https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/issue/feedJurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner2026-09-14T20:13:34+07:00Dr. Husna Nashihin, M.Pd.I.info@amorfati.idOpen Journal Systems<p><strong>Published Quarterly in Every Month of the Year • One Month Published after Submission • WhatsApp 0895-2795-5000 for Further Assistance • IG:@postaxial_amorfati • FB:Post Axial • Payment Method BSI 7370977482 an. ATANG GUNAWAN</strong> </p> <p>Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220912182198052">ISSN 2962-9187</a> <a href="https://doi.org/10.59944/jipsi">DOI 10.59944</a> with SK ISSN <a href="https://drive.google.com/file/d/1yxJWFOqKHA2HlsUZ_mVOfdX8MwKUPx3Y/view?usp=sharing">BRIN Decree Letter</a> with <a href="https://drive.google.com/file/d/1heZheZLiwgZe963mbeLJUXvFMwp6N0Cu/view?usp=sharing"><strong>SINTA 4 Accredited</strong> </a> <strong><a href="https://drive.google.com/file/d/13eND_iOXheYSUQrPagYj_6D9Zkz3WN7V/view?usp=sharing">Certificate</a> is</strong> a <strong>international journal</strong> published four times a year published by <a href="https://amaayo.org/">Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta</a>. This journal is published four times a year in<strong> February</strong>,<strong> May</strong>, <strong>August</strong> and <strong>November</strong>.</p> <p>Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner is an international journal with an <a href="https://drive.google.com/file/d/1_5BnR76CZulRqPrRCdBp4Iv1O8WYmBfR/view?usp=sharing">Interdisciplinary Scope</a>. The journal's scope includes Interdisciplinary <strong>Science and Education</strong>, <strong>Islamic Education and Science</strong>, <strong>Integration of Science and Islam</strong>, <strong>Islamic Thought and Philosophy</strong>, <strong>Integration of Social Sciences</strong>, <strong>Humanities, and Islamic Studies</strong>, <strong>Islamic Economics and Business Studies</strong>, and <strong>Islamic Ethics in Science and Technology</strong>.</p>https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1211Implementation Of Moral Education Through The Tadabbur And Tafakkur Methods Of The Qur’an, Surah Al-Baqarah, Verse 177, Among Students At The Bait Qur’any Ciputat Qur’an Memorization Boarding School2026-09-01T20:16:50+07:00Khalifah Khoirkhalifah.khoir28@gmail.comWakib Kurniawanwakib.kurniawan30@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td> <p>This study is motivated by the importance of moral education in shaping the character of Islamic boarding school students (santri), particularly in Qur’anic memorization institutions, where success in memorizing the Qur’an should be accompanied by the implementation of Islamic moral values in daily life. One educational approach that can be applied to strengthen students’ moral character is the method of tadabbur (deep contemplation and understanding of the Qur’anic verses) and tafakkur (reflection upon their meanings and relevance to life). This research focuses on the implementation of moral education through the tadabbur and tafakkur of Surah Al-Baqarah verse 177, a verse that contains comprehensive teachings regarding faith, righteousness, social responsibility, honesty, patience, and commitment to fulfilling promises. The study aims to describe the process of implementing moral education through these methods among students at Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Bait Qur’any Ciputat and to identify the moral values instilled through the learning process. Furthermore, this research seeks to explore how the integration of Qur’anic understanding and reflection contributes to the internalization of moral values and the development of students’ character in the context of Islamic education.</p> <p><em>This research employs a qualitative approach with a field research design to obtain an in-depth understanding of the phenomenon being studied. The participants of this study include the pesantren leader, teachers (ustadz and ustadzah), and students who are directly involved in the implementation of the tadabbur and tafakkur methods. Data are collected through observation, interviews, and documentation, while data analysis is conducted through the processes of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings are expected to provide a comprehensive description of how moral education is implemented through the contemplation and reflection of Surah Al-Baqarah verse 177 and to reveal its impact on the formation of students’ moral behavior. In addition, this study is expected to contribute to the development of Qur’an-based moral education models that integrate memorization, understanding, reflection, and practical application of Islamic values, thereby serving as a valuable reference for Islamic educational institutions seeking to strengthen character education through meaningful engagement with the Qur’an</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-08T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1582Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Pembelajaran Matematika Siswa Kelas V SDN 110 Krui Pesisir Barat2026-08-17T16:37:18+07:00Tiara Efrinatiaraefrina17@gmail.comProf. Dr. H. Chairul Anwar, M. Pdchairul.anwar@radenintan.ac.idDr. Muhammad Muchsin Afriyadi, M. Pdmuchsinafriyadi@radenintan.ac.id<table> <tbody> <tr> <td> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kompetensi pedagogik guru dalam menciptakan proses pembelajaran matematika yang efektif, interaktif, dan mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Kompetensi pedagogik merupakan salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki guru untuk memahami karakteristik peserta didik, merancang pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, melakukan evaluasi, serta mengembangkan potensi peserta didik secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi pedagogik guru dalam pembelajaran matematika siswa kelas V SDN 110 Krui Pesisir Barat.</p> <p>Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas guru kelas V sebagai informan utama, kepala sekolah sebagai informan pendukung, dan tiga orang siswa kelas V sebagai informan pelengkap. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru dalam pembelajaran matematika di kelas V SDN 110 Krui Pesisir Barat telah diterapkan dengan baik. Guru mampu memahami karakteristik peserta didik, menyusun perangkat pembelajaran, menerapkan metode yang bervariasi, memanfaatkan media sederhana, serta melaksanakan penilaian melalui tugas, ulangan, remedial, dan pengayaan. Meskipun pemanfaatan teknologi masih terbatas karena fasilitas sekolah, guru tetap mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kondusif, dan berpusat pada peserta didik. Dengan demikian, kompetensi pedagogik guru telah mendukung tercapainya tujuan pembelajaran matematika.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1456Menentukan Batas Klaim Empiris dalam Penelitian Kualitatif: Sebuah Framework Konseptual tentang Claim admissibility2026-08-18T07:51:27+07:00Obi Pratama obipratama09@gmail.com<p>Penelitian kualitatif telah menghasilkan berbagai kerangka metodologis untuk mengevaluasi kualitas penelitian, seperti <em>trustworthiness</em>, validitas, dan <em>methodological rigor</em>. Namun, perhatian terhadap batas metodologis klaim empiris yang dapat dinyatakan berdasarkan konfigurasi suatu penelitian masih relatif terbatas. Akibatnya, peneliti sering menghadapi kesulitan dalam menentukan sejauh mana temuan dapat diinterpretasikan, dijelaskan, atau digeneralisasikan tanpa melampaui kapasitas metodologis penelitian yang mendasarinya. Artikel ini bertujuan mengembangkan sebuah <em>conceptual methodological Framework </em>untuk menjelaskan <em>claim admissibility</em> dalam penelitian kualitatif. Penelitian menggunakan pendekatan konseptual melalui <em>adversarial literature search</em>, <em>comparative literature mapping</em>, <em>prior-art collision analysis</em>, dan <em>conceptual synthesis</em> untuk mengidentifikasi ruang konseptual yang belum terakomodasi dalam literatur metodologi penelitian kualitatif. Hasil penelitian menghasilkan sebuah <em>Framework </em>yang menghubungkan lima komponen utama, yaitu <em>study configuration</em>, <em>methodological warrant</em>, <em>empirical claim</em>, <em>epistemic commitment</em>, dan <em>claim admissibility</em>. <em>Framework </em>ini mengusulkan bahwa admissibility suatu klaim tidak ditentukan oleh kualitas penelitian secara umum maupun kebenaran substantif suatu pernyataan, tetapi oleh kesesuaian antara komitmen inferensial yang dinyatakan dalam klaim dan <em>methodological warrant</em> yang tersedia berdasarkan konfigurasi penelitian. Kontribusi utama artikel ini adalah penyediaan bahasa konseptual dan mekanisme analitis untuk mengevaluasi batas metodologis klaim empiris pada tingkat klaim individual. <em>Framework </em>ini diharapkan memperkaya metodologi penelitian kualitatif serta menyediakan landasan konseptual bagi pengembangan instrumen evaluasi, praktik peer review, dan penelitian lanjutan mengenai <em>claim admissibility</em>, termasuk pada penelitian pendidikan dan bidang ilmu sosial lain yang menggunakan pendekatan kualitatif.</p>2026-09-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1545Implementation of 3M Activities (Drawing, Tearing, and Pasting) to Improve Fine Motor Skills in Group B Children at RA Syagaf Aflah, Bengkulu City2026-08-16T17:34:23+07:00Rosa Erlinarosaerlina13@gmail.comAli Akbarjonoaliakbarjono@mail.uinfasbengkulu.ac.idBudriantobudriantobkl@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td> <p>This study employs a qualitative approach with a descriptive research design. The research subjects consisted of 12 children from Group B and their classroom teacher. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the implementation of 3M activities helps improve the children's fine motor skills. Most children were able to draw simple patterns, tear paper into specific shapes as directed, and paste the torn pieces neatly. Using mobile phone images as visual aids for the 3M activities made the children more interested and enthusiastic about the learning process. However, some children still experienced difficulties with hand and finger coordination, requiring intensive guidance and support from the teacher. Factors supporting the implementation of 3M activities included the availability of learning materials, teacher creativity, and child motivation. Conversely, inhibiting factors included variations in individual fine motor abilities, a lack of concentration, and limited instructional time. Based on the findings, it can be concluded that the implementation of 3M activities (Drawing, Tearing, and Pasting) is effective in improving the fine motor skills of Group B children at RA Syagaf Aflah, Bengkulu City.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1546Enhancing Students' Critical Thinking Skills through Interactive Learning Strategies in Social Studies Education: A Systematic Literature Review2026-08-16T17:34:31+07:00Aziza Fajar Fitrianaazizafajarfitriana@gmail.comUlfa Dwi Jayanti ulfadwijayanti66@gmail.comMus Mulyadi azizafajarfitriana@gmail.comAhmad Walidazizafajarfitriana@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td> <p>Critical thinking is one of the essential competencies in Social Studies Education in the twenty-first century. This study aims to examine various interactive learning strategies implemented in Social Studies education and analyze their influence on students' critical thinking skills. The study employed a <strong>Systematic Literature Review (SLR)</strong> approach following the <strong>PRISMA 2020</strong> guidelines. Data were collected from peer-reviewed articles published between <strong>2021 and 2026</strong> and indexed in <strong>Scopus, Web of Science, ERIC, ScienceDirect, SpringerLink, and Google Scholar</strong>. The findings indicate that interactive learning strategies, including <strong>Problem-Based Learning (PBL), Project-Based Learning (PjBL), Inquiry-Based Learning, and Cooperative Learning</strong>, effectively enhance students' critical thinking skills, active participation, and problem-solving abilities. However, their implementation continues to face several challenges, including teachers' readiness, limited educational resources, and variations in students' learning characteristics. This review provides valuable insights for educators in selecting effective interactive learning strategies to improve the quality of Social Studies education and foster higher-order thinking skills among students.</p> <p><strong>Keywords:</strong> critical thinking skills; interactive learning strategies; Social Studies education; systematic literature review; PRISMA 2020.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1547Pembentukan Perilaku Religius dan Disiplin Santri melalui Kajian Rutin Pasca Salat Magrib di Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta2026-08-29T10:23:01+07:00Lukman Nur Hakimluxmen14@gmail.comAzisazisabdullah2018@gmail.com<p>Pembentukan perilaku religius dan kedisiplinan merupakan bagian penting dalam pendidikan pesantren yang tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran formal, tetapi juga melalui kegiatan keagamaan yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Salah satu bentuk pembiasaan tersebut adalah kajian setelah salat Magrib yang dilaksanakan di PPM MBS Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kajian rutin setelah salat Magrib, menganalisis kontribusinya terhadap pembentukan perilaku religius dan kedisiplinan santri kelas XII, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan enam informan yang terdiri atas satu musyrif dan lima santri kelas XII. Data dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, dengan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian rutin dilaksanakan secara istiqamah dua kali dalam sepekan setelah salat Magrib dengan materi yang bersumber dari Riyadush Shalihin serta melibatkan musyrif dan asatidz. Kajian berkontribusi terhadap pembentukan perilaku religius melalui penguatan pemahaman keagamaan, konsistensi ibadah, penghayatan nilai Islam, dan penerapannya dalam interaksi sosial. Pada aspek kedisiplinan, kegiatan tersebut mendorong keteraturan mengikuti jadwal, ketepatan waktu, tanggung jawab, serta pengelolaan aktivitas secara lebih positif. Faktor pendukung meliputi konsistensi program, keterlibatan pembina, antusiasme santri, dan relevansi materi, sedangkan hambatan terutama berkaitan dengan kesiapan pemateri dan perbedaan tingkat pemahaman santri. Dengan demikian, kajian rutin setelah salat Magrib dapat menjadi salah satu sarana pendidikan dan pembiasaan keagamaan yang berkontribusi terhadap penguatan perilaku religius dan kedisiplinan santri dalam ekosistem pendidikan pesantren</p>2026-09-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1385Membangun Kesadaran Diri Menuju Taubat Melalui Tazkiyatun Nufus: Ana-lisis Madarij Al-Salikin Dalam Psikologi Islam2026-08-16T17:34:15+07:00Nida Uzakiyah nidabaik86@gmail.comQiyadah Robbaniyahqrobbaniyah@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembangunan kesadaran diri menuju taubat melalui konsep tazkiyatun nufus dalam perspektif Madarij al-Salikin serta relevansinya dalam psikologi Islam. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, yang mengkaji pemikiran Ibn Qayyim al-Jawziyyah serta literatur terkait psikologi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran diri dalam Islam merupakan proses psikospiritual yang holistik dan bertahap, yang melibatkan tiga konsep utama, yaitu tazkiyatun nufus sebagai proses penyucian jiwa, al-yaqadhah sebagai kebangkitan kesadaran dari kelalaian, dan al-fikrah sebagai pendalaman refleksi batin. Ketiga konsep ini terintegrasi dalam membentuk proses taubat yang tidak hanya berupa penyesalan, tetapi juga transformasi perilaku dan orientasi hidup. Temuan ini menegaskan bahwa kesadaran diri dalam Islam melampaui aspek kognitif, dengan mencakup dimensi moral dan spiritual yang berorientasi pada kedekatan dengan Allah. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa konsep tersebut relevan dalam pengembangan psikologi Islam kontemporer, khususnya dalam terapi berbasis spiritual, penguatan karakter, dan praktik self-healing Islami. Dengan demikian, pendekatan tazkiyah menawarkan model komprehensif dalam memahami dan membangun kesehatan mental yang integratif antara aspek psikologis dan spiritual.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1687Efektivitas Model Pembelajaran Discovery Learning Berbasis Media Animasi Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V SDN 3 Prambatan Lor2026-08-28T05:28:27+07:00Wanda Dwi Nastiti202133040@std.umk.ac.idErik Aditia Ismayaerik.aditia@umk.ac.idSekar Dwi Ardiantisekar.dwi.ardianti@umk.ac.id<table> <tbody> <tr> <td> <p>Pembelajaran IPAS di sekolah dasar masih menghadapi keterbatasan variasi metode dan media, sementara penelitian mengenai kombinasi <em>Discovery Learning</em> berbasis media animasi pada IPAS kelas V, khususnya materi perubahan kondisi bumi serta pengukuran hasil belajar kognitif dan keterampilan proses secara bersamaan, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model <em>Discovery Learning</em> berbasis media animasi terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V SD 3 Prambatan Lor. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain <em>Pre-Eksperimental Design </em>dengan <em>One-Group Pretest-Posttest.</em> Sampel pada penelitian ini adalah kelas V yang berjumlah 15 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Teknik Tes dan Non-Tes. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji normalitas, uji homogenitas, uji statistik deskriptif, uji paired sampel T-test dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata nilai dari 61,47 menjadi 86,80, dengan <em>t</em> hitung 8,024 > <em>t</em> tabel 2,145 dan <em>p</em> < 0,001, sedangkan <em>N-Gain</em> sebesar 0,6574 berkategori sedang. Uji statistic diperoleh hasil (1) terdapat perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest siswa. (2) terdapat peningkatan hasil belajar IPAS siswa dengan kriteria sedang. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model Discovery Learning berbasis media animasi efektif terhadap peningkatan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD 3 Prambatan Lor.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1586Penerapan Model Roleplay Berbasis Media Wayang Karakter dalam Perspektif Culturally Responsive Teaching pada Pembelajaran Sistem Pemerintahan Indonesia di SMA2026-08-28T18:56:07+07:00Moh. Nur Hasanmoh.nur.2531727@students.um.ac.idSiti Awaliyahsiti.awaliyah.fis@um.ac.idTeguh Santosateguhsma8mlg@yahoo.com<table> <tbody> <tr> <td> <p>Kajian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran <em>roleplay</em> berbasis media wayang karakter dalam perspektif <em>Culturally Responsive Teaching</em> pada pembelajaran Pendidikan Pancasila dengan materi pembagian kekuasaan lembaga negara Indonesia di SMA. Kajian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif yang dilaksanakan pada murid kelas XI-8 SMA Negeri 8 Malang. Data kajian diperoleh melalui observasi kegiatan pembelajaran, wawancara dengan guru observer, dan dokumentasi pelaksanaan <em>roleplay</em>. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan <em>roleplay</em> berbasis wayang karakter berlangsung melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Berdasarkan hasil observasi, keterlibatan murid tampak pada aktivitas diskusi kelompok, penyusunan dialog, pelaksanaan simulasi peran sebagai lembaga negara, serta kemampuan murid berdiskusi dan mencapai kesepakatan dalam simulasi musyawarah. Pada aspek kognitif, murid mampu menjelaskan fungsi, tugas, dan hubungan antarlembaga negara secara lebih sistematis setelah mengikuti pengalaman langsung dalam <em>roleplay</em>. Pada aspek afektif dan sosial, murid menunjukkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi, sikap menghargai pendapat, kerja sama, tanggung jawab, serta partisipasi aktif selama kegiatan kelompok. Temuan tersebut diperkuat oleh hasil wawancara guru observer yang menyatakan bahwa <em>roleplay</em> berbasis wayang karakter membantu meningkatkan keaktifan murid dan mempermudah penyampaian materi yang kompleks. Dokumentasi pembelajaran juga menunjukkan penggunaan wayang karakter sebagai representasi simbolik lembaga negara dan keterlibatan murid dalam memainkan peran berdasarkan skenario yang telah disusun. Integrasi wayang karakter sebagai representasi budaya lokal membantu menghubungkan konsep abstrak pembagian kekuasaan lembaga negara dengan konteks sosial budaya murid. Dengan demikian, <em>roleplay</em> berbasis wayang karakter dalam perspektif <em>Culturally Responsive Teaching</em> dapat menjadi strategi pembelajaran yang mendukung pemahaman konseptual, keterlibatan aktif, keterampilan sosial, dan internalisasi nilai budaya dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1653Paradigma Gerak Al-Riyāh dalam Pendidikan Islam: Kajian Literatur Filosofis2026-08-24T12:20:49+07:00Yusniyantiyusniya.789@gmail.comTariza Jiantoatarizajiantowa03@icloud.comRehan Yusrahanzyyformee@gmail.comSusi Puspita Sarisariberfikirlah@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td> <p>Kajian ini mengembangkan Paradigma Gerak Al-Riyāh dalam filsafat pendidikan Islam melalui pendekatan kajian literatur kualitatif-filosofis. Pendidikan Islam kerap menunjukkan stagnasi dan kekakuan struktural dalam merespons perubahan sosial dan teknologi. Dengan bertumpu pada kerangka epistemologi integratif-interkonektif M. Amin Abdullah serta pendekatan tafsir tematik (<em>mawdū</em><em>ʿ</em><em>ī</em>), kajian ini menelaah perbedaan makna semantis antara <em>al-riyāh</em> (bentuk jamak, angin yang bersifat konstruktif) dan <em>al-rīh</em> (bentuk tunggal, angin yang bersifat destruktif) dalam Al-Qur'an sebagai metafora dasar bagi dinamika pendidikan. Kajian tentang kosmologi Al-Qur'an dan epistemologi pendidikan Islam terus berkembang secara terpisah, sementara sintesis fenomena alam (<em>āyāt kauniyyah</em>) ke dalam paradigma pendidikan yang koheren masih kurang dieksplorasi. Temuan kajian ini merumuskan Paradigma Gerak Al-Riyāh yang terdiri atas lima dimensi yang saling berkaitan, yaitu gerak, dinamika, keterhubungan, transformasi, dan tauhid. Kajian ini menunjukkan bahwa fenomena alam dapat disintesiskan secara filosofis dengan prinsip-prinsip teologis untuk menghasilkan model pendidikan Islam yang adaptif, luwes, dan transformatif, namun tetap berpijak pada wahyu Ilahi.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1647The Moderating Role of Information Technology Ease of Use on Vehicle Tax Compliance among Generation Z in Bandung City2026-08-24T12:19:14+07:00Dhea Amelia Putridheaaptrr346@gmail.comFarah Latifah Nurfauziahfarahlatifahn@uninus.ac.idCitra Kharisma Utamicitrakharismautami@uninus.ac.id<p>Di antara berbagai pos penerimaan negara, pajak menempati porsi paling dominan, dan pada tingkat pemerintah daerah, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tercatat sebagai kontributor pajak daerah paling besar. Kendati nominal penerimaan PKB terus naik dari tahun ke tahun, laju kenaikan tersebut ternyata belum sejalan dengan pertambahan jumlah pemilik kendaraan bermotor. Penelitian ini disusun untuk mengkaji pengaruh <em>trust in</em> <em>government</em>, persepsi keadilan pajak, serta peran kemudahan teknologi informasi sebagai pemoderasi terhadap tingkat kepatuhan pajak kendaraan bermotor. Desain penelitian mengikuti pendekatan kuantitatif yang bersifat deskriptif sekaligus verifikatif, dengan data primer dikumpulkan lewat penyebaran kuesioner kepada sampel terpilih. Sasaran populasi riset ini mencakup pemilik kendaraan bermotor dari kalangan generasi Z yang tinggal di wilayah Kota Bandung; total sampel yang berhasil dihimpun berjumlah 385 orang responden. Pengujian data menempuh dua tahap analisis, yakni regresi linear berganda dan regresi moderasi. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa <em>trust in government</em> tidak terbukti berpengaruh terhadap kepatuhan pajak, sementara persepsi keadilan pajak justru terbukti berpengaruh signifikan. Di sisi lain, kemudahan teknologi informasi tidak berhasil berperan sebagai variabel yang memoderasi hubungan tersebut. Dengan kata lain, sebesar apapun tingkat kepercayaan seseorang terhadap pemerintah, sekalipun didukung kemudahan teknologi, hal itu belum tentu mendorong kepatuhan wajib pajak apabila tidak ditopang oleh kondisi ekonomi yang memadai. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor di luar cakupan penelitian justru memberikan pengaruh yang lebih dominan terhadap kepatuhan pajak.</p>2026-09-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1657Pengaruh Penggunaan Media Video Cerita Rakyat Terhadap Kemampuan Menulis Ringkasan Siswa Kelas IV UPT SDN 186 Inpres Bontoa Kabupaten Takalar2026-08-28T05:27:10+07:00Ulfa Al Wafiah ulfaalwafiah@gmail.comSri Rahayusrirahayu@unismuh.ac.idUmmu Khaltsum Ummukhaltsum@unismuh.ac.id<table> <tbody> <tr> <td> <p>This study aims to determine the effect of using folk tale video media on the summary writing ability of fourth-grade students at UPT SD Negeri 186 Inpres Bontoa. This study employed a quantitative approach with a pre-experimental method using a One-Group Pretest-Posttest Design. The subjects of this study were 31 fourth-grade students. Data were collected through summary writing tests administered before and after the implementation of folk tale video media. Data analysis was conducted using descriptive statistics, N-Gain analysis, normality testing, and the Paired Sample t-Test. The results showed that the average score of students' summary writing ability increased from 57.7742 in the pretest to 79.0968 in the posttest, representing an increase of 21.3226 points. The average N-Gain score was 0.5526, which was categorized as moderate. Furthermore, the Paired Sample t-Test resulted in a t-value of -18.765 with a significance value of 0.000 < 0.05. These results indicate a significant difference in students' summary writing ability before and after the use of folk tale video media. Therefore, the use of folk tale video media has a significant effect on the summary writing ability of fourth-grade students. Folk tale video media can be used as an alternative learning medium in Indonesian language instruction to support students in understanding story content and expressing important information in the form of summaries.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1700Konseling Individu dengan Pendekatan Cognitive Behavior Therapy bagi Korban KDRT di UPTD PPA Provinsi Lampung2026-08-28T18:56:15+07:00Mutiara Citramutiaracitra546@gmail.comRisna Rogameliarisna@radenintan.ac.id<table> <tbody> <tr> <td> <p><strong><em>Abstract. </em></strong> <em>Domestic violence (DV) can cause persistent psychological impacts, including guilt, low self-confidence, negative self-appraisal, and uncertainty in resolving a case. UPTD PPA Lampung Province provides psychological assistance through individual counseling using a Cognitive Behavior Therapy (CBT) approach. This study aimed to describe the implementation of CBT-based individual counseling for DV victims. A descriptive qualitative design with purposive sampling involved one mediator, one psychological counselor, and two victims. Data were collected from 2-27 July 2026 through interviews, non-participant observation, and documentation and were analyzed through data collection, reduction, display, and conclusion drawing. The findings revealed five counseling stages: initial assessment and problem identification, goal setting, CBT-based counseling, evaluation, and follow-up. During the counseling process, the victims were guided to identify the relationships among thoughts, feelings, and behaviors and to examine negative self-directed thoughts. Interview and observation data showed that the victims became more willing to express their experiences, demonstrated greater awareness of their thoughts and emotional responses, and were better able to articulate possible options for resolving their cases. Follow-up was adapted to each victim’s needs, readiness, and decisions. Overall, the counseling process was implemented flexibly while respecting each victim’s autonomy in determining the course of case resolution.</em></p> <p><strong>Abstrak. </strong> Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dapat menimbulkan dampak psikologis yang menetap, termasuk rasa bersalah, rendahnya kepercayaan diri, penilaian negatif terhadap diri, serta ketidakpastian dalam menyelesaikan kasus. UPTD PPA Provinsi Lampung memberikan pendampingan psikologis melalui konseling individu dengan pendekatan Cognitive Behavior Therapy (CBT). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan konseling individu berbasis CBT bagi korban KDRT. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling yang melibatkan satu mediator, satu konselor psikologis, dan dua korban. Data dikumpulkan pada 2–27 Juli 2026 melalui wawancara, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan lima tahapan konseling, yaitu asesmen awal dan identifikasi masalah, penetapan tujuan, pelaksanaan konseling berbasis CBT, evaluasi, dan tindak lanjut. Selama proses konseling, korban dibimbing untuk mengenali hubungan antara pikiran, perasaan, dan perilaku serta menelaah pikiran negatif yang diarahkan pada diri sendiri. Data hasil wawancara dan observasi menunjukkan bahwa korban menjadi lebih terbuka dalam menyampaikan pengalaman, menunjukkan kesadaran yang lebih baik terhadap pikiran dan respons emosionalnya, serta lebih mampu mengemukakan berbagai pilihan dalam penyelesaian kasus. Tindak lanjut disesuaikan dengan kebutuhan, kesiapan, dan keputusan masing-masing korban. Secara keseluruhan, proses konseling dilaksanakan secara fleksibel dengan tetap menghormati otonomi korban dalam menentukan arah penyelesaian kasus.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-08T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1683Mediation Based On Maqashid Syariah: A Dynamic Solution To Marital Conflicts In Indonesia 2026-09-01T20:16:34+07:00Izzul Mutho`muthoterate86@gmail.comAbdul Rozak abdrozak993@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td> <p><em>Marriage conflict remains a critical challenge at the South Jakarta Religious Court, a high-volume urban jurisdiction where conventional mediation often fails to yield sustainable outcomes. This study examines the operationalization, effectiveness, and implementation barriers of Maqashid Syariah-based mediation as an adaptive alternative for modern family dispute resolution. Employing a descriptive qualitative design, data were gathered through in-depth interviews with 15 key informants (judges, certified mediators, disputing couples, and legal experts), non-participatory observations of live caucus sessions, and documentary analysis of court settlement deeds (Akta Perdamaian) under PERMA No. 1 of 2016. The findings reveal that Maqashid Syariah is practically operationalized through caucus strategies that prioritize child welfare (hifzh al-nasl) and financial equity (hifzh al-mal), shifting mediation from rigid procedural compliance toward substantive justice. Couples undergoing this approach reported higher post-mediation satisfaction and lower post-divorce litigation rates. However, implementation is constrained by the absence of specialized Maqashid-based mediator training modules and unintegrated court guidelines. This study contributes an empirical framework that operationalizes abstract Islamic legal philosophy into concrete court-annexed mediation practices, offering policy recommendations for judicial reform in Indonesia.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-08T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1488Pengembangan Model Bisnis Pemakaman Syariah Berbasis Maqashid Al-Syari‘Ah: Analisis Komparatif San Diego Hills Memorial Park And Funeral Homes Dan Al-Azhar Memorial Garden2026-08-10T16:40:28+07:00M. Sulaeman Jajulisulaeman.jajuli@uinbanten.ac.idUsmanusmanmushtafa66@gmail.comMisnomisno@gmail.comNajmuddinnajmuddin@gmail.comFedrikfedrik.wardiansyah@uinabnten.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model bisnis pemakaman syariah berbasis <em>maqāṣid al-syarī‘ah</em> melalui analisis komparatif terhadap San Diego Hills dan Al-Azhar Memorial Garden. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus komparatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan Business Model Canvas yang diintegrasikan dengan lima dimensi utama Maqāṣid al-Syarī‘ah, yaitu hifz al-din, hifz al-nafs, hifz al-'aql, hifz al-nasl, dan hifz al-mal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa San Diego Hills unggul dalam inovasi model bisnis, profesionalisme layanan, dan pengelolaan fasilitas, sedangkan Al-Azhar Memorial Garden lebih menonjol dalam integrasi nilai-nilai syariah dan orientasi religius. Sintesis praktik terbaik dari kedua institusi menghasilkan model bisnis pemakaman syariah ideal yang menekankan kepatuhan syariah, transparansi harga, penghormatan terhadap martabat manusia, pelayanan empatik, keberlanjutan ekonomi, dan kemaslahatan sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis melalui integrasi Business Model Canvas dengan Maqāṣid al-Syarī‘ah serta kontribusi praktis bagi pengembangan industri layanan pemakaman syariah di Indonesia.</p>2026-09-12T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/872Humanisasi Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Disekolah Al-Banna Bali : Antara Pendekatan Akademik Dan Penguatan Karakter 2026-09-02T10:52:34+07:00Muhammad Bayhaqy Abdillahmuhammadabdillahplg@gmail.comAhmad Zuhdi azuhdi@unsiq.ac.idMuhammad Ferdika Pratama muhammadabdillahplg@gmail.comMay Lana Widia Putrimaylanawidia@gmail.comZulfa Lailatul Izzahzulfalaila1807@gmail.comArini Mawar Datil Janaharinimawar123@gmail.comFaid Noer Ikhmalfdnrikmll@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus di Sekolah Al-Banna Bali serta mengetahui peran sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah, humanis, dan berbasis nilai Islami. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru, peserta didik, serta pihak sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Al-Banna Bali menerapkan sistem pendidikan inklusif dengan memberikan pendampingan individu, pendekatan pembelajaran adaptif, serta penguatan karakter kepada anak berkebutuhan khusus. Selain itu, lingkungan sekolah yang multikultural dan religius turut mendukung perkembangan sosial, emosional, dan akademik peserta didik. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan bantuan pendamping dan perbedaan kemampuan belajar siswa, namun sekolah berupaya mengatasinya melalui kerja sama antara guru, orang tua, dan pihak yayasan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan inklusif yang dipadukan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman dapat menjadi model pembelajaran yang efektif bagi pengembangan potensi anak berkebutuhan khusus</em></p>2026-09-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/867Correlation Between Vision-Mission, Curriculum Structure, and Activity Programs in Achieving Educational Quality at SMP ALBANNA 2026-09-02T10:52:42+07:00Rifa Lutfatun Nisalutfarifa@gmail.comAhmad Zuhdi azuhdi@unsiq.ac.idUmi Hani Latifahumihanilatifah@gmail.comLaila Neyza Ramadhani lailaneyza4@gmail.comM. Farhanfarhan@mhs.unsiq.ac.idRatumas Linda Ariyaniratulindaa@gmail.comDea Alhidayahalhidayahdea48@gmail.com<p><em>This study aims to analyze the correlation between vision-mission statements, curriculum structure, and activity programs in achieving educational quality at SMP ALBANNA. The study uses a descriptive qualitative approach through literature review and analysis of educational implementation at the school.The results show that the school’s vision and mission play an important role as the foundation for curriculum development, school culture formation, and the implementation of educational activity programs. The curriculum structure, which integrates academic achievement, Islamic character values, and student skill development, supports effective learning processes. In addition, activity programs such as extracurricular activities, religious programs, and leadership training contribute positively to the development of students’ character, discipline, creativity, and social skills.The study concludes that there is a strong correlation between vision-mission statements, curriculum structure, and activity programs in improving educational quality at SMP ALBANNA. The integration of these components creates quality education and supports students’ holistic development</em></p>2026-09-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/866Integration of Islamic Character Education Based on Digital Learning in Strengthening Student Discipline at SDIT Al-Banna Bali 2026-09-02T10:52:50+07:00Ahmad Zuhdiazuhdi@unsiq.ac.idNila Rizqi Aulialutfarifa@gmail.comZalfa Syifanaumihanilatifah@gmail.comRenno Aji Nugraha 4Nugrohorennoaji@gmail.comFeni Maulana Wijayanti Fmaulanawijayanti@gmail.comDian Ayu Munawarahatulindaa@gmail.comAulia Fatma Azzahraalhidayahdea48@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td> <p><em>This study aims to analyze the integration of Islamic character education based on digital learning in strengthening student discipline at SDIT Al-Banna Bali. In the digital era, education is not only focused on cognitive achievement but also on the internalization of moral and spiritual values. The integration of Islamic values such as discipline, responsibility, honesty, and respect into digital learning systems becomes an important strategy to shape students’ character. Digital learning platforms, Learning Management Systems (LMS), and online supervision tools are utilized as instruments to embed Islamic values while simultaneously monitoring student behavior and learning activities. The study employs a qualitative descriptive approach with a literature review design. Data were collected from peer-reviewed journals, academic books, and relevant research studies focusing on Islamic education, digital learning, and student discipline. The analysis technique used includes data reduction, categorization, and interpretation to identify patterns of integration between Islamic values and digital learning systems. The findings indicate that digital learning plays a significant role in supporting the implementation of character education through structured supervision, interactive learning environments, and continuous monitoring systems. The results show that student discipline is strengthened through digital supervision systems such as e-monitoring, online attendance, assignment tracking, and parent-teacher communication platforms. Teachers play a central role in integrating Islamic values into digital learning content, while school management ensures institutional policies support character-based education. However, challenges such as limited digital literacy, lack of parental involvement, and inadequate infrastructure still affect implementation effectiveness. In conclusion, the integration of Islamic character education based on digital learning is an effective approach to strengthen student discipline when supported by competent teachers, strong school leadership, parental collaboration, and adequate technological infrastructure. This integration not only improves academic engagement but also contributes significantly to the formation of disciplined, responsible, and morally grounded students in the digital era.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1340Budaya Pembiasaan Religius Dalam Pembetukan Karakter Anak: Studi Kasus TPQ Asrama Darul Hikmah2026-09-01T20:17:12+07:00Ahmad Taufikiibnukamil012@gmail.comRuqoyyah Nafisahrqyhnfsh@gmail.comNurun Nafisah Indah Qomarinurunnafisahiq@gmail.comNur Azizah Riska Ayu Astiani Mahmudahriskaayu1706@gmail.comSaiful Rahman, Robert Edy Sudarwansyaifulrahman66@guru.sd.belajar.id<table> <tbody> <tr> <td> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan budaya pembiasaan religius dalam pembentukan karakter anak serta menjelaskan alasan efektivitasnya di TPQ Asrama Darul Hikmah Karanganyar Paiton Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus eksplanatori. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala TPQ, ustadz/ustadzah, dan wali murid, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter religius anak berlangsung secara sistematis melalui lima elemen utama yang saling bersinergi: (1) sistem rutinitas harian yang konsisten yang menggeser kepatuhan eksternal menjadi kesadaran internal; (2) keteladanan pendidik sebagai model perilaku moral (<em>social learning</em>); (3) penerapan metode Tartila yang secara implisit melatih kedisiplinan dan kesabaran; (4) praktik salat Ashar berjamaah sebagai media pembiasaan ibadah dan tanggung jawab kolektif; serta (5) sinergi berkelanjutan antara TPQ dan lingkungan keluarga. Kesimpulannya, efektivitas pembentukan karakter religius di TPQ Asrama Darul Hikmah tidak bergantung pada metode tunggal, melainkan pada integrasi antara konsistensi rutinitas, keteladanan moral, metodologi pembelajaran yang sistematis, dan penguatan dari lingkungan keluarga. Kebaruan penelitian, terletak pada penggambaran secara kontekstual mengenai bagaimana budaya pembiasaan religius di lingkungan TPQ yang terintegrasi dengan kehidupan asrama berperan dalam membentuk karakter anak, sehingga memperlihatkan hubungan antara praktik kegamaan rutin dan pembentukan karakter dalam konteks pendidikan nonformal berbasis pesantren/asrama. </p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1672Digital Learning Ecosystem as a Foundation for Metaverse-Supported Islamic Religious Education: A Case Study at Muhammadiyah Junior High School PK Kottabarat2026-09-01T20:17:22+07:00Hafidz Hafidzo100240030@student.ums.ac.idIsnaya Arina Hidayati isnaya.arina@ums.ac.idNurul Latifatul Inayati nl122@ums.ac.idTriono Ali Mustofa tam763@ums.ac.idFadhilla Nangroe Anggrainio100240030@student.ums.ac.id<p>The rapid development of digital technology has transformed educational practices and encouraged schools to develop more interactive, connected, and technology-supported learning environments. In Islamic Religious Education (IRE), digital technologies can improve material presentation, accessibility, student engagement, and contextual understanding while providing an important foundation for future metaverse-supported learning. This study aims to analyze the digital learning ecosystem at Muhammadiyah Junior High School PK Kottabarat and its relevance as a foundation for metaverse-supported Islamic Religious Education, focusing on technology implementation, perceived effectiveness, supporting factors, inhibiting factors, and contributions to the learning process. This study employed a qualitative approach with a case study design. The participants consisted of one teacher and two students selected through purposive sampling based on their direct involvement in technology-supported learning. Data were collected through semi-structured interviews conducted over approximately two hours and analyzed through data condensation, data display, and conclusion drawing. Data credibility was strengthened through source triangulation by comparing and cross-checking teacher and student responses. The findings show that digital technology has been effectively integrated into Islamic Religious Education through Smart TVs, laptops, PowerPoint presentations, YouTube videos, internet access, visual learning materials, and other digital resources. Teachers and students perceive these technologies positively because they make learning more engaging, understandable, efficient, accessible, and less monotonous. Parental support, adequate technological facilities, students’ familiarity with digital media, and institutional commitment constitute the main supporting factors, while electricity disruptions, network instability, and device connectivity remain technical constraints. The study concludes that Muhammadiyah Junior High School PK Kottabarat has established a well-developed digital learning ecosystem that provides a strong foundation for the future implementation of metaverse-supported Islamic Religious Education. Further development toward fully immersive metaverse learning requires stronger infrastructure, enhanced teacher competence, reliable technical support, appropriate pedagogical design, and dedicated immersive platforms.</p>2026-09-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1614Analisis Faktor-Faktor Usaha Tani di tinjau dari Perspektif Pendidikan di Desa Laowo Hilimbaruzo, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias.2026-08-22T20:01:12+07:00Yusman Waruwuasokhiwazega77@gmail.comYearning Harefaasokhiwazega77@gmail.comEka Septianti Laoliasokhiwazega77@gmail.comArianto Lahaguasokhiwazega77@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor usaha tani dan kendala pengembangannya ditinjau dari perspektif pendidikan pada masyarakat Desa Laowo Hilimbaruzo, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 10 informan yang dipilih secara purposive, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tani masyarakat dipengaruhi oleh keterkaitan antara faktor lahan, tenaga kerja, modal, pengetahuan, dan pengalaman. Pendidikan berperan dalam meningkatkan kemampuan petani memahami informasi, menerima pengetahuan baru, dan mengadopsi teknologi, tetapi pengaruh tersebut tidak berdiri sendiri karena sangat berkaitan dengan pengalaman dan kondisi sosial-ekonomi petani. Kendala utama pengembangan usaha tani meliputi keterbatasan pendidikan dan pengetahuan, modal, sarana produksi, ketidakpastian cuaca, serangan hama, keterbatasan informasi, serta pemasaran hasil pertanian. Penelitian menyimpulkan bahwa pengembangan usaha tani memerlukan penguatan kapasitas petani melalui penyuluhan dan pendidikan nonformal yang berkelanjutan, peningkatan akses terhadap modal, sarana produksi, informasi, dan teknologi, dengan tetap mengintegrasikan pengalaman serta pengetahuan lokal masyarakat.</p>2026-09-14T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/955Implementasi Media Canva AI Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar PAI Siswa Kelas X SMK Darul Lughah Wal Karomah2026-09-14T20:13:34+07:00Ahmad Taufikiibnukamil012@gmail.com Wanda Faris Wahyudi Wandafariswahyudi@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Media Pembelajaran Berbasis <em>Artificial Intelligence</em> (AI) Canva dan peningkatannya terhadap motivasi belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa kelas X SMK Darul Lughah Wal Karomah. Rendahnya motivasi belajar sering kali disebabkan oleh penggunaan media konvensional yang kurang menarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan subjek siswa kelas X SMK Darul Lugwah Wal Karomah. Data dikumpulkan melalui observasi, angket motivasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Canva AI seperti fitur <em>Magic Design</em> dan generator gambar mampu menciptakan visualisasi materi PAI yang kreatif, interaktif, dan sesuai dengan gaya belajar generasi digital. Implikasinya, terjadi peningkatan signifikan pada motivasi belajar siswa, yang ditandai dengan partisipasi aktif, antusiasme tinggi, dan ketepatan waktu dalam pengumpulan tugas. Media Canva AI terbukti efektif sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI.</p>2026-09-15T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisiplinerhttps://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/1804Strategi Pengasuh Pesantren dalam Pencegahan Bullying untuk Mewujudkan Kenyamanan Belajar Santri di Pesantren Al Anwariyah Pati2026-09-08T12:52:20+07:00 Ali Shofian alishofian02@gmail.com<table width="586"> <tbody> <tr> <td width="417"> <p>Perilaku <em>bullying</em> masih menjadi permasalahan yang dapat terjadi di berbagai lingkungan pendidikan, termasuk pondok pesantren yang memiliki karakteristik kehidupan komunal dan berasrama. Interaksi antarsantri yang berlangsung secara intensif berpotensi memunculkan konflik sosial, senioritas, perundungan verbal, maupun bentuk perundungan lainnya yang dapat memengaruhi rasa aman psikologis dan kenyamanan belajar santri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengasuh Pesantren Al Anwariyah Pati dalam mencegah dan menangani <em>bullying</em> serta menganalisis implikasinya terhadap kenyamanan belajar dan rasa aman psikologis santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Partisipan penelitian berjumlah 10 informan yang terdiri atas 1 pengasuh, 3 ustadz, 3 pengurus pesantren yang meliputi 1 ketua dan 2 bagian keamanan, serta 3 santri yang terdiri atas santri lama dan santri baru dengan pengalaman yang berkaitan dengan <em>bullying</em>, baik sebagai korban maupun pelaku. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung terhadap interaksi harian santri, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahap kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan <em>bullying</em> dilakukan melalui beberapa strategi utama, yaitu internalisasi nilai-nilai keislaman, keteladanan dan komunikasi persuasif, sistem pengawasan berjenjang, serta penanganan edukatif melalui dialog, pembinaan, konseling, dan sanksi edukatif. Strategi tersebut juga didukung oleh pengaturan komposisi kamar santri berdasarkan usia dan jenjang pendidikan sebagai langkah preventif untuk mengurangi potensi konflik dan senioritas. Secara keseluruhan, penerapan strategi tersebut berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan pesantren yang lebih aman dan suportif, sehingga mendukung kenyamanan belajar dan rasa aman psikologis santri. Temuan ini menegaskan bahwa pencegahan <em>bullying</em> perlu diintegrasikan ke dalam sistem pengasuhan, pengawasan, dan pembinaan santri sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan pendidikan pesantren yang aman dan kondusif.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> <em>bullying</em>, pesantren, strategi pencegahan, pengasuhan, rasa aman.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner