32 siswa dengan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui tes dan observasi. Instrumen tes berupa soal pilihan ganda digunakan untuk mengukur hasil belajar melalui pretest dan posttest, sedangkan observasi digunakan sebagai data pendukung. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test karena data pretest dan posttest tidak berdistribusi normal. Rata-rata hasil belajar meningkat dari 61,25 pada pretest menjadi 74,06 pada posttest, dengan peningkatan 12,81 poin. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan Z = −3,084 dan Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,002 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan media Canva. Karena desain penelitian tidak menggunakan kelompok kontrol, temuan ditafsirkan sebagai perubahan hasil belajar yang signifikan setelah perlakuan, bukan sebagai bukti bahwa Canva merupakan satu-satunya faktor penyebab perubahan.</p>2026-10-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1856Analisis Implementasi Pendekatan Deep Learning dalam Pembelajaran PKn di SD Islam Waringin2026-09-11T19:53:01+07:00Siti Mukminahsitimukminah463@gmail.comYuniar Lestariniyuniar04@hamzanwadi.ac.idYul Alfian Hadialfianhadi@hamzanwadi.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pendekatan <em>deep learning</em> dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya, serta menganalisis dampaknya terhadap kemampuan berpikir kritis siswa di SD Islam Waringin, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Kebaruan penelitian ini terletak pada kajian <em>deep learning</em> sebagai pendekatan pedagogis (bukan kecerdasan buatan) pada pembelajaran PKn di sekolah dasar berbasis Islam yang memiliki keterbatasan fasilitas, konteks yang belum banyak diungkap penelitian terdahulu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan satu kepala sekolah, satu guru PKn, dan lima siswa kelas V yang dipilih secara purposive, dengan pengambilan data sekitar tiga minggu. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, dianalisis dengan model interaktif (reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan), dan diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil menunjukkan bahwa guru menerapkan tiga dimensi <em>deep learning</em>, yaitu <em>mindful</em>, <em>meaningful</em>, dan <em>joyful learning</em>, melalui diskusi kelompok, bermain peran, <em>project-based learning</em>, dan pembelajaran kontekstual yang dipadukan dengan pembiasaan nilai keislaman seperti amanah dan keadilan. Implementasi didukung kebijakan kepala sekolah, pelatihan guru, dan antusiasme siswa, tetapi terhambat keterbatasan buku, media, dan dana sekolah. Dampaknya tampak pada enam indikator berpikir kritis: keberanian bertanya, keaktifan berdiskusi, kemampuan memberi alasan, keterkaitan materi dengan kehidupan nyata, kepercayaan diri, dan keterbukaan menyampaikan pendapat, meskipun sebagian siswa masih merasa malu. Temuan ini menjadi rujukan praktis bagi guru PKn di sekolah dasar berbasis Islam dalam menerapkan <em>deep learning</em> di tengah keterbatasan fasilitas</p>2026-10-11T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2002The Effect of the Use of AI Chatbots on the Ability to Write Anecdotal Texts for Class X Students of SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan for the 2025/2026 Academic Year2026-09-24T10:51:27+07:00Giska Antikagiskaantika03@gmail.comMhd. Ismanmhd.isman@umsu.ac.id<p>The development of artificial intelligence (AI) technology provides new opportunities in language learning, particularly in improving students’ writing skills. This study aims to examine the effect of using AI Chatbots on the ability of grade X students at SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan to write anecdotal texts during the 2025/2026 academic year. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental method using a Pretest–Posttest Control Group Design. The population consisted of 750 grade X students, with 30 students from class X-1 TJTL selected as the experimental group and 25 students from class X-3 TJTL as the control group. The research instrument was an essay test measuring students’ anecdotal text writing ability. Data were analyzed using descriptive statistics, normality and homogeneity tests, followed by an Independent Samples t-Test to examine differences between groups. The results showed that the experimental group improved from a mean pretest score of 48.33 to 67.29 in the posttest, representing an increase of 18.96 points, while the control group increased from 42.75 to 60.00, representing an increase of 17.25 points. The statistical analysis indicated a significant difference between the two groups (p = 0.022 < 0.05), indicating that the use of AI Chatbots had a significant effect on students’ anecdotal text writing ability. The effect size analysis showed that the intervention produced a [small/moderate/large] practical effect (Cohen’s d = [value]), demonstrating the contribution of AI Chatbots in supporting students’ writing development</p>2026-10-11T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1967Pendidikan Agama Islam dan Pengembangan Moral Reasoning Mahasiswa di Perguruan Tinggi: A Systematic Literature Review2026-09-22T09:43:37+07:00Naura Nisrina Nitanauranisrinanita13@gmail.comAhmad Munjiahmadmunji86@gmail.comFaizudinfaizudin.cilegon92@gmail.comNadrotul Uyunnadhrotuluyun@gmail.comHumaedihumaedi550@gmail.com<p>University Islamic Religious Education (IRE/PAI) research commonly assesses character, religious morality, and academic integrity rather than the reasoning process underlying moral decisions. This review maps 20 empirical studies, distinguishes direct measurement from related proxy outcomes, and identifies relevant pedagogical mechanisms. The source manuscript reports searches of GARUDA, publisher/journal websites, and title/DOI records up to 10 September 2026. Twenty studies were retained from 47 candidate records. The corpus comprises 11 qualitative, six quantitative, two development, and one mixed-method quasi-experimental study. Only one study clearly reports a dilemma-based moral-reasoning test; two others explicitly address moral reasoning but do not document equivalent direct measurement. Four themes concern moral-value knowledge, dialogic contextual learning, the knowing–action gap, and institutional context. A proposed PAI–Moral Reasoning Cycle links normative principles, ethical dilemmas, dialogue, moral justification, reflection, and action through feedback. As study-level critical-appraisal records are unavailable in the provided material, the conclusions describe patterns of evidence rather than a pooled or established causal effect.</p>2026-10-12T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2080Problem Based Learning Berbasis Etnomatematika untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematis Segi Empat Kelas IV SD 2026-10-08T20:19:36+07:00Adelia Eko Putri Wardaniadelia200901@gmail.comWahid Ibnu Zamanwahidibnu@unpkediri.ac.idSihmardi Bekti Kristiati mbksih@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td> <p>Students' conceptual understanding of quadrilaterals in primary school remains low because instruction tends to be abstract and is rarely connected to local cultural contexts. This study aimed to describe the implementation of ethnomathematics-based Problem Based Learning (PBL) that uses the Simpang Lima Gumul (SLG) landmark in Kediri Regency as a learning context, and to examine the improvement in fourth-grade students' mathematical conceptual understanding of quadrilaterals. This classroom action research followed the Arikunto model and was conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection. The subjects were 31 fourth-grade students of SDN Banyakan 1 in the 2026/2027 academic year. Data were collected through a conceptual understanding test, observation sheets, and documentation, and were analyzed using quantitative and qualitative descriptive techniques. The mean score increased from 60.94 in the pre-cycle to 73.16 in Cycle I and 80.97 in Cycle II, while classical mastery rose from 12.90% to 54.84% and 83.87%, exceeding the 80% success indicator. The gain in Cycle II was achieved after the ethnomathematics-based PBL was reinforced with concrete media and manipulative activities. The novelty of this study lies in using SLG as an ethnomathematical context within PBL that focuses on conceptual understanding of quadrilaterals in grade IV through reflection-based improvement cycles. The study offers primary school teachers an alternative design for contextual geometry instruction and enriches research on integrating PBL and ethnomathematics in primary school geometry.</p> <p> </p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-10-12T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1960Pengembangan Media Pembelajaran Kartu Domino Berbantuan Blooket pada Materi Singkatan dan Akronim untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa2026-09-21T16:51:21+07:00Muhamad Abdul Faqihmabdlfqh@gmail.comYuyun Elizabeth Patrasyuyunpatras64@gmail.comDita Destianadita.destiana@unpak.ac.id<table> <tbody> <tr> <td> <p>This study aims to develop Blooket-assisted domino card learning media for abbreviations and acronyms and to examine its feasibility, practicality, and effectiveness in improving the learning outcomes of fifth-grade elementary school students. Previous studies have examined domino cards and Blooket as learning media in separate contexts; however, the integration of concrete domino cards with Blooket for teaching abbreviations and acronyms to fifth-grade elementary school students has not been specifically developed and evaluated in a single learning product. The study employed a <em>Research and Development</em> method using the ADDIE model. Data were collected through observation, interviews, expert validation, response questionnaires, and learning outcome tests. The validation process involved one media expert, two subject matter experts, and one language expert. The small-scale trial involved four students, while the large-scale implementation involved 45 students and one fifth-grade teacher at SDN Cihideung Ilir 03. The expert validation results obtained an average score of 92.5%, which was categorized as highly feasible. The teacher response reached 94.71%, while the student response in the large-scale trial reached 90%. The mean pretest score in the large scale increased from 42.56 to 80.22 in the posttest. The N-Gain score was 0.640, which was categorized as moderate. The Shapiro-Wilk test showed that the pretest data were normally distributed (p = 0.288), whereas the posttest data were not normally distributed (p = 0.001); therefore, the difference between the two scores was analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The Wilcoxon Signed Rank Test resulted in a significance value of 0.000 < 0.05. These results indicate that the Blooket-assisted domino card learning media is feasible, practical, and effective for supporting the learning of abbreviations and acronyms.</p> <p> </p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-10-12T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2110Institutionalizing the Silver Nisab: Translating Fiqh Norms into Zakat Governance in South Sulawesi 2026-10-08T18:12:19+07:00Rizal Mananurizalmananu@unismuh.ac.idMarsya Eka Putrimarsyaekaputri001@gmail.comNur Fadillah 3fadillahnr42@gmail.comAndi Nur Adhaandinuradha275@gmail.comNurnilawatinurnilawatiila03@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td> <p>The widening disparity between gold and silver values complicates the operationalization of nisab because the benchmark chosen not only determines the threshold of zakat liability but also affects institutional consistency and the scope of muzakki. Despite the rapid development of zakat studies, empirical evidence on how fiqh-based nisab norms are translated into institutional practice remains limited. This study examines the implementation of the silver nisab at BAZNAS South Sulawesi Province through qualitative field research integrating semi-structured interviews, observation, institutional document analysis, and a theological-normative approach. Credibility was strengthened through source and technique triangulation. The findings show that, during the study period, BAZNAS South Sulawesi adopted a 595-gram silver nisab under BAZNAS Chairman Decree No. 36/2020 through a hierarchical implementation process. However, formal adoption did not produce full institutional alignment: public information still displayed a different benchmark, operational differences remained around haul, payment timing, and the calculation base, and wider implementation was constrained by uneven dissemination, legacy benchmarks, limited digital communication, low zakat literacy, and underused local collection networks. The study conceptualizes nisab as an institutionally translated normative threshold and highlights the need to harmonize regulation, procedures, information systems, and amil capacity.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-10-12T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner