https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/issue/feed Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner 2026-11-02T16:18:56+07:00 Dr. Husna Nashihin, M.Pd.I. info@amorfati.id Open Journal Systems <p><strong>Published Quarterly in Every Month of the Year • WhatsApp 0895-2795-5000 for Further Assistance • IG:@postaxial_amorfati • FB:Post Axial • Payment Method BSI 7370977482 an. ATANG GUNAWAN</strong></p> <p>Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220912182198052">ISSN 2962-9187</a> <a href="https://doi.org/10.59944/jipsi">DOI 10.59944</a> with SK ISSN <a href="https://drive.google.com/file/d/1yxJWFOqKHA2HlsUZ_mVOfdX8MwKUPx3Y/view?usp=sharing">BRIN Decree Letter</a> with <a href="https://drive.google.com/file/d/1heZheZLiwgZe963mbeLJUXvFMwp6N0Cu/view?usp=sharing"><strong>SINTA 4 Accredited</strong> </a> <strong><a href="https://drive.google.com/file/d/13eND_iOXheYSUQrPagYj_6D9Zkz3WN7V/view?usp=sharing">Certificate</a> is</strong> a <strong>international journal</strong> published four times a year published by <a href="https://amaayo.org/">Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta</a>. This journal is published four times a year in<strong> February</strong>,<strong> May</strong>, <strong>August</strong> and <strong>November</strong>.</p> <p>Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner is an international journal with an <a href="https://drive.google.com/file/d/1_5BnR76CZulRqPrRCdBp4Iv1O8WYmBfR/view?usp=sharing">Interdisciplinary Scope</a>. The journal's scope includes Interdisciplinary <strong>Science and Education</strong>, <strong>Islamic Education and Science</strong>, <strong>Integration of Science and Islam</strong>, <strong>Islamic Thought and Philosophy</strong>, <strong>Integration of Social Sciences</strong>, <strong>Humanities, and Islamic Studies</strong>, <strong>Islamic Economics and Business Studies</strong>, and <strong>Islamic Ethics in Science and Technology</strong>.</p> https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1979 Penerapan Model Think-Pair-Share untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Kelas V 2026-09-27T13:26:14+07:00 Aprilia Dwi Handayani apriliadwi@unpkediri.ac.id Prisna Galuh Ardhia Pramesti pramesthisna@gmail.com Winarsih winabrisam@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar murid pada materi mengidentifikasi kata berimbuhan awalan <em>me-</em> melalui penerapan model Think-Pair-Share (TPS) di kelas V SDN Bandar Kidul 3. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi. Penelitian dilaksanakan selama dua minggu dalam empat hari dan terdiri atas dua siklus, dengan dua pertemuan pada setiap siklus. Subjek penelitian berjumlah 26 murid kelas V. Data diperoleh melalui observasi aktivitas guru, observasi keaktifan murid, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keaktifan dan hasil belajar murid setelah penerapan TPS. Keaktifan murid meningkat dari 55% pada pra-siklus menjadi 70% pada Siklus I dan 87,5% pada Siklus II, sedangkan rata-rata hasil belajar meningkat dari 67,69 menjadi 78,85 dan 90,38. Peningkatan juga terlihat pada ketuntasan belajar, yaitu dari 8 murid pada pra-siklus menjadi 14 murid pada Siklus I dan 22 murid pada Siklus II. Aktivitas guru turut meningkat dari 62,5% pada pra-siklus menjadi 75% pada Siklus I dan 90% pada Siklus II. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penerapan model Think-Pair-Share dapat meningkatkan keaktifan sekaligus mendukung peningkatan hasil belajar murid pada materi kata berimbuhan awalan <em>me-</em>.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-26T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1582 Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Pembelajaran Matematika Siswa Kelas V SDN 110 Krui Pesisir Barat 2026-08-17T16:37:18+07:00 Tiara Efrina tiaraefrina17@gmail.com Prof. Dr. H. Chairul Anwar, M. Pd chairul.anwar@radenintan.ac.id Dr. Muhammad Muchsin Afriyadi, M. Pd muchsinafriyadi@radenintan.ac.id <table> <tbody> <tr> <td> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kompetensi pedagogik guru dalam menciptakan proses pembelajaran matematika yang efektif, interaktif, dan mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Kompetensi pedagogik merupakan salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki guru untuk memahami karakteristik peserta didik, merancang pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, melakukan evaluasi, serta mengembangkan potensi peserta didik secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi pedagogik guru dalam pembelajaran matematika siswa kelas V SDN 110 Krui Pesisir Barat.</p> <p>Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas guru kelas V sebagai informan utama, kepala sekolah sebagai informan pendukung, dan tiga orang siswa kelas V sebagai informan pelengkap. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru dalam pembelajaran matematika di kelas V SDN 110 Krui Pesisir Barat telah diterapkan dengan baik. Guru mampu memahami karakteristik peserta didik, menyusun perangkat pembelajaran, menerapkan metode yang bervariasi, memanfaatkan media sederhana, serta melaksanakan penilaian melalui tugas, ulangan, remedial, dan pengayaan. Meskipun pemanfaatan teknologi masih terbatas karena fasilitas sekolah, guru tetap mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kondusif, dan berpusat pada peserta didik. Dengan demikian, kompetensi pedagogik guru telah mendukung tercapainya tujuan pembelajaran matematika.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-09-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1456 Menentukan Batas Klaim Empiris dalam Penelitian Kualitatif: Sebuah Framework Konseptual tentang Claim admissibility 2026-08-18T07:51:27+07:00 Obi Pratama obipratama09@gmail.com <p>Penelitian kualitatif telah menghasilkan berbagai kerangka metodologis untuk mengevaluasi kualitas penelitian, seperti <em>trustworthiness</em>, validitas, dan <em>methodological rigor</em>. Namun, perhatian terhadap batas metodologis klaim empiris yang dapat dinyatakan berdasarkan konfigurasi suatu penelitian masih relatif terbatas. Akibatnya, peneliti sering menghadapi kesulitan dalam menentukan sejauh mana temuan dapat diinterpretasikan, dijelaskan, atau digeneralisasikan tanpa melampaui kapasitas metodologis penelitian yang mendasarinya. Artikel ini bertujuan mengembangkan sebuah <em>conceptual methodological Framework </em>untuk menjelaskan <em>claim admissibility</em> dalam penelitian kualitatif. Penelitian menggunakan pendekatan konseptual melalui <em>adversarial literature search</em>, <em>comparative literature mapping</em>, <em>prior-art collision analysis</em>, dan <em>conceptual synthesis</em> untuk mengidentifikasi ruang konseptual yang belum terakomodasi dalam literatur metodologi penelitian kualitatif. Hasil penelitian menghasilkan sebuah <em>Framework </em>yang menghubungkan lima komponen utama, yaitu <em>study configuration</em>, <em>methodological warrant</em>, <em>empirical claim</em>, <em>epistemic commitment</em>, dan <em>claim admissibility</em>. <em>Framework </em>ini mengusulkan bahwa admissibility suatu klaim tidak ditentukan oleh kualitas penelitian secara umum maupun kebenaran substantif suatu pernyataan, tetapi oleh kesesuaian antara komitmen inferensial yang dinyatakan dalam klaim dan <em>methodological warrant</em> yang tersedia berdasarkan konfigurasi penelitian. Kontribusi utama artikel ini adalah penyediaan bahasa konseptual dan mekanisme analitis untuk mengevaluasi batas metodologis klaim empiris pada tingkat klaim individual. <em>Framework </em>ini diharapkan memperkaya metodologi penelitian kualitatif serta menyediakan landasan konseptual bagi pengembangan instrumen evaluasi, praktik peer review, dan penelitian lanjutan mengenai <em>claim admissibility</em>, termasuk pada penelitian pendidikan dan bidang ilmu sosial lain yang menggunakan pendekatan kualitatif.</p> 2026-09-02T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1545 Implementation of 3M Activities (Drawing, Tearing, and Pasting) to Improve Fine Motor Skills in Group B Children at RA Syagaf Aflah, Bengkulu City 2026-08-16T17:34:23+07:00 Rosa Erlina rosaerlina13@gmail.com Ali Akbarjono aliakbarjono@mail.uinfasbengkulu.ac.id Budrianto budriantobkl@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p>This study employs a qualitative approach with a descriptive research design. The research subjects consisted of 12 children from Group B and their classroom teacher. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the implementation of 3M activities helps improve the children's fine motor skills. Most children were able to draw simple patterns, tear paper into specific shapes as directed, and paste the torn pieces neatly. Using mobile phone images as visual aids for the 3M activities made the children more interested and enthusiastic about the learning process. However, some children still experienced difficulties with hand and finger coordination, requiring intensive guidance and support from the teacher. Factors supporting the implementation of 3M activities included the availability of learning materials, teacher creativity, and child motivation. Conversely, inhibiting factors included variations in individual fine motor abilities, a lack of concentration, and limited instructional time. Based on the findings, it can be concluded that the implementation of 3M activities (Drawing, Tearing, and Pasting) is effective in improving the fine motor skills of Group B children at RA Syagaf Aflah, Bengkulu City.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-09-03T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1546 Enhancing Students' Critical Thinking Skills through Interactive Learning Strategies in Social Studies Education: A Systematic Literature Review 2026-08-16T17:34:31+07:00 Aziza Fajar Fitriana azizafajarfitriana@gmail.com Ulfa Dwi Jayanti ulfadwijayanti66@gmail.com Mus Mulyadi azizafajarfitriana@gmail.com Ahmad Walid azizafajarfitriana@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p>Critical thinking is one of the essential competencies in Social Studies Education in the twenty-first century. This study aims to examine various interactive learning strategies implemented in Social Studies education and analyze their influence on students' critical thinking skills. The study employed a <strong>Systematic Literature Review (SLR)</strong> approach following the <strong>PRISMA 2020</strong> guidelines. Data were collected from peer-reviewed articles published between <strong>2021 and 2026</strong> and indexed in <strong>Scopus, Web of Science, ERIC, ScienceDirect, SpringerLink, and Google Scholar</strong>. The findings indicate that interactive learning strategies, including <strong>Problem-Based Learning (PBL), Project-Based Learning (PjBL), Inquiry-Based Learning, and Cooperative Learning</strong>, effectively enhance students' critical thinking skills, active participation, and problem-solving abilities. However, their implementation continues to face several challenges, including teachers' readiness, limited educational resources, and variations in students' learning characteristics. This review provides valuable insights for educators in selecting effective interactive learning strategies to improve the quality of Social Studies education and foster higher-order thinking skills among students.</p> <p><strong>Keywords:</strong> critical thinking skills; interactive learning strategies; Social Studies education; systematic literature review; PRISMA 2020.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-09-03T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1547 Pembentukan Perilaku Religius dan Disiplin Santri melalui Kajian Rutin Pasca Salat Magrib di Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta 2026-08-29T10:23:01+07:00 Lukman Nur Hakim luxmen14@gmail.com Azis azisabdullah2018@gmail.com <p>Pembentukan perilaku religius dan kedisiplinan merupakan bagian penting dalam pendidikan pesantren yang tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran formal, tetapi juga melalui kegiatan keagamaan yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Salah satu bentuk pembiasaan tersebut adalah kajian setelah salat Magrib yang dilaksanakan di PPM MBS Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kajian rutin setelah salat Magrib, menganalisis kontribusinya terhadap pembentukan perilaku religius dan kedisiplinan santri kelas XII, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan enam informan yang terdiri atas satu musyrif dan lima santri kelas XII. Data dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, dengan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian rutin dilaksanakan secara istiqamah dua kali dalam sepekan setelah salat Magrib dengan materi yang bersumber dari Riyadush Shalihin serta melibatkan musyrif dan asatidz. Kajian berkontribusi terhadap pembentukan perilaku religius melalui penguatan pemahaman keagamaan, konsistensi ibadah, penghayatan nilai Islam, dan penerapannya dalam interaksi sosial. Pada aspek kedisiplinan, kegiatan tersebut mendorong keteraturan mengikuti jadwal, ketepatan waktu, tanggung jawab, serta pengelolaan aktivitas secara lebih positif. Faktor pendukung meliputi konsistensi program, keterlibatan pembina, antusiasme santri, dan relevansi materi, sedangkan hambatan terutama berkaitan dengan kesiapan pemateri dan perbedaan tingkat pemahaman santri. Dengan demikian, kajian rutin setelah salat Magrib dapat menjadi salah satu sarana pendidikan dan pembiasaan keagamaan yang berkontribusi terhadap penguatan perilaku religius dan kedisiplinan santri dalam ekosistem pendidikan pesantren</p> 2026-09-03T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1385 Membangun Kesadaran Diri Menuju Taubat Melalui Tazkiyatun Nufus: Ana-lisis Madarij Al-Salikin Dalam Psikologi Islam 2026-08-16T17:34:15+07:00 Nida Uzakiyah nidabaik86@gmail.com Qiyadah Robbaniyah qrobbaniyah@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembangunan kesadaran diri menuju taubat melalui konsep tazkiyatun nufus dalam perspektif Madarij al-Salikin serta relevansinya dalam psikologi Islam. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, yang mengkaji pemikiran Ibn Qayyim al-Jawziyyah serta literatur terkait psikologi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran diri dalam Islam merupakan proses psikospiritual yang holistik dan bertahap, yang melibatkan tiga konsep utama, yaitu tazkiyatun nufus sebagai proses penyucian jiwa, al-yaqadhah sebagai kebangkitan kesadaran dari kelalaian, dan al-fikrah sebagai pendalaman refleksi batin. Ketiga konsep ini terintegrasi dalam membentuk proses taubat yang tidak hanya berupa penyesalan, tetapi juga transformasi perilaku dan orientasi hidup. Temuan ini menegaskan bahwa kesadaran diri dalam Islam melampaui aspek kognitif, dengan mencakup dimensi moral dan spiritual yang berorientasi pada kedekatan dengan Allah. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa konsep tersebut relevan dalam pengembangan psikologi Islam kontemporer, khususnya dalam terapi berbasis spiritual, penguatan karakter, dan praktik self-healing Islami. Dengan demikian, pendekatan tazkiyah menawarkan model komprehensif dalam memahami dan membangun kesehatan mental yang integratif antara aspek psikologis dan spiritual.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-09-03T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1687 Efektivitas Model Pembelajaran Discovery Learning Berbasis Media Animasi Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V SDN 3 Prambatan Lor 2026-08-28T05:28:27+07:00 Wanda Dwi Nastiti 202133040@std.umk.ac.id Erik Aditia Ismaya erik.aditia@umk.ac.id Sekar Dwi Ardianti sekar.dwi.ardianti@umk.ac.id <table> <tbody> <tr> <td> <p>Pembelajaran IPAS di sekolah dasar masih menghadapi keterbatasan variasi metode dan media, sementara penelitian mengenai kombinasi <em>Discovery Learning</em> berbasis media animasi pada IPAS kelas V, khususnya materi perubahan kondisi bumi serta pengukuran hasil belajar kognitif dan keterampilan proses secara bersamaan, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model <em>Discovery Learning</em> berbasis media animasi terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V SD 3 Prambatan Lor. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain <em>Pre-Eksperimental Design </em>dengan <em>One-Group Pretest-Posttest.</em> Sampel pada penelitian ini adalah kelas V yang berjumlah 15 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Teknik Tes dan Non-Tes. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji normalitas, uji homogenitas, uji statistik deskriptif, uji paired sampel T-test dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata nilai dari 61,47 menjadi 86,80, dengan <em>t</em> hitung 8,024 &gt; <em>t</em> tabel 2,145 dan <em>p</em> &lt; 0,001, sedangkan <em>N-Gain</em> sebesar 0,6574 berkategori sedang. Uji statistic diperoleh hasil (1) terdapat perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest siswa. (2) terdapat peningkatan hasil belajar IPAS siswa dengan kriteria sedang. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model Discovery Learning berbasis media animasi efektif terhadap peningkatan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD 3 Prambatan Lor.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-09-04T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1586 Penerapan Model Roleplay Berbasis Media Wayang Karakter dalam Perspektif Culturally Responsive Teaching pada Pembelajaran Sistem Pemerintahan Indonesia di SMA 2026-08-28T18:56:07+07:00 Moh. Nur Hasan moh.nur.2531727@students.um.ac.id Siti Awaliyah siti.awaliyah.fis@um.ac.id Teguh Santosa teguhsma8mlg@yahoo.com <table> <tbody> <tr> <td> <p>Kajian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran <em>roleplay</em> berbasis media wayang karakter dalam perspektif <em>Culturally Responsive Teaching</em> pada pembelajaran Pendidikan Pancasila dengan materi pembagian kekuasaan lembaga negara Indonesia di SMA. Kajian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif yang dilaksanakan pada murid kelas XI-8 SMA Negeri 8 Malang. Data kajian diperoleh melalui observasi kegiatan pembelajaran, wawancara dengan guru observer, dan dokumentasi pelaksanaan <em>roleplay</em>. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan <em>roleplay</em> berbasis wayang karakter berlangsung melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Berdasarkan hasil observasi, keterlibatan murid tampak pada aktivitas diskusi kelompok, penyusunan dialog, pelaksanaan simulasi peran sebagai lembaga negara, serta kemampuan murid berdiskusi dan mencapai kesepakatan dalam simulasi musyawarah. Pada aspek kognitif, murid mampu menjelaskan fungsi, tugas, dan hubungan antarlembaga negara secara lebih sistematis setelah mengikuti pengalaman langsung dalam <em>roleplay</em>. Pada aspek afektif dan sosial, murid menunjukkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi, sikap menghargai pendapat, kerja sama, tanggung jawab, serta partisipasi aktif selama kegiatan kelompok. Temuan tersebut diperkuat oleh hasil wawancara guru observer yang menyatakan bahwa <em>roleplay</em> berbasis wayang karakter membantu meningkatkan keaktifan murid dan mempermudah penyampaian materi yang kompleks. Dokumentasi pembelajaran juga menunjukkan penggunaan wayang karakter sebagai representasi simbolik lembaga negara dan keterlibatan murid dalam memainkan peran berdasarkan skenario yang telah disusun. Integrasi wayang karakter sebagai representasi budaya lokal membantu menghubungkan konsep abstrak pembagian kekuasaan lembaga negara dengan konteks sosial budaya murid. Dengan demikian, <em>roleplay</em> berbasis wayang karakter dalam perspektif <em>Culturally Responsive Teaching</em> dapat menjadi strategi pembelajaran yang mendukung pemahaman konseptual, keterlibatan aktif, keterampilan sosial, dan internalisasi nilai budaya dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-09-04T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1653 Paradigma Gerak Al-Riyāh dalam Pendidikan Islam: Kajian Literatur Filosofis 2026-08-24T12:20:49+07:00 Yusniyanti yusniya.789@gmail.com Tariza Jiantoa tarizajiantowa03@icloud.com Rehan Yusra hanzyyformee@gmail.com Susi Puspita Sari sariberfikirlah@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p>Kajian ini mengembangkan Paradigma Gerak Al-Riyāh dalam filsafat pendidikan Islam melalui pendekatan kajian literatur kualitatif-filosofis. Pendidikan Islam kerap menunjukkan stagnasi dan kekakuan struktural dalam merespons perubahan sosial dan teknologi. Dengan bertumpu pada kerangka epistemologi integratif-interkonektif M. Amin Abdullah serta pendekatan tafsir tematik (<em>mawdū</em><em>ʿ</em><em>ī</em>), kajian ini menelaah perbedaan makna semantis antara <em>al-riyāh</em> (bentuk jamak, angin yang bersifat konstruktif) dan <em>al-rīh</em> (bentuk tunggal, angin yang bersifat destruktif) dalam Al-Qur'an sebagai metafora dasar bagi dinamika pendidikan. Kajian tentang kosmologi Al-Qur'an dan epistemologi pendidikan Islam terus berkembang secara terpisah, sementara sintesis fenomena alam (<em>āyāt kauniyyah</em>) ke dalam paradigma pendidikan yang koheren masih kurang dieksplorasi. Temuan kajian ini merumuskan Paradigma Gerak Al-Riyāh yang terdiri atas lima dimensi yang saling berkaitan, yaitu gerak, dinamika, keterhubungan, transformasi, dan tauhid. Kajian ini menunjukkan bahwa fenomena alam dapat disintesiskan secara filosofis dengan prinsip-prinsip teologis untuk menghasilkan model pendidikan Islam yang adaptif, luwes, dan transformatif, namun tetap berpijak pada wahyu Ilahi.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-09-05T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1647 The Moderating Role of Information Technology Ease of Use on Vehicle Tax Compliance among Generation Z in Bandung City 2026-08-24T12:19:14+07:00 Dhea Amelia Putri dheaaptrr346@gmail.com Farah Latifah Nurfauziah farahlatifahn@uninus.ac.id Citra Kharisma Utami citrakharismautami@uninus.ac.id <p>Di antara berbagai pos penerimaan negara, pajak menempati porsi paling dominan, dan pada tingkat pemerintah daerah, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tercatat sebagai kontributor pajak daerah paling besar. Kendati nominal penerimaan PKB terus naik dari tahun ke tahun, laju kenaikan tersebut ternyata belum sejalan dengan pertambahan jumlah pemilik kendaraan bermotor. Penelitian ini disusun untuk mengkaji pengaruh <em>trust in</em> <em>government</em>, persepsi keadilan pajak, serta peran kemudahan teknologi informasi sebagai pemoderasi terhadap tingkat kepatuhan pajak kendaraan bermotor. Desain penelitian mengikuti pendekatan kuantitatif yang bersifat deskriptif sekaligus verifikatif, dengan data primer dikumpulkan lewat penyebaran kuesioner kepada sampel terpilih. Sasaran populasi riset ini mencakup pemilik kendaraan bermotor dari kalangan generasi Z yang tinggal di wilayah Kota Bandung; total sampel yang berhasil dihimpun berjumlah 385 orang responden. Pengujian data menempuh dua tahap analisis, yakni regresi linear berganda dan regresi moderasi. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa <em>trust in government</em> tidak terbukti berpengaruh terhadap kepatuhan pajak, sementara persepsi keadilan pajak justru terbukti berpengaruh signifikan. Di sisi lain, kemudahan teknologi informasi tidak berhasil berperan sebagai variabel yang memoderasi hubungan tersebut. Dengan kata lain, sebesar apapun tingkat kepercayaan seseorang terhadap pemerintah, sekalipun didukung kemudahan teknologi, hal itu belum tentu mendorong kepatuhan wajib pajak apabila tidak ditopang oleh kondisi ekonomi yang memadai. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor di luar cakupan penelitian justru memberikan pengaruh yang lebih dominan terhadap kepatuhan pajak.</p> 2026-09-05T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1657 Pengaruh Penggunaan Media Video Cerita Rakyat Terhadap Kemampuan Menulis Ringkasan Siswa Kelas IV UPT SDN 186 Inpres Bontoa Kabupaten Takalar 2026-08-28T05:27:10+07:00 Ulfa Al Wafiah ulfaalwafiah@gmail.com Sri Rahayu srirahayu@unismuh.ac.id Ummu Khaltsum Ummukhaltsum@unismuh.ac.id <table> <tbody> <tr> <td> <p>This study aims to determine the effect of using folk tale video media on the summary writing ability of fourth-grade students at UPT SD Negeri 186 Inpres Bontoa. This study employed a quantitative approach with a pre-experimental method using a One-Group Pretest-Posttest Design. The subjects of this study were 31 fourth-grade students. Data were collected through summary writing tests administered before and after the implementation of folk tale video media. Data analysis was conducted using descriptive statistics, N-Gain analysis, normality testing, and the Paired Sample t-Test. The results showed that the average score of students' summary writing ability increased from 57.7742 in the pretest to 79.0968 in the posttest, representing an increase of 21.3226 points. The average N-Gain score was 0.5526, which was categorized as moderate. Furthermore, the Paired Sample t-Test resulted in a t-value of -18.765 with a significance value of 0.000 &lt; 0.05. These results indicate a significant difference in students' summary writing ability before and after the use of folk tale video media. Therefore, the use of folk tale video media has a significant effect on the summary writing ability of fourth-grade students. Folk tale video media can be used as an alternative learning medium in Indonesian language instruction to support students in understanding story content and expressing important information in the form of summaries.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-09-06T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1700 Konseling Individu dengan Pendekatan Cognitive Behavior Therapy bagi Korban KDRT di UPTD PPA Provinsi Lampung 2026-08-28T18:56:15+07:00 Mutiara Citra mutiaracitra546@gmail.com Risna Rogamelia risna@radenintan.ac.id <table> <tbody> <tr> <td> <p><strong><em>Abstract. </em></strong> <em>Domestic violence (DV) can cause persistent psychological impacts, including guilt, low self-confidence, negative self-appraisal, and uncertainty in resolving a case. UPTD PPA Lampung Province provides psychological assistance through individual counseling using a Cognitive Behavior Therapy (CBT) approach. This study aimed to describe the implementation of CBT-based individual counseling for DV victims. A descriptive qualitative design with purposive sampling involved one mediator, one psychological counselor, and two victims. Data were collected from 2-27 July 2026 through interviews, non-participant observation, and documentation and were analyzed through data collection, reduction, display, and conclusion drawing. The findings revealed five counseling stages: initial assessment and problem identification, goal setting, CBT-based counseling, evaluation, and follow-up. During the counseling process, the victims were guided to identify the relationships among thoughts, feelings, and behaviors and to examine negative self-directed thoughts. Interview and observation data showed that the victims became more willing to express their experiences, demonstrated greater awareness of their thoughts and emotional responses, and were better able to articulate possible options for resolving their cases. Follow-up was adapted to each victim’s needs, readiness, and decisions. Overall, the counseling process was implemented flexibly while respecting each victim’s autonomy in determining the course of case resolution.</em></p> <p><strong>Abstrak. </strong> Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dapat menimbulkan dampak psikologis yang menetap, termasuk rasa bersalah, rendahnya kepercayaan diri, penilaian negatif terhadap diri, serta ketidakpastian dalam menyelesaikan kasus. UPTD PPA Provinsi Lampung memberikan pendampingan psikologis melalui konseling individu dengan pendekatan Cognitive Behavior Therapy (CBT). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan konseling individu berbasis CBT bagi korban KDRT. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling yang melibatkan satu mediator, satu konselor psikologis, dan dua korban. Data dikumpulkan pada 2–27 Juli 2026 melalui wawancara, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan lima tahapan konseling, yaitu asesmen awal dan identifikasi masalah, penetapan tujuan, pelaksanaan konseling berbasis CBT, evaluasi, dan tindak lanjut. Selama proses konseling, korban dibimbing untuk mengenali hubungan antara pikiran, perasaan, dan perilaku serta menelaah pikiran negatif yang diarahkan pada diri sendiri. Data hasil wawancara dan observasi menunjukkan bahwa korban menjadi lebih terbuka dalam menyampaikan pengalaman, menunjukkan kesadaran yang lebih baik terhadap pikiran dan respons emosionalnya, serta lebih mampu mengemukakan berbagai pilihan dalam penyelesaian kasus. Tindak lanjut disesuaikan dengan kebutuhan, kesiapan, dan keputusan masing-masing korban. Secara keseluruhan, proses konseling dilaksanakan secara fleksibel dengan tetap menghormati otonomi korban dalam menentukan arah penyelesaian kasus.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-09-08T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1683 Mediation Based On Maqashid Syariah: A Dynamic Solution To Marital Conflicts In Indonesia 2026-09-01T20:16:34+07:00 Izzul Mutho` muthoterate86@gmail.com Abdul Rozak abdrozak993@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p><em>Marriage conflict remains a critical challenge at the South Jakarta Religious Court, a high-volume urban jurisdiction where conventional mediation often fails to yield sustainable outcomes. This study examines the operationalization, effectiveness, and implementation barriers of Maqashid Syariah-based mediation as an adaptive alternative for modern family dispute resolution. Employing a descriptive qualitative design, data were gathered through in-depth interviews with 15 key informants (judges, certified mediators, disputing couples, and legal experts), non-participatory observations of live caucus sessions, and documentary analysis of court settlement deeds (Akta Perdamaian) under PERMA No. 1 of 2016. The findings reveal that Maqashid Syariah is practically operationalized through caucus strategies that prioritize child welfare (hifzh al-nasl) and financial equity (hifzh al-mal), shifting mediation from rigid procedural compliance toward substantive justice. Couples undergoing this approach reported higher post-mediation satisfaction and lower post-divorce litigation rates. However, implementation is constrained by the absence of specialized Maqashid-based mediator training modules and unintegrated court guidelines. This study contributes an empirical framework that operationalizes abstract Islamic legal philosophy into concrete court-annexed mediation practices, offering policy recommendations for judicial reform in Indonesia.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-09-08T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1488 Pengembangan Model Bisnis Pemakaman Syariah Berbasis Maqashid Al-Syari‘Ah: Analisis Komparatif San Diego Hills Memorial Park And Funeral Homes Dan Al-Azhar Memorial Garden 2026-08-10T16:40:28+07:00 M. Sulaeman Jajuli sulaeman.jajuli@uinbanten.ac.id Usman usmanmushtafa66@gmail.com Misno misno@gmail.com Najmuddin najmuddin@gmail.com Fedrik fedrik.wardiansyah@uinabnten.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model bisnis pemakaman syariah berbasis <em>maqāṣid al-syarī‘ah</em> melalui analisis komparatif terhadap San Diego Hills dan Al-Azhar Memorial Garden. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus komparatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan Business Model Canvas yang diintegrasikan dengan lima dimensi utama Maqāṣid al-Syarī‘ah, yaitu hifz al-din, hifz al-nafs, hifz al-'aql, hifz al-nasl, dan hifz al-mal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa San Diego Hills unggul dalam inovasi model bisnis, profesionalisme layanan, dan pengelolaan fasilitas, sedangkan Al-Azhar Memorial Garden lebih menonjol dalam integrasi nilai-nilai syariah dan orientasi religius. Sintesis praktik terbaik dari kedua institusi menghasilkan model bisnis pemakaman syariah ideal yang menekankan kepatuhan syariah, transparansi harga, penghormatan terhadap martabat manusia, pelayanan empatik, keberlanjutan ekonomi, dan kemaslahatan sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis melalui integrasi Business Model Canvas dengan Maqāṣid al-Syarī‘ah serta kontribusi praktis bagi pengembangan industri layanan pemakaman syariah di Indonesia.</p> 2026-09-12T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/872 Humanisasi Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Disekolah Al-Banna Bali : Antara Pendekatan Akademik Dan Penguatan Karakter 2026-09-02T10:52:34+07:00 Muhammad Bayhaqy Abdillah muhammadabdillahplg@gmail.com Ahmad Zuhdi azuhdi@unsiq.ac.id Muhammad Ferdika Pratama muhammadabdillahplg@gmail.com May Lana Widia Putri maylanawidia@gmail.com Zulfa Lailatul Izzah zulfalaila1807@gmail.com Arini Mawar Datil Janah arinimawar123@gmail.com Faid Noer Ikhmal fdnrikmll@gmail.com <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus di Sekolah Al-Banna Bali serta mengetahui peran sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah, humanis, dan berbasis nilai Islami. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru, peserta didik, serta pihak sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Al-Banna Bali menerapkan sistem pendidikan inklusif dengan memberikan pendampingan individu, pendekatan pembelajaran adaptif, serta penguatan karakter kepada anak berkebutuhan khusus. Selain itu, lingkungan sekolah yang multikultural dan religius turut mendukung perkembangan sosial, emosional, dan akademik peserta didik. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan bantuan pendamping dan perbedaan kemampuan belajar siswa, namun sekolah berupaya mengatasinya melalui kerja sama antara guru, orang tua, dan pihak yayasan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan inklusif yang dipadukan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman dapat menjadi model pembelajaran yang efektif bagi pengembangan potensi anak berkebutuhan khusus</em></p> 2026-09-13T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/867 Correlation Between Vision-Mission, Curriculum Structure, and Activity Programs in Achieving Educational Quality at SMP ALBANNA 2026-09-02T10:52:42+07:00 Rifa Lutfatun Nisa lutfarifa@gmail.com Ahmad Zuhdi azuhdi@unsiq.ac.id Umi Hani Latifah umihanilatifah@gmail.com Laila Neyza Ramadhani lailaneyza4@gmail.com M. Farhan farhan@mhs.unsiq.ac.id Ratumas Linda Ariyani ratulindaa@gmail.com Dea Alhidayah alhidayahdea48@gmail.com <p><em>This study aims to analyze the correlation between vision-mission statements, curriculum structure, and activity programs in achieving educational quality at SMP ALBANNA. The study uses a descriptive qualitative approach through literature review and analysis of educational implementation at the school.The results show that the school’s vision and mission play an important role as the foundation for curriculum development, school culture formation, and the implementation of educational activity programs. The curriculum structure, which integrates academic achievement, Islamic character values, and student skill development, supports effective learning processes. In addition, activity programs such as extracurricular activities, religious programs, and leadership training contribute positively to the development of students’ character, discipline, creativity, and social skills.The study concludes that there is a strong correlation between vision-mission statements, curriculum structure, and activity programs in improving educational quality at SMP ALBANNA. The integration of these components creates quality education and supports students’ holistic development</em></p> 2026-09-13T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/866 Integration of Islamic Character Education Based on Digital Learning in Strengthening Student Discipline at SDIT Al-Banna Bali 2026-09-02T10:52:50+07:00 Ahmad Zuhdi azuhdi@unsiq.ac.id Nila Rizqi Aulia lutfarifa@gmail.com Zalfa Syifana umihanilatifah@gmail.com Renno Aji Nugraha 4Nugrohorennoaji@gmail.com Feni Maulana Wijayanti Fmaulanawijayanti@gmail.com Dian Ayu Munawarah atulindaa@gmail.com Aulia Fatma Azzahra alhidayahdea48@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p><em>This study aims to analyze the integration of Islamic character education based on digital learning in strengthening student discipline at SDIT Al-Banna Bali. In the digital era, education is not only focused on cognitive achievement but also on the internalization of moral and spiritual values. The integration of Islamic values such as discipline, responsibility, honesty, and respect into digital learning systems becomes an important strategy to shape students’ character. Digital learning platforms, Learning Management Systems (LMS), and online supervision tools are utilized as instruments to embed Islamic values while simultaneously monitoring student behavior and learning activities. The study employs a qualitative descriptive approach with a literature review design. Data were collected from peer-reviewed journals, academic books, and relevant research studies focusing on Islamic education, digital learning, and student discipline. The analysis technique used includes data reduction, categorization, and interpretation to identify patterns of integration between Islamic values and digital learning systems. The findings indicate that digital learning plays a significant role in supporting the implementation of character education through structured supervision, interactive learning environments, and continuous monitoring systems. The results show that student discipline is strengthened through digital supervision systems such as e-monitoring, online attendance, assignment tracking, and parent-teacher communication platforms. Teachers play a central role in integrating Islamic values into digital learning content, while school management ensures institutional policies support character-based education. However, challenges such as limited digital literacy, lack of parental involvement, and inadequate infrastructure still affect implementation effectiveness. In conclusion, the integration of Islamic character education based on digital learning is an effective approach to strengthen student discipline when supported by competent teachers, strong school leadership, parental collaboration, and adequate technological infrastructure. This integration not only improves academic engagement but also contributes significantly to the formation of disciplined, responsible, and morally grounded students in the digital era.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-09-13T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1340 Budaya Pembiasaan Religius Dalam Pembetukan Karakter Anak: Studi Kasus TPQ Asrama Darul Hikmah 2026-09-01T20:17:12+07:00 Ahmad Taufiki ibnukamil012@gmail.com Ruqoyyah Nafisah rqyhnfsh@gmail.com Nurun Nafisah Indah Qomari nurunnafisahiq@gmail.com Nur Azizah Riska Ayu Astiani Mahmudah riskaayu1706@gmail.com Saiful Rahman, Robert Edy Sudarwan syaifulrahman66@guru.sd.belajar.id <table> <tbody> <tr> <td> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan budaya pembiasaan religius dalam pembentukan karakter anak serta menjelaskan alasan efektivitasnya di TPQ Asrama Darul Hikmah Karanganyar Paiton Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus eksplanatori. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala TPQ, ustadz/ustadzah, dan wali murid, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter religius anak berlangsung secara sistematis melalui lima elemen utama yang saling bersinergi: (1) sistem rutinitas harian yang konsisten yang menggeser kepatuhan eksternal menjadi kesadaran internal; (2) keteladanan pendidik sebagai model perilaku moral (<em>social learning</em>); (3) penerapan metode Tartila yang secara implisit melatih kedisiplinan dan kesabaran; (4) praktik salat Ashar berjamaah sebagai media pembiasaan ibadah dan tanggung jawab kolektif; serta (5) sinergi berkelanjutan antara TPQ dan lingkungan keluarga. Kesimpulannya, efektivitas pembentukan karakter religius di TPQ Asrama Darul Hikmah tidak bergantung pada metode tunggal, melainkan pada integrasi antara konsistensi rutinitas, keteladanan moral, metodologi pembelajaran yang sistematis, dan penguatan dari lingkungan keluarga. Kebaruan penelitian, terletak pada penggambaran secara kontekstual mengenai bagaimana budaya pembiasaan religius di lingkungan TPQ yang terintegrasi dengan kehidupan asrama berperan dalam membentuk karakter anak, sehingga memperlihatkan hubungan antara praktik kegamaan rutin dan pembentukan karakter dalam konteks pendidikan nonformal berbasis pesantren/asrama. </p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-09-13T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1672 Digital Learning Ecosystem as a Foundation for Metaverse-Supported Islamic Religious Education: A Case Study at Muhammadiyah Junior High School PK Kottabarat 2026-09-01T20:17:22+07:00 Hafidz Hafidz o100240030@student.ums.ac.id Isnaya Arina Hidayati isnaya.arina@ums.ac.id Nurul Latifatul Inayati nl122@ums.ac.id Triono Ali Mustofa tam763@ums.ac.id Fadhilla Nangroe Anggraini o100240030@student.ums.ac.id <p>The rapid development of digital technology has transformed educational practices and encouraged schools to develop more interactive, connected, and technology-supported learning environments. In Islamic Religious Education (IRE), digital technologies can improve material presentation, accessibility, student engagement, and contextual understanding while providing an important foundation for future metaverse-supported learning. This study aims to analyze the digital learning ecosystem at Muhammadiyah Junior High School PK Kottabarat and its relevance as a foundation for metaverse-supported Islamic Religious Education, focusing on technology implementation, perceived effectiveness, supporting factors, inhibiting factors, and contributions to the learning process. This study employed a qualitative approach with a case study design. The participants consisted of one teacher and two students selected through purposive sampling based on their direct involvement in technology-supported learning. Data were collected through semi-structured interviews conducted over approximately two hours and analyzed through data condensation, data display, and conclusion drawing. Data credibility was strengthened through source triangulation by comparing and cross-checking teacher and student responses. The findings show that digital technology has been effectively integrated into Islamic Religious Education through Smart TVs, laptops, PowerPoint presentations, YouTube videos, internet access, visual learning materials, and other digital resources. Teachers and students perceive these technologies positively because they make learning more engaging, understandable, efficient, accessible, and less monotonous. Parental support, adequate technological facilities, students’ familiarity with digital media, and institutional commitment constitute the main supporting factors, while electricity disruptions, network instability, and device connectivity remain technical constraints. The study concludes that Muhammadiyah Junior High School PK Kottabarat has established a well-developed digital learning ecosystem that provides a strong foundation for the future implementation of metaverse-supported Islamic Religious Education. Further development toward fully immersive metaverse learning requires stronger infrastructure, enhanced teacher competence, reliable technical support, appropriate pedagogical design, and dedicated immersive platforms.</p> 2026-09-13T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1614 Analisis Faktor-Faktor Usaha Tani di tinjau dari Perspektif Pendidikan di Desa Laowo Hilimbaruzo, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias. 2026-08-22T20:01:12+07:00 Yusman Waruwu asokhiwazega77@gmail.com Yearning Harefa asokhiwazega77@gmail.com Eka Septianti Laoli asokhiwazega77@gmail.com Arianto Lahagu asokhiwazega77@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor usaha tani dan kendala pengembangannya ditinjau dari perspektif pendidikan pada masyarakat Desa Laowo Hilimbaruzo, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 10 informan yang dipilih secara purposive, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tani masyarakat dipengaruhi oleh keterkaitan antara faktor lahan, tenaga kerja, modal, pengetahuan, dan pengalaman. Pendidikan berperan dalam meningkatkan kemampuan petani memahami informasi, menerima pengetahuan baru, dan mengadopsi teknologi, tetapi pengaruh tersebut tidak berdiri sendiri karena sangat berkaitan dengan pengalaman dan kondisi sosial-ekonomi petani. Kendala utama pengembangan usaha tani meliputi keterbatasan pendidikan dan pengetahuan, modal, sarana produksi, ketidakpastian cuaca, serangan hama, keterbatasan informasi, serta pemasaran hasil pertanian. Penelitian menyimpulkan bahwa pengembangan usaha tani memerlukan penguatan kapasitas petani melalui penyuluhan dan pendidikan nonformal yang berkelanjutan, peningkatan akses terhadap modal, sarana produksi, informasi, dan teknologi, dengan tetap mengintegrasikan pengalaman serta pengetahuan lokal masyarakat.</p> 2026-09-14T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/955 Implementasi Media Canva AI Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar PAI Siswa Kelas X SMK Darul Lughah Wal Karomah 2026-09-14T20:13:34+07:00 Ahmad Taufiki ibnukamil012@gmail.com Wanda Faris Wahyudi Wandafariswahyudi@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Media Pembelajaran Berbasis <em>Artificial Intelligence</em> (AI) Canva dan peningkatannya terhadap motivasi belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa kelas X SMK Darul Lughah Wal Karomah. Rendahnya motivasi belajar sering kali disebabkan oleh penggunaan media konvensional yang kurang menarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan subjek siswa kelas X SMK Darul Lugwah Wal Karomah. Data dikumpulkan melalui observasi, angket motivasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Canva AI seperti fitur <em>Magic Design</em> dan generator gambar mampu menciptakan visualisasi materi PAI yang kreatif, interaktif, dan sesuai dengan gaya belajar generasi digital. Implikasinya, terjadi peningkatan signifikan pada motivasi belajar siswa, yang ditandai dengan partisipasi aktif, antusiasme tinggi, dan ketepatan waktu dalam pengumpulan tugas. Media Canva AI terbukti efektif sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI.</p> 2026-09-15T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1804 Strategi Pengasuh Pesantren dalam Pencegahan Bullying untuk Mewujudkan Kenyamanan Belajar Santri di Pesantren Al Anwariyah Pati 2026-09-08T12:52:20+07:00 Ali Shofian alishofian02@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p>Perilaku <em>bullying</em> masih menjadi permasalahan yang dapat terjadi di berbagai lingkungan pendidikan, termasuk pondok pesantren yang memiliki karakteristik kehidupan komunal dan berasrama. Interaksi antarsantri yang berlangsung secara intensif berpotensi memunculkan konflik sosial, senioritas, perundungan verbal, maupun bentuk perundungan lainnya yang dapat memengaruhi rasa aman psikologis dan kenyamanan belajar santri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengasuh Pesantren Al Anwariyah Pati dalam mencegah dan menangani <em>bullying</em> serta menganalisis implikasinya terhadap kenyamanan belajar dan rasa aman psikologis santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Partisipan penelitian berjumlah 10 informan yang terdiri atas 1 pengasuh, 3 ustadz, 3 pengurus pesantren yang meliputi 1 ketua dan 2 bagian keamanan, serta 3 santri yang terdiri atas santri lama dan santri baru dengan pengalaman yang berkaitan dengan <em>bullying</em>, baik sebagai korban maupun pelaku. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung terhadap interaksi harian santri, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahap kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan <em>bullying</em> dilakukan melalui beberapa strategi utama, yaitu internalisasi nilai-nilai keislaman, keteladanan dan komunikasi persuasif, sistem pengawasan berjenjang, serta penanganan edukatif melalui dialog, pembinaan, konseling, dan sanksi edukatif. Strategi tersebut juga didukung oleh pengaturan komposisi kamar santri berdasarkan usia dan jenjang pendidikan sebagai langkah preventif untuk mengurangi potensi konflik dan senioritas. Secara keseluruhan, penerapan strategi tersebut berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan pesantren yang lebih aman dan suportif, sehingga mendukung kenyamanan belajar dan rasa aman psikologis santri.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-09-20T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1651 Building A Productive Classroom: Learning Management Strategy at SMK Daarul Khair Pulosari Pemalang 2026-08-22T21:56:20+07:00 Izul Maali izul.smaptira37@gmail.com Ridwan ridwan@insipemalang.ac.id <table> <tbody> <tr> <td> <p>Building a productive classroom at SMK Daarul Khair Pulosari Pemalang is understood as an effort to manage learning so that students are active, directed, disciplined, and able to produce work. The purpose of this study is to describe and analyse the learning management strategies implemented by teachers, their supporting and inhibiting factors, and their contribution to building productive, disciplined, and student-oriented classrooms. This research method uses a qualitative approach with a case study design. The results of the study show that productive classroom development at SMK Daarul Khair Pulosari Pemalang is carried out through clear learning planning, formulation of class rules, assignment determination for students, time management, monitoring the implementation of practice, and assessment of learning outcomes. Conclusion: Learning management has an important role in forming an effective and disciplined classroom. Effective classes are not only demonstrated by students who remain calm, but also through active participation, a sense of responsibility, cooperation, punctuality, and the ability to complete tasks according to learning objectives. The impact of this research can also be used as a basis for designing classroom training programs, establishing disciplines, and providing assistance to students.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-09-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1907 Peningkatan Pemahaman Konsep Perkalian melalui STAD Berbantuan Papan Kantong Perkalian 2026-09-23T14:45:48+07:00 Retno Wijayanti retnojaya0@gmail.com Rida Fironika Kusumadewi ridafkd@unissula.ac.id Eka Indrianingsih ekaindrianingsih.smg79@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p>Pemahaman konsep perkalian pada siswa sekolah dasar masih menjadi tantangan, terutama ketika pembelajaran lebih menekankan hafalan fakta perkalian daripada pemahaman melalui pengalaman konkret. Hasil asesmen awal menunjukkan bahwa pemahaman konsep perkalian siswa kelas III masih rendah, dengan rata-rata capaian sebesar 38,12% dan ketuntasan klasikal 0%. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman konsep perkalian siswa kelas III melalui penerapan model Cooperative Learning tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbantuan media Papan Kantong Perkalian. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus pada 27 siswa kelas III Fase B SD Islam Plus Muhajirin. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep yang terdiri atas 20 butir soal dan dianalisis secara deskriptif berdasarkan persentase capaian pemahaman konsep dan ketuntasan belajar klasikal. Indikator keberhasilan ditetapkan berupa ketuntasan klasikal minimal 80% siswa mencapai nilai ≥80. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata capaian pemahaman konsep meningkat dari 38,12% pada prasiklus menjadi 56,64% pada siklus I dan 64,97% pada siklus II. Ketuntasan klasikal meningkat dari 0% menjadi 7,41% pada siklus I dan 33,33% pada siklus II. Dengan demikian, penerapan STAD berbantuan Papan Kantong Perkalian menunjukkan peningkatan capaian pemahaman konsep perkalian, tetapi ketuntasan klasikal sebesar 33,33% belum mencapai indikator keberhasilan 80%.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-09-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1421 The Dynamics of Digital Media Content Management on Instagram by LLDikti Region II in Support of Information Transparency 2026-08-09T13:29:21+07:00 Dandi dandyptr25@gmail.acom Desy Misnawati dandyptr25@gmail.acom Siti Rahayu Pratami Lexianingrum dandyptr25@gmail.acom Dimas Umboro dandyptr25@gmail.acom <p>The increasing use of social media in government communication has transformed public relations practices from conventional information dissemination into strategic digital communication aimed at enhancing public information transparency. Despite this development, limited attention has been given to how digital content management contributes to transparency within higher education public institutions. This study examines the dynamics of digital content management on the Instagram account of LLDIKTI Region II in supporting public information transparency through the communication of the Kampus Berdampak program. A descriptive qualitative approach was employed, involving four purposively selected informants who were directly engaged in institutional digital communication. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observation, and documentation, and were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The findings indicate that digital content management is implemented through an integrated process comprising strategic planning, content production, publication, audience interaction, and performance evaluation. These practices demonstrate the application of the Online Public Relations dimensions of reach, richness, porosity, and agent, enabling the institution to expand information accessibility, improve content quality, foster interactive communication, and evaluate communication effectiveness through digital analytics. The study also reveals that information transparency is achieved not through unrestricted disclosure but through a balanced approach that combines openness, institutional accountability, and the protection of confidential information. This research contributes to the development of Online Public Relations by demonstrating that effective digital government communication depends on the integration of strategic content management, participatory communication, and evidence-based evaluation to strengthen transparency and public trust in higher education governance.</p> 2026-09-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1748 Penggunaan Individual Learning Plan dan Arah Belajar Siswa Pendidikan Kesetaraan: Studi Eksploratif 2026-09-02T05:29:51+07:00 Afifa Muzayana afifamuzayana16@gmail.com Juni Handoko juni@flexi.sch.id Luluk Handriani handrianiluluk6@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p>Individual Learning Plans (ILPs) are intended to connect students’ interests, strengths, goals, and learning actions, yet evidence on how students actually use such plans remains limited, particularly in equivalency education. This exploratory cross-sectional study examined self-reported learning direction and active ILP use among 31 junior- and senior-secondary-equivalent students at PKBM Flexi School Bintaro, Indonesia. The 12-item, five-point Likert questionnaire was developed from the ILP, personalized learning, goal-setting, and self-regulated learning literature, reviewed internally by two senior facilitators for content relevance, and organized a priori into four conceptual groups—self-understanding, direction and goal clarity, planning and ILP use, and monitoring and reflection—that separate students' self-reported conditions from items explicitly referring to ILP use. Because internal consistency of the four groups was modest (α = .50–.58), reflecting the instrument's status as an initial, not-yet-validated version, item-level analysis rather than group-score comparison was treated as the primary and more trustworthy level of evidence. Self-understanding indicators received relatively higher responses, whereas indicators explicitly referring to active ILP use were weaker. The lowest item was revisiting the ILP to decide the next learning step (M = 2.84; 25.8% selected agree/strongly agree). Open-ended responses converged with this pattern: self-understanding was most frequently identified as helpful (38.7%), while progress-tracking features were one of the most frequent improvement requests (16.1%). Exploratory comparisons by school level and enrolment duration did not show statistically meaningful differences, but small subgroups limited inference. The findings do not establish ILP effectiveness; instead, they identify a practical gap between setting a learning direction and repeatedly using a personal plan to guide subsequent action. Future studies should test scheduled review points and progress-tracking mechanisms using independently reviewed instruments and stronger multi-site designs.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-09-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1759 Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Role Playing Untuk Mengembangkan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Peserta Didik SMP Jannatun Naim Lampung 2026-09-02T05:30:07+07:00 Agisna Alsa Sabila agisnaalsa21@gmail.com Risna Rogamelia risna@radenintan.ac.id Fiqih Amalia fiqihamalia@radenintan.ac.id <table> <tbody> <tr> <td> <p>Keterampilan komunikasi interpersonal merupakan kompetensi penting yang perlu dimiliki peserta didik untuk membangun relasi sosial yang sehat. Namun, banyak peserta didik SMP masih menunjukkan hambatan dalam aspek ini, seperti pasif saat berdiskusi, kurang percaya diri menyampaikan pendapat, dan sulit mengekspresikan perasaan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pelaksanaan bimbingan kelompok dengan teknik <em>role playing</em> dalam mengembangkan keterampilan komunikasi interpersonal peserta didik SMP Jannatun Naim Lampung, serta mengidentifikasi perkembangannya setelah mengikuti layanan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan, wawancara semi terstruktur dan FGD, serta dokumentasi. Subjek dipilih dengan teknik purposive sampling, yaitu peserta didik kelas VIII yang tinggal di asrama dan memiliki keterampilan komunikasi interpersonal yang perlu dikembangkan. Bimbingan kelompok dilaksanakan dalam empat sesi yang masing-masing berfokus pada aspek komunikasi interpersonal menurut DeVito, yaitu keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik <em>role playing</em> mampu menciptakan ruang aman bagi peserta didik untuk berlatih berkomunikasi aktif, memahami perspektif orang lain, serta mengelola respon verbal dan nonverbal melalui simulasi situasi sosial yang realistis. Peserta didik menunjukkan perkembangan positif pada kelima aspek komunikasi interpersonal setelah mengikuti seluruh sesi. Dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok dengan teknik <em>role playing</em> menunjukkan kontribusi positif terhadap perkembangan keterampilan komunikasi interpersonal peserta didik di lingkungan sekolah berbasis pesantren.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-09-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1070 Application of Sociocognitive Psychology Counseling Techniques Alberd Bandura Faces Student Academic Failure 2026-09-08T12:51:43+07:00 Anikamatul Khoiroh anikmatulkhoiroh@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p>Students often face academic failures during their studies, academic failures in college, such as graduation delays, trial failures, unplanned leave, and dropouts This can trigger psychological impacts such as stress, anxiety, low self-esteem, and loss of motivation to learn. This article aims to: (1) analyze the psychological dynamics of students who experience academic failure; (2) examine key concepts in sociocognitive psychology theory, especially self-efficacy, modeling, and self-regulation; and (3) explain the application of sociocognitive counseling techniques in helping students bounce back from failure. This study uses a narrative literature review of research on student academic failure, and its application to sociocognitive theory. The literature was searched through Google Scholar, PubMed, and PsycINFO, and then analyzed thematically to integrate relevant concepts into the explanatory framework. The results of the study showed that academically failing individuals were prone to psychological disorders, but were able to recover by strengthening self-efficacy, observational learning, and self-regulation strategies. Sociocognitive theory provides a powerful conceptual framework for understanding and facilitating adaptive behavior change. The application of sociocognitive-based counseling techniques such as modeling, mastery experiences, goal setting, and cognitive restructuring has been shown to be effective in improving self-confidence and learning strategies. These findings provide important implications for educational counselors and college institutions in designing counseling services oriented towards recovery and psychological capacity development.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-09-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1784 Adaptive Islamic Leadership: Kepemimpinan Adaptif dalam Menghadapi Perubahan Ekosistem Pendidikan Islam 2026-09-08T12:51:51+07:00 Gunarti Ika Pradewi gunartiikapradewi@gmail.com Sholeh Kurniandini arsyanawangsadinata@gmail.com Muchammad Iqbal Chailani iqbalchailani39@gmail.com Abdul Wahab Fahrub abdulwahabfahrub@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p>The rapidly changing, complex, and unpredictable educational ecosystem requires Islamic educational institutions to develop both adaptive capacity and organizational resilience. Adaptation in Islamic education cannot simply be understood as the ability to follow changes, as it must preserve the identity, values, and objectives of Islamic education. Meanwhile, studies on adaptive leadership and Islamic leadership have largely developed separately. This condition indicates the need for a conceptual framework that integrates adaptive capacity with Islamic leadership values. This study employed a qualitative research design. Data were collected through interviews and a literature review and analyzed thematically using the steps proposed by Braun and Clarke. The research results show that adaptive Islamic educational leadership is a values-based leadership approach that enables Islamic educational institutions to diagnose change, innovate, and internalize Islamic values ​​in an effort to achieve educational goals. To effectively exercise leadership, an Islamic educational institution leader must possess skills in data-based environmental scanning, stakeholder engagement, and regulatory and competitive scanning. This Study also discusses the dimensions of adaptive Islamic educational leadership which includes adaptive diagnosis, value-based adaptation, shura-based mobilization, ethical innovation, adaptive learning, uswah-based leadership, and maslahah-oriented transformation.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-09-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1788 Implementasi Pembelajaran Al-Qur’an Berbasis Literasi Qur’ani melalui Program SKUA dalam Mengembangkan Kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an dan Pemahaman Makna Ayat pada Peserta Didik MTsN 3 Pacitan 2026-09-08T12:51:59+07:00 Wahidah Rahmawanti Ruhana hannalalama01@gmail.com Dona Adi Bayu Saputra faizabdunnaafi@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p>Qur’anic literacy is not limited to the ability to read and write Qur’anic verses, but also includes understanding their meanings, reflecting on the messages contained in the verses, and implementing them in daily life. In practice, Qur’an learning among students still tends to focus on memorization skills, while the aspect of understanding the meaning of verses has not been optimally integrated. This study aims to describe the implementation of Qur’an learning based on Qur’anic literacy through the Standard Program of Ubudiyah and Akhlakul Karimah Skills (SKUA), students’ Qur’an reading and writing abilities, as well as their ability to read and write the meanings of Qur’anic verses at MTsN 3 Pacitan. This research employed a qualitative approach with a descriptive research design. The research subjects consisted of SKUA program teachers/coaches and four students who had participated in the program. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation. Data analysis was conducted interactively through the stages of data condensation, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source and technique triangulation. The findings of this study are expected to provide an overview of the implementation of Qur’an learning based on Qur’anic literacy through the SKUA Program and its relationship with the development of students’ Qur’an reading and writing skills as well as their understanding of verse meanings. This study is also expected to serve as an alternative for developing Qur’an learning practices that systematically integrate <em>qira’ah</em> (reading), <em>kitabah</em> (writing), <em>tafhim</em> (understanding), and <em>tadabbur</em> (reflection).</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-09-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1785 Pemanfaatan AI dalam Menunjang cara mengajar Guru di MA Al-Munawaroh Kejajar 2026-09-08T12:52:07+07:00 Dian Tri Wardani diantriwarda@gmail.com Nisa Alya Rohmah nisaalya234@gmail.com Elma Nur Syafaah elmanursyafaah@gmail.com Iga Nurmalasari iganurmala16@gmail.com Rendi Wahidin rendwhdn@gmail.com Ahmad Nasir Khoiruloh ahmadnasirkh017@gmail.com Ahmad Syaifudin baniassaiif@gmail.com Fahrullah grannurelmurtaqie@gmail.com Chairani Astina astinac@unsiq.co.id <p>Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) memberikan peluang baru dalam mendukung guru dalam mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan AI dalam menunjang kegiatan mengajar guru di MA Al-Munawaroh Kejajar, khususnya dalam konteks madrasah berbasis pondok yang tidak memperkenankan peserta didik membawa telepon genggam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, keterlibatan langsung dalam kegiatan pembelajaran, dan dokumentasi selama pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dimanfaatkan oleh guru terutama pada tahap persiapan pembelajaran, seperti mencari referensi dan alternatif penjelasan materi, menyusun bahan ajar, membuat soal dan LKPD, merancang pertanyaan pemantik, serta mengembangkan ide kegiatan dan media pembelajaran. Hasil yang diperoleh dari AI tidak digunakan secara langsung, tetapi terlebih dahulu diperiksa, dikoreksi, dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik, kurikulum, serta nilai-nilai keislaman yang diterapkan di lingkungan madrasah dan pondok. Pemanfaatan AI juga menunjukkan adanya penguatan peran guru sebagai perancang pembelajaran, pengguna teknologi, validator informasi, penyesuai hasil AI, fasilitator pembelajaran, sekaligus pendidik yang tetap menjalankan fungsi humanis. Meskipun demikian, pemanfaatan AI masih menghadapi beberapa tantangan, antara lain literasi digital guru yang belum merata, keterbatasan waktu dalam memvalidasi hasil AI, serta keterbatasan sarana dan akses internet. Dengan demikian, AI dapat berfungsi sebagai alat bantu yang mendukung profesionalisme guru, tetapi tidak menggantikan peran pedagogis dan humanis guru dalam proses pendidikan</p> 2026-09-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1805 Integritas Teori Motivasi Hierarki Kebutuhan Maslow ke dalam Mekanik Game RPG Mobile : Sebuah Rancangan dan Evaluasi Keterpakaian 2026-09-08T12:52:27+07:00 Ridzky Ardiansyah ridz@upi.edu Rasim rasim@upi.edu Herbert herbert@upi.edu <p>Remaja kerap mengalami krisis motivasi dan kecenderungan menghindari masalah (avoidance behavior) saat menghadapi tantangan kehidupan. Game edukasi menawarkan medium interaktif yang menjanjikan untuk menyampaikan nilai-nilai motivasi secara menarik dan tidak instruktif. Penelitian ini mengembangkan game Role-Playing Game (RPG) mobile berjudul “Ascend I: The Hierarchy Within” menggunakan metode Game Development Life Cycle (CDLC) Heather Chandler, dengan Teori Motivasi Hierarki Kebutuhan Maslow sebagai kerangka desain mekanik permainan dan narasi. Tiga level hierarki Maslow berupa kebutuhan rasa aman, kebutuhan harga diri, dan kebutuhan aktualisasi diri, dipetakan secara sistematis ke dalam enam fitur inti game: Misi, Level, Peningkatan Kemampuan, Tantangan, Hadiah dan SaveGame. Pengujian fungsional menggunakan Black Box Testing pada 13 skenario uji membuktikan bahwa seluruh fitur game berjalan tanpa kesalahan, sehingga memberikan fondasi teknis yang kuat. Evaluasi keterpakaian dilakukan menggunakan System Usability Scale (SUS) terhadap tujuh responden remaja berusia 10–24 tahun yang memainkan game hingga selesai. Hasil evaluasi menghasilkan skor rata-rata SUS sebesar 61,7, yang termasuk dalam kategori Marginal/OK (Grade D), menunjukkan bahwa game dapat digunakan namun masih memerlukan penyempurnaan, terutama pada antarmuka dan ketiadaan tutorial interaktif di awal permainan yang menyebabkan kurva pembelajaran tinggi bagi pemain pemula. Penelitian ini berkontribusi pada penyediaan model desain game berbasis teori yang konkret dan dapat direplikasi untuk keperluan pendidikan motivasional remaja.</p> 2026-09-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1893 Pengaruh Model Think Pair Share Berbantuan Padlet terhadap Kompetensi Kewarganegaraan Siswa Sekolah Dasar pada Materi Hak dan Kewajiban Warga Negara 2026-09-17T21:19:53+07:00 I Made Adi Jaya Wibawa akilacalista90@gmail.com Dewa Bagus Sanjaya bagus.sanjaya@undiksha.ac.id I Nengah Suastika nengah.suastika@undiksha.ac.id <p>Rendahnya kompetensi siswa sekolah dasar dalam memahami hak dan kewajiban warga negara menunjukkan perlunya pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif, kerja sama, dan pemahaman konseptual. Penelitian ini bertujuan menguji perbedaan kompetensi kewarganegaraan antara siswa yang mengikuti pembelajaran Think Pair Share (TPS) berbantuan Padlet dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi-eksperimen dan desain Posttest Only Control Group Design. Sampel terdiri atas 64 siswa kelas V yang terbagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing 32 siswa. Data dikumpulkan melalui tes kompetensi kewarganegaraan yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis meliputi statistik deskriptif, uji Shapiro-Wilk, uji Levene, Independent Samples t-test, dan Cohen's d dengan IBM SPSS Statistics 27 pada taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata kelas eksperimen (M = 84,38; SD = 7,24) lebih tinggi daripada kelas kontrol (M = 75,16; SD = 8,11). Uji t menunjukkan perbedaan yang signifikan, t(62) = 4,812; p &lt; 0,001, dengan Cohen's d = 1,20 yang termasuk kategori efek besar. Temuan ini menunjukkan bahwa, dalam konteks sampel dan desain penelitian ini, penerapan TPS berbantuan Padlet berkaitan dengan capaian kompetensi kewarganegaraan yang lebih tinggi dibandingkan pembelajaran konvensional. Integrasi struktur kooperatif TPS dan ruang kolaboratif Padlet berpotensi mendukung pembelajaran Pendidikan Pancasila yang lebih partisipatif dan berpusat pada siswa</p> 2026-09-26T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1937 Manajemen Kurikulum dalam Mendukung Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Sekolah Dasar 2026-09-20T16:41:38+07:00 Sri Sundari 2507010080@students.unis.ac.id Syukur Dharmawan 2507010086@students.unis.ac.id Rendi Fitriadi rendifiteriadi@gmail.com Hariyanto 2507010149@students.unis.ac.id Jhoni Triyanto 2507010047@students.unis.ac.id <p>Keberagaman karakteristik peserta didik di sekolah dasar menuntut pengelolaan kurikulum yang mampu mengakomodasi kebutuhan belajar yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana pengorganisasian dan pelaksanaan manajemen kurikulum berkontribusi dalam mendukung pembelajaran berdiferensiasi guna meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan (library research), yaitu mengkaji dan mensintesis dua puluh artikel jurnal ilmiah terindeks nasional yang membahas manajemen kurikulum dan pembelajaran berdiferensiasi pada jenjang sekolah dasar di Indonesia. Data dianalisis melalui teknik analisis isi (content analysis) dengan tahapan reduksi, kategorisasi tema, dan penarikan simpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keempat fungsi manajemen kurikulum, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi, berperan sebagai prasyarat struktural bagi keberhasilan diferensiasi konten, proses, produk, dan lingkungan belajar di kelas. Namun demikian, sebagian besar literatur yang dikaji masih berfokus pada tahap pelaksanaan di kelas dan relatif minim membahas pengorganisasian sumber daya serta evaluasi kurikulum secara sistematis. Kondisi ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara kebijakan kurikulum tingkat sekolah dan praktik diferensiasi di ruang kelas. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan kerangka konseptual integratif yang menghubungkan fungsi manajemen kurikulum dengan dimensi pembelajaran berdiferensiasi, sekaligus merekomendasikan penguatan peran kepala sekolah dalam pengorganisasian dan evaluasi kurikulum sebagai faktor penguat kualitas pembelajaran di sekolah dasar</p> 2026-09-29T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1509 Beyond Automation: Artificial Intelligence and the Future of Islamic Education in Higher Education 2026-09-23T13:13:51+07:00 Muhammad Hazmi Firdaus firdaushazmi27@gmail.com <p>The rapid diffusion of artificial intelligence (AI) into higher education has begun to reshape how knowledge is transmitted, assessed, and authenticated, and Islamic higher education institutions are no exception. This article presents a conceptual review examining how AI is reconfiguring Islamic higher education and what this transformation means for the classical Islamic distinction between ta'lim (instruction or knowledge transfer) and ta'dib (ethical and spiritual formation). Drawing on a structured review of 24 recent studies concerning AI adoption in Islamic studies, Qur'anic learning, and religious question-answering systems, identified through a systematic search of Scopus, Google Scholar, and DOAJ, the review synthesizes three interrelated themes: the pedagogical opportunities AI affords, the epistemic and ethical risks it introduces, and the frameworks Muslim scholars have proposed to govern its use. The analysis argues that AI's value for Islamic higher education lies not in automating religious authority but in augmenting the human relationships, spiritual mentorship, and chains of transmission (isnad) that have historically anchored Islamic knowledge. The article concludes with a proposed orientation, described here as "beyond automation," in which AI is positioned as a supporting instrument governed by Maqasid al-Shari'ah (the higher objectives of Islamic law) rather than a substitute for the teacher-student relationship, and offers recommendations for curriculum designers, policymakers, and institutional leaders in Islamic higher education</p> 2026-09-29T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1964 Epistemological Problems in Islamic Studies: An Analysis of Paradigms, Methodologies, and Academic Bias 2026-09-22T21:30:37+07:00 Farhi Asna farkhiasna03@gmail.com Achid Turmudzi rimaalfiana64@gmail.com Hamiyya Wildan Zaha cakwildan22@gmail.com <p>Islamic Studies has evolved from textual and normative inquiries into a multidimensional field engaging with philosophy, social sciences, and the humanities. However, this expansion generates fundamental epistemological questions regarding the validity of knowledge, methodological choices, and the presence of academic bias. This study aims to critically analyze the epistemological problems in Islamic Studies by examining the relationship between paradigmatic plurality, methodological orientations, and researcher positionality. This study employed a qualitative literature-based research design with a critical-interpretive approach. Data analysis was conducted through three interconnected stages: identifying epistemological assumptions, comparing various approaches (normative, historical-critical, social-scientific, and integrative), and critically interpreting the interactions among paradigms, methodology, and researcher positionality. The findings indicate that the epistemological dynamics of Islamic Studies are influenced by tensions between normative-deductive and historical-empirical approaches. Epistemological problems emerge when a single paradigm is treated as absolute and applied without a critical understanding of its analytical boundaries. Furthermore, limited mastery of social science methodologies, alongside the uncritical adoption of either Western analytical frameworks or traditional Islamic scholarly views, can lead to academic bias and apologetic orientations. The study concludes that resolving epistemological issues in Islamic Studies does not require establishing a single universal paradigm, but rather cultivating a reflexive and integrative research culture based on three principles: paradigmatic awareness, methodological reflexivity, and critical recognition of researcher positionality</p> 2026-09-29T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1968 Sadd al-dharīʿah and Capital Punishment for Corruption in Indonesia: Reconstructing the ‘Certain Circumstances’ Clause after the 2026 Penal Adjustment 2026-09-22T21:34:43+07:00 Yusuf Arifai arifaiyusuf108@gmail.com Agus Setiawan aguswawan2016@gmail.com Abdillah Nawawi abdillahnawawitremas@gmail.com <p>This article examines the legal limits of capital punishment for corruption in Indonesia after the 2023 Criminal Code took effect and Law No. 1 of 2026 adjusted the sentencing regime. It also asks under what conditions <em>sadd al-dharī</em><em>ʿah</em> can support that punishment. Using doctrinal legal research, the study interprets Indonesian legislation and judicial guidance alongside classical Islamic legal theory and selected secondary scholarship. It finds that capital punishment remains an exceptional and discretionary possibility, subject to a qualifying offense and statutory “certain circumstances,” individualized sentencing criteria, and the ten-year probationary regime. <em>Sadd al-dharī</em><em>ʿah</em> does not independently justify the most severe sanction: its preventive rationale requires a credible connection between means and ends, consideration of foreseeable consequences, and comparison with less harmful alternatives. The article develops a six-stage preventive-proportionality test addressing legality, causal proximity, severity and probability of harm, individualized culpability, necessity, and procedural safeguards. This framework offers a structured way to assess whether an irreversible sentence can be justified in an eligible case; it does not claim to establish that capital punishment deters corruption</p> 2026-09-29T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1977 The Role Of The Kiai In Qolbu Management For Internalizing Islamic Religious Education Values Among Santri Undergoing Mental Rehabilitation At Al-Baroah Islamic Boarding School, Muaro Jambi 2026-09-22T21:38:05+07:00 Mursila nyimas.mursila@gmail.com <p>This study examines the role of the Kiai in Qolbu Management for internalizing Islamic Religious Education (PAI) values among santri undergoing mental rehabilitation at Al-Baroah Islamic Boarding School, Muaro Jambi. Using a qualitative instrumental case-study design, data were gathered via participant observation, semi-structured in-depth interviews, and institutional documentation, then analyzed through interactive data analysis with source and method triangulation. The findings reveal an integrative guidance pattern conceptualized analytically in this study as “Integrative Active Spiritual Therapy”—an educational construct combining physical riyadhoh and productive work, structured worship habituation, specific spiritual practices, personal-dialogic guidance, and Qur’anic religious support. These practices foster the internalization of aqidah, worship, and akhlaq values through modeling, habituation, concrete experience, dialogue, and environmental structuring. Informants reported observable improvements in emotional regulation, worship discipline, social interaction, and spiritual awareness. While sustained by a quiet environment and institutional experience, the program faced constraints such as fluctuating emotional states, limited operational funding, and damaged facilities, which were adaptively mitigated through structured daytime routines, gardening, sports, and hadrah. Crucially, these findings reflect religious-educational and spiritual guidance and should not be construed as clinical therapy or a replacement for professional mental-health care</p> 2026-09-29T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1841 Al-Qur'an dan Metode Tarjih dalam Penetapan Hukum Islam: Dialektika Kemapanan dan Realitas Profan 2026-09-11T07:48:12+07:00 Aziz Muzayin zayinaziz@gmail.com Andri Sungkowo andrisungkowo@gmail.com Muhammad Hariyadi m.haryadi@ptiq.ac.id <p>Artikel ini mengkaji metode tarjih dalam penetapan hukum Islam dengan menempatkan kemapanan hukum dan realitas profan sebagai dua kutub yang berhubungan secara dialektis. Menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan yang bersifat kualitatif-analitis, kajian ini menelusuri konstruksi metodologis tarjih mulai dari kriteria klasik yang berpusat pada analisis internal dalil (sanad, matan, dan dilalah) hingga perluasannya pada era kontemporer yang memasukkan pertimbangan maqasid al-syari'ah, maslahah, dan fiqh al-waqi', termasuk kedudukan Al-Qur'an sebagai sumber dalil tertinggi dalam proses tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses tarjih, baik yang dilakukan secara individual oleh mujtahid maupun secara kelembagaan melalui lembaga fatwa seperti Majelis Tarjih Muhammadiyah, Lembaga Bahtsul Masail NU, dan Dewan Syariah Nasional MUI, berkontribusi pada terbentuknya kemapanan hukum Islam melalui mekanisme reproduksi otoritas. Namun, kemapanan tersebut senantiasa berhadapan dengan tantangan realitas profan yang dinamis, sehingga menuntut kerangka tarjih yang reflektif dengan kejelasan meta-kriteria, transparansi argumentatif, dan akuntabilitas kelembagaan. Kajian ini menyimpulkan bahwa persoalan mendasar dalam tarjih bukan semata memilih antara kemapanan dan perubahan, melainkan merumuskan mekanisme yang mampu menjaga kontinuitas otoritatif tradisi hukum Islam sekaligus merespons dinamika realitas kehidupan tanpa jatuh pada stagnasi otoritarian maupun relativisme metodologis.</p> 2026-09-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2006 Attitude Patterns And Ideological Stance In Presidential Discourse: An Appraisal Analysis Of President Prabowo Subianto’s National Cooperative Day Address 2026-09-24T05:41:46+07:00 M. Asril Marpaung m.asrilmarpaung@staini.ac.id Fuziernisa Fahmi m.asrilmarpaung@staini.ac.id <table> <tbody> <tr> <td> <p>This study aims to identify the distribution of Attitude resources and examine how evaluative language constructs ideological stance and leadership ethos in President Prabowo Subianto’s address at the 79th National Cooperative Day in 2026. The study employs a descriptive-qualitative, corpus-based discourse analysis grounded in Systemic Functional Linguistics (SFL) and Martin and White’s (2005) Appraisal framework, focusing on the Attitude subsystem of Affect, Judgement, and Appreciation. The corpus comprises the complete official presidential address, which was cross-checked against an official secondary transcript and audiovisual recording. The transcript was systematically segmented into 680 Hallidayan ranking clauses and coded according to Attitude domain, sub-category, polarity, and mode of realization. The analysis identified 457 evaluative clauses (67.2%), comprising Judgement (54.3%, n = 248), Appreciation (32.2%, n = 147), and Affect (13.6%, n = 62). Within Judgement, Social Sanction: Propriety was the most frequent resource (n = 135), followed by Social Esteem: Tenacity (n = 55) and Capacity (n = 53). Appreciation was predominantly realized through Valuation (n = 133). Positive evaluations accounted for 73.3% (n = 335), compared with 26.7% (n = 122) for negative evaluations, while inscribed realizations constituted 91.0% (n = 416) and invoked realizations 9.0% (n = 41). The findings indicate that evaluative resources are primarily used to construct ethical legitimacy, articulate an anti-corruption stance, and position cooperatives as instruments of economic democracy and public welfare. The study contributes empirical evidence on contemporary Indonesian presidential discourse and demonstrates the applicability of Appraisal theory to the analysis of ideological and interpersonal meaning in political rhetoric.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-02T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1888 Pengaruh Model Pembelajaran tipe Kooperatif Think-Pair-Share terhadap Keaktifan dan Partisipasi Siswa pada Pelajaran PKn DiKelas V SDN 3 Masbagik Utara 2026-09-15T21:02:24+07:00 Nia Bidayati Sholehah niabidayatis@gmail.com Yuniar Lestarini yuniarlestarini@hamzanwadi.ac.id Muhammad Husni mhd_husni@hamzanwadi.ac.id Rohini rohini.rohini@hamzanwadi.ac.id <p>Keterlibatan dan partisipasi siswa merupakan prasyarat keberhasilan pembelajaran PKn, namun pembelajaran yang didominasi metode ceramah di kelas V SDN 3 Masbagik Utara membuat kedua aspek tersebut belum berkembang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran kooperatif Think-Pair-Share terhadap keterlibatan dan partisipasi siswa dalam pembelajaran PKn. Metode yang digunakan adalah kuantitatif quasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design, yang diterapkan pada 45 siswa kelas V, terdiri atas 23 siswa kelompok eksperimen dan 22 siswa kelompok kontrol yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket, lembar observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan Independent Sample T-Test dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor posttest keterlibatan kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, dengan signifikansi 0,000, sementara skor posttest partisipasi kelompok eksperimen juga lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, dengan signifikansi 0,003. Model Think-Pair-Share memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keterlibatan dan partisipasi siswa secara simultan, sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran PKn di sekolah dasar.</p> <p>This is an open-access article under the CC–BY-SA license.&nbsp; &nbsp;&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> 2026-10-03T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1872 Model Pengelolaan Mangrove Terintegrasi Berbasis Sistem informasi Geografis (SIG) untuk Mitigasi Bencana Pesisir Abrasi di Provinsi Sulawesi Barat 2026-09-22T21:05:59+07:00 Binayanti binayanti6@gmail.com Femiliani Novita Sari binayanti6@gmail.com Kamaruddin binayanti6@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p>The objectives of this study are as follows: To analyze the condition of mangrove ecosystems in the coastal areas of West Sulawesi. To identify the role of mangroves in coastal disaster mitigation and environmental resilience enhancement. To develop a GIS-based mangrove management zoning model. The method used a geographic information system to map conservation zones, rehabilitation zones, utilization zones, and buffer zones in four districts in West Sulawesi Province. The results of the study showed that the mangrove ecosystems on the coast of West Sulawesi were generally in the vulnerable to degraded category. This is reflected in the large area of buffer zones and rehabilitation zones compared to the relatively small conservation zones in each district, which only range from 25.31 to 378.23 hectares. West Sulawesi Province is an area with a high level of disaster vulnerability, characterized by a high risk of coastal abrasion, tidal flooding, and tsunamis. The existence of mangrove ecosystems has been proven to play an important role in reducing the impact of disasters through their physical, ecological, and hydrological functions. The condition of mangroves in several districts in West Sulawesi shows varying levels of damage and utilization. Geographic Information System (GIS)-based zoning divides the area into four categories: conservation, rehabilitation, buffer, and utilization. Polman is relatively better because its conservation area is quite extensive, Majene is the most vulnerable due to its very narrow area, while Mamuju and Central Mamuju are vulnerable to degradation. </p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-04T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2060 Guru Agama sebagai Teladan Inklusivitas Toleransi Antarumat Beragama Berbasis Asta Cita Indonesia 2026-10-03T15:34:41+07:00 Carissa Junietta Liman carissa.705230209@stu.untar.ac.id Raja Oloan Tumanggor rajat@fpsi.untar.ac.id Cindy Tan cindy.705230126@stu.untar.ac.id Blessynki Barbara Tiara Simamora blessynki.705230147@stu.untar.ac.id Dominique Mysie Taroreh dominique.705230144@stu.untar.ac.id <p>Keberagaman agama di Indonesia menuntut sekolah menjadi ruang yang menumbuhkan toleransi, dan guru agama berada pada posisi strategis sebagai figur teladan bagi siswa. Namun, penelitian tentang keteladanan guru agama umumnya masih berfokus pada konteks sekolah dengan siswa berlatar agama tunggal, sehingga peran guru di sekolah multiagama dan kaitannya dengan kerangka kebijakan nasional belum banyak dikaji<strong>.</strong> Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis peran guru agama sebagai teladan inklusivitas dalam penguatan toleransi antarumat beragama di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng berdasarkan poin kedelapan Asta Cita Indonesia. Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan wawancara semi-terstruktur secara daring terhadap tiga guru agama (Buddha, Katolik, dan Kristen Protestan) yang dipilih melalui<strong> <em>purposive sampling</em></strong>, kemudian dianalisis dengan analisis tematik Braun dan Clarke (2006) berbantuan NVivo<strong>.</strong> Hasil analisis menghasilkan 12 kode yang dikelompokkan menjadi<strong> </strong>empat tema: inklusivitas dimaknai sebagai penerimaan dan penghormatan terhadap keberagaman; guru menjadi teladan melalui konsistensi perilaku dan keluasan wawasan; toleransi didukung lingkungan sekolah dan diwujudkan melalui praktik lintas agama; serta tantangan dalam menumbuhkan toleransi yang sebagian besar berasal dari luar kelas. Para guru belum mengenal Asta Cita sebagai kerangka kebijakan, meskipun nilai toleransinya tercermin dalam praktik sekolah. Temuan ini memberikan gambaran empiris tentang bagaimana keteladanan guru berperan dalam konteks sekolah multiagama, sekaligus menjadi masukan bagi sekolah dan pembuat kebijakan dalam merancang penguatan toleransi berbasis Asta Cita.<strong> </strong>Temuan ini bersumber dari persepsi tiga guru sehingga perlu dilengkapi data dari siswa dan observasi.</p> 2026-10-03T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1876 The Role Of The Family Learning Center (Puspaga) in Preventing Child Marriage (Case Study at The Community Empowerment, Women and Child Protection Office in Jambi City) 2026-09-15T12:57:59+07:00 Mirna Novita Amir azzamalghifary2010@gmail.com Abdul Halim ah394574@gmail.com Husin Bafadhal husinbafadhal@uinjambi.ac.id <table> <tbody> <tr> <td> <p>This study analyzes the role of the Family Learning Center (PUSPAGA) in preventing child marriage in Jambi City, identifies the main challenges in its implementation, and examines the efforts undertaken to strengthen its services. This study employed a qualitative descriptive approach using a case study design at the Jambi City Community Empowerment, Women and Child Protection Office (DPMPPA). Data were collected through interviews, observations, and documentation involving PUSPAGA managers, family counselors, and service recipients. The findings indicate that PUSPAGA performs three principal roles: preventive-promotive, curative-mediative, and coordinating-referral. These roles are generally aligned with the mandate of Ministerial Regulation of Women’s Empowerment and Child Protection No. 6 of 2023. However, their implementation remains constrained by limited service coverage, insufficient professional personnel, low public awareness, inadequate facilities and budgetary support, and suboptimal cross-sector coordination. The study also identifies several institutional responses, including expanding services to the sub-district level, developing online consultation services, strengthening public education, improving professional capacity, and enhancing coordination with relevant institutions. The findings suggest that PUSPAGA has an important institutional role in addressing the risk of child marriage, but its preventive function requires stronger service accessibility, institutional capacity, professional resources, and intersectoral collaboration. Strengthening these dimensions is essential to support more comprehensive and sustainable child marriage prevention in Jambi City.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-05T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1913 Management Of The Implementation Of Differentiated Learning By The Principal At Sd Negeri 004 Nongsa Batam City 2026-09-19T22:55:15+07:00 Rizzan ansorrizzan@gmail.com Imam Subekti subekti240@gmail.com Ria Kurniawaty riakurniawaty99@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p>Differentiated learning is an approach that responds to the diversity of learners' readiness, interests, and learning profiles, but its implementation at the elementary school level still faces challenges related to consistency. This study aims to analyze the management of the implementation of differentiated learning by school principals at SD Negeri 004 Nongsa Batam City. The research uses a qualitative approach with a case study design. Participants consisted of nine purposively selected informants, including school principals, curriculum coordinators, elementary and high grade teachers, operators or administrative staff, and representatives of school committees or parents. Data were collected through limited non-participant observations, semi-structured interviews, and documentation studies. Data analysis was carried out interactively through data condensation, data presentation, and conclusion verification using NVivo. The credibility of the findings was maintained through triangulation of sources and techniques, as well as member checks to informants. The results of the study show that the management of the implementation of differentiated learning runs through six interrelated dimensions, namely internal policies, academic coaching, coordination, supervision, resource utilization, and strengthening school relationships. However, implementation faces operational challenges such as large number of students, limited teachers' time, and diverse parental understanding. The conclusion of this study is that the management of the implementation of differentiated learning requires strong instructional leadership and systematic school management in order to become a sustainable academic culture in all elementary school learning groups.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-05T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1839 The tradition of welcoming students as a medium for the internalization of religious values at SMA 1 Selomerto 2026-09-19T22:55:30+07:00 Robingun Suyud El-Syam robyelsyam@unsiq.ac.id Amelia Salsabila Ameliasalsabila102@gmail.com Siti Qomariyyah tiparan@icloud.com Devi Rahmawati devirahmawatiawati.ngb@gmail.com Misbahudin pantokaliwiro@gmail.com Eri Sofiyah sofiyah@gmail.com Fiki Abidatul Laili Kamilatussarifah kamilatussyarifah0304@gmail.com Muhammad Khairy Abdullah Dzaky 8dzakyalkhairy8@gmail.com Alyah Khusumawati aliahkusumawati@gmail.com <p>The internalization of religious values ​​within the school environment is a crucial aspect of shaping students' character, particularly amidst educational challenges that demand not only academic achievement but also moral and spiritual strengthening. This study aims to analyze the process of internalizing religious values ​​through the morning student-welcoming tradition at SMAN 1 Selomerto, as well as to identify the specific religious values ​​instilled and their impact on student character. A qualitative field research approach was employed, with data collected through observation, interviews, and documentation involving the principal, teachers, and students. Data analysis proceeded through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the morning welcoming tradition serves not merely as a prelude to classroom instruction but has evolved into a means of habituation and internalizing religious values ​​within school life. Interactions involving greetings, smiles, handshakes, and the practice of polite behavior serve as vehicles for fostering courtesy, discipline, care, respect for teachers, and positive attitudes toward others. Consistent practice creates a school atmosphere that is more religious, humanistic, and conducive to character development. The study underscores that simple practices when performed routinely and consistently can be effective strategies for internalizing religious values, provided they are supported by teacher role-modeling, school culture, and the involvement of the entire school community. These findings suggest that student-welcoming traditions can be further developed as a component of strengthening character education and religious culture in secondary schools</p> 2026-10-05T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1906 Paradoks Pendidikan Pesantren: Analisis Rendahnya Minat Santri Dalam Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi 2026-09-22T14:18:20+07:00 Azlina Nur Febrianti azlinanurfebrianti74@gmail.com Abd Hadi Rohmani alfana45@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi santri serta faktor determinan di balik rendahnya minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kareteng Bululanjang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data dihimpun melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tipologi pandangan santri terhadap pendidikan tinggi: menganggap perguruan tinggi penting untuk memperluas wawasan dakwah modern, memprioritaskan pengabdian (<em>khidmah</em>) dan kelanjutan tradisi pesantren, serta memilih orientasi kerja demi menopang ekonomi keluarga. Rendahnya minat santri dipengaruhi oleh lima faktor utama: keterbatasan ekonomi, dorongan bekerja dini, lemahnya dukungan orang tua, rendahnya efikasi diri akademik (<em>self-efficacy</em>), serta kewajiban pengabdian dan budaya kepatuhan di pesantren. Temuan ini menegaskan bahwa keengganan melanjutkan studi bukan sekadar preferensi individu, melainkan manifestasi benturan struktural, sosial-ekonomi, dan hegemoni kultural pesantren. Diperlukan sinergi antara pesantren, keluarga, dan penyedia beasiswa untuk menghadirkan bimbingan karier, literasi beasiswa, serta skema pengabdian yang lebih fleksibel</p> 2026-10-06T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2047 Pengaruh Penggunaan Media Canva terhadap Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPAS Kelas III SD Negeri 2 Loyok 2026-09-28T08:21:30+07:00 Lalu Hadi Wiguna hadilalu1233@gmail.com Muchamad Triyanto triyantomuhamad924@gmail.com Yuniar Lestarini yuniar04@hamzanwadi.ac.id Muhammad Syahruddin Amin muhammadsyahruddinamin@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Canva terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPAS kelas III SD Negeri 2 Loyok. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain One Group Pretest–Posttest Design. Populasi sekaligus sampel adalah seluruh siswa kelas III SD Negeri 2 Loyok yang berjumlah 32 siswa dengan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui tes dan observasi. Instrumen tes berupa soal pilihan ganda digunakan untuk mengukur hasil belajar melalui pretest dan posttest, sedangkan observasi digunakan sebagai data pendukung. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test karena data pretest dan posttest tidak berdistribusi normal. Rata-rata hasil belajar meningkat dari 61,25 pada pretest menjadi 74,06 pada posttest, dengan peningkatan 12,81 poin. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan Z = −3,084 dan Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,002 &lt; 0,05. Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan media Canva. Karena desain penelitian tidak menggunakan kelompok kontrol, temuan ditafsirkan sebagai perubahan hasil belajar yang signifikan setelah perlakuan, bukan sebagai bukti bahwa Canva merupakan satu-satunya faktor penyebab perubahan.</p> 2026-10-07T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1856 Analisis Implementasi Pendekatan Deep Learning dalam Pembelajaran PKn di SD Islam Waringin 2026-09-11T19:53:01+07:00 Siti Mukminah sitimukminah463@gmail.com Yuniar Lestarini yuniar04@hamzanwadi.ac.id Yul Alfian Hadi alfianhadi@hamzanwadi.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pendekatan <em>deep learning</em> dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya, serta menganalisis dampaknya terhadap kemampuan berpikir kritis siswa di SD Islam Waringin, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Kebaruan penelitian ini terletak pada kajian <em>deep learning</em> sebagai pendekatan pedagogis (bukan kecerdasan buatan) pada pembelajaran PKn di sekolah dasar berbasis Islam yang memiliki keterbatasan fasilitas, konteks yang belum banyak diungkap penelitian terdahulu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan satu kepala sekolah, satu guru PKn, dan lima siswa kelas V yang dipilih secara purposive, dengan pengambilan data sekitar tiga minggu. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, dianalisis dengan model interaktif (reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan), dan diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil menunjukkan bahwa guru menerapkan tiga dimensi <em>deep learning</em>, yaitu <em>mindful</em>, <em>meaningful</em>, dan <em>joyful learning</em>, melalui diskusi kelompok, bermain peran, <em>project-based learning</em>, dan pembelajaran kontekstual yang dipadukan dengan pembiasaan nilai keislaman seperti amanah dan keadilan. Implementasi didukung kebijakan kepala sekolah, pelatihan guru, dan antusiasme siswa, tetapi terhambat keterbatasan buku, media, dan dana sekolah. Dampaknya tampak pada enam indikator berpikir kritis: keberanian bertanya, keaktifan berdiskusi, kemampuan memberi alasan, keterkaitan materi dengan kehidupan nyata, kepercayaan diri, dan keterbukaan menyampaikan pendapat, meskipun sebagian siswa masih merasa malu. Temuan ini menjadi rujukan praktis bagi guru PKn di sekolah dasar berbasis Islam dalam menerapkan <em>deep learning</em> di tengah keterbatasan fasilitas</p> 2026-10-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2002 The Effect of the Use of AI Chatbots on the Ability to Write Anecdotal Texts for Class X Students of SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan for the 2025/2026 Academic Year 2026-09-24T10:51:27+07:00 Giska Antika giskaantika03@gmail.com Mhd. Isman mhd.isman@umsu.ac.id <p>The development of artificial intelligence (AI) technology provides new opportunities in language learning, particularly in improving students’ writing skills. This study aims to examine the effect of using AI Chatbots on the ability of grade X students at SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan to write anecdotal texts during the 2025/2026 academic year. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental method using a Pretest–Posttest Control Group Design. The population consisted of 750 grade X students, with 30 students from class X-1 TJTL selected as the experimental group and 25 students from class X-3 TJTL as the control group. The research instrument was an essay test measuring students’ anecdotal text writing ability. Data were analyzed using descriptive statistics, normality and homogeneity tests, followed by an Independent Samples t-Test to examine differences between groups. The results showed that the experimental group improved from a mean pretest score of 48.33 to 67.29 in the posttest, representing an increase of 18.96 points, while the control group increased from 42.75 to 60.00, representing an increase of 17.25 points. The statistical analysis indicated a significant difference between the two groups (p = 0.022 &lt; 0.05), indicating that the use of AI Chatbots had a significant effect on students’ anecdotal text writing ability. The effect size analysis showed that the intervention produced a [small/moderate/large] practical effect (Cohen’s d = [value]), demonstrating the contribution of AI Chatbots in supporting students’ writing development</p> 2026-10-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1967 Pendidikan Agama Islam dan Pengembangan Moral Reasoning Mahasiswa di Perguruan Tinggi: A Systematic Literature Review 2026-09-22T09:43:37+07:00 Naura Nisrina Nita nauranisrinanita13@gmail.com Ahmad Munji ahmadmunji86@gmail.com Faizudin faizudin.cilegon92@gmail.com Nadrotul Uyun nadhrotuluyun@gmail.com Humaedi humaedi550@gmail.com <p>University Islamic Religious Education (IRE/PAI) research commonly assesses character, religious morality, and academic integrity rather than the reasoning process underlying moral decisions. This review maps 20 empirical studies, distinguishes direct measurement from related proxy outcomes, and identifies relevant pedagogical mechanisms. The source manuscript reports searches of GARUDA, publisher/journal websites, and title/DOI records up to 10 September 2026. Twenty studies were retained from 47 candidate records. The corpus comprises 11 qualitative, six quantitative, two development, and one mixed-method quasi-experimental study. Only one study clearly reports a dilemma-based moral-reasoning test; two others explicitly address moral reasoning but do not document equivalent direct measurement. Four themes concern moral-value knowledge, dialogic contextual learning, the knowing–action gap, and institutional context. A proposed PAI–Moral Reasoning Cycle links normative principles, ethical dilemmas, dialogue, moral justification, reflection, and action through feedback. As study-level critical-appraisal records are unavailable in the provided material, the conclusions describe patterns of evidence rather than a pooled or established causal effect.</p> 2026-10-12T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2080 Problem Based Learning Berbasis Etnomatematika untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematis Segi Empat Kelas IV SD 2026-10-08T20:19:36+07:00 Adelia Eko Putri Wardani adelia200901@gmail.com Wahid Ibnu Zaman wahidibnu@unpkediri.ac.id Sihmardi Bekti Kristiati mbksih@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p>Students' conceptual understanding of quadrilaterals in primary school remains low because instruction tends to be abstract and is rarely connected to local cultural contexts. This study aimed to describe the implementation of ethnomathematics-based Problem Based Learning (PBL) that uses the Simpang Lima Gumul (SLG) landmark in Kediri Regency as a learning context, and to examine the improvement in fourth-grade students' mathematical conceptual understanding of quadrilaterals. This classroom action research followed the Arikunto model and was conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection. The subjects were 31 fourth-grade students of SDN Banyakan 1 in the 2026/2027 academic year. Data were collected through a conceptual understanding test, observation sheets, and documentation, and were analyzed using quantitative and qualitative descriptive techniques. The mean score increased from 60.94 in the pre-cycle to 73.16 in Cycle I and 80.97 in Cycle II, while classical mastery rose from 12.90% to 54.84% and 83.87%, exceeding the 80% success indicator. The gain in Cycle II was achieved after the ethnomathematics-based PBL was reinforced with concrete media and manipulative activities. The novelty of this study lies in using SLG as an ethnomathematical context within PBL that focuses on conceptual understanding of quadrilaterals in grade IV through reflection-based improvement cycles. The study offers primary school teachers an alternative design for contextual geometry instruction and enriches research on integrating PBL and ethnomathematics in primary school geometry.</p> <p> </p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-12T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1960 Pengembangan Media Pembelajaran Kartu Domino Berbantuan Blooket pada Materi Singkatan dan Akronim untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa 2026-09-21T16:51:21+07:00 Muhamad Abdul Faqih mabdlfqh@gmail.com Yuyun Elizabeth Patras yuyunpatras64@gmail.com Dita Destiana dita.destiana@unpak.ac.id <table> <tbody> <tr> <td> <p>This study aims to develop Blooket-assisted domino card learning media for abbreviations and acronyms and to examine its feasibility, practicality, and effectiveness in improving the learning outcomes of fifth-grade elementary school students. Previous studies have examined domino cards and Blooket as learning media in separate contexts; however, the integration of concrete domino cards with Blooket for teaching abbreviations and acronyms to fifth-grade elementary school students has not been specifically developed and evaluated in a single learning product. The study employed a <em>Research and Development</em> method using the ADDIE model. Data were collected through observation, interviews, expert validation, response questionnaires, and learning outcome tests. The validation process involved one media expert, two subject matter experts, and one language expert. The small-scale trial involved four students, while the large-scale implementation involved 45 students and one fifth-grade teacher at SDN Cihideung Ilir 03. The expert validation results obtained an average score of 92.5%, which was categorized as highly feasible. The teacher response reached 94.71%, while the student response in the large-scale trial reached 90%. The mean pretest score in the large scale increased from 42.56 to 80.22 in the posttest. The N-Gain score was 0.640, which was categorized as moderate. The Shapiro-Wilk test showed that the pretest data were normally distributed (p = 0.288), whereas the posttest data were not normally distributed (p = 0.001); therefore, the difference between the two scores was analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The Wilcoxon Signed Rank Test resulted in a significance value of 0.000 &lt; 0.05. These results indicate that the Blooket-assisted domino card learning media is feasible, practical, and effective for supporting the learning of abbreviations and acronyms.</p> <p> </p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-12T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2110 Institutionalizing the Silver Nisab: Translating Fiqh Norms into Zakat Governance in South Sulawesi 2026-10-08T18:12:19+07:00 Rizal Mananu rizalmananu@unismuh.ac.id Marsya Eka Putri marsyaekaputri001@gmail.com Nur Fadillah 3fadillahnr42@gmail.com Andi Nur Adha andinuradha275@gmail.com Nurnilawati nurnilawatiila03@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p>The widening disparity between gold and silver values complicates the operationalization of nisab because the benchmark chosen not only determines the threshold of zakat liability but also affects institutional consistency and the scope of muzakki. Despite the rapid development of zakat studies, empirical evidence on how fiqh-based nisab norms are translated into institutional practice remains limited. This study examines the implementation of the silver nisab at BAZNAS South Sulawesi Province through qualitative field research integrating semi-structured interviews, observation, institutional document analysis, and a theological-normative approach. Credibility was strengthened through source and technique triangulation. The findings show that, during the study period, BAZNAS South Sulawesi adopted a 595-gram silver nisab under BAZNAS Chairman Decree No. 36/2020 through a hierarchical implementation process. However, formal adoption did not produce full institutional alignment: public information still displayed a different benchmark, operational differences remained around haul, payment timing, and the calculation base, and wider implementation was constrained by uneven dissemination, legacy benchmarks, limited digital communication, low zakat literacy, and underused local collection networks. The study conceptualizes nisab as an institutionally translated normative threshold and highlights the need to harmonize regulation, procedures, information systems, and amil capacity.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-12T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1799 Aksesibilitas Peserta Didik Tunanetra Dalam Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Artifisial: Kerangka Lima Lapis Hasil Analisis Dokumen 2026-09-06T09:11:42+07:00 Siti Rachmah sitirachmah296@gmail.com Hendri abdul qohar hendri13zuhe@gmail.com <p>Artificial intelligence creates opportunities for students with visual impairments to access learning materials in adaptable formats, obtain descriptions of visual information, and receive support that responds to their pace of interaction. The availability of an application, however, does not constitute accessibility. This study analyses the dimensions of accessibility, the barriers that emerge, and the conditions required for meaningful participation in such learning. A qualitative descriptive approach was employed through thematic document analysis of 23 sources, comprising 19 scholarly articles published between 2022 and 2026 and four policy or accessibility-standard documents. The analysis yields a five-layer framework: operability; informational equivalence and modality flexibility; output reliability and verifiability; user competence and pedagogical mediation; and governance and infrastructure. Artificial intelligence can strengthen learning independence, yet it also generates new barriers: unlabeled controls, loss of meaning in visual materials, inaccurate outputs, bias, privacy risks, and unequal access to devices. The framework is offered as an initial audit reference requiring field validation. &nbsp;&nbsp;&nbsp;</p> 2026-10-13T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1850 Growth Mindset in Entrepreneurship Education: A Conceptual Reconstruction through Contemporary Qur’anic Interpretation 2026-09-19T22:15:02+07:00 Alfe Robi Nur Muhammad muhammadalfeth93@gmail.com Farid Ardhy Sudirman faridardhysudirman@iainponorogo.ac.id <table> <tbody> <tr> <td> <p>Growth Mindset has become an influential construct in educational and entrepreneurship research, yet its predominantly psychological formulation provides limited conceptual space for integrating reflective, contextual, and ethical dimensions of human development. Existing studies have examined Growth Mindset in psychological and educational contexts and have begun to relate it to Qur’anic perspectives, but limited attention has been given to reconstructing the concept through contemporary Qur’anic hermeneutics and translating the resulting dimensions into a coherent framework for Entrepreneurship Education. This study aims to conceptually reconstruct Growth Mindset through contemporary Qur’anic interpretation and formulate a Qur’an-informed framework for Entrepreneurship Education. Employing a qualitative interdisciplinary conceptual literature review, the study examines selected literature on Growth Mindset, Entrepreneurship Education, and contemporary Qur’anic studies, together with four purposively selected Qur’anic passages: QS. al-Ra‘d [13]: 11, QS. al-Najm [53]: 39, QS. al-Insyirah [94]: 5–6, and QS. al-Hasyr [59]: 18. The passages are first interpreted through the ma‘nā-cum-maghzā approach by examining their historical meaning and contemporary significance, and are subsequently placed in dialogue with Growth Mindset and Entrepreneurship Education literature through interdisciplinary comparison and conceptual synthesis. The analysis identifies four developmental constructs-transformative agency, effort and process orientation, resilience and adaptive learning, and reflective learning and future orientation-while ethical orientation emerges as a normative dimension directing the responsible use of developing capabilities. The resulting Qur’an-informed Growth Mindset extends the conventional emphasis on the developability of ability toward an integrated orientation involving action, sustained effort, reflection, adaptation, and ethical responsibility. The framework provides a theoretically grounded bridge between Qur’anic epistemology, Growth Mindset theory, and Entrepreneurship Education, while remaining a conceptual proposition requiring future empirical validation.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-13T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1658 Dinamika Pengalaman Perbandingan Sosial di Media Sosial dan Konstruksi Makna Qana'ah pada Generasi Z Muslim 2026-10-04T07:01:01+07:00 Erfan Dani erfandani09@gmail.com Evi Afifah Hurriyati evi.afifah@bahasa.iou.edu.gm <p>This study aimed to understand the dynamics of social comparison experiences on social media, the related emotional and cognitive responses, the construction of qana’ah, and the role of religious reflection among Muslim Generation Z. The study used a qualitative approach with Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Six Muslim Generation Z participants who actively used social media were selected through purposive sampling based on inclusion criteria. Data were collected through semi-structured in-depth interviews, transcribed verbatim, and analysed through repeated reading, exploratory noting, experiential statements, personal experiential themes, and cross-case analysis to develop group experiential themes. NVivo 15 supported the documentation and traceability of the analytical process. Six main themes were identified. First, social media was experienced as an ambivalent everyday space that provided benefits while increasing exposure to other people’s lives. Second, idealised content triggered upward social comparison in financial achievement, productivity, education, worship, parenting, body image, relationships, and lifestyle. Third, comparison produced envy, inadequacy, inferiority, pressure, overthinking, and motivation to change. Fourth, participants developed critical distance and regulated exposure by scrolling, skipping, unfollowing, and limiting content. Fifth, qana’ah was constructed as active acceptance that combined contentment, gratitude, effort, personal goals, and acceptance of Allah’s decree. Sixth, religious reflection helped participants reinterpret envy, sustenance, blessings, and trials. The study concludes that qana’ah is not passive resignation, but a psychospiritual meaning-making process that helps Muslim Generation Z balance self-acceptance, effort, and the pressures of social comparison on social media.</p> <p>&nbsp;</p> 2026-10-16T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1791 Religious Coping in Facing Existential Emptiness among Muslim Housewives: A Phenomenological Study 2026-10-04T06:59:44+07:00 Avie Andriyani dr.avie.andriyani@gmail.com Muhammad Zein Permana zeinpermana@upi.edu <p>The experience of existential emptiness among Muslim housewives can be characterized by feelings of emptiness, a loss of direction, monotony, loneliness, and confusion regarding self-identity. In facing such conditions, religion can serve as a source of coping that helps individuals regain direction and meaning in life. This study aims to describe the religious coping experiences of Muslim housewives in dealing with existential emptiness. The study employs a qualitative approach using a descriptive phenomenological method. Four Muslim housewives aged 40–48 years, married for 15–21 years, and having one to three children were selected using convenience sampling. Data were collected through semi-structured, in-depth interviews and analyzed using a descriptive phenomenological approach. The results indicate that religious coping is enacted through increasing closeness to Allah, strengthening the orientation of worship, prayer, self-introspection, acceptance of Allah’s decrees, and deeply internalizing life roles and responsibilities. These religious practices and orientations help participants cope with feelings of emptiness, shift their perspectives on their experiences, and rebuild a sense of direction and meaning in life. Religious coping functions not only as a strategy for managing emotional distress but also as a process for realigning relationships with Allah, the self, and the life being lived. The findings demonstrate that religious coping acts as an adaptive resource in addressing existential emptiness among Muslim housewives. The novelty of this study lies in its phenomenological examination of how Muslim housewives experience and utilize religious coping when facing existential emptiness, highlighting the transformation of existential emptiness into a process of meaning reconstruction through self-reflection and strengthened orientation toward Allah</p> 2026-10-16T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1818 Analisis Kemampuan Literasi Matematis Siswa Ditinjau dari Disposisi Matematis pada Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media M-Learning 2026-10-04T06:58:00+07:00 Anggun Hesti Hutami raraauraliza@gmail.com ST. Budi Waluya budiw@mail.unnes.ac.id Mery Noviyanti meryn@ecampus.ut.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan literasi matematis siswa ditinjau dari disposisi matematis pada pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media M-Learning. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan tipe sequential explanatory. Sampel terdiri atas 50 siswa, yaitu 19 siswa kelas eksperimen dan 31 siswa kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan literasi matematis dan angket disposisi matematis yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, serta diperdalam melalui observasi dan wawancara. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas dan homogenitas, uji ketuntasan individual dan klasikal, uji beda rata-rata, uji beda proporsi, N-Gain, dan regresi linear sederhana. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan literasi matematis kelas eksperimen sebesar 80,79, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 60,81. Ketuntasan klasikal kelas eksperimen mencapai 84,21% atau 16 dari 19 siswa. Uji hipotesis menunjukkan t hitung = 4,13 &gt; t tabel = 1,73 pada uji ketuntasan individual, t hitung = 5,25 &gt; t tabel = 1,68 pada uji beda rata-rata, dan Z hitung = 2,74 &gt; Z tabel = 1,64 pada uji beda proporsi. N-Gain kelas eksperimen sebesar 45,99%, sedangkan kelas kontrol sebesar -2,05%. Hasil regresi linear sederhana menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara disposisi matematis dan kemampuan literasi matematis (R = 0,991), dengan R² = 0,981, F = 896,014, dan p &lt; 0,001. Nilai R² menunjukkan bahwa 98,1% variasi kemampuan literasi matematis pada sampel yang dianalisis dapat dijelaskan secara statistik oleh disposisi matematis dalam model regresi, sedangkan 1,9% sisanya berkaitan dengan faktor lain di luar model. Mengingat besarnya hubungan tersebut, hasil regresi perlu diinterpretasikan dalam batas sampel dan desain penelitian serta tidak menunjukkan hubungan kausal secara langsung. Secara keseluruhan, siswa yang mengikuti PBL berbantuan M-Learning menunjukkan kemampuan literasi matematis yang lebih baik dibandingkan kelas kontrol, sementara disposisi matematis menunjukkan hubungan yang sangat kuat dengan kemampuan literasi matematis.</p> 2026-10-16T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1831 Pengaruh Kesadaran Penuh Berbasis Religiusitas dan Keterikatan Kerja terhadap Kinerja Guru pada SDIT Wildan Mamuju 2026-10-04T06:57:28+07:00 Maharani ummuyahya82@gmail.com Dewi Rosiana dewi.rosiana@unisba.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kesadaran penuh berbasis religiusitas dan keterikatan kerja terhadap kinerja guru di SDIT Wildan Kabupaten Mamuju. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan desain survei cross-sectional dan total sampling terhadap 70 guru aktif. Kesadaran penuh berbasis religiusitas diukur menggunakan Five Facet Mindfulness Questionnaire (FFMQ-39) yang <strong>[jelaskan bentuk integrasi religiusitas, misalnya melalui adaptasi konteks atau redaksi item yang dikaitkan dengan nilai dan praktik religius tanpa mengubah dimensi utama FFMQ-39]</strong>, keterikatan kerja diukur menggunakan Utrecht Work Engagement Scale (UWES-9), sedangkan kinerja guru diukur menggunakan instrumen 20 item. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), disertai regresi berganda untuk menguji pengaruh simultan. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa mayoritas guru berada pada kategori sedang untuk kesadaran penuh berbasis religiusitas (75,7%), keterikatan kerja (67,1%), dan kinerja guru (64,3%). Model pengukuran memenuhi kriteria validitas konvergen, validitas diskriminan, dan reliabilitas. Secara parsial, kesadaran penuh berbasis religiusitas tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru (β = 0,158; t = 1,465; p = 0,143), sedangkan keterikatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (β = 0,498; t = 5,642; p &lt; 0,001). Perbandingan koefisien jalur menunjukkan bahwa pengaruh keterikatan kerja terhadap kinerja guru lebih besar daripada pengaruh kesadaran penuh berbasis religiusitas (β = 0,498 vs. β = 0,158). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru (F = 11,839; p &lt; 0,001), dengan R² PLS-SEM sebesar 0,310. Temuan ini menunjukkan bahwa keterikatan kerja memiliki kontribusi yang lebih kuat terhadap kinerja guru dalam model yang diuji. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji kemungkinan peran mediasi keterikatan kerja dalam hubungan antara kesadaran penuh berbasis religiusitas dan kinerja guru</p> 2026-10-16T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1991 Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Grit Akademik Pada Mahasiswa Rantau: Sebuah Sintesis Naratif 2026-10-06T15:53:31+07:00 Nadya Suryani nadyaaadly@gmail.com Triana Noor Edwina Dewayani Soeharto nadyaaadly@gmail.com <p>This study synthesizes empirical evidence regarding factors influencing the academic grit of students living away from home (migrant students), based on research available in educational psychology literature. Method: A narrative review was conducted using Google Scholar, ResearchGate, Sinta, PubMed, and Semantic Scholar. The search was performed in June 2026, covering publications from 2016 to 2026. Eligible studies examined academic grit among students, specifically those living away from home. A narrative synthesis was performed by identifying recurring patterns across the studies. Results: The academic grit of students living away from home is influenced by interacting factors spanning personality, social, contextual, and motivational dimensions. Self-efficacy, social support, a growth mindset, self-regulation, and hardiness were consistently associated with higher levels of grit in these students. Conclusion: Academic grit among students living away from home results from the interaction between individual internal resources and the challenging context of living away from home. Practical implications include the need for support programs that foster self-efficacy and build social communities, as well as psychological interventions that support the perseverance and consistency of students' academic interests</p> 2026-10-16T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1857 Transformasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Kearifan Lokal Perspektif Teori Pendidikan Modern Di Sds Islam Terpadu Daarul Fadhil Kabupaten Mandailing Natal 2026-09-19T22:53:59+07:00 Nur Hakimah nur.hakimah@stain-madina.ac.id <table> <tbody> <tr> <td> <p>Penelitian ini membahas transformasi pembelajaran PAI berbasis kearifan lokal di SDS Islam Terpadu Daarul Fadhil dalam perspektif pendidikan modern untuk memperkuat karakter siswa, melestarikan budaya, dan membuat pembelajaran lebih bermakna. Integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran PAI penting untuk menghubungkan nilai-nilai agama dengan kehidupan sehari-hari siswa serta menjaga keberlanjutan budaya lokal di tengah perkembangan globalisasi dan teknologi. Namun, kajian mengenai bagaimana kearifan lokal diintegrasikan ke dalam praktik pembelajaran PAI dan dikaitkan dengan perspektif pendidikan modern masih perlu dikembangkan. <strong><em>Purpose:</em></strong> Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi pembelajaran PAI berbasis kearifan lokal di SDS Islam Terpadu Daarul Fadhil, menjelaskan relevansi teori pendidikan modern, serta mengidentifikasi pembelajaran yang memperkuat karakter siswa dan melestarikan budaya lokal. <strong><em>Method:</em></strong> Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami secara mendalam transformasi pembelajaran PAI berbasis kearifan lokal di SDS Islam Terpadu Daarul Fadhil melalui data primer dan sekunder dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, serta analisis Miles dan Huberman. <strong><em>Result:</em></strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kearifan lokal seperti religiusitas, gotong royong, sopan santun, dan <em>Dalihan Na Tolu</em> ditanamkan melalui pembelajaran PAI di kelas dan kebiasaan sehari-hari di sekolah secara berkelanjutan. <strong><em>Conclusion</em>:</strong> Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI di SDS Islam Terpadu Daarul Fadhil telah mengintegrasikan kearifan lokal dan teori pendidikan modern sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna, membentuk karakter siswa, serta membantu menjaga budaya lokal di tengah perkembangan globalisasi dan teknologi. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperjelas penerapan kearifan lokal dalam pembelajaran PAI sebagai upaya menghubungkan pendidikan agama, pembentukan karakter, dan pelestarian budaya lokal.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-21T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2277 Local government health expenditure and life expectancy: cross-regency evidence from West Kalimantan, Indonesia 2026-10-14T19:55:58+07:00 Andri Nur Pratomo b2052251001@student.untan.ac.id Erni Panca Kurniasih erni.panca.k@ekonomi.untan.ac.id Hayet hayet.hayet@ekonomi.untan.ac.id <p>While subnational health spending in Indonesia has expanded under fiscal decentralisation, stark disparities in life expectancy persist across regions, raising questions about whether larger budgets translate into better population health. Grounded in the health production function and capability approach, this study examines the effect of local government health expenditure on life expectancy at birth across all 14 regencies and municipalities in West Kalimantan Province and tests whether this relationship holds after accounting for regional poverty. Using 2023 cross-sectional data from Statistics Indonesia (BPS) and the Directorate General of Fiscal Balance (DJPK), we estimate log-linear regression models via Ordinary Least Squares (OLS) with MacKinnon-White-Davidson (HC3) heteroskedasticity-robust standard errors, complemented by outlier sensitivity checks. In the baseline specification, health expenditure exhibits a positive and statistically significant association with life expectancy (; HC3 ), explaining 53.1% of cross-regional variation; a 10% increase in spending corresponds to approximately 0.28 additional years of life expectancy. However, once the regional poverty rate is controlled for, the health expenditure coefficient drops by 72% () and loses statistical significance (; HC3 ), whereas poverty exerts a strong negative effect () and raises the model's explanatory power to 89.3%. These findings demonstrate that nominal budget size is not an autonomous determinant of longevity when socioeconomic deprivation constrains households' capability to access and benefit from public health services. Local governments should shift from input-based budgeting toward performance-based allocations targeting primary and promotive-preventive care in high-poverty inland regencies, supported by needs-based provincial fiscal transfers.</p> 2026-10-21T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1849 Persepsi Siswa terhadap Lingkungan Belajar Online di Sekolah Dasar Alta Global School 2026-09-19T22:53:50+07:00 Kezia Virginia keziaavirginia@student.esaunggul.ac.id Ainur Rosyid ainurrosyid@esaunggul.ac.id <table> <tbody> <tr> <td> <p><em>This research is motivated by the adaptation process experienced by students and aims to discover students' perceptions of the online learning environment at Alta Global School. The purpose of this study is to find out students' perceptions of the online learning environment at Alta Global School Elementary. The research method used is a qualitative case study by interviewing 3 students from the offline school who have undergone online learning for at least 1 semester at Alta Global School. In addition, this study also interviewed the students' parents and teachers to get other perspectives on the students' perceptions. Then, the study carried out observation and documentation techniques for triangulation. The results of the study show that the three students have positive perceptions of the academic aspects at AGS because the learning methods are easy to follow. The students have varying perceptions of the social aspects at AGS, because their communication experiences tend to be different. In terms of technology use, the three students saw the learning platforms as easy to access and understand thanks to support from their parents and the school during the adaptation process.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-21T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2266 Penerapan Nilai-nilai Pancasila sebagai Etika Generasi Z dalam Menghadapi Arus Berita Buruk sebagai Upaya Mewujudkan Asta Cita 2026-10-13T20:00:33+07:00 Florentina Chabelita Bella Wijaya florentina.705230061@stu.untar.ac.id Raja Oloan Tumanggor rajat@fpsi.untar.ac.id Karen Angelica Chia karen.705230127@stu.untar.ac.id Priciella Harieta Priska Ayuandari priciella.705230149@stu.untar.ac.id Devin Saputra devin.705220185@stu.untar.ac.id <p>This study examines the implementation of Pancasila as an ethical framework for Generation Z in navigating negative economic and political news in digital media. This qualitative study involved in-depth interviews with four Indonesian Generation Z participants aged 18–29 years, with data analyzed using NVivo 14. Findings reveal that social media exposure triggers frustration, skepticism, and declining trust. Generation Z responds by verifying information across media, choosing to remain silent when necessary, and expressing opinions wisely for educational purposes. Differences in perspectives are managed through tolerance, empathy, and discussions based on valid data. However, the implementation of Pancasila is perceived to be declining among Generation Z. Key challenges include political buzzers, opinion manipulation, and a lack of good examples from political elites. These challenges may hinder the application of Pancasila in supporting the Asta Cita agenda. This study integrates Pancasila ethics, Generation Z’s digital behavior, and efforts to support Asta Cita.</p> 2026-10-21T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2027 Pengembangan E-Modul Interaktif pada Materi Kegiatan Produksi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI DKV di SMK Negeri 1 Jombang 2026-10-02T18:43:45+07:00 Nadia Yulianingtias nadia.23020@mhs.unesa.ac.id Rusijono rusijono@unesa.ac.id Khusnul Khotimah khusnulkhotimah@unesa.ac.id Utari Dewi utaridewi@unesa.ac.id Lamidjan Hadi Susarno lamijansusarno@unesa.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan mengembangkan e-modul interaktif pada materi Kegiatan Produksi dan mengevaluasi kelayakan serta perbedaan hasil belajar siswa kelas XI Desain Komunikasi Visual (DKV) di SMK Negeri 1 Jombang. Pengembangan menggunakan model ADDIE, sedangkan efektivitas dievaluasi melalui perbandingan pre-test dan post-test pada dua kelas utuh yang berperan sebagai kelompok eksperimen dan kontrol (masing-masing 25 siswa). Produk dirancang menggunakan Canva dan Heyzine dengan integrasi materi visual, audio, video, dan latihan interaktif. Penilaian ahli materi (100%), ahli media (92%), ahli desain pembelajaran (90%), uji kelompok kecil (84,25%), serta uji kelompok besar (81,28%) seluruhnya berada pada kategori sangat layak. Instrumen tes memiliki Cronbach's Alpha sebesar 0,900. Perbedaan kemampuan awal tidak signifikan (p = 0,393), sedangkan rata-rata post-test eksperimen (86,20) melampaui kontrol (73,40) secara signifikan (uji-t Welch, p ≈ 0,001). Perbedaan tersebut memiliki ukuran efek besar (Cohen's d = 1,034). Hasil ini menunjukkan potensi e-modul sebagai bahan ajar pendamping yang kontekstual dan dapat diakses ulang pada pembelajaran vokasi. Interpretasinya terbatas pada hasil belajar kognitif dari dua kelas di satu sekolah</p> 2026-10-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2120 Dampak Ganda Artificial Intelligence terhadap Keamanan Data Konsumen: Perspektif Hukum dan Etika Islam 2026-10-02T18:57:18+07:00 Rika msitohang37@gmail.com Nabilla Ivana Nova nabillaivananova@gmail.com Sela Nabila selanabila0311@gmail.com Parid Rehan Paiza paridrehanpaiza17@gmail.com Norita Sinaga dosen03146@unpam.ac.id <p>Adopsi artificial intelligence (AI) memperkuat deteksi anomali dan penipuan, tetapi juga memperluas risiko profiling, inferensi atribut sensitif, dan kebocoran melalui model. Kajian ini menganalisis dampak ganda tersebut serta merumuskan tata kelola perlindungan data konsumen yang memadukan kontrol teknis, kewajiban hukum Indonesia, dan etika Islam. Tinjauan literatur integratif menggunakan 24 artikel jurnal inti, enam buku teoretis, serta dokumen kebijakan; tiga kajian etika Islam ditambahkan sebagai lensa normatif. Artikel dipilih berdasarkan relevansi AI, privasi konsumen, dan keamanan data, kemudian disintesis secara tematik menurut siklus hidup data dan model. Sintesis menunjukkan bahwa manfaat deteksi adaptif dan privacy-enhancing technologies bergantung pada minimisasi data, pengujian kebocoran, pembatasan akses, dan pengawasan manusia. Sebaliknya, personalisasi tanpa kendali tujuan meningkatkan risiko intrusi dan menurunkan kepercayaan. Kebaruan kajian terletak pada enam gerbang tata kelola yang memetakan bukti literatur ke kontrol yang dapat diaudit, dengan prinsip amanah, keadilan, kemaslahatan, dan pencegahan mudarat sebagai landasan lintas tahap. Kerangka ini memberi pedoman praktis berupa inventaris data, penilaian risiko model, pengelolaan persetujuan dan hak konsumen, serta evaluasi insiden. Temuan bersifat konseptual dan masih memerlukan pengujian empiris.</p> 2026-10-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2123 Perbandingan Kondisi Fisik Atlet Sprint Program Latihan Daerah (Puslatda) Jawa Timur Pada Periode 2021 dan 2024 2026-10-02T18:41:52+07:00 Firza Faturahman Listianto firzafaturahman01@gmail.com Irmantara Subagio irmantarasubagio@unesa.ac.id <table> <tbody> <tr> <td> <p>Penelitian ini membandingkan profil kondisi fisik atlet sprint Program Latihan Daerah (PUSLATDA) Jawa Timur dari rekap tes KONI pada dua sesi 2021 (2021-I dan 2021-II) serta satu sesi 2024. Desain yang digunakan adalah kuantitatif retrospektif-komparatif dengan unit analisis berupa catatan sesi tes, bukan individu unik yang sudah dipastikan. Tersedia 32 catatan sesi secara keseluruhan; rekap putra terdiri atas 7, 7, dan 9 catatan pada masing-masing sesi, sedangkan catatan putri dibahas secara deskriptif. Empat indikator yang dicatat pada semua sesi adalah Standing Triple Jump, Vertical Jump, Sit Up, dan Single Leg Squat. Berdasarkan ringkasan data, rerata Standing Triple Jump putra sebesar 7,47 ± 0,44 m pada kedua sesi 2021 dan 8,06 ± 0,31 m pada 2024. Analisis ANOVA sebelumnya melaporkan F = 6,009; p = 0,0090; dan η² = 0,375, sementara tiga indikator lain memiliki p &gt; 0,05. Namun, kesamaan beberapa ringkasan hasil pada kedua sesi 2021 dan tidak tersedianya identitas atlet mencegah verifikasi independensi observasi. Oleh karena itu, keluaran inferensial dilaporkan sebagai eksploratif; selisih rerata tidak ditafsirkan sebagai efek latihan ataupun perubahan individu. Implikasi praktisnya adalah kebutuhan audit data, penggunaan kode atlet yang konsisten, standardisasi prosedur tes, dan pengaitan indikator biomotor dengan catatan waktu sprint untuk memperkuat evaluasi pembinaan daerah.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2176 Integrasi Analisis Hidraulik dan Tata Kelola Partisipatif dalam Rehabilitasi Jaringan Irigasi Sekunder Sei Ular 2026-10-11T08:32:08+07:00 Muhammad Fadly Saleh fadly2505@gmail.com Ramadan Sugiman ramaaira.08@gmail.com Qarnila Ridhaniah Rahman qarnilaridhaniah@gmail.com Yudith Helena Mustakim yudith25@gmail.com James Thoengsal jamsthoengsal@gmail.com <p>Rehabilitasi irigasi memerlukan keterpaduan antara kapasitas hidraulik, kondisi aset, dan tata kelola distribusi air. Di wilayah Perbaungan, Daerah Irigasi Sei Ular (luas layanan sekitar 5.920 ha) menghadapi sedimentasi, vegetasi, kerusakan lining, dan gangguan bangunan bagi. Kajian deskriptif-analitis ini mengintegrasikan inventarisasi kondisi jaringan, interpretasi hujan dasarian, evaluasi kebutuhan debit, perhitungan Strickler, serta penyusunan prioritas rehabilitasi dan peran perkumpulan petani pemakai air (P3A). Pada SC-3, luas layanan 3.387,40 ha, kebutuhan air bersih 0,975 L/detik/ha, dan asumsi efisiensi 72% menghasilkan debit rencana 4,587 m³/detik. Pemeriksaan ulang menunjukkan kapasitas geometri acuan (b = 5,00 m; h = 0,727 m; k = 70; I = 0,0005) sebesar 4,585 m³/detik, sedikit di bawah kebutuhan. Skenario pendalaman muka air menjadi 0,800 m pada tinggi dinding total 1,00 m memberikan kapasitas teoritis 5,387 m³/detik, atau cadangan 17,4% pada asumsi parameter yang sama. Kontribusi kajian terletak pada pengaitan koreksi desain dengan penanganan hambatan fisik, pengendalian operasi, dan partisipasi P3A. Angka tersebut merupakan penilaian desain awal, bukan bukti peningkatan debit aktual; pengukuran geometri eksisting, evaluasi kehilangan air, dan verifikasi elevasi tetap diperlukan sebelum konstruksi</p> 2026-10-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1807 Implementation of a QR Code-Based Attendance System to Support Student Attendance Management at SMA Negeri 2 Cimalaka 2026-10-04T06:59:28+07:00 Muhammad Ichwan ichwan@itenas.ac.id Dimas Bratakusumah dimas.bratakusumah@mhs.itenas.ac.id Dian Raisa Gumilar dian.raisa@mhs.itenas.ac.id Mochamad Ramdhan mochamad.ramdhan@mhs.itenas.ac.id Raden Jayani Maulana Sastrawijaya r.jayani@mhs.itenas.ac.id <p>Student attendance is a routine administrative activity in schools, but manual recording can make attendance data difficult to consolidate and use for reporting. This study addressed the need for an integrated attendance workflow at SMA Negeri 2 Cimalaka, Sumedang, Indonesia. The objective was to implement a web-based attendance application that connects daily attendance recording with student data management and administrative tasks. The system was developed for three user roles: students, teachers, and administrators. Its functions include time-limited QR Code attendance, teacher-assisted attendance recording, student roster import, account activation, attendance correction, monitoring, and PDF report generation. Functional verification was conducted using automated tests covering the main business rules and data-processing components. The verification comprised 100 automated tests across 15 test suites, and all tests passed. The results indicate that the tested components operated according to their defined conditions. However, the evaluation did not include before-and-after measurements of attendance processing time, a formal user satisfaction survey, or dedicated load testing during a full school attendance session. Therefore, the findings establish functional operation rather than a measured improvement in efficiency or user satisfaction. Further evaluation should examine processing time, user experience, and system behavior under varying network conditions and concurrent attendance requests</p> 2026-10-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2018 Information Technology-Based School Governance and SNBP Outcomes in Public Senior High Schools in Malang City 2026-10-07T15:47:10+07:00 Tutug Sri Jatmiko dosen01338@unpam.ac.id Anis Syamsu Rizal dosen01955@unpam.ac.id <p>This study examines the relationship between school governance practices and publicly reported SNBP outcomes at seven public senior high schools in Malang City during 2023–2025. Using a qualitative descriptive-comparative multiple-case design, the study analyzes secondary data from school documents, local media, and the National Selection for University Admission Committee (SNPMB). Governance practices are examined through four dimensions: school policies and strategies, accountability and student-data mapping, stakeholder involvement, and digital academic-data management. The findings reveal differences among schools. SMAN 1 Malang emphasized study-program mapping involving students, parents, and guidance counsellors; SMAN 3 focused on digital learning infrastructure; SMAN 4 developed external partnerships; SMAN 5 maintained a consistent school-development strategy; SMAN 6 showed an increase in reported SNBP outcomes; and SMAN 8 faced emerging challenges related to AI governance. The change in the national SNBP quota from 30% to 20% in 2024 is considered an important contextual factor when comparing results across years. The study suggests that consistent governance, accountability, stakeholder coordination, and effective data use may be associated with differences in SNBP outcomes. However, the findings do not establish a causal relationship. This study contributes to educational governance research by applying corporate governance perspectives and selected COBIT 2019 principles to public secondary schools</p> 2026-10-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1921 Penetapan Mahar Dalam Perspektif Hukum Islam Dan Tradisi Lokal Masyarakat Bawean 2026-10-21T17:34:09+07:00 Mirsa Gulam Zaki mirsazaki09@gmail.com M. Halilurrahman cholil.law@gmail.com Abdul Halim tangguhpejuang479@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p>Mahar merupakan kewajiban dalam perkawinan Islam yang pelaksanaannya tidak hanya berlandaskan ketentuan syariat, tetapi juga dipengaruhi oleh tradisi masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis penetapan mahar berdasarkan hukum Islam dan implementasinya dalam tradisi masyarakat Bawean. Penelitian menggunakan metode normatif-empiris dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Data normatif diperoleh melalui kajian Al-Qur’an, hadis, Kompilasi Hukum Islam, pendapat ulama, dan literatur ilmiah. Data empiris dikumpulkan melalui wawancara dengan informan yang terdiri atas dua warga Kecamatan Tambak, tiga tokoh masyarakat Sangkapura, Kepala KUA Sangkapura, dan satu pegawai KUA Sangkapura. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif dengan membandingkan ketentuan hukum Islam dan praktik penetapan mahar dalam masyarakat Bawean. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat ketentuan adat mengenai nominal mahar yang baku. Penetapannya dilakukan melalui musyawarah keluarga dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi calon mempelai laki-laki, kondisi sosial, dan kesepakatan bersama. Selain mahar, terdapat tradisi uang <em>seseh</em> dan <em>penongkok</em> (seserahan) yang merupakan pemberian adat dan memiliki kedudukan berbeda dari mahar. Praktik tersebut pada prinsipnya sejalan dengan hukum Islam karena mengutamakan kerelaan, kemudahan, dan kesepakatan serta dapat dikategorikan sebagai <em>‘urf </em><em>ṣ</em><em>a</em><em>ḥ</em><em>ī</em><em>ḥ</em> sepanjang tidak bertentangan dengan syariat dan kemaslahatan.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Mahar; Hukum Islam; Tradisi Bawean; ‘Urf Ṣaḥīḥ; Perkawinan Islam.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-26T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2274 Integration of Operational Verbs, Objective Tests, Essay Tests, Scales, And Rubrics in Cognitive Assessment: A Literature Review 2026-10-15T04:50:30+07:00 Aas Siti Sholichah sitisholichah@ptiq.ac.id Muhamad Wijaksono 252701230.wijaksono@uinbanten.ac.id Fitri Hilmiyati fitri.hilmiyati@uinbanten.ac.id Deni Iriyadi deni.iriyadi@uinbanten.ac.id <table> <tbody> <tr> <td> <p>Assessing cognitive learning outcomes requires instruments aligned with learning objectives and students’ expected cognitive abilities. This study aims to analyze the integration of operational verbs (KKO), objective tests, essay tests, rating scales, and rubrics in cognitive assessment. A qualitative approach using a literature review method was employed. Data were collected from scientific journal articles, academic books, conference proceedings, and other scholarly sources related to cognitive assessment, Bloom’s taxonomy, and assessment instruments. Data analysis involved content analysis and thematic synthesis to identify and connect findings across sources. The findings indicate that operational verbs link learning objectives with measurable indicators of cognitive abilities. Objective tests are effective for assessing structured responses, while essay tests provide opportunities to evaluate students’ abilities to explain, analyze, evaluate, and develop ideas. Rating scales and rubrics support assessment by clarifying performance criteria and improving scoring consistency. The study demonstrates that integrating these five components can strengthen the alignment between learning objectives, assessment instruments, and expected learning outcomes. Its significance lies in providing a conceptual foundation for teachers to design more systematic, fair, and comprehensive cognitive assessments. This integration can also help teachers obtain a clearer understanding of students’ cognitive achievement and support informed decisions to improve teaching and learning processes.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-26T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1901 Makna Kultural dan Nilai Kearifan Lokal dalam Lagu Rakyat Bima 'Putri Mambora' Serta Implikasinya Bagi Pendidikan Karakter: Kajian Antropolinguistik 2026-10-09T19:09:20+07:00 Mufidah mufidahsastra@gmail.com Intan Rawit Sapanti Intanrawitsapanti@gmail.com Angga Trio Sanjaya Anggatriosanjaya@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur performansi, sistem partisipasi sosial, dan lapisan signifikasi nilai kearifan lokal dalam lagu rakyat Bima Putri Mambora serta implikasinya bagi pendidikan karakter. Menggunakan pendekatan antropolinguistik teori Robert Sibarani (2024), penelitian kualitatif ini menguji 19 baris data lingual dalam empat bait teks lagu melalui teknik simak, catat, kodifikasi unit data (PM-B1-L1 hingga PM-B4-L19), serta rekapitulasi distribusi fungsi. Hasil analisis berdasarkan tiga lapisan signifikasi menunjukkan bahwa pada Lapisan Luar, teks lagu berfungsi edukatif-historis merekam memori kolektif (<em>carita mantoi</em>) krisis sosial masa lampau lewat konsep kematian sosial sukarela (<em>voluntary social death</em>). Pada Lapisan Tengah, polarisasi akibat ego maskulinitas destruktif kaum lelaki <em>(menana mone</em>) diredam melalui norma moral gender yang berakar pada martabat tertinggi (<em>kara wawo</em>), kemurnian batin (pengasara), dan prinsip kepemimpinan adil (<em>ncuh</em>i) yang menempatkan perempuan berdaulat sebagai aktor utama pemutus konflik. Pada Lapisan Inti, ditemukan dominasi dimensi penciptaan kedamaian (sebanyak 5 data) melalui komitmen sterilisasi ruang kosmos (<em>horu dana ro rasa</em>) dan tabu adat tertinggi (<em>mboho ra'a di sarei</em>). Dimensi ini berkelindan dengan dimensi peningkatan kesejahteraan (<em>peace-generation</em> <em>welfare-core</em> sebanyak 1 data) yang disimbolkan oleh transformasi vegetasi kakando (rebung) sebagai penanda ketahanan pangan mandiri. Di samping kontribusi teoretis tersebut, analisis ini berimplikasi langsung terhadap internalisasi 18 nilai pendidikan karakter Kemendikbudristek, khususnya dalam mengukuhkan nilai toleransi, cinta damai, peduli sosial, dan peduli lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi lisan Putri Mambora berfungsi aktif sebagai instrumen regulatif komunal yang menggariskan bahwa integritas, keselamatan, dan kehormatan wilayah harus selalu diutamakan di atas privilese individu</p> 2026-10-26T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/766 Pengaruh Internalisasi Pendidikan Islam dan Kesalehan Simbolik terhadap Stigmatisasi Moral di Ruang Sosial Café 2026-05-28T13:54:35+07:00 Aisyah Puan Maharani aisyahpuanmaharani09@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p>This study examines the relationship between Islamic education internalization, symbolic piety, and moral stigmatization in café social spaces. Using a quantitative survey design, data were collected through Likert-scale questionnaires from 30 respondents aged 18–35 and analyzed using linear regression. The results indicate that Islamic education internalization was not significantly associated with moral stigmatization (B = 0.217, t = 0.878, p = 0.387). In contrast, symbolic piety showed a significant positive association with moral stigmatization (B = 0.328, t = 3.34, p = 0.002). When both variables were included in the same regression model, symbolic piety remained significant (B = 0.383, t = 3.296, p = 0.003), whereas Islamic education internalization remained nonsignificant (B = −0.226, t = −0.897, p = 0.378). Drawing on Pierre Bourdieu’s concepts of habitus, symbolic capital, and symbolic power, these findings suggest that symbolic expressions of religiosity are more strongly associated with moral stigmatization than Islamic education internalization in the studied sample. The study highlights how religious symbols may function as markers of moral legitimacy in café social spaces. However, the small sample size limits the generalizability of the findings.</p> <p> </p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-26T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1944 The Implementation Of Curriculum Supervision By The Education And Culture Office Of Elementary Schools In Subang Regency 2026-10-21T17:42:20+07:00 Muhammad Adzki Haidar Luthfi luthfihaidar210@gmail.com Siti Nur Azizah sitiazizah07780@gmail.com Fitria Zulfa Fitriazulfa16793@gmail.com Aminudin aminuddin2200@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p>Curriculum supervision by the education office is crucial for keeping curriculum implementation in elementary schools consistent with its planning, particularly during the transition to the Merdeka Curriculum. However, studies of supervision conducted by the Education and Culture Office as an external agency at the regency level remain limited. This study aims to describe the planning, implementation, evaluation and follow-up, and obstacles of curriculum supervision by the Education and Culture Office of Subang Regency in elementary schools. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected through in-depth interviews, observation, and documentation studies involving supervisors, school principals, and office staff. The data were analyzed using the interactive model of data reduction, data display, and conclusion drawing, and their trustworthiness was examined through source and technique triangulation. The results show that supervision is planned annually through an Annual Supervision Work Plan (RKPT), implemented through at least four school visits per year, individual supervision, and the Teacher Working Group (KKG) and Principals' Working Conference (MKKS) forums, and followed up through written recommendations, technical coaching, and a digital reporting system. Four main obstacles were identified: an imbalanced supervisor-to-school ratio, limited budget and operational facilities, varied competence of principals and teachers, and the replication of curriculum documents across schools. The study concludes that effective supervision depends not only on administrative completeness but also on adequate resources, continuous coaching, and a collaborative approach that is sensitive to the conditions of each school. The study contributes an empirical account of curriculum supervision by a regency-level Education and Culture Office and recommends differentiated supervision planning, redistribution of supervisors with adequate operational funding, structured coaching for principals and teachers, and contextual curriculum assistance.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-26T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1910 The Influence of Artificial Intelligence (AI) on Students' Learning Activities and Learning Outcomes in Bengkulu City 2026-09-24T05:42:13+07:00 Muchlash Pambudi muchlashpambudi@gmail.com Adisel adisel@mail.uinfasbengkulu.ac.id Khosi'in khosi’in88@mail.uinfasbengkulu.ac.id Siti Rahma Dona sitirahmadonna06@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p>The advancement of digital technology has brought about changes in various aspects of life, including education. One technological development increasingly utilized in learning activities is Artificial Intelligence (AI). The use of AI enables students to access information, seek explanations regarding learning materials, complete exercises, and support independent study. However, the use of AI in learning activities requires examination to determine its relationship with student learning outcomes. This study aims to determine the influence of Artificial Intelligence (AI) usage in learning activities on the Social Studies (IPS) learning outcomes of eighth-grade students at SMP Negeri 24 Rejang Lebong, Bengkulu Province. The study employs a quantitative approach with an associative method. The population consisted of all eighth-grade students at SMP Negeri 24 Rejang Lebong, and 21 students were selected as the research sample using purposive sampling based on predetermined inclusion criteria relevant to the study. Data on AI usage in learning activities were collected through questionnaires, while Social Studies learning outcomes were obtained from students’ grade records. Data analysis involved prerequisite tests, simple linear regression analysis, a t-test, and the coefficient of determination. The results indicate that AI usage in learning activities has a positive and statistically significant influence on Social Studies learning outcomes. The simple linear regression analysis produced the equation Y = 45.032 + 0.534X. The t-test yielded a calculated t-value of 8.415 with a significance level of &lt; 0.001, indicating support for the research hypothesis. The R-Square value of 0.788 indicates that AI usage was associated with 78.8% of the observed variation in Social Studies learning outcomes in this sample, while the remaining 21.2% may be related to other factors not examined in this study. Given the relatively small sample size, this finding should be interpreted within the specific research setting and should not be generalized broadly without further research involving larger and more representative samples. Thus, AI usage may serve as a supporting learning resource in Social Studies instruction when utilized appropriately and responsibly.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-26T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1557 Efektivitas Media Augmented Reality Berbasis Assemblr Edu dalam Pembelajaran Menyimak Cerita Rakyat Kesenian Besutan terhadap Literasi Budaya Siswa SMK 2026-08-26T16:32:24+07:00 Endah Sari endahsari.stkipjb@gmail.com Siti Maisaroh maysaroh65@gmail.com Erma Rahayu Lestari erma.rahayu.lestari@gmail.com Nimas Harum Sastra Maharani nimasharum511@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas media <em>Augmented Reality</em> (AR) berbasis <em>Assemblr Edu</em> terhadap kemampuan menyimak cerita rakyat Kesenian Besutan serta perubahan literasi budaya siswa SMK. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen yang melibatkan kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing terdiri atas 32 siswa. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan menyimak, angket literasi budaya, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, N-Gain, uji normalitas, uji homogenitas, dan Independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan menyimak kelas eksperimen meningkat dari 62,66 pada pretest menjadi 85,75 pada posttest, dengan N-Gain sebesar 0,63 dalam kategori sedang, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 61,88 menjadi 72,34 dengan N-Gain sebesar 0,27 dalam kategori rendah. Hasil <em>Independent Sample t-Test </em>menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (t = 10,467; p &lt; 0,05), sehingga media AR berbasis <em>Assemblr Edu</em> lebih efektif dibandingkan media audio-visual konvensional. Keterlaksanaan pembelajaran mencapai 92,5% pada aktivitas guru dan 88,0% pada aktivitas siswa, sedangkan rata-rata literasi budaya meningkat dari 55,9% menjadi 83,2%. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi Kesenian Besutan dalam media AR tidak hanya mendukung kemampuan menyimak, tetapi juga memperkuat pemahaman siswa terhadap budaya lokal melalui pengalaman belajar yang interaktif dan kontekstual.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-26T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1704 Subjective Well-Being Santri dalam Kehidupan Pesantren: Keterkaitan Rasa Syukur dan Kelekatan Teman Sebaya 2026-09-08T20:42:41+07:00 Muhammad Cholid Abdurrohman cholid@pelitabangsa.ac.id Djoko Nugroho djokonugroho@pelitabangsa.ac.id Nenda nenda@pelitabangsa.ac.id Ramdhani Pujiyanto ramdhanipujiyanto@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara rasa syukur dan subjective well-being (SWB) santri, hubungan antara kelekatan teman sebaya dan SWB, serta menguji peran moderasi kelekatan teman sebaya dalam hubungan antara rasa syukur dan SWB. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain non-eksperimental melalui metode survei. Partisipan penelitian terdiri atas 112 santri yang tinggal di lingkungan pesantren. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala Likert lima tingkat. Konsep rasa syukur didasarkan pada perspektif Ibn Qayyim al-Jawziyyah, sedangkan subjective well-being mengacu pada konseptualisasi Diener dan kelekatan teman sebaya mengacu pada konsep Armsden dan Greenberg. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS 4.0. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara rasa syukur dan subjective well-being dengan koefisien jalur sebesar 0,387 (p &lt; 0,001). Kelekatan teman sebaya juga menunjukkan hubungan positif dan signifikan dengan subjective well-being dengan koefisien jalur sebesar 0,344 (p &lt; 0,001). Sementara itu, interaksi antara rasa syukur dan kelekatan teman sebaya tidak menunjukkan efek moderasi yang signifikan terhadap subjective well-being (β = 0,060; p = 0,280). Model penelitian mampu menjelaskan 36,2% variasi subjective well-being. Temuan ini menunjukkan bahwa rasa syukur dan kelekatan teman sebaya berkaitan secara positif dengan kesejahteraan subjektif santri, sedangkan kelekatan teman sebaya belum menunjukkan peran dalam mengubah kekuatan hubungan antara rasa syukur dan subjective well-being. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa aspek spiritual dan relasional merupakan dua sumber daya yang relevan untuk memahami kesejahteraan subjektif dalam konteks kehidupan pesantren. </p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-26T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1733 Model Integrasi Sirah Nabawiyah dan Budaya Lokal dalam Pendidikan Islam Kontemporer Analisis Acara Muludan 2026-09-08T20:37:33+07:00 Lasdi lasdi.m.pd.i@gmail.com Mudzakir Ali mudzakkirali@unwahas.ac.id Ifada Retno Ekanungrum ifadaretnoekaningrum@unwahasa.ac.id <p>Modern society is increasingly challenged by leadership, moral, and social crises, necessitating a holistic educational approach derived from exemplary historical models. This study aims to explore how the contextualization of <em>Sirah Nabawiyah</em> (the Prophet's biography) through the <em>Maulid Nabi</em> celebration functions as a system to address these contemporary issues. Employing a qualitative research design with a descriptive-phenomenological approach, this study deeply examines the associated social, cultural, and educational phenomena. The findings indicate, first, that the communal <em>Maulid Nabi</em> celebrations originated from the initiative of the Governor of Irbil, Sultan Abu Said Muzhaffar Kukabri, emphasizing community gathering, almsgiving, and shared meals. Second, the <em>Muludan</em> tradition in Javanese society represents an adaptive strategy of cultural <em>da'wah</em> (religious outreach), classified into practical-ritual-literary, symbolic-aesthetic, and sociological dimensions. Third, the <em>Muludan</em> tradition successfully integrates the Prophet's history with modern reality by transforming historical texts into local traditions that engage the community's cognitive, affective, and psychomotor domains</p> 2026-10-26T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1833 Telaah dan Pengembangan Materi Al-Qur’an Hadits Tingkat Madrasah Tsanawiyah dengan Pendekatan Multidisipliner Melalui Nilai Tawassuth dan I’tidal 2026-09-19T22:54:41+07:00 Abdul Wahab Fahrub abdulwahabfahrub@gmail.com Muchammad Iqbal Chailani Chailani iqbalchailani39@gmail.com Gunarti Ika Pradewi Ika gunartiikapradewi@gmail.com Gandhes Sembodro Budy gandhesbudy@gmail.com Laeliyah Rachmawati laeliyahrachmawati@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan materi al-Qur'an Hadis tingkat Madrasah Tsanawiyah dengan pendekatan multidisipliner melalui nilai <em>tawassuth</em> dan <em>i'tidal</em>. Penelitian ini menggunakan metode <em>library</em> <em>research</em> dengan menganalisis sumber-sumber literatur yang relevan untuk memahami nilai <em>tawassuth</em> dan <em>i'tidal</em> dalam Al-Qur'an Hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan multidisipliner melalui prinsip tawassuth dan i'tidal dapat membantu siswa Madrasah Tsanawiyah memahami al-Qur'an Hadis secara lebih komprehensif dan kontekstual, berdasarkan hasil tersebut bisa dikatakan materi al-Qur’an Haditsh kelas VII memuat nilai wasathiyah Islam. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tema dan konsep kunci yang dapat digunakan sebagai landasan pengembangan materi al-Qur'an Hadis yang lebih efektif dan relevan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kurikulum al-Qur'an Hadis yang lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan siswa Madrasah Tsanawiyah.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-26T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1211 Implementation Of Moral Education Through The Tadabbur And Tafakkur Methods Of The Qur’an, Surah Al-Baqarah, Verse 177, Among Students At The Bait Qur’any Ciputat Qur’an Memorization Boarding School 2026-09-01T20:16:50+07:00 Khalifah Khoir khalifah.khoir28@gmail.com Wakib Kurniawan wakib.kurniawan30@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p>This study is motivated by the importance of moral education in shaping the character of Islamic boarding school students (santri), particularly in Qur’anic memorization institutions, where success in memorizing the Qur’an should be accompanied by the implementation of Islamic moral values in daily life. One educational approach that can be applied to strengthen students’ moral character is the method of tadabbur (deep contemplation and understanding of the Qur’anic verses) and tafakkur (reflection upon their meanings and relevance to life). This research focuses on the implementation of moral education through the tadabbur and tafakkur of Surah Al-Baqarah verse 177, a verse that contains comprehensive teachings regarding faith, righteousness, social responsibility, honesty, patience, and commitment to fulfilling promises. The study aims to describe the process of implementing moral education through these methods among students at Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Bait Qur’any Ciputat and to identify the moral values instilled through the learning process. Furthermore, this research seeks to explore how the integration of Qur’anic understanding and reflection contributes to the internalization of moral values and the development of students’ character in the context of Islamic education.</p> <p><em>This research employs a qualitative approach with a field research design to obtain an in-depth understanding of the phenomenon being studied. The participants of this study include the pesantren leader, teachers (ustadz and ustadzah), and students who are directly involved in the implementation of the tadabbur and tafakkur methods. Data are collected through observation, interviews, and documentation, while data analysis is conducted through the processes of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings are expected to provide a comprehensive description of how moral education is implemented through the contemplation and reflection of Surah Al-Baqarah verse 177 and to reveal its impact on the formation of students’ moral behavior. In addition, this study is expected to contribute to the development of Qur’an-based moral education models that integrate memorization, understanding, reflection, and practical application of Islamic values, thereby serving as a valuable reference for Islamic educational institutions seeking to strengthen character education through meaningful engagement with the Qur’an</em></p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-26T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1874 Peningkatan Hasil Belajar Murid Pendidikan Pancasila melalui Permainan Tabok Lebah Berbasis Project Based Learning pada Materi Kegiatan Sesuai Aturan di Keluargaku Kelas II SDN Bandar Kidul 3 2026-09-19T22:54:07+07:00 Virga Febri Prasetyo virgafebri@gmail.com Aprilia Dwi Handayani apriliadwi@unpkediri.ac.id Winarsih winabrisam@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar murid pada pembelajaran Pendidikan Pancasila materi kegiatan sesuai aturan di keluarga melalui penerapan permainan Tabok Lebah berbasis <em>Project Based Learning</em> (PjBL). Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa penggunaan permainan edukatif dapat meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar murid, sementara penerapan PjBL dapat mendorong pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan kontekstual. Namun, penelitian yang secara khusus mengintegrasikan permainan Tabok Lebah dengan model PjBL dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila, khususnya pada materi kegiatan sesuai aturan di keluarga pada kelas II sekolah dasar, masih belum banyak dilakukan. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi permainan Tabok Lebah sebagai permainan edukatif kontekstual ke dalam tahapan PjBL, sehingga aktivitas bermain tidak hanya digunakan sebagai media pembelajaran, tetapi juga menjadi bagian dari proses proyek yang menghubungkan materi dengan pengalaman kehidupan sehari-hari murid. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 24 murid kelas II SDN Bandar Kidul 3. Data penelitian meliputi hasil belajar murid dan aktivitas selama proses pembelajaran yang dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Data hasil belajar dianalisis secara deskriptif berdasarkan nilai rata-rata dan ketuntasan klasikal. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar setelah penerapan permainan Tabok Lebah berbasis PjBL. Nilai rata-rata murid meningkat dari 66,67 pada pra siklus menjadi 81,25 pada Siklus I dan 92,92 pada Siklus II. Ketuntasan klasikal juga mengalami peningkatan dari 12,50% pada pra siklus menjadi 83,33% pada Siklus I dan mencapai 100% pada Siklus II. Selain peningkatan hasil belajar, penerapan strategi pembelajaran tersebut mendorong murid untuk lebih aktif berdiskusi, bekerja sama, berpartisipasi dalam permainan, serta menghubungkan materi dengan pengalaman kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, permainan Tabok Lebah berbasis PjBL dapat menjadi alternatif pembelajaran Pendidikan Pancasila yang aktif, menyenangkan, kolaboratif, dan kontekstual bagi murid kelas II sekolah dasar.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1742 Konstruksi Otoritas Keagamaan dalam Respons AI Deen terhadap Isu Muamalah Digital Kontemporer 2026-10-02T09:54:29+07:00 Rizqillah rizqillah.q@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p>Penelitian ini menganalisis AI Deen, sebuah chatbot kecerdasan buatan di aplikasi Muslim Pro, sebagai arena wacana keagamaan yang membangun otoritas digital. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif deskriptif, saya memilih pertanyaan-pertanyaan yang diambil dari respons AI Deen, yang berkaitan dengan isu muamalah digital kontemporer, seperti pinjaman online forex, bitcoin, dan pay later. Data tersebut dianalisis dengan analisis wacana kritis Fairclough, yang berlandaskan teori konstruktivisme dari Peter Berger dan Thomas Luckmann, sehingga makna dan otoritas keagamaan dipandang sebagai sesuatu yang dibangun secara aktif melalui wacana. Objek analisis secara cermat untuk menggambarkan bagaimana AI Deen merespons isu-isu muamalah digital dan bagaimana otoritas keagamaan dikonstruksi melalui teks, praktik diskursif, dan praktik sosial. Hasilnya, AI Deen tidak sekadar memberikan informasi, tetapi membentuk otoritas keagamaan baru yang inklusif, akurat, dan tetap berakar pada epistemologi Islam klasik, di mana pengetahuan keislaman terus dikonstruksi oleh generasi muda.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2345 University Image in Islamic Higher Education: Associations with Organizational Culture and Service Quality 2026-10-25T08:54:51+07:00 Syamsudin syamhs@umy.ac.id <p>This study examined whether students’ perceptions of organizational culture and service quality were associated with university image in Islamic higher education. Participants were 250 Islamic Religious Education undergraduates recruited through convenience sampling at three institutions in Yogyakarta, Indonesia. A cross-sectional questionnaire used contextually adapted measures, and partial least squares structural equation modeling was used to estimate the relationships. Both associations were positive when organizational culture and service quality were included in the same model. Service quality had the larger standardized coefficient, although the difference between coefficients was not tested directly. The findings connect students’ overall institutional judgments with their assessments of institutional conduct and academic and administrative support. For program leaders, they suggest examining how students experience the university’s stated values in the provision of services and in dealings with staff. The evidence comes from concurrent student perceptions and cannot establish causal effects or represent the wider student population. University image remains distinct from satisfaction, loyalty, and academic achievement, which were not measured in this model.</p> 2026-10-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1766 Economic Hegemony and the Marginalization of Wives' Non-Material Rights: A Socio-Legal Analysis of Islamic Family Law 2026-10-02T09:54:17+07:00 Zuhariah zuhairiahjojo7@gmail.com Rahma rahmakamila115@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p>This study investigates how domestic economic hegemony operates to marginalize wives' non-material marital rights (<em>nafkah batin</em>), generating a state of <em>pseudo-harmony</em> where financial abundance is weaponized to compel passive acquiescence toward emotional and physical neglect. Employing an empirical socio-legal research design, this qualitative inquiry synthesizes primary field data—gathered through semi-structured interviews with three key expert informants selected via purposive sampling (an Islamic family law scholar, a local majelis ta'lim leader, and a functional religious extension officer in Hulu Sungai Utara Regency) with normative legal analysis of scriptural sources, classical Shafi'i jurisprudence, Law No. 1 of 1974 jo. Law No. 16 of 2019, and the Compilation of Islamic Law (KHI). Empirically, the findings reveal that financial provision in affluent households is frequently compartmentalized to mask acute emotional deprivation. Normatively, the legal analysis demonstrates that non-material rights (<em>al-haqq al-zawji</em>) maintain an autonomous legal standing under KHI Articles 77 and 80 alongside classical Shafi'i doctrines; financial maintenance (<em>nafaqah</em>) cannot commute or extinguish obligations of emotional and physical companionship rooted in <em>mu’asyarah bil ma’ruf</em>. Furthermore, jurisprudential deconstruction indicates that an aggrieved wife asserting her non-material rights or seeking judicial separation (<em>khul'</em>) does not constitute <em>nusyuz</em>, as legal fault (<em>tasbib</em>) under the doctrine of <em>dharar</em> primarily stems from the husband's breach of marital duties. Consequently, institutional frameworks—including BP4 counselors and Religious Court judges—must transition from financial-centric evaluations toward a model of relational justice, measuring marital health through the holistic, reciprocal fulfillment of marital rights.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1773 Building MSME Market Resilience through Social Capital and Dynamic Capabilities: The Role of Marketing Capabilities in a Conceptual Perspective 2026-10-01T20:18:42+07:00 Annuridya Rosyidta Pratiwi Octasylva annuridya@yahoo.com <table width="586"> <tbody> <tr> <td width="417"> <p>Micro, small, and medium enterprises (MSMEs) are particularly vulnerable to market disruptions because of persistent resource constraints, making market resilience essential for their continuity and sustainability. Although previous studies have examined social capital, marketing capability, dynamic capability, and MSME resilience, limited attention has been given to the mechanism through which relational resources are converted into market resilience through interconnected capabilities. This conceptual study develops an integrative framework by synthesizing theoretical and empirical literature across social capital theory, the resource-based view, and the dynamic capability view. The synthesis compares findings across the four research streams, identifies recurring capability mechanisms and boundary conditions, and integrates them into seven theoretically derived propositions; no primary empirical data are analysed. The framework positions social capital as an antecedent, dynamic capability and marketing capability as sequential and complementary mediators, environmental turbulence as a boundary condition, and market resilience as the outcome. It proposes that social capital supplies information, knowledge, trust, and relational resources that support sensing, seizing, and reconfiguring; these dynamic capabilities subsequently renew marketing capabilities that enable MSMEs to adapt to market changes, respond to disruptions, and exploit emerging opportunities. The framework also recognises the dark side of overly dense or closed networks, which may reduce information diversity and constrain capability development. The study contributes by specifying a capability-conversion pathway from relational resources to market resilience and by conceptualising resilience as a market-oriented capability outcome. The proposed relationships remain conceptual and require empirical validation, particularly the sequential mediation mechanism and the moderating role of environmental turbulence.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1781 Keterkaitan Doomscrolling Dan Emotional Numbness Siswa MTs Muhammadiyah 1 Palang Dan Relevansinya Dengan Konsep Tazkiyatun Nafs Perspektif Psikologi Islam 2026-10-01T13:33:58+07:00 Anita Rahmawati anita.rahmawati@student.iou.or.id Siti Masruchah sitimasruchah@unisma.ac.id <table> <tbody> <tr> <td> <p>Digital technology and social media are integral to students' daily lives, while repeated exposure to negative content may be associated with doomscrolling and reduced emotional responsiveness. This study examines the relationship between doomscrolling and emotional numbness among seventh- and eighth-grade students at MTs Muhammadiyah 1 Palang and explores the relevance of tazkiyatun nafs as an Islamic psychological framework for self-regulation. The study combined a descriptive-correlational quantitative approach with descriptive phenomenological interviews. From a population of 40 students, 30 active social-media users were purposively selected to complete a 15-item questionnaire using a four-point Likert scale. Additionally, six students and two homeroom teachers participated in semi-structured interviews. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics and Spearman's rank correlation to examine the monotonic associations between the measured variables, while interview responses were analyzed thematically. The reported mean scores were 2.47 for doomscrolling, 2.21 for emotional numbness, and 3.13 for tazkiyatun nafs. Spearman's correlation showed a significant positive association between doomscrolling and emotional numbness (ρ = 0.547; p = 0.002) and a significant negative association between doomscrolling and tazkiyatun nafs (ρ = −0.489; p = 0.006). Interview findings revealed experiences of anxiety, disturbed sleep, reduced classroom concentration, and difficulties expressing emotions, alongside coping practices involving prayer, dhikr, Qur'an recitation, rest, and social interaction. These findings highlight the relevance of digital literacy and tazkiyatun nafs practices as potential approaches to supporting responsible social-media use and emotional self-regulation among MTs students, although their effectiveness requires further investigation.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2353 The Application of the Double Track System in Consumer Protection for Brand Counterfeiting in Tapioca Flour Skincare from the Perspective of Maslahah Mursalah 2026-10-25T09:43:09+07:00 Fathya Dwi Syahyani fathya0204212062@uinsu.ac.id Zulham zulham@uinsu.ac.id <table> <tbody> <tr> <td> <p>This study aims to analyze the application of <em>the Double Track System</em> in consumer protection against counterfeiting of tapioca flour-based skincare products on&nbsp; digital <em>platforms</em>, as well as the accountability of perpetrators based on <em>the perspective of Maslahah Mursalah</em>. This study uses a normative legal method with a qualitative approach. The approaches applied include: legislative, conceptual, and analytical. The source of legal materials consists of primary, secondary, and tertiary materials, including the Consumer Protection Law, the Trademark Law and Geographical Indications, the Electronic Information and Transaction Law, books, scientific journals, and other supporting legal sources, then analyzed qualitatively. The results of the study show that <em>the Double Track System</em> allows the application of criminal sanctions of imprisonment and fines accompanied by recovery efforts through civil or administrative mechanisms for payment of compensation to consumers in accordance with legal provisions. The implementation of this system aims to protect consumers, prevent financial losses and consumer health risks, and provide a deterrent effect to perpetrators. In addition, supervision and reporting mechanisms on digital platforms also support law enforcement. From the perspective <em>&nbsp;of maslahah mursalah, the </em>&nbsp;accountability of the perpetrator emphasizes the goals of sharia (<em>Maqashid al-Shariah</em>), the principle of maslahah, <em>Dar' al-Mafasid</em>, ijtihad in the contemporary context, and the principle of justice and balance. This approach ensures the protection of consumer rights, prevents harm, and encourages sound economic practices. Thus, <em>the Double Track System</em> not only upholds formal justice, but also realizes the benefits of society as a whole, in line with the principles of Islamic law and the mandate of the 1945 Constitution in the context of digital trade.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-09-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1779 Pengaruh Kualifikasi Akademik Dan Penguasaan Teknologi Terhadap Optimalisasi Kinerja Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Di Smk It Aisyiyah Jakarta 2026-10-01T13:27:04+07:00 Aditya Wiranda adwir9295@gmail.com Rika Handayani adwir9295@gmail.com Samiyono adwir9295@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualifikasi akademik dan penguasaan teknologi terhadap optimalisasi kinerja tenaga pendidik dan kependidikan di SMK IT Aisyiyah Jakarta, baik secara parsial maupun simultan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif dengan metode survei. Populasi penelitian mencakup seluruh tenaga pendidik dan kependidikan di SMK IT Aisyiyah Jakarta sebanyak 22 orang, dengan sampel jenuh sebanyak 22 responden. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner berskala Likert 5 poin yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data meliputi analisis deskriptif, uji asumsi klasik (uji normalitas dan linearitas), regresi linear berganda, uji t (parsial), uji F (simultan), serta koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kualifikasi akademik berpengaruh positif dan signifikan terhadap optimalisasi kinerja secara parsial (t hitung = 9,089 &gt; t tabel = 0,422, p = 0,000) dengan kontribusi R2 sebesar 93,3%; (2) Penguasaan teknologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap optimalisasi kinerja secara parsial (t hitung = 2,149 &gt; t tabel = 0,422, p = 0,045) dengan kontribusi R2 sebesar 68,1%; dan (3) Kualifikasi akademik dan penguasaan teknologi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap optimalisasi kinerja dengan persamaan regresi Y= 9,089 + 1,345X1 - 0,303X2, nilai F hitung= 167,634 (p = 0,000), serta koefisien determinasi simultan sebesar 94,6%. Temuan ini menegaskan pentingnya pemenuhan standar kualifikasi akademik formal dan penguatan literasi digital secara berlanjut untuk mendorong efektivitas, efisiensi, produktivitas, kedisiplinan, dan kolaborasi kerja SDM sekolah.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/929 Analysis of Arabic Language Learning Difficulties Among Eighth-Grade Students at MTs YPPU Sapak Hulu 2026-06-08T21:05:41+07:00 Asnal Matholib asnalmatholib4@gmail.com Syarif Maulidin maulidin@gmail.com M. Abdun Jamil abdunjamil@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p>This study aims to analyze the difficulties experienced by eighth-grade students in learning Arabic at MTs YPPU Sapak Hulu, Subah District, Sambas Regency, during the 2025/2026 academic year. This research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through observations, interviews, and documentation involving Arabic language teachers and students. The findings revealed that students encountered difficulties in several aspects of Arabic learning, including reading (qira’ah), writing (imla’), vocabulary mastery (mufradat), and grammar (qawa’id). These difficulties were influenced by internal factors, such as low learning motivation, limited interest in Arabic, and insufficient language competence, as well as external factors, including conventional teaching methods, limited use of educational technology, and a lack of Arabic language exposure outside the classroom. To overcome these challenges, several strategies were implemented, including providing additional learning guidance, developing instructional materials tailored to students’ abilities, and creating an engaging and supportive learning environment. These efforts are expected to improve students’ Arabic language proficiency and learning outcomes.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1823 Indikasi Epistemological Obstacle Siswa SMA dalam Memahami Bilangan Berpangkat Berdasarkan Theory of Didactical Situations 2026-10-02T09:53:52+07:00 Ridwan f2181251015@student.untan.ac.id Hamdani f2181251015@student.untan.ac.id <table> <tbody> <tr> <td> <p>This study describes high school students' epistemological obstacles in understanding exponentiation using the Theory of Didactical Situations (TDS) as an interpretive framework. A qualitative descriptive approach involved 36 Grade XI students at SMA Negeri 1 Ngabang. Diagnostic tasks explored the meaning of exponents, exponent rules, generalization, and the zero exponent. Twenty-six students (72.2%) made at least one error. Four documented representative patterns were 3⁴=3×4, (3+4)²=3²+4², expanding factors to solve 4⁹/4⁷, and stating 5⁰=1 from memorization. The patterns were chosen to represent different types of knowledge (symbol meaning, rule generalization, representation choice, and justification), not by frequency, so they are not claimed to be the dominant difficulties. Analysis through action, formulation, and validation indicates limitations in exponent meaning, overgeneralization of rules, dependence on repeated-multiplication representations, and weak justification of the zero exponent. The obstacles in the first three patterns are read mainly through action and formulation, and in the fourth through weak validation. The findings support learning situations that require students to test rules, compare strategies, construct counterexamples, and provide mathematical justification.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1848 The Management of Bi'ah Lughawiyah in Forming the Habituation of Students' Maharah Kalam at Pondok Modern Darussalam Gontor Campus 4 2026-10-02T09:53:24+07:00 Ahmad Romdhoni Ahwan ahmadromdhoniahwan@gmail.com Alif Cahya Setiyadi alif.setiyadi@unida.gontor.ac.id Muhammad Ikhsan Firdaus mikhsanfirdaus94@gmail.com Ahmad Fataa Nuzilal Furqon fataanuzilal@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p><em>Maharah Kalam</em> is an essential competence in modern Islamic boarding schools. However, its achievement is often hindered by the wide gap between linguistic theory and actual practice, as well as language anxiety. This study aims to analyse the application of educational management functions, namely Planning, Organising, Actuating, Controlling, and Evaluation (POACE), in the governance of the language environment (<em>Bi'ah Lughawiyah</em>) and its role in shaping the habituation of students' <em>Maharah Kalam</em> at Pondok Modern Darussalam Gontor Campus 4. This study employs a descriptive qualitative approach with a case study design. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation studies involving 12 purposively selected informants, comprising two language advisory teachers (<em>Musyrif Lughah</em>), two central language administrators (<em>Qismul Lughah</em> of OPPM), three dormitory supervisors (<em>mudabbir</em>), and five student representatives from the "5100" cohort (the institutional nomenclature designating that specific fifth-grade student generation). The results indicate that <em>Bi'ah Lughawiyah</em> is not formed naturally but is engineered through structured management governance. Planning and organising are realised through hierarchical delegation of authority and comprehensive program scheduling (such as <em>Ilqa'ul Mufrodat</em> and <em>Muhadatsah</em>). The actuating function is consistently driven by the exemplary behaviour (<em>uswah</em>) of the administrators and the reinforcement of a visual linguistic landscape. Operational consistency is strictly guarded by controlling and evaluation mechanisms through <em>jasus</em> (language monitors) and <em>Mahkamah Lughah</em> (language court), which balance educative sanctions and proportional rewards while mitigating psychological pressure. In conclusion, institutional management governance and structured social control significantly support and facilitate the habituation of Arabic oral communication practices, effectively assisting students in transforming passive grammatical knowledge into sustainable daily speaking habits.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-29T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1904 Educational Service Management: The Impact of Responsiveness and Information Quality on Student Satisfaction in the Economic Education Study Program at Pamulang University 2026-09-17T21:29:37+07:00 Arip Rahman dosen02399@unpam.ac.id Anis Syamsu Rizal dosen01955@unpam.ac.id <table> <tbody> <tr> <td> <p>This study examines the role of responsiveness and information quality in shaping student satisfaction in the Economic Education Study Program at Universitas Pamulang. A quantitative research approach with a survey method was employed, involving 214 active students as respondents. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression with SPSS, including t-tests, an F-test, and the coefficient of determination. The findings demonstrate that responsiveness has a positive and significant effect on student satisfaction. Similarly, information quality has a positive and significant effect on student satisfaction. Furthermore, responsiveness and information quality simultaneously have a positive and significant effect on student satisfaction, explaining 54.9% of the variance in student satisfaction, while the remaining 45.1% is attributable to other factors outside the research model. These findings highlight the importance of providing responsive educational services supported by information that is accurate, relevant, clear, complete, and timely. Accordingly, integrating service responsiveness with effective information management is essential for improving the quality of educational services and enhancing student satisfaction.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-29T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1953 Kepemimpinan Instruksional Kepala Madrasah dalam Membangun Learning community dan Implikasinya pada RPP Berkarakter di Madrasah 2026-09-22T06:14:18+07:00 Nurul Kamilati n.kamilati@gmail.com Zamakhsari Zamakhsari zamakhsari@uin-suka.ac.id <table> <tbody> <tr> <td> <p>Penelitian ini berfokus pada kajian mengenai peran kepemimpinan instruksional kepala madrasah dalam mengembangkan <em>learning community </em>serta keterkaitannya dengan penerapan nilai-nilai karakter dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) di madrasah. Penelitian menggunakan pendekatan <em>mixed method</em>. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terhadap guru dan wawancara mendalam terhadap guru dan kepala madrasah mencakup empat aspek utama kepemimpinan instruksional, meliputi perumusan dan penyampaian misi madrasah, pengelolaan serta supervisi program pembelajaran dan RPP, pengembangan <em>learning community </em>dan budaya kolaboratif, serta penciptaan iklim madrasah yang positif melalui dukungan profesional. Hasil penelitian di MTsN 3 Bantul memperlihatkan bahwa kepala madrasah berperan aktif dalam mengarahkan proses pembelajaran melalui keterlibatan guru, komite, dan tenaga kependidikan dalam penyusunan visi dan misi madrasah yang menempatkan pembentukan akhlak dan karakter peserta didik sebagai bagian penting dari pencapaian mutu akademik. Kepemimpinan instruksional kepala madrasah di Madrasah Tsanawiyah Kabupaten Bantul terimplementasi secara efektif melalui empat dimensi utama. Pertama, kepala madrasah secara partisipatif melibatkan warga madrasah dalam merumuskan visi berkarakter dan rutin mengomunikasikan target mutu. Kedua, kepala madrasah aktif mengawasi mutu pembelajaran melalui penelaahan RPP berkarakter dan pelaksanaan supervisi berkala dengan umpan balik yang konstruktif. Ketiga, kepala madrasah sukses menggerakkan <em>learning community </em>melalui forum MGMP internal, penyediaan fasilitas kolaborasi, dan peer review RPP. Keempat, kepala madrasah konsisten membangun iklim kerja yang harmonis, memberikan apresiasi, mendukung peningkatan kompetensi guru, serta menampilkan keteladanan yang tinggi.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-29T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1993 Edukasi Pranikah Kontemporer Berbasis Tafsir Al-Quran Melalui Buku Sakinah Goals Di Madrasah Aliyah Al-Aziz Dampit 2026-09-24T17:05:27+07:00 Alfi Maghfira Ahad alfiahad0511@gmail.com Anisatul Fikriyah Aprilianti alfikri.anz@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p><em>The escalating challenges of modern family dynamics necessitate innovative marriage readiness education that resonates with the younger generation. This community service project aimed to equip students at MA Al-Aziz Dampit with a comprehensive understanding of the sakinah (harmonious) family concept, adapted to contemporary societal shifts. The program was executed through a "Contemporary Premarital Education" framework, integrating Quranic exegesis (tafsir) with current social realities. A practical guidebook titled Sakinah Goals was utilized as the primary intervention tool. The implementation involved 70 students female, aged 18 years over a period of 4 weeks. The methodology encompassed three core phases: interactive socialization, thematic tafsir analysis regarding marriage, and conflict resolution simulations. Program success was evaluated using aa pre-test and post test design to measure the participants comprehension through a paired t-test. The results demonstrated a significant increase in students' understanding of marital rights and responsibilities, reproductive health, and Islamic family conflict management. Quantitatively, the mean score improved from 38% to 79%, representing a significant gain in students comprehension scores. Statisticalanalysis confirmed this improvement was significant (p &lt; 0.05), proving the intervention to be an effective learning medium for adolescents. This project concludes that internalizing Quranic values through a popular approach successfully fosters early awareness among youths regarding contemporary family problems.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-29T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2308 Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah dan Internalisasi Budaya Disiplin Guru: Perspektif Teori Budaya Organisasi Schein di SDIT Fajar Ilahi 2 Bengkong Kota Batam 2026-10-26T14:22:33+07:00 Supriadi supriadi301298@gmail.com Muhammad Faisal faisal@stainkepri.ac.id Ramandha Rudwi H ramandha@stainkepri.ac.id <p>Teacher discipline is often reduced to rule compliance, whereas sustainable discipline requires a process of value enculturation in school work life. Preliminary observation at SDIT Fajar Ilahi 2 Bengkong, Batam City, revealed that some teachers still entered classrooms after lessons had begun, even though the school holds an A accreditation. This study aims to analyze how the principal's democratic leadership is applied in building a teacher discipline culture, how disciplinary values are internalized through that leadership, and which factors support and hinder it, using Schein's organizational culture theory. A qualitative case study design was employed. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation involving the principal, vice principal, and teachers, validated through technique, source, and time triangulation, and analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model. The study concludes that democratic leadership is enacted in a participatory and directive pattern through deliberation, two-way communication, gradual coaching, and role modeling. Disciplinary values are internalized through understanding, acceptance, habituation, awareness, and consistency, with consistency being the weakest aspect. A religious school culture, role modeling, and foundation support are the main supporting factors, whereas diverse teacher characteristics, administrative workload, and an underdeveloped reward system are the main obstacles. These findings confirm that democratic leadership functions as a culture-embedding mechanism</p> 2026-10-29T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2351 Epistemologi Tafsir Al-Qur’an Di Era Artificial Intelligence: Antara Kecerdasan Teknologi Dan Kecerdasan Spiritual 2026-10-25T09:24:34+07:00 Lufaefi eepivanosky@gmail.com Ahmad Zain Sarnoto ahmadzain@ptiq.ac.id Isyroqotun Nashoiha i.nashoiha@lecturer.usg.ac.id Siti Kafidhoh sitikafidhoh@stai-nuruliman.ac.id Laela Fitriyani niefellasalsabila@gmail.com Lukita Fahriana lukitafahriana01@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p><em>This study analyzes the transformation of Qur’anic exegesis epistemology in the era of Artificial Intelligence (AI) by examining the relationship between technological intelligence and spiritual intelligence. It employs a qualitative method through library research and analysis, comparing classical and contemporary exegetical literature with generative AI responses to Qur’anic verses. Data are analyzed through identification, comparison, evaluation, and reconstruction. The findings indicate that AI has capacity to access, process, compare, and synthesize exegetical information, yet it cannot possess epistemological authority because of hallucinations, attribution errors, data bias, and decontextualization. AI is therefore positioned as an epistemic instrument supporting human interpretation. Spiritual intelligence functions as an epistemic and ethical dimension that directs interpretation toward divine orientation, morality, justice, benefit, and responsibility. This study proposes an integrative epistemological reconstruction positioning revelation as the normative source, exegetical tradition as the methodological foundation, reason as a critical instrument, AI as support, and humans as subjects of verification and interpretive accountability.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-29T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2246 Peningkatan Keterampilan Sosial Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas VI SDN Dukuh Kupang II Surabaya 2026-10-29T15:45:00+07:00 Irma Eka Syura irma23tbn@gmail.com Sunaryo sunaryo@gmail.com Darsono darsono@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p>This study aims to improve students' social skills through the implementation of the <em>Problem Based Learning</em> (PBL) model in Pendidikan Pancasila for sixth-grade students at SDN Dukuh Kupang II Surabaya. This study was motivated by the finding that some students were still less active in communicating and expressing their opinions, were not accustomed to respecting differences in opinions, and had not been able to collaborate optimally in completing group tasks. This study employed a Collaborative Classroom Action Research (CAR) method conducted in two cycles. The subjects of the study were sixth-grade students, while the object of the study was students' social skills in Pendidikan Pancasila learning on the topic of practicing Pancasila values. Data were collected using questionnaires and tests. The data were analyzed quantitatively by comparing the mean pre-test and post-test scores in each cycle. The results showed that in Cycle I, the mean students' social skills score increased from 56.81 in the pre-test to 67.90 in the post-test, with an improvement percentage of 19.52%. In Cycle II, the mean score increased from 69.85 to 87.00, with an improvement percentage of 24.55%. The post-test results in Cycle II also showed a change in category from Good to Very Good. Therefore, the implementation of the <em>Problem Based Learning</em> model can improve students' social skills in Pendidikan Pancasila learning.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-29T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2309 Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru PNS dan PPPK: Analisis Teori Peran Wahjosumidjo Berbasis Nilai Amanah, Itqan, dan Kearifan Melayu di SMA Negeri 2 Tanjungpinang 2026-10-26T14:28:55+07:00 Siti Lamiah siti_lamiah@student.stainkepri.ac.id Almahfuz almahfuz0411@gmail.com Cut Purnama Sari cut_purnama@stainkepri.ac.id <p>Teacher professionalism is a prerequisite for educational quality, yet efforts to improve it in public schools are often hindered by heterogeneous employment status, administrative workload, and limited training budgets. At SMA Negeri 2 Tanjungpinang, about 61% of teachers are government employees with work agreements (PPPK). This study analyzes the principal’s role in improving teacher professionalism, its supporting and inhibiting factors, and the principal’s efforts to overcome these obstacles. It employed a descriptive qualitative case study design. Data were collected through in-depth interviews with thirteen purposively selected informants, observation of leadership and teaching activities, and school document review. Data were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model and validated through source and technique triangulation. Wahjosumidjo’s theory of the principal’s roles served as the analytical framework. Findings show the principal performs five roles (leader, manager, supervisor, motivator, and innovator) imbued with <em>amanah</em> (trustworthiness) and <em>itqan</em> (excellence) and aligned with Malay leadership wisdom. Supporting factors include exemplary leadership, needs-based planning, and a collaborative culture, while inhibiting factors are administrative workload and career uncertainty among PPPK teachers. Efforts include clinical academic supervision, a strengthened internal subject teacher forum (MGMP), and continuous spiritual development that treats civil servant (PNS) and PPPK teachers equally.</p> 2026-10-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2322 Faktor-Faktor yang Memengaruhi Social Connectedness pada Mahasiswa dalam Lingkungan Digital: Systematic Literature Review 2026-10-30T08:12:25+07:00 Adhelia Husnainy Zaen husnainyzaenadhelia@gmail.com Dewi Sulastri dewisulastri943@gmail.com Rika Wulandari rikawulandari0510@gmail.com Alma Yulianti alma.yulianti@uin-suska.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menyintesis faktor-faktor yang memengaruhi social connectedness pada mahasiswa pengguna media digital. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti pedoman PRISMA untuk memastikan proses identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi artikel dilakukan secara sistematis, transparan, dan dapat ditelusuri. Pencarian literatur menghasilkan 40 catatan awal dari basis data; dua catatan dikeluarkan sebelum penyaringan, 18 catatan dikeluarkan pada penyaringan judul dan abstrak, dan 13 laporan dikeluarkan pada penilaian kelayakan, sehingga tujuh studi dimasukkan dalam sintesis akhir. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa social connectedness mahasiswa pengguna media digital dipengaruhi oleh faktor penghambat dan faktor pendukung. Faktor penghambat meliputi phubbing serta kecanduan media sosial, gim digital, internet, dan smartphone yang berkaitan dengan social connectedness yang lebih rendah, kontrol diri yang rendah dan pola pikir irasional terkait gawai, serta hambatan bahasa, perbedaan budaya, dan kesepian pada mahasiswa internasional. Faktor pendukung meliputi kontrol diri dan perubahan pola pikir terkait penggunaan gawai, dukungan dan interaksi dengan teman sebaya, penggunaan internet yang lebih intens, serta penggunaan media sosial sebagai sarana koping untuk membangun keterhubungan. Namun, bukti yang ada masih terbatas karena perbedaan desain penelitian, ukuran sampel, metode pengukuran, konteks budaya, dan variabel yang diteliti, serta jumlah artikel yang hanya tujuh. Secara keseluruhan, tinjauan ini memperkuat pemahaman bahwa social connectedness mahasiswa pengguna media digital tidak hanya berkaitan dengan intensitas penggunaan teknologi, tetapi juga dengan pola penggunaan media digital, kontrol diri, dukungan sosial, dan konteks interaksi individu.</p> 2026-10-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1738 Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Melalui Program KKN Berdampak Di Desa Pandansari Lor Kecamatan Jabung Kabupaten Malang 2026-09-08T21:18:05+07:00 Muhammad Diki Wahyudi muhammaddikiwahyudi31@gmail.com Achmad Abibillah Ali Fikri abwil1312@gmail.com Ilham Attanggae atanggaeilham02@gmail.com Audriena Binar Permata Negara odieeenabnarii@gmail.com Akmal Amrullah akmalamrullah003@gmail.com Ahmad Sulaiman sulaiman_ahmad@umm.ac.id <p>Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu strategi penting dalam pembangunan desa yang menempatkan masyarakat sebagai subjek dalam mengidentifikasi kebutuhan dan mengembangkan potensi lokal. Program KKN Berdampak di Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, dilaksanakan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) untuk mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dan masyarakat dalam proses pemberdayaan. Pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal melalui beberapa bidang kegiatan, yaitu kesehatan, ekonomi, pariwisata, pendidikan keagamaan, dan sosial kemasyarakatan. Metode PAR dilakukan melalui tahapan identifikasi kondisi dan kebutuhan masyarakat, perencanaan kegiatan secara partisipatif, pelaksanaan program, observasi, serta refleksi dan evaluasi bersama. Program yang dilaksanakan meliputi GCU dan MCU serta pendampingan posyandu, digitalisasi UMKM dan pariwisata, pemasangan plakat dan peta tracking menuju Coban Tangkil, pendampingan TPQ dan lomba keagamaan, serta keterlibatan dalam kegiatan bari'kan, pengecatan jembatan, istighosah, dan tabur bunga. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa integrasi berbagai program mampu membuka ruang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat sekaligus mendukung penguatan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal. Digitalisasi memberikan dasar bagi penguatan promosi UMKM dan pariwisata, sedangkan kegiatan kesehatan, pendidikan keagamaan, dan sosial mendukung penguatan kapasitas manusia serta kohesi sosial masyarakat. Meskipun pelaksanaan KKN memiliki keterbatasan waktu sehingga sebagian program masih berada pada tahap penguatan awal, kegiatan yang dilaksanakan dapat menjadi dasar bagi keberlanjutan pemberdayaan melalui pengelolaan dan partisipasi masyarakat secara mandiri. Pengabdian ini menegaskan bahwa pendekatan PAR dapat digunakan untuk mengintegrasikan berbagai potensi dan kebutuhan masyarakat dalam mewujudkan pemberdayaan desa yang lebih partisipatif dan berkelanjutan.</p> 2026-10-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1908 The Relevance of Ibn Khaldun’s Concept of ‘Asabiyyah to Political Polarization in Contemporary Indonesia 2026-10-05T20:47:00+07:00 Wella Apriliani wellaayuapriliani_25162470001@radenfatah.ac.id Otoman otoman_uin@radenfatah.ac.id Wijaya Wijaya_uin@radenfatah.ac.id <table> <tbody> <tr> <td> <p>This study aims to examine the relevance of Ibn Khaldun’s concept of <em>‘asabiyyah</em> in understanding political polarization in contemporary Indonesia. Employing a qualitative approach with a descriptive-analytical method, this study draws on Ibn Khaldun’s writings as primary theoretical sources and relevant scholarly books, journal articles, and documented analyses of Indonesian political dynamics as secondary sources. The analysis focuses on the transformation of group solidarity within democratic political contestation, identity politics, and digital public discourse. The findings indicate that political polarization in Indonesia reflects the transformation of <em>‘asabiyyah</em> from traditional social solidarity into modern forms of collective identification based on religion, ideology, and political affiliation. Political elite mobilization, identity-based narratives, and social media interactions contribute to reinforcing exclusive group boundaries and intensifying social divisions. The study further demonstrates the ambivalent character of <em>‘asabiyyah</em>, which strengthens internal group cohesion while potentially undermining broader societal integration. The novelty of this study lies in its reinterpretation of <em>‘asabiyyah</em> as a conceptual framework for explaining the interaction between identity-based solidarity, political mobilization, and digital polarization within Indonesia’s contemporary democratic system. Rather than viewing <em>‘asabiyyah</em> solely as a traditional mechanism of political power formation, this study highlights its transformation into a modern socio-political force that simultaneously fosters collective solidarity and social fragmentation. The study concludes that Ibn Khaldun’s concept remains analytically relevant to contemporary political polarization and emphasizes the importance of inclusive political engagement, social dialogue, and digital literacy in strengthening democratic cohesion.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2019 Efektivitas Pemanfaatan Media Edpuzzle Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas III MIS DDI Bungi 2026-10-07T15:47:54+07:00 Nursyamsi Anugrahi nursyamsianugrahi614@gmail.com Hamdanah hjhamdanah@iainpare.ac.id Buhaerah buhaerah@iainpare.ac.id Marhani hj.marhani@iainpare.ac.id Amiruddin amiruddinmustam81@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pemanfaatan media pembelajaran berbasis video interaktif edpuzzle dalam meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran akidah akhlak di MIS DDI Bungi. Masalah utama dalam penelitian ini adalah rendahnya pemahaman kognitif siswa akibat penggunaan metode pembelajaran konvensional yang belum memanfaatkan teknologi interaktif secara optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-experimental tipe One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas III MIS DDI Bungi Tahun Pelajaran 2026/2027 yang berjumlah 33 siswa, menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar (pretest dan posttest), lembar observasi aktivitas siswa, serta angket respons. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan Paired Sample t-Test dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media Edpuzzle efektif meningkatkan hasil belajar kognitif siswa. Terjadi peningkatan nilai rata-rata dari pretest sebesar 68 menjadi 80,67 pada posttest. Hasil Uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) 0,000 &lt; 0,05, yang berarti ????<sub>0</sub> ditolak dan ????<sub>1</sub> diterima. Peningkatan hasil belajar berada pada kategori N-Gain tinggi. Selain itu, observasi aktivitas dan angket respons siswa berada pada kategori sangat baik dan positif. Dengan demikian, media Edpuzzle terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif akidah akhlak.</p> 2026-10-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1870 Peran Gaya Resolusi Konflik sebagai Mediator antara Syukur dan Adult Attachment Style terhadap Kepuasan Pernikahan 2026-10-04T06:56:45+07:00 Abdurrauf,S.Psi kuliahs2rauf@gmail.com Dr. Evi Afifah Hurriyati, S.Si,M.Si evi.afifah@bahasa.iou.edu.gm <table> <tbody> <tr> <td> <p>Kepuasan pernikahan merupakan salah satu indikator kualitas kehidupan pernikahan yang mencerminkan evaluasi individu terhadap kualitas relasi dengan pasangan. Dalam perspektif psikologi Islam, pernikahan diarahkan pada terwujudnya kehidupan keluarga yang dilandasi nilai sakinah, mawaddah, dan rahmah. Syukur merupakan salah satu karakteristik psikologis positif yang relevan dalam perspektif tersebut karena berkaitan dengan kemampuan individu mengenali, mengakui, dan mengapresiasi nikmat yang diterima serta memaknainya sebagai karunia Allah Swt. Dalam kehidupan pernikahan, syukur dapat berkaitan dengan cara individu memandang pasangan dan merespons permasalahan dalam hubungan. Sementara itu, attachment anxiety dan attachment avoidance menggambarkan karakteristik keterhubungan emosional yang dapat berkaitan dengan cara individu menghadapi konflik. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan prediktif syukur, attachment anxiety, dan attachment avoidance dengan kepuasan pernikahan serta menguji peran gaya resolusi konflik sebagai mediator.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional cross-sectional. Sampel terdiri atas 243 individu menikah yang berdomisili di Jawa Barat dan diperoleh melalui convenience sampling. Instrumen yang digunakan meliputi ENRICH Marital Satisfaction Scale (EMS), Islamic Gratitude Scale (IGS-10), Experiences in Close Relationships–Short Form (ECR-S), dan Conflict Resolution Styles Inventory (CRSI). Analisis dilakukan menggunakan PROCESS Macro Hayes Model 4 dengan bootstrapping 5.000 sampel dan heteroscedasticity-consistent standard errors (HC3).</p> <p>&nbsp;</p> <p>Hasil menunjukkan bahwa syukur memiliki hubungan prediktif positif dengan kepuasan pernikahan, sedangkan attachment anxiety dan attachment avoidance memiliki hubungan prediktif negatif. Positive problem solving memediasi hubungan syukur dengan kepuasan pernikahan, sedangkan withdrawal memediasi hubungan attachment anxiety dan attachment avoidance dengan kepuasan pernikahan. Temuan menunjukkan pola mekanisme yang berbeda antara syukur dan attachment insecurity. Dalam perspektif psikologi Islam, syukur berkaitan dengan pola penyelesaian konflik yang lebih konstruktif dan kepuasan pernikahan, sehingga relevan dengan upaya membangun relasi yang selaras dengan nilai sakinah, mawaddah, dan rahmah. Temuan ditafsirkan sebagai hubungan prediktif, bukan kausalitas, berdasarkan desain cross-sectional.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1951 Community Empowerment through Islamic Education-Based Thematic KKN: Integration of Education, Health, Economy, and Environment in Denai Kuala Village, Deli Serdang, North Sumatra 2026-10-04T06:52:41+07:00 Umi Kalsum umikalsum@fai.uisu.ac.id Arifa Pratami arifa@fai.uisu.ac.id Ahmad Hadi ahmadhadiii120885@gmail.com Ulfiah Dwi Safitri wandapolem@gmail.com Dimas Akbar Ramadhan dimasakbarramadhandimas@gmail.com <p>Community empowerment is a form of higher education service that aims to increase community capacity through the use of local potentials and needs. Denai Kuala Village, Pantai Labu District, Deli Serdang Regency has community potential that can be developed through strengthening educational, health, economic, and environmental aspects. This activity aims to optimize the empowerment of the Denai Kuala Village community through the implementation of Thematic Real Work Lectures (KKN) which are integrated in these four fields. The implementation method uses a participatory and educational approach through observation, identification of needs, coordination with the village government and the community, program implementation, mentoring, and evaluation. Educational programs include Maghrib Mengaji, teaching activities at SDN 105338 Denai Kuala Village, memorization of short surahs, and anti-bullying education. Health programs include Posyandu for the Elderly and Toddlers as well as healthy gymnastics. Economic programs are carried out through the manufacture of brooms and creative piggy banks, while environmental programs include mutual cooperation, mosque care activities, village sign making, and decoration of the village head's office. The activities involved children, pupils, toddlers, older adults, cadres, residents, and village officials. Attendance was more regular than before the program, for example in Maghrib Mengaji (10–11 of 11 children per session, compared with about five children who studied the Qur’an around the post before the program) and in the Posyandu for the elderly (43 compared with 35 per session), and the program received positive responses from parents, the school, cadres, and village officials; long-term impacts remain to be evaluated. Community empowerment needs to be carried out in an integrated manner by placing the community as the subject of development and supported by continuous collaboration between the village government, the community, health cadres, educational institutions, and universities</p> 2026-10-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2371 Evaluasi penerapan metode pembelajaran PAI dalam meningkatkan keaktifan siswa di SMP Islam Al-Irsyad Bogor 2026-10-30T15:45:00+07:00 Halimah ummunafi1986@gmail.com Mayasari umihamnah19@gmail.com Lina Marlina linakholid2589@gmail.com Unang Wahidin unang.wahidin@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Latar belakang penelitian ini adalah keaktifan siswa merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya pada materi thaharah yang membutuhkan pemahaman konsep dan keterampilan praktik. Pemilihan metode pembelajaran yang tepat diperlukan untuk mendorong keterlibatan siswa secara optimal. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menerapkan penerapan metode pembelajaran PAI, mengidentifikasi bentuk keaktifan siswa, menganalisis faktor pendukung dan penghambat, serta merekomendasikan rekomendasi perbaikan pembelajaran di SMP Islam Al-Irsyad Bogor. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara terhadap seorang guru PAI pada tanggal 01 sampai 23 Oktober 2026, dan angket kepada 32 siswa kelas VII yang terdiri atas 10 pernyataan. Data dianalisis secara deskriptif melalui pengelompokan temuan, perhitungan frekuensi dan persentase, serta perhitungan antarsumber data. Temuan penelitiannya adalah pembelajaran menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan pemaparan. Mayoritas siswa memberikan respon positif terhadap perhatian, partisipasi, dan dukungan guru, meskipun sebagian siswa masih pasif. Faktor penghambat meliputi kelelahan dan kurangnya kepercayaan diri. Implikasi penelitian yaitu guru disarankan memasukkan pertanyaan secara bertahap, praktik terstruktur, pembagian peran kelompok, dan evaluasi formatif. Orisinalitas penelitian ini menyajikan evaluasi kontekstual pembelajaran PAI materi thaharah dengan mengintegrasikan observasi, perspektif guru, dan tanggapan siswa sebagai dasar rekomendasi perbaikan.</span></span></p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2375 Dari Retributif Menuju Pemulihan: Rekonstruksi Prinsip Restorative Justice dalam Tafsir Modern atas Ayat-Ayat Ḥudûd melalui Pendekatan Tafsir Maqâshidî 2026-10-31T10:26:47+07:00 Muhammad Ramli Saldiman rsaldiman@gmail.com Muhammad Adlan Nawawi adlannawawi@ptiq.ac.id Nur Rofiah nur.rofiah@uinjkt.ac.id <table> <tbody> <tr> <td> <p>Artikel ini menelaah sejauh mana prinsip keadilan restoratif (<em>restorative justice</em>) terartikulasi dalam empat tafsir modern atas ayat-ayat <em>ḥudûd</em>, yakni <em>Tafsîr al-Manâr</em> karya Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha, <em>al-Taḥrîr wa al-Tanwîr</em> karya Ibn ’Asyur, <em>The Message of the Qur’an</em> karya Muhammad Asad, dan <em>Tafsîr al-Mishbâh</em> karya M. Quraish Shihab. Berbeda dari tafsir klasik yang cenderung mengedepankan kepastian hukum secara legal-formal dan retributif, keempat karya ini memperlihatkan pergeseran ke arah pembacaan yang lebih kontekstual dan berpihak pada pemulihan. Penelitian ini bersifat kualitatif-deskriptif dengan pendekatan analisis kritis, menggunakan analisis isi dan analisis tematik-kontekstual atas empat kelompok ayat (<em>ḥirâbah</em>, <em>sariqah</em>, zina, dan <em>qadzf</em>) berdasarkan empat prinsip keadilan restoratif, yaitu pemulihan, proporsionalitas kontekstual, perlindungan korban dan kohesi sosial, serta rehabilitasi dan reintegrasi pelaku. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai <em>taubah</em>, <em>ishlâh</em>, dan <em>’afw</em> telah tersimpan di dalam struktur teks, tetapi belum diartikulasikan secara sistematis oleh tradisi penafsiran. Empat celah hermeneutis muncul secara konsisten: pemulihan korban belum menjadi kewajiban yang konsisten, korban belum menjadi subjek penafsiran yang aktif, reintegrasi pelaku belum menjadi tujuan yang terstruktur, dan proporsionalitas kontekstual belum menjadi komitmen metodologis yang eksplisit. Untuk menjawab celah tersebut, artikel ini menawarkan model tafsir <em>maqâshidî</em>-restoratif yang memadukan tiga kerangka konseptual ke dalam empat prinsip hermeneutis operasional. Model ini berkontribusi pada pembacaan ulang ayat-ayat <em>ḥudûd</em> yang lebih humanis tanpa melepaskan otoritas teks wahyu, serta relevan bagi agenda moderasi beragama dan pembaruan hukum pidana Islam di Indonesia.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2416 Keadilan Hakiki Perempuan dan Ekofeminisme dalam Pembacaan Semantik Ayat-Ayat Ekologi: Studi atas Gerakan #SaveSlamet 2026-10-31T11:01:13+07:00 Aziz Muzayin azizmuzayin@gmail.com Nur Arfiyah Febriani royyana12@yahoo.com Srifariyati Srifariyati@usip.ac.id Nisrokha nisrokhaabduh2@gmail.com Muhamad Irfan muhirfan205@gmail.com <p>Kajian tafsir ekologis kerap menegaskan bahwa laki-laki dan perempuan memikul tanggung jawab yang sama sebagai <em>khalīfah</em> dalam menjaga bumi, tetapi belum banyak menguji apakah kesetaraan normatif itu menjadi keadilan dalam pengalaman ekologis perempuan. Artikel ini bertujuan merekonstruksi pembacaan ekologis Al-Qur’an yang sensitif terhadap keadilan gender melalui dialog antara medan semantik konsep ekologis Qur’ani dan pengalaman perempuan dalam konteks gerakan #SaveSlamet. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan desain studi kasus instrumental. Data tekstual dianalisis dengan semantik Toshihiko Izutsu terhadap konsep <em>khalīfah,</em> <em>amānah,</em> <em>mīzān,</em> dan <em>fasād.</em> Data empiris dari wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi di Bumijawa, Bojong, dan Bumiayu di lereng Gunung Slamet dianalisis dengan model Miles, Huberman, dan Saldaña, lalu dibaca melalui ekofeminisme dan feminist political ecology. Hasil kedua jalur dipertemukan dalam matriks integrasi dan dievaluasi dengan perspektif Keadilan Hakiki Perempuan. Temuan awal menunjukkan bahwa perempuan menanggung konsekuensi menurunnya ketersediaan air dalam kerja domestik, sementara keterlibatan mereka dalam forum pengambilan keputusan ekologis terbatas, sehingga kesetaraan status sebagai <em>khalīfah</em> belum otomatis menghasilkan kemampuan yang adil untuk menjalankan mandat kekhalifahan. Artikel ini menawarkan kerangka pembacaan yang membedakan kesetaraan normatif dari keadilan ekologis substantif, tanpa mengklaim hubungan kausal antara pembacaan tersebut dan perubahan perilaku atau kebijakan.</p> 2026-10-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2368 Respons Perilaku dan Emosional Murid terhadap Feedback pada Teks Laporan Hasil Observasi 2026-10-28T16:29:49+07:00 Chanifah Rahmayanti chanifah.rahmayanti@mhs.unsoed.ac.id Memet Sudaryanto memet.sudaryanto@unsoed.ac.id Etin Pujihastuti etin.pujihastuti@unsoed.ac.id <table> <tbody> <tr> <td> <p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan respons perilaku dan emosional murid terhadap <em>feedback</em> motivasional dalam pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi (LHO) di kelas VIII A dan VIII B SMP Negeri 3 Purwokerto. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data yang diperoleh melalui observasi empat pertemuan, wawancara dengan guru Bahasa Indonesia dan enam murid, serta dokumentasi. Enam murid yang diwawancarai terdiri atas tiga murid kelas VIII A dan tiga murid kelas VIII B. Data dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons perilaku murid tampak melalui perhatian terhadap pembelajaran, tanggapan verbal dan nonverbal, kelanjutan pengerjaan tugas, serta ketekunan menyelesaikan tugas. Respons emosional yang terungkap melalui wawancara meliputi perasaan lebih bersemangat, nyaman, dan senang, serta dorongan untuk mengevaluasi diri. Respons di kelas VIII A menunjukkan variasi perhatian yang lebih beragam, sedangkan murid kelas VIII B cenderung lebih tertib dan lebih sering memberikan tanggapan verbal. Temuan ini menggambarkan variasi respons murid terhadap <em>feedback</em> motivasional.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-11-02T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2264 Teachers’ Strategies for Fostering a Literacy Culture among Students at SMPN 20 Bengkulu Selatan 2026-11-02T04:11:05+07:00 Sri Yuniarti sriyuniarti0273@gmail.com Suradi suradi@iainbengkulu.ac.id Dina Putri Juni Astuti dinaputri@mail.uinfasbengkulu.ac.id <p>This study aims to describe the strategies used by teachers to foster a reading literacy culture among students at SMPN 20 Bengkulu Selatan. This study employed a qualitative descriptive approach. The research subjects consisted of Indonesian language teachers and students at SMPN 20 Bengkulu Selatan. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings revealed that teachers implemented several strategies to promote reading literacy culture, including habituation of reading activities before lessons, provision of reading corners in classrooms, utilization of school library facilities, integration of literacy activities into learning processes, and motivation through literacy appreciation programs. These strategies contributed positively to improving students' reading interest and literacy habits. Therefore, collaboration among teachers, schools, and parents is needed to strengthen literacy culture among students.</p> 2026-11-02T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2265 The Role of Arts Education in Developing Socio-Emotional Skills in Early Childhood at Al Irsyad Pahambatan Kindergarten 2026-11-02T04:24:58+07:00 Fatmawati fatmawatipit@gmail.com Mourentina Aulia Abadi Mourentauliaabadi@uinjambi.ac.id <table> <tbody> <tr> <td> <p>Arts education plays an important role in early childhood education by providing opportunities for children to express emotions, develop self-regulation, and establish positive social relationships. This study aims to examine the role of arts education in developing socio-emotional skills in early childhood at Al Irsyad Pahambatan Kindergarten, Agam Regency, West Sumatra, Indonesia. The study employs a descriptive qualitative approach to explore arts-based learning activities, children's participation, and teachers' strategies for supporting socio-emotional development. Data collection is designed to involve classroom observations, semi-structured interviews with teachers, and documentation of relevant learning activities. The analysis focuses on three dimensions: arts education as a medium for emotional expression and self-regulation, collaborative arts activities in developing social interaction and cooperation, and teachers' strategies for integrating arts education into socio-emotional learning. The study is expected to contribute to a contextual understanding of how drawing, painting, music, movement, and creative drama can provide meaningful opportunities for children to recognize emotions, communicate with peers, manage behavioral responses, and participate in collaborative learning. The study also emphasizes the importance of intentional pedagogical planning and supportive teacher–child interactions in maximizing the developmental value of artistic experiences. The findings may inform early childhood educators seeking to integrate creative activities with socio-emotional learning in kindergarten settings.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-11-02T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2267 Exploring Visual Arts as a Medium for Developing Early Childhood Creativity at Bungong Kupula Kindergarten, Aceh Besar Regency, Aceh, Indonesia 2026-11-02T05:46:36+07:00 Debi Leawati debibos144@gmail.com Mourent Aulia Abadi Mourentauliaabadi@uinjambi.ac.id <table> <tbody> <tr> <td> <p>Visual arts education provides opportunities for young children to develop imagination, express ideas, and explore different forms of creative expression. This study aims to explore visual arts as a medium for developing early childhood creativity at Bungong Kupula Kindergarten, Aceh Besar Regency, Aceh, Indonesia. The study employs a descriptive qualitative approach to examine visual arts activities, children's creative expression, and teachers' strategies for facilitating artistic exploration. Data collection involves classroom observations, semi-structured interviews with teachers, and documentation of learning activities and children's artwork. Data are analyzed through data condensation, data display, and conclusion drawing and verification, with triangulation used to strengthen the credibility of the interpretations. The analysis focuses on two main dimensions: visual arts activities as a medium for stimulating children's imagination and creative expression, and teachers' strategies for fostering creativity through visual arts education. The study is intended to provide a contextual understanding of how drawing, painting, finger painting, and collage-making can create opportunities for children to experiment with materials, develop original ideas, and make independent artistic decisions. It also highlights the importance of intentional instructional planning, diverse learning materials, freedom of expression, and supportive teacher guidance in early childhood visual arts education. The findings are expected to inform the development of child-centered artistic learning experiences that encourage creativity and recognize individual differences in children's expression.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-11-02T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2054 A Systematic Review and Empirical Study of Educational Podcasts in Listening Instruction at SMP Negeri 20 Bengkulu Selatan 2026-11-02T06:01:51+07:00 Virza Dwi Angel Putri virzadwiangelputri04@gmail.com A Suradi suradi@iainbengkulu.ac.id Dina Putri Juni Astuti dinaputri@mail.uinfasbengkulu.ac.id <p>Educational podcasts have emerged as a flexible digital medium for supporting listening instruction through authentic, contextualized, and accessible audio content. This study examines the use of educational podcasts in Indonesian language listening instruction by integrating a systematic review of relevant scholarly literature with an empirical investigation at SMP Negeri 20 Bengkulu Selatan. The systematic review maps existing findings concerning the pedagogical application of educational podcasts, particularly their potential to strengthen listening comprehension, vocabulary acquisition, concentration, critical response, and learner engagement. The empirical component investigates the implementation of educational podcasts in Indonesian language lessons, students’ responses to podcast-based learning activities, and the pedagogical factors that shape their effectiveness. The study employs a qualitative descriptive approach involving classroom observations, teacher interviews, student responses, and analysis of relevant instructional documents. The findings indicate that educational podcasts provide opportunities for students to engage with varied spoken-language materials, improve their comprehension of oral information, and develop more attentive and reflective listening habits. Students demonstrate greater participation when podcast content is relevant to their developmental level, learning interests, and everyday experiences. Teacher facilitation remains important in selecting appropriate podcast materials, establishing focused listening objectives, designing pre-listening and post-listening activities, and guiding students in interpreting information critically. The study concludes that educational podcasts can function as an effective supplementary medium for Indonesian language listening instruction when supported by purposeful pedagogical design, appropriate content selection, adequate technological access, and sustained teacher guidance. The integration of systematic literature evidence and empirical classroom findings offers a contextualized perspective on the development of digital listening instruction in Indonesian lower-secondary education.</p> 2026-11-02T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2347 Child Protection Education for Female Inmates at the Bengkulu Women's Correctional Institution: A Fiqh siyasah Perspective 2026-11-02T06:55:33+07:00 Maryam maryam@mail.uinfasbengkulu.ac.id Septama Haden Alsa septama03@gmail.com Echi Dwi Tantya echitantya@gmail.com Julian Kurniawan jkurniawan851@gmail.com Galih Eko Bowo capt.galih7@gmail.com Riskon Aji riskonaji2002@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td> <p>Child protection education plays a crucial role in raising awareness of children's rights, preventing violence against children, and fostering responsible parenting, including among women serving custodial sentences. This study examines the implementation of child protection education for female inmates at the Bengkulu Women's Correctional Institution from the perspective of <em>fiqh siyasah</em>. It seeks to analyse the forms of educational interventions provided, the challenges encountered in their implementation, and their alignment with Islamic principles of governance and the protection of public welfare. This study employs a qualitative descriptive approach, using observation, interviews, and documentation to explore educational practices and the experiences of female inmates. The data are analysed thematically by examining the relationship between child protection principles, the rights of children, and the normative framework of <em>fiqh siyasah</em>, particularly the principles of justice (<em>al-’adl</em>), public welfare (<em>maslahah</em>), and the protection of offspring (<em>hifz al-nasl</em>). The study is expected to demonstrate that child protection education in correctional settings constitutes an important rehabilitative intervention that extends beyond individual awareness to support family resilience and prevent the recurrence of violence against children. From the perspective of <em>fiqh siyasah</em>, such education reflects the state's responsibility to safeguard children's rights through equitable, humane, and sustainable policies. Strengthening educational programmes, improving institutional collaboration, and integrating Islamic ethical values into rehabilitation initiatives are therefore essential to ensuring that female inmates can contribute to a safer and more protective environment for children after their release.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-11-02T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2363 Understanding the State Constitution among Constitutional Law Students at Islamic Higher Education Institutions 2026-11-02T07:12:21+07:00 Fath Greata Eltri greataeltrifath@gmail.com Budi Handori Cohayangsya doyydejavuu@gmail.com Tri Wulandari Nusantaraaktivitas07@gmail.com Imam Mahdi imammahdi@gmail.com <p>The constitution serves as the fundamental legal framework that governs the organisation of the state, regulates the exercise of governmental power, and safeguards the fundamental rights of citizens. A comprehensive understanding of constitutional principles is therefore essential for students of Constitutional Law, particularly those studying at Islamic higher education institutions, where constitutional studies may intersect with Islamic legal thought, democratic values, and the principles of justice. This study aims to examine the level of constitutional understanding among Constitutional Law students at Islamic higher education institutions and to identify the academic factors that shape their perceptions of constitutional principles and their implementation in state governance. Using a qualitative descriptive approach, this study explores students’ comprehension of constitutional supremacy, the rule of law, the separation of powers, human rights, and the relationship between constitutional values and Islamic principles. The study also considers the role of higher education in fostering constitutional awareness, critical legal reasoning, and democratic citizenship. A sound understanding of the constitution is expected to strengthen students’ capacity to analyse constitutional issues critically and to appreciate the constitution as both a legal foundation and a normative framework for democratic governance. Ultimately, enhancing constitutional literacy among law students is crucial to developing future legal professionals who are committed to upholding the rule of law, protecting human rights, and promoting justice within Indonesia’s constitutional system.</p> 2026-11-02T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2268 Exploring Visual Arts as a Medium for Developing Early Childhood Creativity at Karang Mendapo Playgroup Jambi Province 2026-11-02T16:18:56+07:00 Rikayah rikayahgais@gmail.com Mourent Aulia Abadi Mourentauliaabadi@uinjambi.ac.id <table> <tbody> <tr> <td> <p>Visual arts education is an important approach to fostering creativity in early childhood, as it provides opportunities for children to explore their imagination, express ideas, and develop original forms of expression. This study aims to explore the role of visual arts in developing early childhood creativity at Karang Mendapo Playgroup, Jambi Province, Indonesia. The study employs a descriptive qualitative approach, with data collected through classroom observations, semi-structured interviews with teachers, and documentation of children’s visual arts activities. Data analysis follows the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, which includes data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The study focuses on visual arts activities, including drawing, painting, collage, and the use of natural and recycled materials, as well as teachers’ strategies for supporting children’s creative development. The analysis highlights the importance of providing diverse materials, creating a supportive learning environment, and allowing children the freedom to experiment and express their ideas independently. Teachers’ roles in facilitating exploration, offering encouragement, and appreciating individual differences are essential to supporting creative expression. This study emphasizes that visual arts education should prioritize the creative process rather than merely the final product, enabling children to develop imagination, confidence, independence, and problem-solving skills. The findings are expected to contribute to the development of creative and child-centered visual arts learning practices in early childhood education.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-11-02T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/2406 The Effect Of Jali Seed Flour (Coix Lacryma-Jobi L.) Substitution On The Quality Of Cat's Tongue Cake 2026-10-31T12:08:01+07:00 Finna Marshanda pinnaamarshanda@gmail.com Yolanda Intan Sari yolandaintansari@fpp.unp.ac.id Elida coresponderautor.11111961@fpp.unp.ac.id Ezi Anggraini ezia321214@fpp.unp.ac.id <table> <tbody> <tr> <td> <p>Cat’s tongue cookies are a type of dry cookie known for their thin, flat shape and crisp texture. The use of jali seed flour as a substitute can be one way to incorporate local food ingredients into pastry products. This study aims to determine the effect of jali seed flour substitution on the quality of cat’s tongue cookies. The study employed a quantitative approach using an experimental method with four treatment levels: 0%, 20%, 40%, and 60%. Product quality was assessed through organoleptic testing of shape, color, aroma, texture, and taste. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at a 5% significance level. The analysis results showed that differences in the substitution levels did not have a significant effect on the attributes tested. Although there were differences in the panelists’ average ratings for each treatment, these differences did not indicate a statistically significant effect. The results of this study indicate that jali seed flour has the potential to be used as a partial substitute for wheat flour in the production of cat’s tongue cookies up to a substitution level of 60% without showing any significant changes in quality regarding the evaluated aspects.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-11-02T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner