Konseling Individu dengan Pendekatan Cognitive Behavior Therapy bagi Korban KDRT di UPTD PPA Provinsi Lampung
DOI:
https://doi.org/10.59944/jipsi.v5i4.1700Keywords:
individual counseling, Cognitive Behavior Therapy (CBT), domestic violence, UPTD PPAAbstract
Abstract. Domestic violence (DV) can cause persistent psychological impacts, including guilt, low self-confidence, negative self-appraisal, and uncertainty in resolving a case. UPTD PPA Lampung Province provides psychological assistance through individual counseling using a Cognitive Behavior Therapy (CBT) approach. This study aimed to describe the implementation of CBT-based individual counseling for DV victims. A descriptive qualitative design with purposive sampling involved one mediator, one psychological counselor, and two victims. Data were collected from 2-27 July 2026 through interviews, non-participant observation, and documentation and were analyzed through data collection, reduction, display, and conclusion drawing. The findings revealed five counseling stages: initial assessment and problem identification, goal setting, CBT-based counseling, evaluation, and follow-up. During the counseling process, the victims were guided to identify the relationships among thoughts, feelings, and behaviors and to examine negative self-directed thoughts. Interview and observation data showed that the victims became more willing to express their experiences, demonstrated greater awareness of their thoughts and emotional responses, and were better able to articulate possible options for resolving their cases. Follow-up was adapted to each victim’s needs, readiness, and decisions. Overall, the counseling process was implemented flexibly while respecting each victim’s autonomy in determining the course of case resolution.
Abstrak. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dapat menimbulkan dampak psikologis yang menetap, termasuk rasa bersalah, rendahnya kepercayaan diri, penilaian negatif terhadap diri, serta ketidakpastian dalam menyelesaikan kasus. UPTD PPA Provinsi Lampung memberikan pendampingan psikologis melalui konseling individu dengan pendekatan Cognitive Behavior Therapy (CBT). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan konseling individu berbasis CBT bagi korban KDRT. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling yang melibatkan satu mediator, satu konselor psikologis, dan dua korban. Data dikumpulkan pada 2–27 Juli 2026 melalui wawancara, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan lima tahapan konseling, yaitu asesmen awal dan identifikasi masalah, penetapan tujuan, pelaksanaan konseling berbasis CBT, evaluasi, dan tindak lanjut. Selama proses konseling, korban dibimbing untuk mengenali hubungan antara pikiran, perasaan, dan perilaku serta menelaah pikiran negatif yang diarahkan pada diri sendiri. Data hasil wawancara dan observasi menunjukkan bahwa korban menjadi lebih terbuka dalam menyampaikan pengalaman, menunjukkan kesadaran yang lebih baik terhadap pikiran dan respons emosionalnya, serta lebih mampu mengemukakan berbagai pilihan dalam penyelesaian kasus. Tindak lanjut disesuaikan dengan kebutuhan, kesiapan, dan keputusan masing-masing korban. Secara keseluruhan, proses konseling dilaksanakan secara fleksibel dengan tetap menghormati otonomi korban dalam menentukan arah penyelesaian kasus.
References
Arfiyaningrum, P., & Miskanik. (2025). Efektivitas konseling traumatik berbasis CBT untuk mengurangi dampak KDRT pada siswa SMP. CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 2(3), 101–107. https://doi.org/10.62710/ytjyy026
Ardiansyah, Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian ilmiah pendidikan pada pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Jurnal IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 1–9. https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2.57
Dampaka, Y., Prihatinah, T. L., & Faradz, H. (2023). Peran Unit Pelaksanaan Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) dalam menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kabupaten Banyumas. Soedirman Law Review, 5(1), 84–94. https://doi.org/10.20884/1.slr.2023.5.1.3505
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung. (n.d.). UPTD perlindungan perempuan dan anak.
Dudy, A. A., Ardiansyah, R., Ashady, S., Nurfatlah, T., & Salsabila, D. (2026). Penegakan hukum tindak pidana kekerasan seksual melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak di Lombok Barat. Jurnal Fundamental Justice, 7(1), 29–40. https://doi.org/10.30812/fundamental.v7i1.6179
Fatimah, D., & Sukmana, H. (2025). Peran Unit Pelaksanaan Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) dalam penanganan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kabupaten Sidoarjo. JDP (Jurnal Dinamika Pemerintahan), 8(2), 386–408. https://doi.org/10.36341/jdp.v8i02.6463
Handayani, R., & Putri, R. E. (2025). Asesmen psikologi pada korban kekerasan rumah tangga: Studi kasus pada perempuan di Kota Solok Sumatera Barat. IKRAITH-HUMANIORA: Jurnal Sosial dan Humaniora, 9(2), 956–962.
Krisnanda, V. D., Ramli, M., & Hidayah, N. (2022). Konseling Cognitive Behavioral Therapy (CBT) untuk mengembangkan self-love penyintas trauma kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 12(2), 116–129. https://doi.org/10.25273/counsellia.v12i2.14167
Maulia, S. T., Anderson, I., & Purnama, M. (2023). Analisis faktor penyebab kekerasan dalam rumah tangga. Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN, 10(1), 77–86. https://doi.org/10.36706/jbti.v10i1.20546
Meilinda, V., & Indreswati. (2023). Dampak kesehatan korban domestic violence. Jurnal Kesehatan Perintis, 10(1), 7–13. https://doi.org/10.33653/jkp.v10i1.987
Mu’min, H., & Fatmawati. (2024). Implementasi layanan bimbingan konseling individu dengan pendekatan Cognitive Behaviour Therapy (CBT) (studi kasus anak broken home SMAN 9 Kota Bengkulu). Jurnal Intelek dan Cendikiawan Nusantara, 1(1), 175–186.
Murniati, R., Anderson, I., & Sariani, D. (2023). Peran UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak dalam memberikan perlindungan hukum terhadap perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga. Civic Education Perspective Journal, 3(2), 32–50. https://doi.org/10.22437/cepj.v3i2.25112
Nurfaizah, I. (2023). Dampak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap kesehatan mental anak. Gunung Djati Conference Series, 19, 95–103.
Obilor, E. I. (2023). Convenience and purposive sampling techniques: Are they the same? International Journal of Innovative Social & Science Education Research, 11(1), 1–7.
Putra, G. J. S. (2022). Dampak kekerasan dalam rumah tangga terhadap kesehatan mental korban. Verdict: Journal of Law Science, 1(2), 96–107. https://doi.org/10.59011/vjlaws.1.2.2022.96-107
Rahmadani, D. A., & Suartini, S. (2022). Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia, 4(2), 70–74. https://doi.org/10.36722/jpm.v4i2.960
Royani, P. R., Wangi, N. E., & Fahmi, I. (2025). Pengaruh Positive Cognitive Behavioral Therapy untuk meningkatkan self-esteem pada wanita korban kekerasan dalam rumah tangga. Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian, 4(5), 2318–2332. https://doi.org/10.58344/locus.v4i5.4003
Setiawan, N. H., Devi, S. S., Damayanti, L., Pramudya, F., & Antony, H. (2023). Pemahaman dan faktor-faktor penyebab kekerasan dalam rumah tangga: Tinjauan literatur. Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan, 2(3), 152–162.
Setiyani, A., Judijanto, L., Nurmalita, N., Irianto, I., Aryani, L., Fatubun, R. R., Afriyanto, D. F., Sondari, M. C., Cipta, E. S., & Merung, A. Y. (2026). Metodologi penelitian kualitatif. PT Sonpedia Publishing Indonesia.
Subroto, J. (2023). Kekerasan dalam rumah tangga. Bumi Aksara.
Utama, A. S., & Ambarini, T. K. (2023). Cognitive Behaviour Therapy untuk mengatasi gejala post-traumatic stress disorder. Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP), 9(2), 245–256. https://doi.org/10.22146/gamajpp.76983
Yustina, M. M., & Ladapase, E. M. (2025). Efektivitas Cognitive Behavior Therapy untuk mengatasi dampak psikologis wanita yang mengalami KDRT di UPTD PPA. EDU SOCIATA: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 8(1), 91–96. https://doi.org/10.33627/es.v8i1.3254

























